Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAHAMAN IBU HAMIL TENTANG UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI COVID-19 SELAMA KEHAMILAN Ronni Naudur Siregar; Juneris Aritonang; Surya Anita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.986

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara yang terjangkit pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) dengan angka kejadian terkonfirmasi (kasus baru) yang bertambah secara fluktuatif. Situasi pandemi COVID-19 ini memerlukan pemahaman dalam upaya pencegahan infeksi COVID-19. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif . data yang diperoleh melalui kuesioner kepada ibu hamil sebagai sample yang berkunjung pada saat penelitian berlangsung (accidental sampling). Dari hasil penelitian didapati mayoritas responden (57%) memiliki pemahaman yang kurang tentang upaya pencegahan infeksi COVID-19. Perlu dilakukan upaya untuk peningkatan pemahaman ibu hamil upaya pencegahan penularan COVID-19 agar dapat menekan jumlah kasus yang kian meningkat. Kata Kunci : Pemahaman, ibu hamil, pencegahan COVID-19
Hubungan Keteraturan Senam Hamil dengan Durasi Persalinan Kala II pada Ibu Bersalin di Klinik Nurhayati Tahun 2019 Lolita Nugraeny; Sumiatik Sumiatik; Juneris Aritonang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Persalinan kala II yang berlangsung lama menimbulkan efek yang berbahaya terhadap ibu maupun janin Persalinan kala II yang berlangsung lama menimbulkan efek yang berbahaya terhadap ibu maupun janin. Senam hamil merupakan kegiatan yang dapat menurunkan insiden persalinan dan dapat mempercepat proses persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keteraturan senam hamil dengan waktu persalinan kala II pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang mengikuti senam hamil di Klinik Nurhayati Medan sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 22 orang. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian mayoritas yang teratur melakukan senam hamil sebanyak 13 orang (59,1%) , waktu persalinan kala II mayoritas sebanyak 10 orang (45,5%). Hasil penelitian terdapat hubungan antara keteraturan senam hamil dengan waktu persalinan kala II pada ibu bersalin yaitu nilai p value 0,004 < p tabel 0,05. Diharapkan kepada tenaga kesehatan  dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya senam hamil pada ibu hamil sehingga mempermudah proses persalinan.  
Peningkatan Pemahaman Kesehatan pada Ibu hamil dalam Upaya Pencegahan COVID-19 Juneris Aritonang; Lolita Nugraeny; Sumiatik; Ronni Naudur Siregar
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5522

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan bencana non alam penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional dikarenakan bencana ini berdampak meningkatnya jumlah korban jiwa, ekonomi dan luasnya wilayah yang terkena bencana ini. Ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan resiko terinfeksi COVID-19 dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan parsial. Pada studi awal dilakukan sebelum kegiatan ditemukannya masih banyak ibu hamil ketika beraktivitas di luar rumah ttidak sesuai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, masih berbicara dengan tetangga tanpa menjaga jarak, dan sesekali tanpak masih ikut dalam kerumunan dan tingginya tingkat kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 ini. Kecemasan yang di tunjukkan oleh ibu hamil yang diwawancarai tersebut tidak sesuai atau berbanding terbalik dengan perilaku ibu hamil dalam kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan kesehariannya. Sehingga dibutuhkan suatu cara yakni memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dengan tujuan untuk peningkatan pemahaman upaya pencegahan Covid-19 pada ibu hamil, sehingga mengurangi kecemasan ibu hamil selama pandemi COVID-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pengobatan Swasta Mariana, Deli Serdang Sumatera Utara. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapati adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dalam upaya pencegahan COVID-19, adanya penurunan kecemasan ibu hamil selama kehamilan di era pandemi COVID-19, perlu dilakukan kegiatan serupa secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik. Perlu adanya pemantauan lebih lanjut atas perubahan perilaku setelah dilakukan penyuluhan ini.
Hubungan Pengetahuan dan Kecemasan Orangtua Membawa Bayi (0-12 Bulan) ke Posyandu di Tengah Pandemi Covid-19 Idaria Sidabuke; Friska Parapat; Juneris Aritonang
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 1 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.176 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i1.1955

