Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Perbandingan Metode Pengukuran Kadar Air dalam Gas Bumi dengan ASTM D1142 dan ASTM D5454 Eko Handoyo; Endi Suhendi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua metode yang umum digunakan untuk mengukur kadar air dalam gas bumi di Indonesia adalah ASTM D1142 (Pengukuran Titik Embun) dan ASTM D5454 (Instrumen Kapasitif). Umumnya, hasil pengukuran, baik antara instrumen kapasitif yang berbeda atau dengan pengukuran titik embuh air menghasilkan nilai yang berbeda signifi kan dan menimbulkan kerugian berbagai pihak. Telah dilakukan pengujian untuk membandingkan hasil pengukuran instrumen kapasitif A, B1, dan B2 serta pengukur titik embun dengan mengukur gas standar pada rentang konsentrasi 5.5 - 125.5 lb/MMScf. Pengukuran menggunakan pengukur titik embun menunjukkan bias antara 2 lb/MMScf pada konsentrasi 5.5 lb/MMScf (akurasi 135%) hingga 3.3 lb/MMScf pada konsentrasi 125 lb/MMScf (akurasi 102.6%). Bias sebesar 10% atau lebih pada pengujian ini terjadi pada kadar air dibawah 22 lb/MMScf. Bias pada pengukuran metode ini disebabkan karena perhitungan konversi kadar air belum pembentukan hidrat pada suhu rendah dan tidak memperhitungkan pengaruh komposisi gas. Pengukuran instrumen kapasitif A menunjukkan hubungan linear dengan nilai koefi sien korelasi 0.997 dengan nilai slope 0.5299 dan akurasi 24-51%. Akurasi instrumen Kapasitif B1 berada pada rentang 25-51% dengan koefi sien korelasi kuadratik adalah 0.997. Koefi sien korelasi kuadratik kurva instrumen kapasitif B2 adalah 0.9995. Akurasi instrumen kapasitif B2 berada rentang 64-114%. Bias pada pengukuran instrumen kapasitif disebabkan karena kurva sinyal pembacaan yang tidak linear sepanjang rentang pembacaan dan drift yang terjadi pada sensor. Bias ini dapat diatasi dengan kalibrasi dan verifi kasi instrumen secara berkala.
PENGEMBANGAN METODA EKSPLORASI GEOKIMIA MERKURI ARSENIK DAN H2S DI DAERAH PROSPEK GEOTHERMAL DAN UJI VALIDASINYA Yayun Andriani; Eko Handoyo; Annisa Chairuna; Gathuk Widiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelidikan penggunaan paket adsorben terbuat dari membran Polytetrafluoro ethylene (PTFE) dan karbon aktif yang telah dimpregnasi larutan Kalium Iodida (KI) dan Kalium Hidroksida (KOH) untuk menangkap merkuri, arsenik dan H2S di area yang terdapat prospek geothermal. Tujuan dari penyelidikan ini adalah mengembangkan metoda adsorben penangkap merkuri (Hg) yang selama ini menggunakan adsorben emas dengan adsorben berbahan baku karbon aktif dalam bentuk paket adsorben yang dapat menangkap 3 senyawa sekaligus yaitu Hg, As dan H2S secara efektif dan efisien. Survei Hg, As, dan H2S dilakukan dengan metoda passive soil gas sampling dengan cara penanaman paket adsorben sebanyak 300 paket selama kurun waktu 2 minggu di lapangan geothermal Ulubelu Lampung dimana terdapat sumber panas bumi sekaligus sebagai lokasi untuk uji validasinya. Hasil analisa Hg, As, dan H2S terhadap paket adsorben setelah masa penanaman menunjukkan korelasi yang positif yang mengindikasikan keberadaan struktur (patahan) di bawah permukaan dan adanya zona-zona temperatur yang bervariasi dan telah sesuai (80%) dengan peta struktur yang telah valid. Pengembangan metoda survei ini diharapkan dapat mengurangi biaya survei eksplorasi geothe
Optimalisasi Metode Aktivasi Adsorben Karbon Aktif dengan Sulfur, Tembaga, Sulfida, dan Seng Klorida Serta Uji Kapasitas Adsorpsi dengan Variasi Kondisi Saturasi Gas Alam Eko Handoyo; Yayun Andriani; Lisna Rosmayati; Annisa Chairuna; Endi Suhendi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokarbon berat diketahui dapat terkondensasi dalam pori karbon aktif sehingga menurunkan kapasitas adsorpsi adsorben merkuri yang terbuat dari karbon aktif. Untuk itu, perlu dilakukan modifikasi karbon aktif agar memiliki kapasitas adsorbsi merkuri yang optimum untuk digunakan pada lapangan migas. Penelitian ini diawali dengan tahap rancang bangun alat uji kinerja skala lab dan dilanjutkan dengan optimalisasi metode pembuatan adsorben merkuri AC-S, AC-CuS, dan AC-ZnCl2. Adsorben yang dihasilkan dari metode pembuatan yang telah dioptimalisasi kemudian diuji adsorpsi pada temperatur embun hidrokarbon berat/temperatur uji adsorpsi 15oC/40oC, 25oC/40oC, 30oC/30oC, dan 40oC/40oC serta dikarakterisasi luas permukaannya. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa kapasitas adsorpsi adsorben yang dibuat tidak mengalami penurunan kapasitas adsorpsi Hg saat melewatkan gas dengan titik embun air dan hidrokarbon sama dengan suhu proses adsorpsi. Dari penelitian ini juga dihasilkan dua metode pembuatan adsorben terbaik yang diuji pada skala laboratorium yaitu impregnasi Sulfur 33% pada temperatur 525oC selama 1 jam dengan kapasitas rata-rata 50.g mg Hg/g dan impregnasi tembaga (Cu) 34 g/l dan Sulfur 20% dengan kapasitas adsorpsi rata-rata 30.4 mg/g.
EFEKTIFITAS MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Muhammad Khammas Ainun Ni'am; Eko Handoyo; Tri Joko Raharjo; Sri Sumartiningsih; Agus Yuwono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19761

