Claim Missing Document
Check
Articles

RENCANA KEBUTUHAN DAN PENATAAN LAHAN PARKIR DI JALAN D.I. PANJAITAN DAN JALAN BRIGJEND KATAMSO, KECAMATAN SINTANG Japutra, Felix; erwan, komala; azwansyah, heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66480

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) menyebabkan masalah dalam mengatur dan penyediaan lahan parkir terutama pada Jalan D.I Panjaitan dan Jalan Brigjend Katamso dikarenakan kedua jalan ini telah dilakukan pembuatan drainase dan trotoar yang membuat jalan ini kehilangan lahan parkir. Sehingga dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan karakteristik dan kebutuhan lahan parkir serta perencanaan layout parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survey lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistic. Penelitian dilakukan pada kendaraan roda 4 dikarenakan kendaraan ini yang menyebabkan kemacetan. Akumulasi maksimum yang didapat pada jalan D.I Panjaitan adalah 35 kendaraan dan jalan Brigjend Katamso adalah 25 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis dengan asumsi adanya petak parkir, didapatkan pada jalan D.I Panjaitan terdapat 61 petak parkir dengan kebutuhan ruang parkir adalah 37 SRP dan jalan Brigjend Katamso terdapat 69 petak parkir dengan 26 SRP. Sehingga pada perencanaan yang akan dilakukan adalah pembuatan petak parkir pada jalan Brigjend Katamso agar menertibkan kendaraan parkir dan larangan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan dikarenakan lebar jalan yang kurang efektif untuk diterapkan. Selain itu, memberikan sosialisasi untuk pemindahan parkir kendaraan roda 4 pada jalan D.I Panjaitan untuk parkir ke jalan Brigjend Katamso.
PERBANDINGAN ASPAL SHELL DAN ASPAL ELASTOBOND MELALUI SISTEM PENGUJIAN MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE) Evan, Evan; Erwan, Komala; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63229

Abstract

Perkerasan jalan umumnya menggunakan lapis campuran aspal panas, aspal beton (Asphalt Concrete) dan Lataston (Hot Rolled Sheet), tetapi lapisan ini sering mengalami kerusakan dini akibat pengaruh iklim dan peningkatan volume lalu lintas yang tinggi.Untuk membuat campuran aspal panas pada perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (Laston-Lapis Aus) dimulai dari pemeriksaan material agregat dan aspal. Agregat yang dipakai adalah agregat kasar dan agregat halus, yaitu batu 1/1 dan batu 0,5 adalah, dan abu batu, pasir dan filler. Aspal yang dipakai adalah aspal Shell pen 60/70 dan aspal Polimer Elastomer. Material agregat dan aspal yang memenuhi spesiifikasi Bina Marga Tahun 2018 revisi 2,kemudian dibuat sejumlah benda uji yang selanjutnya dilakukan pengujian dengan alat Marshall.Sampel penelitian ini adalah sampel yang menggunakan aspal Shell pen 60/70, aspal polimer (Elastobond), dan campuran dari keduanya dengan variasi 10:90,20:80,30:70,40:60,50:50. Dari pengujian Marshall didapat parameter yaitu Stabilitas, Flow, Void In The Mixture(VIM), Void in The Mineral Aggregate(VMA), Voids Filled with Bitumen (VFB), dan Marshall Quotient (MQ).Campuran dengan variasi aspal 40:60 (40% aspal Shell dan 60% aspal Elastobond) memiliki nilai stabilitas paling tinggi diantara campuran lainnya yaitu 936,80 Kg, Flow 3,1mm, VIM 3,72%, VMA 16,63%, VFB 87,71%, dan MQ 302,48 (Kg/mm).Kata Kunci : Asphalt Concrete "“ Wearing Course (AC-WC), Shell pen 60/70, Elastobond, Uji MarshallPERBANDINGAN ASPAL SHELL DAN ASPAL ELASTOBOND MELALUI SISTEM PENGUJIAN MARSHALL PADA CAMPURAN LASTON AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE)
THE ASSESSMENT OF NATIONAL ROAD SURFACE CONDITIONS ANALYSIS BASED ON THE INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) METHOD USING ROADROID APPLICATION Mahendra, Didi Herianto; Erwan, Komala; Kadarini, Siti Nurlaily
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v23i1.59629