Abstract

Selama pandemic Covid-19, kegiatan posyandu tidak optimal cakupannya. Posyandu haruslah dapat berjalan meskipun di situasi pandemic Covid-19 ini, dikarenakan di monitoring kesehatan ibu, anak, tumbuh kembang anak balita hingga imunisasi di masyarakat berlangsung di posyandu, hanya 19.2% posyandu yang tetap berjalan selama pandemic. Salah satu faktor penyebab rendahnya kunjungan posyandi selama pandemic Covid-19 ialah adanya rasa khawatir ibu, bayi akan terinfeksi Covid-19 apabila membawa bayinya ke posyandu. Faktor yang mempengaruhi kecemasan salah satu faktornya adalah kurangnya pemahaman/pengetahuan. Dari survey awal di lokasi penelitian didapati mayoritas orangtua merasa cemas jika membawa bayi balitanya ke posyandu takut terinfeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ada ada hubungan pengetahuan dan kecemasan orangtua bawa bayi ke posyandu di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara sejumlah 80 orang. Populasi penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah populasi adalah 66 orang. Uji analisi penelitian menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kecemasan orangtua bawa bayi ke posyandu di pandemi Covid-19 (p-value= <0.05). Dari hasil penelitian ini dilakukan pendidikan kesehatan/penyuluhan posyandu yang aman di tengah pandemic Covid-19 maupun adanya inovasi pengembangan posyandu di pandemic covid-19.
Pendidikan Kesehatan Media Booklet Mengurangi Kecemasan Ibu pada Imunisasi Dasar di Era Pandemi Covid-19 Mestika Lumbantoruan; Asima Sirait; Juneris Aritonang; Kristimone Andayani
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2022): OKSITOSIN : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/oksitosin.v9i1.1557

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed customary procedures, including causing disruptions in routine immunization programs. At the beginning of the Covid-19 pandemic in Indonesia, posyandu services had stopped and finally, during the implementation of immunization service activities, there was a decline. Data from observers of child immunization found that 83.9% of immunization services were disrupted due to the Covid-19 pandemic, the results in April 2020. One of factors was the feeling of worry and fear of mothers being infected with Covid-19 in health facilities including posyandu. Education is needed to change behavior of individuals for the better on this matter. This study aims to analyze health education with booklets on maternal anxiety in providing basic immunization in the era of the Covid-19 pandemic. The design of this study used quasi-experimental, data analysis using the Mc. Nemar. The results, there was an effect of providing health education with booklet media on the anxiety of mothers of babies 0-12 months in giving immunizations in the era of the covid-19 pandemic in the Desa Pekan Tanjung Morawa in 2021 with a p-value 0.015. There was a decrease in the number of respondents with mild anxiety from 65% to 33%, and no more respondents with moderate anxiety levels were found. The number of respondents who were not anxious increased by 39 people. The results of this study need to be carried out holistically related to immunization during the pandemic and others using booklets. Keywords: Health Education, Immunization, Maternal Anxiety, Media Booklets , The Covid-19 Pandemic
GASTRITIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH (STUDI KASUS KONTROL) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2017 Silvi Imayani; Myrnawati CH; Juneris Aritonang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.899 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Gastritis merupakan gangguan sistem pencernaan berupa peradangan mukosa lambung yang paling sering disebabkan oleh ketidakteraturan diet, rokok dan konsumsi kopi dengan keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung, dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, suhu badan naik, keringat dingin, pusing atau bersendawa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017.Metodologi : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei bersifat analitik dengan menggunakan desain kasus kontrol, jumlah sampel kasus pada penelitian ini yaitu sebanyak 23 orang dan kontrol sebanyak 46 orang dengan analisa data yang diuji menggunakan uji regresi logistic. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil ada pengaruh yang signifikan pola makan, stres dan rokok dengan kejadian gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2017. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian gastritis dengan nilai (OR = 10.150), stress dengan nilai (OR = 9,109)dan merokok dengannilai (OR = 0.209).Diskusi : Kepada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dihimbau supaya lebih memperhatikan serta menghindari faktor penyebab gastritis seperti memperbaiki pola makan makan yang benar, lebih meminati pekerjaan serta mengurangi mengkonsumsi rokok. Kata Kunci : Pola Makan, Stres, Rokok dan Kejadian Gastritis
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI LANJUTAN PENTABIO PADA BALITA USIA 17-18 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2017 Ulfa Husna Dhirah; Indra Utama; Juneris Aritonang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.268 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.82

