This Author published in this journals
All Journal JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal Of Vocational Health Studies Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Kesehatan Global Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan kesehatan Indonesia Lontara: Journal of Health Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal EduHealth Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Amanah Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Epidemiological Journal of Indonesia Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone Lontara Journal Of Health Science And Technology Jurnal Abdimas Kesehatan Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Mengenal Bahaya Jajan Sembarangan pada Anak SD Negeri Kecamatan Palmerah Nitami, Mayumi; Situngkir, Decy; Ayu, Ira Marti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22613

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Pal Merah merupakan salah satu wilayah yang padat penduduk, terutama di daeras sekitar Sekolah Dasar (SD). Seperti halnya daerah lainnya, di sekitar wilayah ini, terdapat banyak pedagang makanan jajanan yang berjualan kepada anak-anak SD. Meskipun makanan jajanan merupakan salah satu sumber kegembiraan bagi anak-anak, sayangnya, masalah hygiene dan sanitasi menjadi perhatian serius yang harus diatasi. Berdasarkan hasil observasi besar potensi bahaya kesehatan yang terkait dengan kebersihan makanan jajanan di sekitar SD, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, infeksi bakteri, dan masalah kesehatan lainnya. Tujuan dari proposal kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya hygiene dan sanitasi dalam penyediaan makanan jajanan anak SD di sekitar Kecamatan Pal Merah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini di laksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2024 Pukul 10.00 di Sekolah sampai dengan selesai. Dengan tema “Edukasi Mengenal Bahaya Jajan Sembarangan Pada Anak SD Di Puskesmas Kecamatan Palmerah Tahun 2023”. Kegiatan intervensi ini pun dilakukan dengan metode bercerita dengan alat praga dan video animasi singkat untuk menjelaskan bagaimana makanan jajanan bisa tercemar dan yang diharapkan dapat menarik serta memberikan pemahaman ke siswa dengan suka cita. Kegiatan terlaksana dengan baik, siswa sangat antusias dengan alat praga yang digunakan serta banyak pertanyaan yang dilontarkan memberikan satu nilai baik untuk kegiatan ini. Kata Kunci: Higiene, Sanitasi, Jajanan Anak Sekolah, Palmerah  ABSTRACT Pal Merah District was one of the densely populated areas, especially around elementary schools (SD). Similar to other regions, there were many street food vendors selling snacks to elementary school children. Although street food was a source of joy for children, unfortunately, hygiene and sanitation issues became a serious concern that needed to be addressed. Based on observations, there was a high potential risk of health problems related to the cleanliness of street food around elementary schools, which could cause digestive disorders, bacterial infections, and other health issues. The objective of this community service proposal was to increase understanding and awareness of the importance of hygiene and sanitation in the provision of children’s street food around Pal Merah District. This community service activity was carried out on Thursday, January 30, 2024, at 10:00 AM at the elementary school until completion. The theme of the activity was “Education on Recognizing the Dangers of Eating Carelessly for Elementary School Children at Pal Merah District Health Center in 2023.” The intervention was conducted through storytelling using teaching aids and a short animation video to explain how street food could become contaminated. This method was expected to attract attention and provide students with understanding in an enjoyable way. The activity was successfully implemented. The students were very enthusiastic about the teaching aids used, and many questions were raised, which gave a positive value to this activity. Keywords: Hygiene, Sanitation, School Children Snacks, Pal Merah
Masa Kerja dan Shift Kerja Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Maluku Utara Tahun 2022 Salsabila, Nurul Qalbi; Situngkir, Decy; Millah, Izzatu; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Sangadji, Namira Wadjir; Rusdy, Mirta Dwi Rahmah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10433