Abstract

Road infrastructure is built as an infrastructure to meet needs and facilitate accessibility and mobility of socio-economic activities in the community. With the benefits that are so important, therefore the road construction and maintenance sector become a priority to be researched and developed in planning, implementing, and maintaining it.   At the location of Jalan Khatulistiwa section, most of the road surface conditions are in moderate condition so the recommendation for improving road surface conditions is periodic maintenance on 56 segments and the other 13 segments are carried out routine maintenance. In the IRI measurement using the Roadroid application, there is a tendency to produce an IRI value that is greater than the IRI measurement using a laser profilometer, but the IRI value obtained by Roadroid tends to approach the IRI value as measured by a laser profilometer with an average percentage difference per segment of 2.91% with 2 segments that have different conditions. Based on the provisions of Pd-01-2021-BM, the IRI value test of the Roadroid has met the requirements as a class III measure of unevenness (IRI).
ANALYSIS OF ROAD DAMAGE CONDITIONS ON THE SURFACE LAYER USING PCI ( PAVEMENT CONDITION INDEX ) METHOD (CASE STUDY: RASAU JAYA ROAD, KUBU RAYA REGENCY, WEST KALIMANTAN PROVINCE) Stefanus, Stefanus; Widodo, Slamet; Mukti, Elsa Tri; Erwan, Komala; Azwansyah, Heri
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v22i2.59394

Abstract

The road is an infrastructure in the flow of traffic, the Raya Rasau Jaya section was damaged, with light, medium and heavy damage. One way to determine the condition of road damage is the Pavement Condition Index (PCI) method. The purpose of this study is to determine, identify and calculate the value of road damage that occurs using the PCI method and to know the handling of the road damage. The method used is PCI, the results of field analysis and values calculated by the PCI method, recommendations for road repairs using the Asphal Institute MS-17 method. The results of the analysis of the surface condition of the 8 km road pavement using the PCI method, averaged per 1 Km starting from STA 26+700 to 27+700, 27+700 to 28+700, 32+700 to 33+ 700 classified as good damage, STA 28+700 to 29+700, 29+700 to 30+700, 30+700 to 31+700, 31+700 to 32+700 classified as very good condition, STA 33+700 to 34+700 perfect condition. Recommendations for road repair per 1 Km using the Asphalt institute MS-17 method, namely Routine Maintenance at STA 29+700 to 30+700, 30+700 to 31+700, 31+700 to 32+700, 33 +700 to 34+700 and Patches and Additional Coatings on STA 26+700 to 27+700, 27+700 to 28+700, 28+700 to 29+700, 32+700 s/ d33+700.
PENGARUH PEMBANGUNAN JEMBATAN PAWAN V TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA KABUPATEN KETAPANG ., Dennery; Priadi, Eka; Erwan, Komala
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.5076