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Kasus difteri di Aceh tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal, yang berasal dari Kota Banda Aceh. Pada awal tahun 2017 ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh kembali ditemukan sebanyak 67 kasus suspect difteri dimana di antaranya 11 kasus berasal dari Kota Banda Aceh. Untuk mencegah angka kejadian difteri, pemerintah menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Tahun 2017.Metodologi : Desain penelitian bersifat kuasi eksperimen dengan pendekatan case control, penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juni s/d 13 Juli 2017. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan teknik pengambilan sampel teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 40 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,032), dan sikap (p=0,000).Diskusi : Dengan adanya pendidikan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, dan sikap ibu tentang pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga dapat membawa anaknya kembali untuk diberikan imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Lanjutan 17-18 bulan
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTABIO LANJUTAN SETELAH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LAMPASEH ACEH Juneris Aritonang
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.418 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i2.125

Abstract

Pendahuluan : Beberapa daerah di Indonesia pada tahun 2017 dilanda Kejadian Luar Biasa. Penyakit difteri masih menjadi masalah di dunia, South-East Asia Region (SEARO) merupakan wilayah pembagian WHO dengan insiden difteri terbanyak di dunia setiap tahunnya. WHO menyatakan pada tahun 2011, Indonesia merupakan Negara tertinggi kedua setelah India yaitu 806 kasus sedangkan India mencapai 3485 kasus. Kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah. Di Aceh, kasus difteri ditemukan pada tahun 2012 sebanyak 16 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal. Pada tahun 2016 terdapat sebanyak 11 kasus, dimana 4 orang di antaranya , tahun 2017 berjumlah 112 kasus. Pemerintah melalui program nasional menargetkan pencapaian cakupan imunisasi dasar (DPT) dan lanjutan untuk mencegah kejadian Difteri. Tingginya kasus tersebut terjadi karena adanya immunity gap di kalangan penduduk suatu daerah, dan  Aceh merupakan provinsi dengan tingkat cakupan imunisasi rendah.Metodologi : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kefektifitasan pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalm pemberian imunisasi lanjutan pada anaknya. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperiman dengan pendekatan case control.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 17-18 bulan, dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, berjumlah sebanyak 37 orang.Hasil : Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) setelah dilakukan pendidikan kesehatanDiskusi : Pendidikan kesehatan tentang imnunisasi pentabio lanjutan dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian imunisasi lanjutan pentabio pada balita usia 17-18 bulan, sehingga akan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan mengurangi faktor resiko klb difteri di Provinsi Aceh pada umumnya dan khususnya wilayah kerja Lampaseh. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Perilaku,  Imunisasi Pentabio Lanjutan     ABSTRACT Indonesia in 2017 was hit by an Extraordinary Event. Diphtheria is still a problem in the world, the South-East Asia Region (SEARO) is the WHO division area with the highest incidence of diphtheria in the world each year. WHO stated in 2011, Indonesia was the second highest country after India with 806 cases while India with 3485 cases. The case occurred because of the existence of an immunity gap among residents of a region. In Aceh, the case of diphtheria was discovered in 2012 as many as 16 cases and 4 of them died. In 2016 there were 11 cases, of which 4 of them, in 2017 totaled 112 cases. The government through the national program targets the achievement of basic and advanced Pentabio immunization (DPT-Hb-Hib) to prevent the occurrence of Diphtheria. The high cases occur because of the immunity gap among the population of a region, and Aceh is a province with a low level of immunization coverage. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education on maternal behavior in providing advanced immunization to their children. This study uses a quasi experimental design with a case control approach. The population in the study were all mothers who had toddlers aged 17-18 months, with sampling methods using accidental sampling techniques, totaling 37 mother. The results of the study obtained the results of statistical tests using chi-square test obtained results that there are differences in knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.003), and action (p = 0.023). Health education on advanced pentabio immunization can improve maternal behavior in the provision of advanced pentabio immunization in infants aged 17-18 months, so that it can increase immunization coverage and reduce risk factors for diphtheria clamps in Aceh Province in general and especially Lampaseh working areas. Keywords: Health Education, Behavior, Advanced Pentabio Immunization
Kajian Kecemasan Lansia Di Masa Pandemi Covid 19: Kajian Kecemasan Lansia Di Masa Pandemi Covid-19 Mestika Lumbantoruan; Asima Sirait; Juneris Aritonang
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.157 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i2.48

