Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KUALITAS AIR DAN KEANEKARAGAMAN JENIS FITOPLANKTON DI PERAIRAN WADUK PLUIT JAKARTA BARAT Melati Ferianita Fachrul; Astri Rinanti; Diana Hendrawan; Aidian Satriawan
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v1i2.1458

Abstract

Pluit reservoir located at Jl. Raya Pluit Selatan, Penjaringan West Jakarta in area of 80 hectares and water depth ranges ± 2-6 meters. This research aimed to analyze the water quality using the phytoplankton communities structure. To determine water quality condition of Pluit reservoir can be done by using phytoplankton as bioindicator of water pollution. The research was conducted in April up to July 2016 with 11 sampling points, that spread in inlet zone, the middle zone and the outlet zone of the reservoir. The physical and chemical parameters of water quality analysis will compared by Government Regulation No. 82 year 2001 of Water Quality and Water Pollution Control, the result show that DO (0.07-2.7 mg/l), BOD (5.59-67.11mg/l), COD (13.76-275.2mg/l), The values of diversity index H’=0.12 – 3.47, the value of Evenness (E) is 0.39– 0.95, that indicated the diversity of species is low and values of Dominace Index is tend to ~ 0. The water condition classified as moderate or indicate semi-polluted waters.
INDUSTRI LAPIS LISTRIK OLEH KULTUR CAMPURAN MIKROALGA AIR TAWAR TERAMOBILISASI Mawar DS Silalahi; Astri Rinanti Nugroho; Melati Ferianita Fachrul,; Rositayanti Hadisoebroto; Laras Kurnia
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v2i1.2453

Abstract

Research has conducted as an alternative form of advanced treatment in order to eliminate copper (Cu2+) heavy metal contained in electroplating industrial wastewater. The process is conducted biologically by utilizing the ability of mixed cultures of freshwater microalgae immobilized. The purpose of this study was to determine the removal efficiency for copper (Cu2+) using microalgae single and microalgae cultures mixed, determine the removal efficiency for copper (Cu2+) using mixed cultures microalgae which immobilized by alginate, and determine the influence of temperature and initial concentration of wastewater on the efficiency removal of copper metal (Cu2+) by mixed cultures of the immobilized microalgae. Microalgae are isolated from Setiabudi Reservoir, and purified in order to obtain Ankistrodesmus sp and Chlorella sp. These biosorbents then immobilized by adding alginate to form beads with a diameter of ± 0.5 cm. Artificial biosorbent cultivated in a growth medium Phovasoli Haematococcus Medium (PHM) in a series of batch cultures. The study consisted of three phases, namely the determination of biosorbent mobile and immobilized, optimization of temperature variations (25oC, 30oC and 35oC), and optimization of the initial concentration of wastewater (3 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/ l, 15 mg/ l, and 15 mg l) at pH 4 and 120 minutes contact time. These used biosorbent was a single microalgae Ankistrodesmus sp and Chlorella sp and mixed cultures consisting of microalgae Ankistrodesmus sp and Chlorella sp with 1:1 ratio. The results prove that the removal efficiency for copper (Cu2+) by mixed cultures of microalgae was higher than either mobile or single immobilized. Copper (Cu2+) removal efficiency was proof depend on temperature process and the initial concentration of the wastewater. The optimal removal of copper (Cu2+) with immobilized biosorbent occurred at 30 °C with an initial concentration of waste by 17.808 mg /l with a value of 82.54% ± 0.11 for Ankistrodesmus sp; 83.66% ± 0.15 for Chlorella sp; and 86.39% ± 0.34 for a mixed cultures.
DEGRADASI MIKROPLASTIK PADA EKOSISTIM PERAIRAN OLEH BAKTERI KULTUR CAMPURAN Clostridium sp. DAN Thiobacillus sp. Melati Ferianita Fachrul; Astri Rinanti; Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki; Afferdo Agustria; Dini Amalia Naswadi
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9935

