Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Kesiswaan terhadap Hasil Belajar Mutia Putri; M. Giatman; Ernawati Ernawati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003907000

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh  manajemen kesiswaan terhadap hasil belajar peserta didik. Manajemen kesiswaan inilah yang khusus berkaitan dengan penentuan bentuk dari bimbingan siswa dalam belajar. Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka dan dalam pengumpulan data penelitian me-review artikel-artikel. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa manajemen kesiswaan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Karena peran manjemen kesiswaan pengelolaan siswa dari awal pendaftaran, proses belajar sampai dengan kelulusan. Manajemen kesiswaan juga memiliki pengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa sebab proses belajar mengajar lebih terarah yang mana menghasilkan siswa yang berpretasi. Keberhasilan siswa dalam belajar sudah menjadi tanggung jawab sekolah. Tetapi apabila pelaksanaan manajemen kesiswaan sudah bagus dilaksanakan tanpa adanya bimbingan atau perhatian dari orang tua sama saja tujuan yang diinginkan tidak dapat sepenuhnya tercapai, maka diharapkan semua dapat membantu pencapaian keberhasilan siswa dalam belajar.
Manajemen Siswa selama Pandemi Covid-19 Hesty Kumala Sani; M. Giatman; Ernawati Ernawati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003919000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pandemi Covid 19 yang telah mengubah sistem di dunia khususnya di bidang pendidikan. Pandemi Covid 19 sangat mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen siswa di SMK Cersa Pasaman sebelum pandemi Covid 19 dan selama pandemi Covid 19 serta untuk mengetahui dampak pandemi terhadap unsur kesiswaan di SMK Cersa Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menelaah fakta-fakta yang terjadi. Penelitian dilakukan di SMK Cersa Pasaman dengan 30 orang Siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara yang bersumber dari salah satu guru SMK Cersa Pasaman. Pengelolaan siswa di SMK Cersa Pasaman meliputi perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan dan pengawasan dengan fokus pada kebutuhan sekolah, guru dan siswa. Pandemi Covid 19 berdampak pada pengelolaan siswa di SMK Cersa Pasaman yaitu pada proses belajar mengajar guru dan siswa. Dimana pada saat kondisi normal SMK Cersa Pasaman melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka. Namun selama adanya pandemi ini semua kegiatan sekolah dilakukan secara online termasuk dalam manajemen siswa di SMK Cersa Pasaman.
Model Kepemimpinan Otokratif Manajemen Sekolah dalam Mendukung Kinerja Guru Rahma Della; Muhammad Giatman; Ernawati Ernawati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003925000

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pengambilan keputusan sekolah untuk meningkatkan hasil kinerja guru SMKN 1 Bungo, mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam manajemennya mendukung kinerja guru SMKN 1 Bungo,  mendeskripsikan kewenangan kepala sekolah dalam manajemennya mendukung kinerja guru SMKN 1 Bungo, mendeskripsikan kontribusi signifikan gaya kepemimpinan manajemen sekolah dalam mendukung kinerja guru SMKN 1 Bungo melalui pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus. Data didapatkan melalui proses wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Subjek dalam penelitian yaitu kepala sekolah beserta wakil, dan guru-guru  serta data dari dokumen yang diambil melalui observasi. Penelitian ini menggunakan uji kredibilitas data serta menggunakan triangulasi melalui model analisis data interaktif Milles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini didapatkan peran penting manajemen kepala sekolah dalam pengambilan keputusan terhadap kewenangannya,  kebijakan kepala sekolah merupakan betuk motivasi dalam pengevaluasian kinerja guru, Peran dan Kontribusi Gaya Kepemimpinan Otokratif  kepala sekolah dalam memanajemenkan sekolaah sangat berpengaruh dalam menentukan  kebijakan  yang diambil demi perkembangan dan prestasi sekolah.
Studi literatur: peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di Kota Padang Anggelica Niviana; M Giatman; Ernawati Ernawati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003966000

Abstract

Kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan tertinggi di sekolah memiliki peran utama dalam memberikan pengaruhnya. Keberhasilan dan kegagalan dalam kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang harus dipersiapkan dan diperkirakan. Sebab, kinerja guru sebagai pelaksana proses pembelajaran di sekolah harus diikut sertakan dalam menghasilkan mutu pembelajaran dan lulusan yang berkualitas. Maka dilakukan studi literatur pada beberapa artikel dengan rentang waktu lima tahun terakhir, dalam mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru di Kota Padang. Sehingga diketahui bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh terhadap kinerja guru. Dimana kepemimpinan kepala sekolah memiliki kewenangan dalam memberikan arahan dan dorongan untuk mensukseskan tujuan sekolah dan didukung oleh kinerja guru dalam mencapai visi-misi sekolah di Kota Padang.
Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Pembuatan Pola Praktis Pada Mata Pelajaran Pembuatan Pola Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek Fitrah Qalbina; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3196