Abstract

Introduction: The Covid-19 pandemic situation has a direct impact on psycho-social characteristics characterized by anxiety, panic, adjustment disorders, depression, chronic stress and insomnia. Unclear information and uncertainty also cause anxiety for all people, especially in the elderly group. This research was conducted in Tanjung Sari, Batang Kuis, North Sumatra. The Objective: This study aims to examine the anxiety experienced by the elderly group during the covid-19 pandemic. Methods: The design of this study is a descriptive study to examine the anxiety of the elderly group during the covid-19 pandemic. This research was conducted in Tanjung Sari Batang Village, Kuis District, Deli Serdang Regency. The population in this study were all mothers/fathers aged 60-74 years (elderly group) totaling 41 people, using accidental sampling technique. Research tools and materials were used during the research questionnaire research. Results: The results showed that social isolation for the elderly group is considered to be one of the causes of serious mental health problems because of their bio-psycho-social vulnerability. Although social distancing is a key strategy to combat COVID-19, it is a major cause of loneliness, especially in places such as nursing homes or nursing homes, which is a risk factor for depression, anxiety disorders, and suicide in the elderly. The majority of respondents belonged to general anxiety (48%) in dealing with the Covid-19 pandemic in Tanjung Sari Village, Batang Kuis District in 2021. Suggestion: From the results of this study, further research is needed to suppress the anxiety of the elderly group during the Covid-19 pandemic. Pendahuluan: Situasi pandemi Covid-19 ini berdampak langsung terhadap psiko-sosial yang ditandai dengan  kecemasan, panik, gangguan penyesuaian, depresi, stres kronis dan insomnia. Ketidak jelasan informasi dan ketidakpastian juga menimbulkan kecemasan bagi seluruh kalangan khususnya pada kelompok lansia. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Sari, Batang Kuis, Sumatera Utara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji kecemasan yang dialami kelompok lansia di masa pandemic covid-19. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengkaji kecemasan kelompok lansia di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Sari Batang Kecamatan Kuis Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu/bapak  berusia 60-74 tahun (kelompok lanjut usia/elderly)sejumlah 41 orang, teknik accidental sampling. Alat dan bahan penelitian digunakan pada saat penelitian kuesioner penelitian. Hasil: Hasil penelitian menyebutkan isolasi sosial bagi kelompok lansia dianggap menjadi salah satu pemitu masalah kesehatan mental yang serius karena kerentanan bio-psiko-sosial mereka. Meskipun menjaga jarak merupakan strategi utama untuk memerangi COVID-19, merupakan penyebab utama kesepian, terutama di tempat-tempat seperti panti jompo atau panti jompo yang merupakan faktor risiko depresi, gangguan kecemasan, hingga dan bunuh diri pada kelompok lansia.  Mayoritas responden tergolong pada kecemasan umum (48%) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis tahun 2021. Saran: Dari hasil penelitian ini diperlukan suatu penelitian selanjutnya untuk menekan kecemasan kelompok lansia pada masa pandemic Covid-19.
Tingkat Kecemasan Kelompok Lanjut Usia Di Situasi Pandemi Covid-19 Juneris Aritonang
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Delima Kesehatan Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.923 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v5i1.219

Abstract

Pandemi Covid-19 ini menimbulkan dampak buruk lainnya termasuk diantaranya adalahterganggunya kesehatan psikososial, dan danpak ini akan lebih lama pemulihannya pandemi itusendiri. Beberapa alasan penyebab hal tersebut adalah isolasi selama beberapa bulan (lock down)yang menimbulkan kejenuhan, kecemasan, bahkan insomnia. Peningkatan jumlah kasus Covid-19membawa dampak buruk bagi mental semua orang, terlebih pada kelompok lanjut usia. Situasi pandemiCovid-19 ini meningkatkan stres dan kecemasan. Kelompok lansia adalah kelompok yang palingrentan terkena dampak penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitiandeskriptif untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan kelompok lanjut usia di situasi pandemi covid19. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Sari Batang Kecamatan Kuis Kabupaten DeliSerdang. Besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang berartiseluruh kelompok lansia yang berada dan bersedia dijadikan sample pada saat penelitian berlangsungsejumlah 41 orang. Penelitian ini dilakukan masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga alat tulisdiberikan 1 per responden penelitian dalam mengisi kuesioner tersebut untuk mencegah terjadinyapenularan Covid-19. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperolehsecara langsung dan nyata. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara denganmenggunakan angket/lembar kusioner yang diberikan langsung kepada responden saat penelitian.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat.. Mayoritasresponden berada di tingkat kecemasan ringan (56.1%) dalam menghadapi pandemi Covid-19 diDesa Tanjung Sari tahun 2021. Disarangkan agar lansia dapat meningkatkan pemahaman terkaitCovid-19 dengan informasi dapat diperoleh dari media cetak maupun elektronik maupun dari petugaskesehatan yang ada di Desa Tanjung Sari.