Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN VETERAN – JALAN PAHLAWAN – JALAN GAJAHMADA – JALAN BUDI KARYA KARYA BERDASARKAN PROGRAM ANALISIS LALU LINTAS KAJI Rawaljani, Muhammad Abham; Erwan, Komala; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.335 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.26617

Abstract

Pada penelitian ini memanfaatkan teknologi komputer dengan menggunakan  program kaji yang merupakan program komputerisasi dari MKJI atau Manual Kapasitas Jalan Indonesia  untuk memberikan kemudahan dalam menganalisa persimpangan,sehingga dapat menghemat waktu analisa. Lokasi penelitian adalah simpang bersinyal Jalan Veteran – Jalan Pahlawan –Jalan Gajahmada di Kota Pontianak. Untuk mengevaluasi simpang bersinyal dibutuhkan data lapangan berupa : kondisi geometric meliputi lebar pendekat, waktu sinyal dan volume lalu lintas, serta kondisi lingkungan berupa kelas ukuran kota, tipe lingkungan jalan, dan kelas hambatan samping sebagai data masukkan pada program KAJI. Komposisi kendaraan yang digunakan pada MKJI 1997 adalah LV,HV, dan Motor Cyle (MC). Data volume lalu lintas 93 % digunakan dalam evaluasi simpang. Dari hasil analisa yang dilakukan melalui program Kaji untuk tahun 2016 tingkat kinerja simpang   Jalan Veteran- Jalan Pahlawan- Jalan Gajahmada – Jalan Budi Karya Pendekat Utara (Jl. Pahlawan) sebesar 0.883, Pendekat Selatan(Jl.Veteran) sebesar 0.654, Pendekat Timur (Jl. Budi Karya) sebesar 0,888, dan Pendekat Barat (Jl. Gajahmada) sebesar 0.866. Derajat Kejenuhan  yang diisyaratkan pedoman MKJI yaitu DS < 0.85. Ini menunjukan bahwa kinerja rata-rata simpang yaitu 0.82  < 0.85 katagori mendekati simpang jenuh, dengan demikian solusi alternatif pada penelitian ini menganalisa perbaikan sinyal. Setelah di analisa perbaikan sinyal pada simpang bersinyal Jalan Veteran – Jalan Pahlawan –Jalan Gajahmada  - Jalan Budi Karya di dapatkan derajat kejenuhan kinerja simpang sebesar (Jl. Pahlawan) sebesar 0.743, Pendekat Selatan(Jl.Veteran) sebesar 0.753, Pendekat Timur (Jl. Budi Karya) sebesar 0,789, dan Pendekat Barat (Jl. Gajah mada) sebesar 0.786. Kata kunci : Evaluasi kinerja, Tundaan, Tingkat Pelayanan, Simpang bersinyal,
IDENTIFIKASI LOKASI TITIK RAWAN KECELAKAAN (BLACK SPOT) PADA RUAS JALAN ADI SUCIPTO GUNAWAN, ADE; AZWANSYAH, HERI; ERWAN, KOMALA
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.776 KB)