Abstract

Background and objectives: According to a survey by the American Nurses Association (ANA), more than 34% of nurses assess their emotional health as not, or not at all, emotionally healthy. The results of a survey conducted by PPNI in 2018 stated that 50.9% of nurses in Indonesia experienced work stress. The causes of work stress are workload, such as targets, interpersonal relationships, with superiors or other co-workers. This study aims to analyze the factors associated with stress in the inpatient nurse at RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate North Maluku in 2022. Methods: This type of research uses a quantitative method with a cross sectional study design. The population in this study were 179 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. With a sample size of 81 nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku. Data analysis using the Chi Square Test. This research was conducted in September 2022 – February 2023. Research Results: The univariate results found that the highest prevalence was nurses who experienced high work stress (77.8%), high workload (54.3%), years of service at risk category ( 76.5%), shift work at risk category (74.1%), and age category at risk (51.9%). Conclusion: There is a relationship between work period and work shifts with work stress in nurses at the inpatient installation of RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, North Maluku.Keywords: Work Stress; Nurse; Workload; Years of service; Shift work; Age. 
Hubungan Karakteristik Responden Dengan Keluhan Gangguan Mata Pada Pekerja Pengelasan di Wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2024 Jeni Puspita Sari; Decy Situngkir; Rini Handayani; Putri Handayani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 8 (2024): GJMI - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.869

Abstract

Hasil studi pendahuluan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pada bulan Mei kepada 10 pekerja bengkel, diketahui bahwa pekerja bengkel mengalami keluhan gangguan mata sebesar 60%. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan karakteristik responden dengan keluhan gangguan mata pada pekerja pengelasan di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional . Populasi penelitian ini adalah 67 pekerja pengelasan dengan jumlah sampel penelitian 57 pekerja yang tersebar di 44 bengkel informal. Teknik sampel yang digunakan total sampling . Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dengan variabel penelitian adalah keluhan gangguan mata, usia, masa kerja. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis univariat yaitu ditemukan bahwa proporsi tertinggi adalah adanya keluhan gangguan mata, usia ≥ 40 tahun, masa kerja ≥15 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia, masa kerja dengan keluhan gangguan mata. Kesimpulan penelitian ini didapat variabel usia dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan mata. Saran sebaiknya pekerja melakukan pemeriksaan terkait keluhan-keluhan gangguan mata yang dirasakan, pemilik bengkel las menyediakan kedok las dan APD lengkap, bekerja sama dengan puskesmas setempat bila terjadi masalah kesehatan pada pekerja las, puskesmas dapat memberikan edukasi kesehatan mata untuk pekerja bengkel las.
Penyuluhan Tanggap Darurat Kebakaran pada Siswa/i Kelas XI IPS SMA N 5 Depok Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Ira Marti Ayu; Cut Alia Keumala Muda; Ning Setianti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1667

Abstract

Kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Kebakaran merupakan suatu proses dimana api tidak terkendali terjadi, menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi dan terus-menerus menghasilkan panas. Tingginya aktivitas belajar mengajar maka membutuhkan sarana dan prasarana seperti LCD, komputer, kertas, lemari, meja, kursi, white board. Hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tanggap bencana kebakaran dengan penyuluhan. Penyuluhan mengenai kebakaran, pencegahan dan tanggap kebakaran yang disampaikan melalui presentasi power point dengan durasi sekitar 20 menit. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai tanggap kebakaran sehingga disarankan agar sekolah melakukan sosialisasi kebakaran secara berkelanjutan. Topik ini juga dapat ditambahkan pada mata pelajaran geografi mengenai mitigasi bencana.
Analisis Penyebab Tenaga Kesehatan Terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Di RS X Tahun 2020 Ratna, Setyarini Dwi; Situngkir, Decy; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.247