Abstract

Permasalahan akibat akumulasi mikroplastik di lingkungan terjadi karena plastik merupakan polimer sintetis yang sulit untuk terdegradasi, salah satunya disebabkan karena plastik mempunyai kerapatan massa molekul yang tinggi. mikroplastik tersebar di lingkungan dan menimbulkan masalah bagi lingkungan dan biota air dan tanah seperti laut, muara, sungai, danau, tanah. Biodegradasi plastik berbahan dasar minyak bumi konvensional dipengaruhi oleh faktor abiotik terjadi dalam waktu lama, dan tidak dapat sepenuhnya terurai dan faktor biotik dipengaruhi oleh mikroorganisme pengurai yang ada di lingkungan yang dapat mempercepat penguraian. Pendekatan untuk mengendalikan pencemaran mikroplastik dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi bioremediasi, dengan memanfaatkan potensi mikroba atau bakteri indigenous yang ditumbuhkan dalam lingkungan media yang terpapar mikroplastik. Faktor abiotik (radiasi UV, suhu, tekanan atmosfer) terjadi dalam waktu lama, dan tidak dapat sepenuhnya terurai. Faktor biotik dipengaruhi oleh mikroorganisme pengurai yang ada di lingkungan yang dapat mempercepat penguraian.
FITOREMEDIASI DENGAN SISTIM LAHAN BASAH BUATAN MENGGUNAKAN TANAMAN PAKIS AIR (Azolla pinnata) UNTUK MENGOLAH AIR LIMBAH DOMESTIK Melati Ferianita Fachrul; Azzahra Magfhira; Prasasti Kinasih; Difa Salsabila; Eunike Marchella
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.10770

Abstract

Air limbah rumah tangga sering kali menimbulkan permasalahan ketidakseimbangan ekosistem apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penyisihan konsentrasi air limbah domestik grey water terhadap parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan Amoniak. Penelitian ini dilakukan pada bulan 1 Juni – 13 Agustus 2021 di Laboratorium Lingkungan Universitas Trisakti, dengan menggunakan 1 (satu) unit reaktor Lahan Basah Buatan terbuat dari kaca berukuran ukuran: panjang x lebar x tinggi = 90 cm x 30 cm x 50 cm menggunakan tanaman Pakis Air (Azolla pinnata) sebagai fitoremedian dengan waktu tinggal 2, 4, 6, 8 dan 10 hari. Hasil analisis yang diperoleh diketahui efisiensi penyisihan setiap parameter (BOD, COD, dan Amoniak) menggunakan lahan basah buatan dengan tanaman Pakis Air (Azolla pinnata) adalah 32,83% untuk BOD, 29,72% untuk COD, dan 18,01% untuk Amoniak. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tanaman Pakis Air mampu mereduksi pencemar pada air limbah domestic khususnya terhadap jenis grey water. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teknologi tepat guna dalam bidang bioteknologi lingkungan yaitu pengolahan air limbah dengan sistem yang mempunyai teknologi sederhana, biaya murah, hemat energi dan ramah lingkungan yang mampu menciptakan tingkat higienis dan kenyaman masyarakat serta menjaga keberlangsungan lingkungan dimasa depan
ANALISIS RISIKO KEBISINGAN PADA AREA PRODUKSI DI PT PABRIK KIMIA TANGERANG Fikry Akbar Novizar; Maria Margareta Sintorini Moerdjoko; Melati Ferianita Fachrul
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3398

Abstract

PT Pabrik Kimia Tangerang merupakan salah satu industri kimia yang menggunakan teknologi mesin dalam pelaksanaan produksinya. Rangkaian dari proses produksinya meliputi mixer, extruder, colling water, cutter dan packing. Proses produksi kimia menggunakan mesin yang dapat menimbulkan kebisingan serta berpotensi terhadap kecelakaan bekerja. Penelitian ini  dibagi menjadi 9 titik sampling untuk kebisingan. Alat sampling kebisingan menggunakan Sound Level Meter dengan baku mutu tingkat kebisingan  85 db(A). Dari hasil pengukuran tingkat kebisingan yang melebihi baku mutu terdapat pada titik 5, yaitu Plant Produksi C sebesar 91,16 db(A).  Berdasarkan hasil analisis hubungan pekerja terhadap paparan kebisingan. Faktor yang berhubungan berdasarkan hasil analisis regresi logistik adalah faktor kebisingan terhadap risiko sakit kepala (OR = 1,15), faktor kebisingan terhadap risiko darah. tinggi (OR = 1,55), faktor kebisingan terhadap risiko cepat lelah (OR = 1,97), faktor kebisingan terhadap risiko gangguan pendengaran (OR = 1,79). Berdasarkan hasil identifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja menjelaskan bahwa 87% karyawan sudah menerapkan semua prosedur manajemen K3 sehingga kecelakaan  kerja dan penyakit akibat kerja dapat diatasi dengan kesadaran mereka dalam menerapkan K3.Berdasarkan hasil visualisasi pada peta sebaran tingkat kebisingan pada area produksi, menunjukkan bahwa hanya titik 5 yang memiliki warna sebaran kebisingan berwarna merah pada area (masterbach) dikarenakan tingkat kebisingan dengan intensitas diatas 85 db(A) yaitu 91,16 db(A). Dan 8 titik sisanya memiliki sebaran kebisingan berwarna kuning dan hijau untuk intensitas kebisingan diatas 70-78 db(A) dan intensitas kebisingan di bawah 70 db(A). 
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN PEKERJA, DI PT. SEMEN PADANG, SUMATERA BARAT Muchamad Irvan Zulmi; Melati Ferianita Fachrul; Pramiati Purwaningrum
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3455