Abstract

Secara geografis Kabupaten Kubu Raya berada disisi barat daya Provinsi Kalimantan Barat atau berada pada posisi 00134’40,83” sampai dengan 1000’53,09” Lintang Selatan dan 109002’19,32” Bujur Timur sampai dengan 109058’32,16” Bujur Timur  dengan luas wilayah 6.985,24 km2 (BPS Kubu Raya,2014)Kabupaten Kubu Raya  berpenduduk 543.325 jiwa,.Data dari Polresta Kota Pontianak diperoleh informasi bahwa dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah peristiwa kecelakaan.Diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan (black site), daerah titik rawan kecelakaan (black spot) dan mengurangi peristiwa kecelakaan. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan pencarian data sekunder diPolresta Kota Pontianak berupa data kecelakaan dari tahun 2009 s\d 2013 yang terjadidi Kabupaten Kubu Raya.Dengan mencari angkakecelakaan untuk menghitung daerah rawan kecelakaan dengan metode Z-score dan menentukan titik rawan kecelakaan dengan metode Cusum. Data primer diperoleh dengan melakukan survey lapangan untuk menentukan titik rawan kecelakaan dari ruas yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan. Dari hasil analisis daerah rawan kecelakaan (black site) diperoleh ruas-ruas jalan di Kabupaten Kubu Raya yang merupakan daerah rawan kecelakaan yang berada di kuadran A, yaitu ruas jalan Trans Kalimantan nilai Z-score 5,39, Arteri Supadio – Ir.Soekarno Hatta nilai Z-score 0,98, Adi Sucipto nilai Z-score 1,54 dan Raya Kakap nilai Z-score 0,77. Perhitungan Cusum dilakukan untuk mengetahui lokasi rawan kecelakaan (blackspot), pada perhitungan black spot dengan pola acak data didapat black spot tertinggi di dapat pada ruas jalan Adi Suciptosta 3 - sta 4 dengan nilai black spot 3,32dan pada perhitungan black spot dengan pola perbandingan data di dapat pada ruas jalan Adi Sucipto sta 6 – 7 dan sta 13 - 14 dengan nilai black spot 13,749. Saran dari penelitian ini adalah Pada hitungan cusum jika data tidak lengkap sebaik nya mengunakan metoda pola perbandingan data dengan membandingkan data sebelumnya atau pun data yang lengkap agar hasil lebih akurat.danperlu di pasang pita rambu daerah rawan kecelakaan,pemasangan zona sekolah dan lampu warning light,perhatian pada ruas jalan yang rusak serta kurang penerangan lampu jalan dan pemasangan rambu – rambu lalu lintas serta penyuluhan dan sosialisasi kesekolah - sekolah dan dibentuk tim terpadu penanganan kecelakaan yang terdiri dari Kepolisian,Dinas Perhubungan dan Rumah Sakit.   Kata kunci : Daerah rawan kecelakaan, Black Site, Black Spot,Kabupaten Kubu Raya
ANALISIS KINERJA SIMPANG STAGGER PADA JL. SULTAN ABDURRAHMAN – JL. JOHAN IDRUS – JL. PUTRI CANDRAMIDI KOTA PONTIANAK Budiman, Febri; Erwan, Komala; ., Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.012 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14729

Abstract

The rapid growth of vehicles and the limited capacity of urban roads lead to problems in the field of transport. Particularly in the area of ​​the intersection, which is often congested and long lines. Setting the intersection with the traffic light control to be planned in accordance with the amount of traffic passing through the intersection, so that traffic can be served well and generate optimum performance intersection. The purpose of this study to determine the amount of traffic flow and the level of performance stagger signalized intersection Jl. Sultan Abdurrahman-Jl. Johan Idrus-Jl. Putri Candramidi Pontianak, and find alternative solutions to problems that can be applied to optimize the performance of the intersection. The data used in this study consisted of primary data include: geometry conditions, the environment, traffic and signaling, as well as secondary data comprising: a map of the location of research and population. Performance optimization on the existing conditions using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997, www.harianregional.com with performance parameters, including capacity (C), the degree of saturation (DS), delay (D), and the long lines (QL). Based on the analysis of existing analysis obtained intersection signalized intersection performance stagger Jl. Sultan Abdurrahman-Jl. Johan Idrus-Jl. Putri Candramidi Pontianak City has not comply of manual MKJI 1997. It can be seen from the value of capacity (C), degree of saturation (DS), delay (D), long lines(QL), respectively (East: 1505 smp/hours; 0876 ; 45.56 det/smp ; 111.13 m), (West: 1019 smp/hour ; 0.957; 71.23 det/smp; 84.99 m), (South; 1186 smp/hour ; 0.930 ; 44.68 det/smp ; 70.51 m) , (North: 2195 smp/hour; 0431; 9:00 det/smp; - m). Based on the results of improvement alternative that provides the best value alternative form of mounting three wide median and the addition of closers. Alternative 3 can improve the performance of the intersection, the increase can be seen from the value of capacity (C), degree of saturation (DS), delay (D), long lines (QL), respectively (East: 1407 smp/hour; 0714 ; 41.92 det/smp; 42.44 m), (West: 1274 smp/hour; 0766; 41.41 det / smp; 50.32 m), (South: 1186 smp/hour ; 0.477; 40.22 det/smp; 36.72 m), (North : 2195 smp/hour; 0431; 9:00 det/smp; - m), an alternative overall has comply of  MKJI 1997, then these alternatives may be applied in a stagger signalized intersection of Jl. Sultan Abdurrahman-Jl. Johan Idrus-Jl. Putri Candramidi Pontianak.  Keywords :existing , alternative, degree of saturation, stagger
KARAKTERISTIK LALU LINTAS DI SEPANJANG PINGGIRAN KOTA PONTIANAK TANPA MEDIAN JALAN ( JALAN SUNGAI RAYA DALAM ) januardi, Hendri; Erwan, Komala; Kadarini, Siti Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.217 KB)

