This Author published in this journals
All Journal JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Global Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia Lontara: Journal of Health Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal EduHealth Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Epidemiological Journal of Indonesia Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone Lontara Journal Of Health Science And Technology Jurnal Abdimas Kesehatan Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Etika Batuk, Bersin Dan Cuci Tangan Pakai Sabun Untuk Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Siswa-Siswi Ira Marti Ayu; Decy Situngkir; Erna Veronika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5624

Abstract

ABSTRAK Pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19 merupakan hal yang kontroversi. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi penularan COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat kasus COVID-19 pada siswa dan pegawai sekolah setelah sekolah dibuka kembali. Tindakan pencegahan diperlukan agar penularan ini tidak terjadi. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan berkaitan pencegahan penularan covid-19 seperti etika batuk/ bersin dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Edukasi ini dilakukan secara daring dengan menggunakan ceramah dan audio visual serta pemutaran video CTPS. Kegiatan ini juga dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan siswa-siswi. Pre-test dilakukan sebelum dilakukan edukasi dan post-test dilakukan setelah edukasi dengan memberikan kuesioner sebanyak 5 pertanyaan. Hasil pre dan post-test menunjukkan bahwa siswa mengetahui bahwa yang ditularkan penderita ke orang yang sehat adalah virus Sars Cov-2 (dari 21,7% menjadi 43,6%), mengetahui cara mencegah penularan covid-19 yang baik ketika batuk/ bersin yaitu bukan dengan menutupnya dengan telapak tangan (dari 47.8% menjadi 82.6%), mengetahui bahwa etika batuk/ bersin membantu menahan cairan/ droplet keluar dari mulut dan hidung (dari 82.6% menjadi 87%), mengetahui cairan hand sanitizer kurang efektif mencegah penularan covid-19 dibandingkan CTPS ( dari 56.5% menjadi 78.3%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa-siswi berkaitan tentang etika batuk/ bersin dan CTPS.  Kata Kunci: Edukasi, Etika Batuk, CTPS, Covid-19 ABSTRACT Implementation of limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic has been controversial. It is because school is one of the places can transmit of covid-19. Many research revealed increasing covid-19 cases in students and staff after reopening schools. It is necessary to take preventive measures so that transmission does not occur. The purpose of this activity is to provide knowledge related to preventing the spread of COVID-19, such as coughing/sneezing etiquette and washing hands with soap. This education is conducted online using lectures, audio-visuals, and handwashing with soap video playback. This activity is also carried out pre-test and post-test to measure students' knowledge. Pre and Post-test were given before and after the education was carried out by giving five-question through the questionnaire. The result of pre and post-test performed that students knew that the sufferers transmitted to healthy people is Sars Cov-2 virus (from 21.7% to 43.6%) and covering with the palm when cough/ sneeze is not adequate to prevent the transmission of covid-19 (from 47.8% to 82.6%). It also showed that coughing/sneezing etiquette helps keep fluids/droplets out of the mouth and nose (from 82.6% to 87%), and hand sanitizer is ineffective in preventing the transmission of covid-19 compared to hand wash with soap (from 56.5% to 78.3%). The conclusion is increased students' knowledge regarding cough/sneeze etiquette and handwashing with soap.  Keywords: Education, Cough Etiquette, Washing Hands With Soap, Covid-19 
Hubungan Antara Job Insecurity dan Stres Kerja dengan Turnover Intention pada Karyawan Sari Rahayu Siahaan; Decy Situngkir; Mayumi Nitami; Mugi Wahidin
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol 3 No 2 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i2.304

Abstract

Turnover intention is the attitude employees looking for other jobs by leaving company, causes are job insecurity and work stress. Hay Group Survey Result World 2010-2018, turnover increase was 12.9% in 2014. At PT. DNR Corporation West Jakarta in 2020 employee turnover 19 people (15.77%) and 2021 as 19 people (28.62%), meaning that employee turnover is high above 10% per year and 10 employees survey study intend to find other work 79%. Purpose to determine relationship between job insecurity and job stress with turnover intention. Research method is quantitative and cross sectional design. Location at PT. DNR Corporation West Jakarta, November 2021-August 2022. Population 96 employees and 10 employees has been survey study, so 96-10= 86 samples using total sampling. Research instrument by questionnaire with theoretical modifications Halimah et al.,(2016) namely thinking about leaving, looking for alternative, intentions to leave. Data analysis are univariate and bivariate with chi-square test. Result showed employees who turnover intention 54.7%. Employees who feel job insecurity 55.8%. Employees who experience job stress 60.5%. In conclusion, there is no significant job insecurity (p-value = 0.323) and turnover intention, there is a significant job stress (p-value = 0.002) and turnover intention.
Kualitas Tidur Faktor Prediksi Kelelahan Kerja Petugas Pemadam Kebakaran Maghfirah Faiza Chairani; Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Mayumi Nitami
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8680