Abstract

Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pembangunan Jembatan Pawan V terhadap kinerja jaringan jalan kota Kabupaten Ketapang dengan penilaian rasio volume terhadap kapasitas jalan (VCR). Hasil kajian dapat menjadi saran/masukan kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang. Berdasarkan perhitungan, pada tahun 2018 dan tahun 2020, pelayanan jalan di beberapa jalan Kota Ketapang mengalami arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume di atas kapasitas, dan banyak berhenti (macet). Prinsip kajian adalah distribusi kendaraan dari Kota Ketapang (zona A) ke ibukota kecamatan-kecamatan (zona B) yang dibagi dalam dua skenario. Skenario pertama adalah belum difungsikannya Jembatan Pawan V dan skenario kedua adalah difungsikannya Jembatan Pawan V tanpa pengaturan arus lalu lintas. Dari kedua skenario tersebut diperoleh bahwa pembangunan Jembatan Pawan V agar secepat mungkin diselesaikan dan difungsikan sehingga kinerja jaringan jalan Kota Ketapang dapat melayani dengan maksimal bagi trasportasi angkutan orang dan barang yang berpengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Ketapang.
UTILIZATION OF FLY ASH FROM PLTU KETAPANG AS FILLER ON HOT ROLLED SHEET (HRS-Base) Juanda, Rizky Hendarta; Azwansyah, Heri; Kadarini, S. Nurlaily; Erwan, Komala
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v22i2.59382

Abstract

The utilization of stone dust waste produced from PLTU Ketapang coal combustion process is still below optimal level. Produced waste reached ± 23,13 ton /day which consists of 99,5% of fly ash and 0,5% bottom ash. As a result, the writer gained an idea of using fly ash as a filler in bitumen mixture, especially in Hot Rolled Sheet   "“ BASE (HRS "“ BASE). The study was aimed to compare fly ash and stone dust if used as filler in Hot Rolled Sheet  "“ BASE (HRS "“ BASE) mix in marshall test including void analysis which consistsed of VMA, VIM, VFB, and MQ. The planned test item concentration of tar was on the level of 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, and 8%.  The mixture which used stone dust as filler resulted in optimum bitumen content of 6,90% and the result of marshall test diplayed 912,072 kg of stability, 3,333 mm flow, 4,306%   VIM, 18,018 % VMA, 82,681% VFB, and 273,745 kg/mm MQ.    In the mixture which used fly ash as the filler resulted in optimum bitumen content of 7,1% with the marshall test displayed 877,132 kg of stability, 3,433 flow, 3,985% of VIM, 18,150% VFB, and the Marshall Quotient (MQ) 255,716 kg/mm.
ANALISIS POTENSI SUNGAI KAPUAS SEBAGAI SARANA TRANPORTASI AIR UNTUK ANGKUTAN BARANG DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Ramadhani, Muhammad; MTS, Johnny; Erwan, Komala
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i1.52325

Abstract

Penelitian ini menganalisis sungai kapuas sebagai sarana transportasi air untuk angkutan barang di Provinsi Kalimantan Barat menggunakan metode location quontient, menganalisa kemampuan angkutan barang yang menggunakan kapal bandong dan kapal tongkang, meramalkan jumlah kapal motor dan kapal barang 5 tahun kedepan dengan metode trend liniear, kemudian menganalisis potensi sungai kapuas untuk angkutan barang. Dari hasil analisa didapat 5 kabupaten yang sektor pertanian dan pertambangannya berpotensi, 3 kabupaten yang hanya memiliki satu sektor yang berpotensi, 2 kabupaten yang kedua sektornya tidak berpotensi, didapat 5 kabupaten penghasil kelapa sawit terbesar, 3 kabupaten penghasil karet terbesar, pada sektor pertambangan di dapat 3 sumber daya mineral yang potensi angkutannya besar yaitu antimoni dan cinnabar dan batubara. Untuk peramalan kapal motor dan kapal barang didapat bahwa 5 tahun kedepan jumlah kapal mengalami penurunan. Sungai kapuas sangat berpotensi di jadikan sarana transportasi air karena keadaan jalan darat hanya mampu menahan beban sebesar 8 ton, jika menggunakan jalan darat dengan angkutan yang besar secara terus menerus maka jalan darat akan mudah rusak dan biaya pemeliharaan jalan akan lebih besar. Dibandingkan dengan menggunakan transportasi air ini lebih hemat biaya, muatan yang di angkut lebih besar, kendalanya di   muara sungai kapuas karena harus menunggu air pasang agar bisa dilewati.Kata kunci : Angkutan Barang, Transportasi Air, Potensi Sungai.