Abstract

Road Of Sungai Raya Dalam serves as a collector road for two-way trafficand serve a mixed traffic ie continuous traffic.and local traffic by vehicle type likes : heavy vehicles, light vehicles, motor vehicles and unmotorized vehicles. Given the preparation of the Indonesia Road Capacity Manual 1997( HCM ) “HIGHWAY CAPACITY MANUAL PROJECT” is based on limited data especially for urban roads, Road Of Sungai Raya Dalam is located in the southeastern city of Pontianak with total population is of ± 59.809,00. which belong to the middle class. So the traffic behavior of course has a variety of characters and different from other big cities that exist in Indonesia. Therefore the research conducted by the author aims to find out how the adjustment should be done on the results of the countMKJI-1997 ( HCM ) for Pontianak, Road Of Sungai Raya Dalam  network located in a medium city by analyzing traffic characteristics.In the analysis of the characteristics of the Sungai Raya Dalam Highway, a period of observation per / 15 minutes per hour is observed and through several stages of calculation, among others; data volume (flow), space mean speed and vehicle density (density).Based on the optimum speed and density review, the model is based on field data in accordance with the Indonesian Road Capacity Manual 1997 ( HCM ) and field results describe the characteristics for the Sungai Raya Dalam road traffic. Based on the result of MKJI-1997 calculation is obtained the adjustment of road capacity between 1.08 - 1.99. Keywords: collector road, MKJI-1997, relation speed, volume, density and road capacity
ANALISIS GEOMETRIK TIKUNGAN PADA JALAN YA’M SABRAN TANGJUNG HULU KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Singgih, Andre; Erwan, Komala; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.135 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35632

Abstract

Permasalahan pada tikungan Jalan Ya’M Sabran Tanjung Hulu Pontianak Timur berupa kurangnya pelebaran perkerasan tikungan apabila kendaraan besar melintas membuat kendaraan pada arah berlawanan memakai bahu jalan agar tidak bertabrakan dengan kendaraan lainnya kondisi seperti ini membuat pengendara merasa tidak aman dan nyaman, Superelevasi tikungan terlalu kecil menyebabkan kesulitan mengikuti arah tikungan dapat membuat kendaraan keluar dari badan jalan. Metode yang digunakan metode deskriptif sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan studi literatur. Hasil identifikasi bentuk tikungan 1 yaitu spiral – circle - spiral nilai Rc = 340 m, lebar jalur = 6,8 m, superelevasi = 1,172 %, jarak pandang henti = 59.356 m, Es = 1,401 m, Ts = 36,757 m, E = 1,100 m dengan pelebaran pada perkerasan tikungan 6,790 m. Tikungan 2 dan 3 tidak bisa teridentifikasi karena jari-jari terlalu kecil dari peraturan RSNI tahun 2004 untuk kecepatan 50 km/jam. Rekomendasi perbaikan menggunakan kecepatan rencana 70km/jam bertujuan merencanakan tikungan yang landai membuat pengendara lebih aman dan nyaman. Pendekatan jenis tikungan FC, SCS dan SS untuk tikungan 1, 2 dan 3 ialah spiral-circle-spiral dari nilai Ts ,Es serta total panjang lengkung terpendek. Selain dari geometrik untuk meningkatkan rasa aman dan memaksimalkan fungsi jalan maka perlu adanya penambahan fasilitas.Kata Kunci : Kecepatan Rencana ( Vr ), Jari-jari ( RC ), Superelevasi ( e ), Pelebaran Perkerasan, Geometrik
PENGARUH AKTIFITAS PENDIDIKAN DAN PEMUKIMAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN AMPERA KOTA PONTIANAK Pratama, Dicky Adi; Erwan, Komala; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.027 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29170