Abstract

Kelelahan kerja suatu keadaan seseorang yang ditandai dengan lelahnya fisik maupun psikis akibat pekerjaan, sehingga dapat menurunkan produktivitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Prediksi Kelelahan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran di Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Matraman Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 48 petugas. Adapun hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yakni tidak kelelahan (54,2%), usia < 35 tahun (52,1%), masa kerja ≥ 5 tahun (68,75%), tidak memiliki riwayat penyakit (89,6%), dan kualitas tidur buruk (68,75%). Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah kualitas tidur (p-value = 0,035), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu usia (p-value = 0,546), masa kerja (p-value = 0,815), dan riwayat penyakit (p-value = 0,649). Sehingga disarankan bagi instansi untuk tetap menerapkan program peregangan pelaksanaan olahraga dan senam untuk mengatasi kelelahan kerja petugas, membuat program berupa promosi kesehatan dengan melakukan edukasi terkait pentingnya menjaga kualitas tidur, serta kembali menerapkan medical check up secara rutin.Kata Kunci: kelelahan kerja, petugas pemadam kebakaran, usia, masa kerja, riwayat penyakit, kualitas tidur
Penyuluhan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan dan Karung Goni Pada Siswa SMAN 5 Depok Eka Cempaka Putri; Decy Situngkir
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1879

Abstract

SMAN 5 Depok belum dilengkapi sarana proteksi aktif dan pasif kebakaran serta belum memiliki sistem manajemen tanggap darurat kebakaran. Kondisi ini tentu membutuhkan intervensi, karena sekolah atau dunia pendidikan merupakan salah satu area yang berpotensi untuk kebakaran dan menimbulkan kerugian baik korban jiwa dan kerusakan bagunan sekolah, serta tertundanya kegiatan belajar mengajar para siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana memadamkan kebakaran api kecil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Karung Goni. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pemberian penyuluhan di kelas mengenai dasar teori pemadaman menggunakan APAR dan karung goni, kemudian siswa diberikan pengalaman untuk evakuasi ke area muster point dan yang terakhir pemberian praktikum cara menggunakan APAR dan karung goni untuk memadamkan kebakaran. Hasil dari kegiatan adalah semua siswa sudah bisa menggunakan APAR dan memadamkan kebakaran dengan karung goni. Saran dari tim pengabdian untuk SMAN 5 Depok agar seluruh guru dan siswa diberikan pelatihan tanggap darurat secara berkala sehingga pada saat terjadi kejadian darurat sudah siap menghadapinya.
HUBUNGAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI TRUK KONTAINER DI PT X, Y, DAN Z TAHUN 2023 Andi Shalsabila Putri; Decy Situngkir; Putri Handayani; Ira Marti Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18127

Abstract

Hasil studi pendahuluan di PT X, Y, dan Z pada bulan Maret 2023, responden sebagai observasi awal dengan cara melakukan penyebaran Kuesioner terkait Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja kepada 15 pengemudi. Diketahui bahwa hasil tingkat kelelahan kerja sedang sebesar 6,7% pengemudi, tingkat kelelahan kerja berat sebesar 86,6% pengemudi dan tingkat kelelahan kerja sangat berat sebesar 6,7% pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja di PT X, Y, dan Z Tahun 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan data primer dengan variabel penelitian adalah kelelahan kerja, massa kerja, durasi kerja dan beban kerja mental. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 90 pengemudi dengan jumlah sampel 86 pengemudi dengan teknik pengambilan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret– Juli 2023. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat yaitu ditemukan bahwa proporsi tertinggi adalah kelelahan berat, masa kerja lama, durasi kerja tidak memenuhi standar, dan beban kerja mental tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja serta terdapat hubungan antara durasi kerja dan beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Kesimpulan penelitian ini didapati dua faktor risiko yang dapat mempengaruhi kelelahan kerja antara lain durasi kerja dan beban kerja mental, sedangkan masa kerja tidak mempengaruhi kelelahan kerja.
the EVALUATION OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (K3) TRAINING PROGRAM IN INCREASING OHS AWARENESS IN COMPANIES Eka Cempaka Putri; Decy Situngkir
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 8 No. 1 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v8i1.9907