Abstract

Proses produksi di PT Semen Padang terdiri dari beberapa area kerja yaitu area Cement Mill, area Preheater, area Silo Cement, area Coal Mill, area Pregrinder, area Boiler, area Conveyor Klinker, area Silo Klinker, dan area Conveyor. Dimana semua area tersebut menggunakan mesin yang dapat menimbulkan bising. Area penelitian dibagi atas 15 titik sampling. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 minggu menggunakan Sound Level Meter (dBA). Nilai Ambang Batas mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No 13/Men/X/2011 yaitu sebesar 85 dBA. Hasil penelitian tingkat kebisingan yang melebihi NAB terdapat 9 titik pengukuran yaitu Cement Mill titik 1 sebesar 86,0 dBA, Preheater titik 2 sebesar 89,2 dBA, Cement Mill titik 3 sebesar 88,4 dBA, Preheater titik 4 sebesar 89,5 dBA, Silo Cement titik 5 sebesar 88,7 dBA, Pregrinder titik 7 sebesar 89,7 dBA, Boiler titik 8 sebesar 87,3 dBA, Silo Cement titik 11 sebesar 88,8 dBA, dan Cement Mill titik 15 sebesar 88,8 dBA. Pada analisis hubungan paparan bising terhadap pekerja dari kusioner dengan jumlah 82 respondendidapati hasil paparan kebisingan terhadap gangguan mudah stress 39,0%, gangguan pendengaran 36,6%, gangguan sakit kepala 26,8%, dan peningkatan tekanan darah 14,6%. Saran yang diberikan adalah melakukan rotasi kerja sesuai PerMenaker No 13 Tahun 2011. 
ANALISIS DAMPAK KEBISINGAN TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA KARYAWAN PADA INDUSTRI PEMINTALAN BENANG Ridhwan Nur Qinthara Jatnika; Melati Ferianita Fachrul; Margareta Maria Sintorini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3513

Abstract

PT. X adalah pabrik pemintalan benang yang bersekala besar dengan kapasitas produksi sebesar 105.000 ton pertahun. Mengingat industri ini memiliki risiko terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja karyawan maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan, melakukan analisis risiko paparan kebisingan terhadap kesehatan pekerja dari aktivitas produksi di perusahaan dan mengetahui besar risiko relatif seorang karyawan yang berada di lingkungan kerja yang terpapar kebisingan dengan rumus pendekatan Epidemiologis yaitu odds ratio. Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat Sound Lever Meter pada 11 titik pengukuran. Hasil penelitian dengan intensitas kebisingan tertinggi selama 2 minggu adalah di titik 10 yang berlokasi di twisting area yaitu sebesar 89,5 dB(A). Hasil wawancara dengan 93 responden yang dirasakan pada pekerja apabila mendengar suara bising tersebut presentase tertinggi yaitu pada penyakit pusing 30%, cepat lelah 29%, darah tinggi 19,4%, tuli 15,1%, dan yang tidak merasakan apa-apa sebanyak 6,5%. Hal tersebut menunjukan bahwa banyak pekerja yang terkena penyakit pusing dikarenakan bising di industri. Perhitungan nilai Odds Ratio (O.R) untuk memperoleh  besarnya risiko pekerja yang terpapar bising dengan tingkat kebisingan tertinggi pada tiap titik. Nilai (O.R) pada penyakit pusing yaitu sebesar 3,93 kali lipat lebih besar risikonya dibandingkan pekerja yang berada di luar proses produksi.
Bioremediasi Pencemar Mikroplastik di Ekosistim Perairan Menggunakan Bakteri Indigenous (Bioremediation of Microplastic Pollutant in Aquatic Ecosystem by Indigenous Bacteria) Melati Ferianita Fachrul; Astri Rinanti
Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/psnkb.v1i1.2910