Abstract

Kota Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat yang memiliki tingkat penduduk yang cukup tinggi, sehingga memliki tingkat pendidikan dan pemukiman yang berbasis ditepi jalan sehingga mempengaruhi arus lalu lintas di jalan tersebut. Jalan Ampera merupakan salah satu jalan di kota Pontianak yang memiliki aktifitas pendidikan dan pemukiman yang berbasis ditepi jalan. Jam sibuk merupakan acuan dasar padatnya ruas jalan tersebut yang menyebabkan tundaan kendaraan yang melalui jalan Ampera. Hal inilah yang memacu untuk dilakukannya penelitian terhadap kinerja ruas jalan Ampera akibat pengaruh aktifitas pendidikan dan pemukiman.Penelitian dilakukan pada hari senin jumat sebagai acuan hari kerja dan hari minggu sebagai acuan hari libur, pengambilan data dilakukan pada jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore. Adapun data yang diambil adalah volume lalu lintas, hambatan samping, geometrik jalan, serta Bangkitan dan Tarikan akibat pendidikan dan pemukiman yang terbagi atas 3 segmen. Setelah data diambil data diubah dalam satuan mobil penumpang untuk dianalisis seberapa besar hambatan samping, kinerja dan tingkat pelayanan jalan pada jalan Ampera akibat pengaruh aktifitas pendidikan dan pemukiman. Data dianalisis untuk tahun 2017 dan 5 tahun yang akan datang (tahun 2022). Penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997.Dari hasil analisis data didapat derajat kejenuhan untuk masing – masing segmen memiliki ds = 0,4 untuk tahun 2017. Dari hasil tersebut disimpulkan Jalan Ampera pada tahun 2017 belum memerlukan pembenahan berupa pelebaran jalan. Pada tahun 2022 derajat kejenuhan dijalan Ampera adalah 0,4 untuk segmen 1 dan 2 serta 0,5 untuk segmen 3, meningkat dari 5 tahun sebelumnya (2017) . Kata Kunci : Jalan Ampera, Kinerja Jalan, Bangkitan dan Tarikan, Aktifitas Pendidikan, Aktifitas Pemukiman
PENGARUH PENAMBAHAN PLASTIK LOW LINIER DENSITY POLYETHYLENE (LLDPE) PADA LAPISAN ASPAL BETON (AC-BC) DITINJAU DARI KARAKTERISTIK MARSHALL Mokoginta, Ilham; Erwan, Komala; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.363 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27375

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the addition of LLDPE to laston asphalt mixture AC-BC. From the test results pertamina 60/70 bitumen mixed with LLDPE, showed the value of penetration, ductility, and the flash point and fuel has decreased while the value of the softening point increases with levels of LLDPE, so that when the greater levels of LLDPE were mixed into the asphalt then there are some that do not meet the test of asphalt 2010 general specifications (Revision 3), especially penetration and ductility. Next, the plan done by using a mixture of pure asphalt and aggregate compositions to rock 1-2 (19%), Stone 1-1 (23%), sand (23%), and the gray stone (35%) and then make a test specimen of 15 fruit, with asphalt content range of 5.5% - 7.5%. Based on the results of the analysis proved that the plastic (LLDPE) affect the asphalt mixture laston AC-BC, but not significant as there some marshall parameters whose value increases but the difference in the value of each variation are not too large, there is also the value goes down but the impairment is still eligible specifications. Along with increasing levels of LLDPE were mixed into the asphalt, at a level of 0.4% LLDPE show the best value from the fifth variation, because all the testing properties qualify marshall Highways specification revision III in 2010, with a value of 1215.87 stability kg, the value of flow of 3.90 mm, MQ value of 314.01 kg / mm, the value VIM 4.95%, amounting to 17.03% of VMA value, and the value of VFB amounted to 81.62%. Keywords : Plastics Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), Asphalt Concrete-
STUDI POLA PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN KOTA NANGA PINOH DI KABUPATEN MELAWI Rukmana, Didit; Erwan, Komala; Basalim, Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.6724