Abstract

Pelatihan internal yang dilakukan memerlukan evaluasi untuk melihat apakah pelatihan yang dilakukan sudah efektif untuk meningkatkan kewaspadaan karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau pelaksanaan pelatihan K3 internal dan mengetahui kekurangan dalam setiap tahapan pelatihan sehingga perusahaan dapat membuat pelatihan internal dengan lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain study cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan internal di perusahaan dengan jumlah 72 orang dan metode penarikan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian pada dimensi reaksi memiliki skor 79%, hasil ini menunjukan reaksi yang baik dari peserta pelatihan. Dimensi belajar mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 18%. Dimensi perubahan tingkah laku mengalami peningkatan sebesar 77%. Hasil penelitian pada dimensi hasil menunjukan masih terjadi peningkatan insiden, penurunan pencapaian program HSE dan peningkatan ketidaksesuaian hasil audit di tahun 2022. Hasil ini menunjukan pelatihan internal sudah berjalan dengan baik dibuktikan pada dimensi reaksi, belajar dan perubahan tingkah laku memiliki hasil yang baik namun pelatihan internal belum efektif hal ini dibuktikan dengan masih terdapat kenaikan angka kecelakaan, peningkatan jumlah ketidaksesuaian audit eksternal dan penurunan pencapaian program K3 oleh karena itu pelatihan yang baik dan efektif dapat dilakukan jika Perusahaan menyusun modul sesuai dengan SKKNI. Penyelenggaraan pelatihan dilakukan secara profesional jika dinilai dari segi waktu dan jadwal belajar. Pelatihan internal harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik dan berkualitas. Terakhir, pelatih harus dibekali dengan pelatihan TOT (Training of Trainer). Saran untuk penelitian selanjutnya melihat pengaruh hasil evaluasi pelatihan dengan tingkat budaya keselamatan di perusahaan.
Peningkatan Pengetahuan Driving Safety Melalui Penyuluhan pada Siswa/i di SMK X Tangerang Decy Situngkir; Ira Marti Ayu; Mayumi Nitami
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1045

Abstract

Faktor manusia merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Pentingnya kesadaran masyarakat agar menerapkan perilaku keselamatan berkendara, juga harus diterapkan pada siswa/i, mengingat saat ini mereka mudah sekali diijinkan mengendarai sepeda motor. Mereka berpergian dengan teman menggunakan sepeda motor tanpa memiliki SIM dan jarang menggunakan helm.  Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i di SMK X Tangerang mengenai perilaku keselamatan pengendara. Metode kegiatan berupa penyuluhan dengan menggunakan power point (PPT) kepada 51 siswa/i di SMK X Tangerang. Hasil menunjukkan ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan mengenai perilaku keselamatan berkendara. Dan disarankan agar pihak sekolah melarang siswa/i untuk membawa kendaraan, jika belum memiliki SIM, memberi edukasi lanjutan agar siswa/i berhati-hati dalam mengendarai kendaraan baik sebagai pengendara maupun penumpang kendaraan berupa sepeda motor maupun mobil.
Penyuluhan Tanggap Darurat Kebakaran pada Siswa/i Kelas XI IPS SMA N 5 Depok Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Ira Marti Ayu; Cut Alia Keumala Muda; Ning Setianti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1667