Abstract

In this digital era, technological developments are developing rapidly and all sectors, including education, must also follow developments in this digital era. Currently, education in Indonesia applies the Merdeka curriculum, in this curriculum the content of science and social studies learning is combined into one to become science learning content, the content of science learning in elementary schools is one of the most important lessons. The science and science learning content encourages students to be more active and have critical reasoning. However, in the field, researchers found problems related to the learning media used by teachers, which had an impact on low student learning outcomes. This research was conducted at SDN Ngadem because researchers found problems in learning science and science in class IV which caused students' grades in that class to be relatively low. This research uses a quantitative approach with an experimental type design. Specifically, using a pre-test and post-test design with one group. The sampling method used was purposive sampling. The aim of this research is to measure the effectiveness of using interactive multimedia based on Google Sites in science learning. The research results, which can be seen in Table 2, show that the post-test score (89.14) is higher than the pre-test score (66.72). The N-gain score obtained shows that the increase in student learning achievement is in the medium category, with an N-gain value of 67. The conclusion of this research is that interactive multimedia based on Google Sites has a positive influence on student learning outcomes in class IV of SDN Ngadem, and thus , it can be said that the use of interactive multimedia is effective in improving student learning outcomes.
PEMETAAN FASILITAS KESEHATAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Mohammad Hisyam Romadhon; Mufti Ari Bianto; Eko Handoyo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya nasional di segala bidang kehidupan yang diupayakan oleh hampir seluruh sektor negara untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Menurut Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang kesehatan. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penggunaan SIG dalam pemetaan fasilitas kesehatan bukanlah hal baru, namun penerapannya di Kabupaten Lamongan memiliki karakteristik yang unik dan relevan dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Dengan tujuan untuk memetakan fasilitas kesehatan berbasis sistem informasi geografis dengan memahami, menganalisis, dan memvisualisasikan distribusi, ketersediaan, dan aksesibilitas fasilitas kesehatan dalam wilayah geografis Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan untuk mengembangkan sistem ini adalah metode Software Development Life Cycle (SDLC). Salah satu metode SDLC yang dipilih adalah Waterfall. Dari penelitian ini, dihasilkan pemetaan fasilitas kesehatan berbasis sistem informasi geografis dari hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan metode Blackbox Testing yang menyediakan tampilan berupa informasi spasial dan non-spasial.
EDUKASI MITIGASI BENCANA KARHUTLA MELALUI KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPAS Mirzachaerulsyah, Edwin; Eko Handoyo; Wasino; Nugroho Trisnu Brata; Syarifah Yuningsih
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 3 No. 02 (2025): JULI
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/jgpcy647

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan melalui kontekstualisasi pendidikan karakter dalam IPAS. Pendekatan kontekstual dilakukan untuk mendekatkan peserta didik dengan lingkungan sosial serta alam disekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru IPAS SD Negeri 8 Sadaniang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memberikan materi pembelajaran IPAS yang berorientasi lingkungan. Kontekstualisasi pendidikan karakter dilakukan melalui integrasi materi IPAS dengan tradisi masyarakat Dayak Kanayatn di Sadaniang yang kemudian menjadi pengarusutamaan edukasi mitigasi bencana dalam pembelajaran IPAS. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembentukan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar secara kontekstual.
Penggunaan Media Word Wheel Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Siswa Sekolah Dasar Dalam Tahun 2015-2025 Sanjung Ariesta Utami; Eko Handoyo; Ellianawati Ellianawati; Decky Avrilianda
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8558

Abstract

Research on the use of word wheel media in improving letter recognition skills is a very important basic skill for primary school students as an early stage in learning to read and write. However, many students experience difficulties in recognising letters optimally, which can have an impact on their literacy development. This study aims to analyse the effectiveness of using Word Wheel media in improving letter recognition skills in primary school students. The research method used was an experimental method with a pre-test and post-test design. The research sample consisted of early grade elementary school students who were taught using Word Wheel media. The results showed that the use of Word Wheel media can significantly improve students' ability to recognise letters. This media provides a more interactive and fun learning experience that increases students' motivation in learning. Thus, Word Wheel can be an effective alternative learning media in supporting the development of students' early literacy skills.
Readiness Level of Employees in Position Transfers at State Universities: Analysis of State Administrative Law Perspective Siti Mursidah; Eko Handoyo; Mulyo Widodo
Indonesian State Law Review Vol. 5 No. 2 (2022): Indonesian State Law Review, 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/islrev.v5i2.23133