Abstract

The roadis avitaltoolthat needs tobe maintainedandenhancedfunctionstofacilitate the flow ofground transportation. Ground transportationin the city ofNangaPinoharoad networkis aland transportationinfrastructurethat really supportthegrowth and developmentof an area, duetoincreasingsocio-economic interactionsof intra and interregion. Inthis researchwilluse thetype ofsampleis purposivesamplingtechnique(purposive sampling). Thissamplingtechniqueis usedtoobtainthe dataandinformationofthe generalpublic. The resultsofthe public perception ofthe targetroad networkprovisionstatingthat theroad networkhas not beeninadequateprovisionin the City ofNangaPinohis equal to37.88%, then theopinion ofthe respondentswhoclaimed to haveinadequateprovision ofroad networksby32.32%, 19.19% is sufficient, andwasnot sufficientfor10.61%. Highest priorityin theimprovement ofthe roadnetworkprovidingservice qualityindicatorscityroad networkisthe safetyof road users, reducingthe number of accidents, androad maintenance. Kata-kata kunci: Road Network, LikertScale, NangaCityPinoh, andPriority
KARAKTERISTIK KEKUATAN CAMPURAN HRS-WC AKIBAT PERUBAHAN SUSUNAN SARINGAN ., Sapuan; Erwan, Komala; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how much influence the proportion of aggregate mixture due to missing one or two sieve fractions of mixture Hrs-wc and measure how much force the mixture against the road pavement structure with the characteristic parameter Marshall due to missing one or two sieve fractions. For the results of the experiments that have been done show that the normal use of the filter, without filter and without filter 3/8 8 shows the results were quite varied although the total amount of aggregate use roughly the same at 41.5%, for the normal filter produces the best KAO with 7 , 07%, the highest stability values ​​(1305 Kg), Flow (4.20 mm), VIM (4.75%), VFB (81.5%) and MQ (310.7 kg / mm). The results of the overall marshall test obtained for unscreened 3/8 and 8 available KAO value (7.07%) and (7.25%) with a value of stability (in 1160 and 1050 Kg), a value flow (4.08 mm and 3.90 mm), the value MQ (284.3 Kg / mm and 269.2 kg / mm), the value of the VFB (81.0% and 79.5%), the value of VIM (4.90% and 5.50 %). The results of the three variations indicate that the change in the composition sieve fraction does not significantly affect the strength characteristics of asphalt mix everything still meet the standards of the general specifications of the public works agency Directorate General of Highways. Keywords: Filter, Aggregate Composition Coarse, Marshall Test
KARAKTERISTIK KEKUATAN CAMPURAN BERASPAL AKIBAT AIR LAUT Maulana, Arief; Erwan, Komala; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v3i2.8492

Abstract

Air   merupakan   musuh   utama   perkerasan   dengan   bahan   aspal   sebagai penyusunnya.  Di kabupaten mempawah tepatnya didekat pantai Ancol, dimana sebagian ruas   jalan   terkadang   sering   terjadi   genangan   air.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk menganalisa  pengaruh air laut terhadap sifat marshall dan durabilitas  dari Hrs-Wc serta mengetahui  pengaruh  variasi waktu rendaman  air laut terhadap  karakteristik  campuran beraspal. Perendaman  benda uji dengan suhu ruang dan variasi waktu rencana adalah 6 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam, dan 96 jam. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan benda uji hanya mampu bertahan selama perendaman 6 jam sampai 48 jam, hasil stabilitasnya berada diatas angka 800 kg namun setelah perendaman selama 96 jam hasil stabilitas   menurun   791  Kg.  Nilai  flow  terus   mengalami   kenaikan,   untuk   nilai  MQ dipengaruhi  nilai stabilitas dan flow. Nilai VIM pada perendaman  normal adalah 4,94 % (air hujan) namun  setelah  dilakukan  perendaman  dengan air laut selama  6 jam dan 96 jam hasilnya adalah 6,3% dan 6,5% sedangkan untuk nilai VFB semakin menurun, perendaman  air normal  adalah  83,1 % (air hujan)  namun  setelah  direndam  dengan  air laut selama 6 jam dan 96 jam hasilnya adalah sebesar 77,8% dan 76,7%.   Kata Kunci : Air Laut, Marshall Test, Durabilitas.