Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis of Nutritional Status in Toddlers and Malaria Incidence Popang, Christina Tien; Isnaini, Yuni Subhi; Mulyanti, Mulyanti; Ester, Ester
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4826

Abstract

Poor nutritional status in toddlers and the high incidence of malaria are two major health issues that continue to be significant challenges in Indonesia, particularly in tropical regions such as Papua. Children's health is heavily influenced by these two factors, where malnutrition can weaken the immune system, making them more vulnerable to infectious diseases like malaria. Toddlers with poor nutritional status, such as stunting and undernutrition, are more likely to contract malaria, which in turn worsens their health condition and can lead to various long-term complications. This study aims to explore the relationship between the nutritional status of toddlers and malaria incidence at Kimi Health Center in Nabire Regency in 2024. Using a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design, The population of this study consists of 804 toddlers at Kimi Health Center, with 118 samples selected using purposive sampling. The instrument used in this study is a standardized questionnaire, which includes questions about the respondents' characteristics and factual information regarding their condition, as well as the results of laboratory malaria tests with positive results, the study will analyze data using the Kendall Tau test. The findings highlight that poor nutritional status, including conditions like Protein-Energy Malnutrition (PEM), increases the risk and severity of malaria, impairing the immune response and exacerbating complications such as anemia. Conversely, excess nutrition, such as obesity, can also compromise immunity, increasing malaria risk. Nutrient deficiencies, such as in iron, vitamin A, and zinc, further affect immune function and vulnerability to malaria. Improving nutritional status is crucial for reducing the risk and impact of malaria, particularly in endemic areas like Nabire.
Studi Tinjauan Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia dalam Proses Penyerapan Nutrisi Pandiangan, Putri Patricia; Ester, Ester; Lumbantoruan, Lamtiurma; Kaban, Hairen Br; Ndaha, Gebytha Yani; Pratiwi, Nanda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7279

Abstract

Sistem pencernaan manusia melibatkan kerja sama organ dan kelenjar untuk menerima, mencerna, menyerap, dan mengeluarkan sisa makanan. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka terhadap literatur ilmiah terkini mengenai anatomi, fisiologi, proses absorpsi nutrisi, serta gangguan pada sistem pencernaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa organ utama—mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus—bersama kelenjar ludah, hati, kantung empedu, dan pankreas, berperan penting dalam pencernaan dan penyerapan zat gizi. Faktor sosial-ekonomi, perilaku makan, edukasi melalui media pembelajaran, serta pemberian probiotik terbukti memengaruhi efisiensi pencernaan dan kualitas nutrisi. Kajian histologi pada jejunum sapi Bali dan pankreas ikan lele lokal memberikan gambaran struktur lapisan organ yang mendukung fungsi fisiologis. Kesimpulannya, pemahaman sistem pencernaan penting untuk edukasi kesehatan, perbaikan nutrisi, dan penelitian komparatif pada hewan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Bakteri Uji pada Cangkang Telur Pandiangan, Putri Patricia; Lumbantoruan, Lamtiurma; Ndaha, Gebyta Yani; Ester, Ester; Kaban, Hairen Br; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri yang diisolasi dari permukaan cangkang telur. Kontaminasi bakteri, khususnya Salmonella sp., sering ditemukan pada cangkang telur dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Bunga kecombrang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan tiga perlakuan: ekstrak etanol bunga kecombrang (hasil evaporasi), kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (DMSO). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang menghasilkan zona hambat 4,18 mm (vertikal) dan 4,49 mm (horizontal) yang tergolong lemah, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 27,44 mm (sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri cangkang telur, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar. Senyawa flavonoid, tanin, dan minyak atsiri diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan penghambatan sintesis protein. Dengan demikian, bunga kecombrang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami pengganti antibiotik sintetis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY DENGAN MOTIVASI PASIEN HIPERTENSI UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH Ester, Ester; Rusdi, Rusdi
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v21i1.498

Abstract

Background: The global prevalence of hypertension is on the rise. This lack of motivation is exacerbated by minimal support from the surrounding community and a healthcare system that is not yet optimal in facilitating routine monitoring. Regular blood pressure checks are key to the early detection and management of hypertension. Objective: To identify the relationship between knowledge and self-efficacy and the motivation of hypertensive patients to have their blood pressure checked at community health centers. Methods: A descriptive study of 50 hypertensive patients selected using total sampling; data were collected via a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results: Respondents were adults (90%), predominantly female (70%), married (86%), with an education level of ≤ elementary school (30%), and farmers (63%). Knowledge was moderate (78%), self-efficacy was high (62%), and motivation was high (76%). All those with high knowledge had high motivation (p > 0.05), whereas 94.7% of those with high self-efficacy had high motivation (p < 0.05). Conclusion: There is no association between knowledge and patient motivation to measure blood pressure; however, there is a significant association between self-efficacy and patient motivation to measure blood pressure at the community health center. It is recommended to enhance educational programs and provide ongoing support to strengthen the knowledge, self-efficacy, and motivation of hypertensive patients regarding routine blood pressure monitoring.