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup yang menjadi isu dan belum banyak terpecahkan adalah kontaminasi pencemar mikroplastik yang bersifat persisten pada ekosistim perairan baik di sungai maupun di lautan. Pada umumnya sumber mikroplastik berasal dari air limbah rumah tangga dan industri. Mikroplastik adalah partikel plastik yang mempunyai diamater kurang dari 5 milimeter (mm) hingga 330 mikron (0,33 mm). Proses dekomposisi sampah plastik menjadi mikroplastik berlangsung sangat lama bahkan memerlukan waktu hingga ratusan tahun melalui berbagai proses fisik, kimiawi, maupun biologi. Di dalam partikel plastik terkandung bahan kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik. Pencemar mikroplastik ini dapat masuk ke dalam rantai makanan pada berbagai tingkat trofik yang pada akhirnya berdampak pada lingkungan maupun kesehatan manusia. Demikian luas dampak dari pencemaran mikroplastik ini, maka diperlukan penelitian yang mendalam mengenai dekomposisi mikroplastik di perairan. Untuk mereduksi pencemar mikroplastik tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan bioteknologi. Strategi untuk mengendalikan pencemaran mikroplastik dapat dilakukan dengan pengembangan teknologi remediasi dengan memanfaatkan potensi bakteri indigenous yang ditumbuhkan dalam lingkungan yang terkontrol.Kata Kunci: bakteri indigenous, mikroplastik, pencemaran, perairan, remediasi
Kawasan Kebisingan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Provinsi Jawa Barat Nissa Putri Ramadhan; Melati Ferianita Fachrul; Widyatmoko Widyatmoko
Journal of Environmental Engineering and Waste Management Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.366 KB) | DOI: 10.33021/jenv.v4i2.767

Abstract

This research was conducted to determine the Husein Sastranegara International Airport Noise Area in Bandung with the Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level (WECPNL) method. There are 12 measurement points determined based on the International Civil Aviation Organization (ICAO) at a distance of 650 m parallel to the runway, and 1000 m, 2000 m, 3000 m and 4000 m from the end of the runway. Noise intensity measurements using the Environment Meter CEM DT-8820, tripod and GPS. Data analysis was done in the study using the Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level (WECPNL) method. Based on Government Regulation No. 40 of 2012 concerning the Development of Environmental Conservation in the Airport it is known that the location in the Noise Zone Level 1 is 70 £ WECPNL < 75, the Noise Zone Level 2 is 75 £ WECPNL < 80 and the Noise Zone Level 3 is WECPNL ³ 80. In the Noise Zone Level 3 there are school buildings, offices, parks and residential areas. At Noise Level 1 there are school buildings, parks and residential areas. The results of the study concluded that the highest WECPNL index value is on the runway 650 m WECPNL index value of 72,6, 1000 m distance of WECPNL index value of 68,7, 2000 m distance of WECPNL index value of 66,7, distance of 3000 m value the WECPNL index is 66,5 and the distance of 4000 m the value of the WECPNL index is 66,6. The WECPNL index results at Bandung Husein Sastranegara International Airport have a Level 3 Noise Zone and a Noise Level 1 Area which have school buildings and settlements that should not be all owed. Therefore, it is necessary to apply the concept of sound suppression in the form of planting trees and usage of building materials.
Intensitas Kebisingan Berdasarkan Jenis Tipe Pesawat Terbang Di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat Luthfi Fahreza; Melati Ferianita Fachrul; Asih Wijayanti
Journal of Environmental Engineering and Waste Management Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.042 KB) | DOI: 10.33021/jenv.v4i2.768