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas XI Tata Busana tahun ajaran 2023/2024 pada mata pelajaran pembuatan pola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor penyebab kesulitan belajar pembuatan pola parktis pada mata pelajaran pembuatan pola di SMKN 1 Ampek Angkek ditinjau dari faktor internal yang meliputi sikap terhadap  belajar, motivasi dan rasa percaya diri (2) faktor-faktor penyebab kesulitan belajar pembuatan pola praktis pada mata pelajaran pembuatan pola di SMKN 1 Ampek Angkek ditinjau dari faktor eksternal yang meliputi  keluarga, sekolah dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Tata busana SMKN 1 Ampek Angkek tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 54 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan nonprobability sampling (sampel jenuh), sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif menggunakan aplikasi SPSS dan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor kesulitan belajar ditinjau dari faktor internal adalah sebagai berikut: indikator sikap terhadap belajar sebesar 43% atau 23 siswa dalam kategori sedang, indikator motivasi sebesar 41% atau 22 siswa dalam kategori sedang dan indikator rasa percaya diri sebesar 54%. Atau 29 siswa dalam kategori sedang (2) faktor kesulitan belajar ditinjau fari faktor eksternal sebagai berikut:  indikator keluarga sebesar 37% atau 20 siswa dalam kategori tinggi, infikator sekolah sebesar 39% atau 21 siswa dalam kategori sedang dan indikator masyarakat sebesar 41%  atau 22 siswa dalam kategori rendah.
Implementation of the learning process: Efforts to improve the quality of vocational education graduates Ernawati Ernawati
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v11i3.44049

Abstract

The quality of education is determined by a good management process, including the evaluation process of vocational education graduates. Furthermore, the purpose of this study is to evaluate the implementation of the learning process in vocational education programs, which includes an implementation of the teaching and learning process, the implementation of industrial training, lecturer skills in industrial supervision training, and encouraging entrepreneurship by lecturers to students. This study used a mixed-method design, and data were collected by questionnaires and depth-interview questions. The sample size is 218 graduates successfully collected using the total sampling technique. Data analysis used quantitative descriptive statistics (SPSS 23.0) and qualitative descriptive. Qualitative data support the quantitative results through interviews with five research informants. The results showed that graduates agreed that the teaching and learning process, the implementation of industrial training, lecturer skills in industrial supervision training, encouraging entrepreneurship by lecturers to students had gone well. In conclusion, the implementation of the vocational education program has been following the program's objectives. However, the results of the study showed that there are still weaknesses in the guidance from lecturers to students in the practice of opening a business and updating developments in related industries. Based on the results of this study, recommendations are made to focus on improving the process of implementing vocational education programs.
Pendampingan pengelolaan dan penataan potensi wisata nagari lubuak batingkok untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39665

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengelolaan dan penataan potensi serta sumber daya pariwisata di Objek Wisata Kilalang Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Nagari Lubuak Batingkok memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, dan wisata edukasi yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan desa wisata, belum optimalnya pengembangan produk wisata dan UMKM, lemahnya promosi wisata, serta kurang optimalnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, penguatan kelembagaan, pengembangan produk wisata dan promosi wisata, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan mulai Juni 2023 sampai November 2023 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, Pokdarwis, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis potensi dan sumber daya nagari, sosialisasi program, focus group discussion (FGD), transfer knowledge, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata, pentingnya promosi wisata, pengembangan produk UMKM, serta penguatan kelembagaan Pokdarwis melalui pembentukan dan revitalisasi kepengurusan Pokdarwis Lembah Bungsu Nagari Lubuak Batingkok. Selain itu, kegiatan transfer knowledge terkait penataan kawasan wisata dan pengemasan produk lokal memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Lubuak Batingkok. Kata kunci: desa wisata; nagari lubuak batingkok; pariwisata berkelanjutan; pengelolaan wisata; pokdarwis. AbstractThis community service program was conducted to support the management and development of tourism potential and resources at the Kilalang Tourism Area in Nagari Lubuak Batingkok, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. Although the area has significant potential in nature, historical, and educational tourism, its management has not been optimal in supporting community economic development. The main problems faced by the community included limited understanding of tourism village management, weak tourism promotion, underdeveloped tourism products and micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and the suboptimal role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to improve community knowledge and skills in tourism management, institutional strengthening, tourism product development, and sustainable tourism awareness. The program was implemented from June to November 2023 and involved 25 participants consisting of village government officials, Pokdarwis members, MSME actors, and local communities. The methods used included potential analysis, program socialization, focus group discussions (FGD), knowledge transfer, training, mentoring, monitoring, and evaluation. The results showed increased community understanding of tourism village management, tourism promotion, MSME product development, and the strengthening of Pokdarwis institutions through the revitalization of Pokdarwis Lembah Bungsu. In addition, training on tourism area arrangement and local product packaging positively supported community readiness in developing local potential-based tourism destinations sustainably. Keywords: nagari lubuak batingkok; pokdarwis; sustainable tourism; tourism management; tourism village.
Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Maimbau Pulang Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Ernawati Ernawati; Khairi Budayawan; Lise Asnur; Elviza Yeni Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39664