Abstract

The post-holder now has to adapt the new simplified regulation about changing structural position from echelon III and IV to the functional position. Since this regulation has been issued recently, they sometimes will experience the feeling of pessimism, anxiety or worry in playing the role of the new position. The problems to be solved in this research are: 1) what are the problems faced by the functional post-holder? 2) what is the strategy adopted in carrying out the duties and functions of functional post-holder? This study uses a qualitative and quantitative approach with a mix-method. This study take place in the representatives of state universities in Indonesia. The mix-method was used to obtain comprehensive results on the readiness of education personnel whose function was switched from structural positions to functional position in universities under the Ministry of Education, Cultural, Research and Technology who were affected by the changing of echelon III and IV structural positions. The conclusion of this study is that education personnel whose function was switched from structural positions to functional position experience problems including incompatibility of educational background with their functional position, incompatibility of job desk with their interests and expectations. The incompatibility of functional position with the placement of job unit causes lack of positive impact on their working record and the decrease of financial support.
Penguatan Sikap Anti Korupsi Pada Guru Dan Siswa Di SMP Islam Terpadu Bina Amal Gunungpati Semarang Eko Handoyo; Natal Kristiono; Eta Yuni Lestari; Wahyu Benny MS; Maryam Maryam; Bambang Wiwitono; Fahrudin Lutfi Ahmad; Ludia Alfafa Faza
Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jpbmi.v2i1.327

Abstract

The problem of corruption in Indonesia has become a public conversation, both through the news, electronic media and social media. This is related to corruption cases and corrupt behavior that occurs everywhere. In fact, in almost all regions of Indonesia with various types and modes. Corrupt behavior has penetrated every element of the nation, even though we all know that corruption is immoral behavior. The large number of corruption cases requires efforts to prevent them, one of which is by strengthening anti-corruption attitudes. Strengthening anti-corruption attitudes is one way of education in forming a mental attitude in a person who is structured to behave anti-corruption. The aim of strengthening anti-corruption attitudes is broad and comprehensive depending on age, education and environment, as long as a person is able and able to receive character education. The importance of strengthening anti-corruption attitudes at SMP IT Gunungpati among teachers and students has led the Semarang State University service team to help overcome this problem by strengthening anti-corruption attitudes among students in the form of service "Strengthening Anti-Corruption Attitudes for Teachers and Students at SMP IT Gunungpati". This service focuses on (1) Providing teachers and students with an understanding of the importance of fighting corruption in the future; (2) Providing reinforcement to teachers regarding learning to instill anti-corruption values ​​in their students; (3) Providing training in implementing strengthening anti-corruption attitudes in daily life as a student; (4) Provide dedication to the implementation of anti-corruption characteristics within a certain period of time.The results of this service will later be published in the Regular National Journal with ISSN (Non Sinta) as well as print and electronic mass media and video. The objectives that are the objectives in implementing this community service activity are (1) Teachers and students have an understanding of anti-corruption character; (2) Teachers have anti-corruption character values ​​that can be applied to students; (3) Students understand how to implement anti-corruption characteristics; (4) Students are able to become initiators of the implementation of anti-corruption characteristics.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIANKEMAMPUAN BERPIKIR KRITISGEOMETRISBAGI SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS MAZE CHASE Jubaeda, Jubaeda; Eko Handoyo; Wasino; Wahyu Lestari; Deni Setiawan
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/wdn9pa88

Abstract

Kemampuan berpikir geometris pada pembelajaran matematika harus memahami berpikir tingkat awal agar dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Tahap kemampuan berpikir peserta didik dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran geometri. Pada umumnya penilaian dilakukan menggunakan tes berbasis paper and pen yang mempunyai kekurangan dari aspek kepraktisan serta kurang menumbuhkan literasi digital peserta didik di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk meenganalisis kebutuhan pengembangan instrument penilaian berbasis maze chase untuk mengukur kemampuan berpikir geometris peserta didik pada jenjang sekolah dasar ditinjau dari teori Van Hiele. Penelitian ini termasuk studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Artikel yang dibahas pada penelitian ini yaitu artikel yang menjelaskan mengenai keterampilan berpikir ditinjau dari teori Van Hiele. Subjek dalam penelitian yaitu peserta didik sekolah dasar yang terbit dari tahun 2020 sampai 2023. Data penelitian dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa instrumen penilaian kemampuan berpikir geometris peserta didik sekolah dasar berbasis maze chase ditinjau dari teori Van Hiele dibutuhkan guna mengukur kemampuan berpikir geometris peserta didik secara terstrukur. Selanjutnya melakukan penguatan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan kemmapuan yang dimiliki peserta didik. Tingkat berpikir pada peserta didik sekolah dasar diukur dari tahap visualisasi sampai abstraksi berdasarkan pada materi yang ada pada kurikulum sekolah dasar.