Abstract

The purpose of this research is to study the challenges thar exist in the Minangkabau International Airport, Padang Pariaman, West Sumatera and  surrounding settlements. Find out how to fly at aiports. The primary data collection method is carried out using a Sound Level Meter, to measure aircraft compability when taking off and landing at 16 points in April – May 2018. The measurement point is determined based on ICAO (International Civil Aviation Organization) The results of the study show the facts above. Point 4 with a distance of 1000 meters from the end of the runway and has an intensity of 97.9 dB(A) and point 5 as far 2000 meters located at the airport which has a resolution level of 89.5 dB(A), according to Minister of Transportation Decree No. 48/2002 Point 4, a distance of 1000 meters from noise sources is included in the level III area. Based on the results obtained from the highest level in the regional area produced by Boeing 737-800 aircraft at 97.9 dB(A) and lower flying intensity at Point 3 at 61.7 dB (A. Suggestions given about others need to be improved with further assistance, special agreements were made on how to create a barrier or building installation damper such as planting more trees attached to the wall.
Co-Authors Afferdo Agustria Agustria, Afferdo Aidian Satriawan Amirah Puspitasari Nurhusna Anak Agung Istri Anindya Nanda Yana Ariane Pratiwi Asharani Merya, Asharani Asih Wijayanti Asih Wijayanti, Asih Astri Rinanti Azzahra Magfhira Azzahra Magfhira Azzahra Magfhira Bambang Iswanto Besila, Qurrotu ‘Aini Boy Febrian Fachrul Cynthia Nabila Della Annisa Widyaningrum Denis Ergi Septyan Permana Desty, Sinthya Diana Hendrawan Diana Hendrawan Diana Hendrawan Diana Hendrawan Diana Hendrawan Diana Irvindiaty Hendarawan Difa Salsabila Dini Amalia Naswadi Dita Maruthi Dita Maruthi, Dita Ernawati . Ernawati . Eunike Marchella Eva Gracia Fachrul, Boy Febrian Fachry Abda El Rahman Febriano Dilla Saputra Fikry Akbar Novizar Firas Ammar Tafri Freddy Prasetyo Freddy Prasetyo, Freddy Handayani, Nanda Hendrawan, Diana Irvindiaty Herika Herika Muhamad Taki Hernani Yulinawati Hernani Yulinawati, Hernani Indra Pradana Singawinata Isti Rahmandani Kinasih, Prasasti Lailatus Siami Lailatus Siami Laras Kurnia Lova Verogetta Lova Verogetta, Lova Luru, Marselinus Nirwan Luthfi Fahreza M.M. Sintorini Magfhira, Azzahra Marchella, Eunike Margareta M Sintorini Margareta Maria Sintorini Maria Margareta Sintorini Moerdjoko Mawar DS Silalahi Minarti, Astari Moerdjoko, MM Sintorini Muchamad Irvan Zulmi Muhammad Akmal Muliawan Muhammad Raihan Raivaldi Nadaa Puspitasari Naswadi, Dini Amalia Nissa Putri Ramadhan Noor Aida Saad Pramiati Purwaningrum, Pramiati Pramuswara, Alfian Pradigda Prasasti Kinasih Purnisa Damarany Qurrotu ‘Aini Besila Qurrotu ‘Aini Besila Rahmadhania Rahmadhania Rahmadhania, Rahmadhania Ratnaningsih Ratnaningsih Riana Ayu Kusumadewi Ridhwan Nur Qinthara Jatnika Rini Setiati Rio Zakarias Rositayanti Hadisoebroto Rydwan Akbar Putra Rydwan Akbar Putra, Rydwan Saad, Noor Aida Salmiati Salmiati Salmiati Salmiati Salmiati Salmiati, Salmiati Salsabila Azzahra Salsabila, Difa Siami, Lailatus Sih Andajani Singawinata, Indra Pradana Sinthya Desty Sintorini Moerdjoko Sintorini Moerdjoko Sunaryo, Thalia Tazkia Trirastati Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki, Tazkiaturrizki Thalia Sunaryo Tsabita Juliandini Jiwanti Widyaningrum, Della Annisa Widyatmoko Widyatmoko Widyatmoko Widyatmoko Widyo Astono Widyo Astono Winnie Septiani Yulyanto, Wisnu Eka Zakarias, Rio