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Nagari Harau “Maimbau Pulang” di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang memiliki potensi wisata alam unggulan namun belum dikelola secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terkait tata kelola objek wisata, minimnya pengelolaan atraksi wisata dan UKM, serta belum optimalnya kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui penguatan kelembagaan, pelatihan tata kelola objek wisata, pembentukan Pokdarwis, serta implementasi sapta pesona pada kawasan wisata Aia Malanca. Kegiatan dilaksanakan mulai April 2021 sampai Desember 2021 dengan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas pemerintah nagari, pengelola objek wisata, Pokdarwis, masyarakat setempat, dan mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kualitas sumber daya manusia, diskusi kelompok terarah (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai sadar wisata, tata kelola destinasi, dan pengembangan atraksi wisata berbasis potensi lokal. Selain itu, terbentuknya Pokdarwis Aia Malanca menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Implementasi sapta pesona melalui kegiatan gotong royong dan penataan kawasan wisata juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kenyamanan, dan daya tarik objek wisata. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Harau. Kata kunci: desa wisata; nagari harau; pokdarwis; sapta pesona; tata kelola wisata. AbstractThis community service program was conducted to support the development of the Nagari Harau Tourism Village “Maimbau Pulang” in Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which has significant natural tourism potential but has not been optimally managed. The main challenges faced by the community included limited understanding of tourism destination management, inadequate management of tourism attractions and small-medium enterprises (SMEs), and weak institutional capacity of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program aimed to enhance community capacity in tourism village management through institutional strengthening, tourism management training, Pokdarwis establishment, and the implementation of Sapta Pesona principles in the Aia Malanca tourism area. The program was conducted from April to December 2021 and involved 35 participants consisting of village officials, tourism managers, Pokdarwis members, local communities, and students from the Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang. The methods included focus group discussions (FGD), training, mentoring, field practice, and program evaluation. The results showed increased community understanding of tourism awareness, destination management, and local potential-based tourism attraction development. In addition, the establishment of Pokdarwis Aia Malanca became a strategic step toward sustainable tourism management. The implementation of Sapta Pesona also positively improved the cleanliness, comfort, and attractiveness of the tourism area. This program is expected to support sustainable community-based tourism village development and improve community welfare in Nagari Harau. Keywords: community-based tourism; nagari harau; sapta pesona; tourism awareness group (Pokdarwis); tourism governance.
Humanism In Project-Based Learning At Vocational High Schools: Building Human Values And Social Skills Muhammad Akbar; Nurhasan Syah; Nizwardi Jalinus; Ernawati Ernawati; Fadhilah Fadhilah
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v7i1.350

Abstract

This research discusses the values of Humanism in the PjBL learning process in SMK by building students' human values and social skills. This research aims to improve classroom learning by building students' human values and social skills. This research involves a literature review from various sources such as Scopus, Crossref, Sinta, Garuda, and ISSN-indexed articles. The method used to analyze the problem is the Prism method. The review process is carried out through several systematic stages, namely: Searching for keywords related to the problem using Publish Or Perish, obtaining 289 articles indexed by Scopus and Sinta, filtering related articles using Confidence, obtaining 24 articles that match the problem, then analyzing using the Vosviewer application to visualize the issues raised, determining research questions in each article. Humanism in PjBl is extremely successfully utilized in a number of learning processes that can greatly increase student learning outcomes, particularly in the area of students' thinking skills, according to the study findings based on a number of research questions.In addition, researchers found that in previously selected studies, Humanism in PjBL learning provides a more active learning atmosphere for students than ordinary (conventional) learning.
Implementation of Vocational Technology Education Philosophy in Competency-Based Curriculum Design: A Systematic Literature Review Andi Putra; Nizwardi Jalinus; Ernawati Ernawati; Fadhilah Fadhilah
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v7i1.370

Abstract

Vocational technology education plays a strategic role in preparing a skilled workforce that is competent in accordance with industry needs. This article aims to analyze the implementation of vocational technology education philosophy in competency-based curriculum design through a systematic literature review approach. This study uses the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) method by analyzing 35 journal articles from various academic databases published between 2015 and 2024. The review results show that the philosophy of vocational technology education is based on three main principles: work-based learning, industry linkage, and holistic competency development that includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. The implementation of this philosophy in competency-based curricula is realized through: (1) the integration of theory and practice learning with a balanced ratio; (2) collaboration between educational institutions and industry in formulating competency standards; (3) an authentic assessment system that measures overall competency mastery; and (4) learning that is responsive to technological developments and labor market demands. This study recommends the need to strengthen synergy between stakeholders, continuously update the curriculum, and improve the capacity of educators to optimize the implementation of the philosophy of vocational technology education in competency-based curricula.