Abstract

Kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Kebakaran merupakan suatu proses dimana api tidak terkendali terjadi, menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi dan terus-menerus menghasilkan panas. Tingginya aktivitas belajar mengajar maka membutuhkan sarana dan prasarana seperti LCD, komputer, kertas, lemari, meja, kursi, white board. Hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tanggap bencana kebakaran dengan penyuluhan. Penyuluhan mengenai kebakaran, pencegahan dan tanggap kebakaran yang disampaikan melalui presentasi power point dengan durasi sekitar 20 menit. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai tanggap kebakaran sehingga disarankan agar sekolah melakukan sosialisasi kebakaran secara berkelanjutan. Topik ini juga dapat ditambahkan pada mata pelajaran geografi mengenai mitigasi bencana.
HUBUNGAN MASA KERJA DAN PELATIHAN DENGAN KEJADIAN TERTUSUK JARUM PADA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG Samuel Dion; Decy Situngkir; Wekadigunawan Wekadigunawan; Ahmad Irfandi
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHealth workers are at risk of being infected with infectious diseases such as HBV, HCV, and HIV through needle stick injuries, called Needle Stick Injury (NSI). The results of initial observations made by researchers at the Tangerang Regency General Hospital showed data on the number of punctured accidents at waste management installations in 2019, eight incidents, in 2020, as many as 11 incidents, and in 2021 as many as 15 incidents. This type of research is quantitative research with a cross-sectional design. Based on the results of statistical tests using Chi-Square, it can be concluded that there is a relationship between age and training with the incidence of needle sticks, while age, use of PPE, and workload are not related. The importance of using PPE, carrying out retraining while for officers efforts to reduce the workload by stretching muscles before and after work and taking a short rest for five until ten minutes if the body feels tired.Keywords: needlestick incident; age; working period; workload; use of PPE; trainingAbstrakPetugas kesehatan berisiko terinfeksi penyakit menular berupa HBV, HCV dan HIV melalui luka tusuk jarum atau yang sering disebut Needle Stick Injury (NSI). Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang terdapat data angka kecelakaan tertusuk di instalasi pengelolaan limbah pada tahun 2019 sebanyak delapan kejadian, tahun 2020 sebanyak 11 kejadian dan tahun 2021 sebanyak 15 kejadian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi-Square dapat disimpulkan bahwa ada hubungan masa kerja dan pelatihan dengan kejadian tertusuk jarum sedangkan usia, penggunaan APD dan beban kerja tidak berhubungan. Sehingga disarankan untuk Rumah Sakit melakukan evaluasi mengenai penyuluhan/sosialisasi terkait dengan tertusuk jarum, memberikan penyuluhan terkait pentingnya penggunaan APD, melaksanakan pelatihan kembali sedangkan untuk petugas upaya mengurangi beban kerja dengan melakukan peregangan otot sebelum dan sesudah bekerja serta beristirahat sejenak selama lima sampai sepuluh menit jika badan merasa lelah.Kata kunci: kejadian tertusuk jarum; umur; masa kerja; beban kerja; penggunaan APD; pelatihan 
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) Rifqi Adytia Fauzan; Decy Situngkir; Putri Handayani; Mirta Dwi Rahma R.
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPersonal Protective Equipment (PPE) is equipment used to minimize and prevent work accidents and occupational diseases for workers who do not use it. Based on data from the results of research studies as many as 12 workers (80 percent) did not comply with using PPE at work. This study aims to determine the factors associated with compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). This research was conducted at PT Bekasi Industrial Waste Treatment, in January 2022. The number of samples in the study was 64 samples and used a cross sectional design. Primary data collection was done using a questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate with chi square test. The results of this study indicate factors related to compliance, namely knowledge p-value zero point 019 and training p-value equal  zero point 000 while the attitude and supervision variables have no relationship with compliance. Suggestions should immediately provide training to new workers regarding the function of each PPE, the benefits of being obedient to using PPE, and the risk of harm if you don't comply with using PPE at work and make a training schedule for workers who cannot attend because they enter the night shift.Keywords: compliance; knowledge; attitude; training; supervision; and PPEAbstrakAlat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan yang digunakan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi para pekerja yang tidak menggunakannya. Berdasarkan data dari hasil studi penelitian sebanyak 12 pekerja (80 persen) tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini dilaksanakan di PT Pengolahan Limbah Industri Bekasi, pada bulan Januari 2022. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 64 sampel dan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 019 dan pelatihan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 000 sedangkan variabel sikap dan pengawasan tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan. Saran sebaiknya segera memberikan pelatihan terhadap pekerja baru terkait fungsi masing-masing APD, manfaat patuh menggunakan APD, dan risiko bahaya apabila tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja dan membuat jadwal pelatihan untuk para pekerja yang tidak dapat hadir karena masuk saat shift malam.Kata kunci: kepatuhan; pengetahuan; sikap; pelatihan; pengawasan; dan APD