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan. Peran dan kerja nyata tenaga kesehatan dari berbagai jenis profesi sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat krusial untuk mempercepat penanganan pandemi ini. Memberikan pelayan kepada pasien, terutama kepada pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan tenaga kesehatan rentan untuk terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyebab paparan covid-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 4 orang informan utama, 1 orang informan kunci dan 1 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi ditemukan pengunaan masker N95 dengan sistem UV, tenaga kesehatan bekerja melebihi jam kerjanya dan tidak dapat beristirahat diantara jam kerja dikarenakan penggunaan APD. RS X telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan, tetapi belum menyeluruh dikarenakan jam pelaksanaan dilakukan di jam kerja. Namun, pengawasan penggunaan APD dan pemantauan proaktif deteksi dini di RS X sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Kesimpulan: Pada penggunaan masker N95 dengan sistem UV, sebaiknya digunakan dengan maksimal pemakaian 8 jam. Lembar checklist pemenuhan AP Ddiperlukan untuk memantau ketersediaan APD disetiap unit, manajemen rumah sakit dianjurkan dapat mengantur jam kerja dengan menerapkan waktu kerja lebih pendek seperti dengan menerapkan 4 shift kerja setiap harinya. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, Covid-19, Penyebab, APD, Pengawasan Abstract Background: Health workers are people who perpetuate themselves in the health sector who have knowledge and/or skills through education in the health sector. The real role and work of health workers from various types of professions as the front line in efforts to deal with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is very crucial and needed to accelerate the handling of this pandemic. Providing services to patients, especially to patients with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) causes health workers to be vulnerable to being exposed to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Methods: This research is descriptive with a qualitative approach. This study's participants comprised six people with details of 4 main informants, one key informant and one supporting informant. Observation, interview and document review methods carried out data collection. Results: Availability of Personal Protective Equipment (PPE) under applicable regulations, but it was found that using N95 masks with UV systems, health workers worked beyond their working hours and could not rest between working hours due to the use of PPE. Hospital X has provided education and training to health workers, but it needs to be more comprehensive because the hours of implementation are carried out during working hours. However, monitoring the use of PPE and proactive monitoring of early detection at Hospital X have been carried out under existing regulations. Conclusion: An N95 mask with a UV system should be used for a maximum of 8 hours. The PPE fulfilment checklist sheet is needed to monitor the availability of PPE in each unit; it is recommended that hospital management arrange working hours by implementing shorter working hours, such as four work shifts every day. Keywords : Health workers, Covid-19, Causes, PPE, Supervision
Promosi Kesehatan Mengenai “Bahaya Merokok” di Lingkungan Universitas Esa Unggul kepada Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Tahun 2023 Nitami, Mayumi; Situngkir, Decy
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15436

Abstract

Merokok akan mengakibatkan tingginya polusi udara dan meningkatkan masalah gangguan pernapasan di masyarakat. Masalah kesehatan ini tidak hanya berdampak kepada si perokok, namun juga pada orang-orang sekitar yang tidak merokok. Kampus merupakan salah satu KTR yang di tetapkan oleh Pemerintah dalam UU RI no.36 Tahun 2009 dan di lingkungan kampus wajib menerapkan KTR tersebut. Namun, hal yang terjadi di Universitas Esa Unggul adalah, benar jika Universitas telah mensosialisasikan KTR di Kampus, dengan membuat rambu “Dilarang Merokok di Kawasan Kampus” namun masih banyak masyarakat kampus yang tetap melakukan aktivitas merokok ini di area kampus, bahkan tepat di rambu-rambu larangan merokok tersebut. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat kampus dalam penerapan dan mengindahkan kebijakan KTR ini di Kampus. Kegiatan intervensi ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya rokok, cara berhenti merokok dan pemahaman tentang Kebijakan KTR di lingkungan Kampus yang dihadiri 37 orang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan di lingkungan kampus. Selama kegiatan banyak respon dan tanggapan yang diberikan peserta. Beberapa peserta juga dapat memahami pentingnya menaati KTR di tempat umum khususnya di Kampus. Selain mengingatkan kembali tentang pentingnya KTR di kampus, penyuluhan ini juga membantu pihak kampus dalam menegakkan kembali peraturan KTR di lingkungan kampus.
A Safety Maturity Level Assessment for Effective HSE Plan Development at Logistic Service Company in Ancol Putri, Eka Cempaka; Yusvita, Fierdania; Situngkir, Decy
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i3.2023.402-412

Abstract

Introduction: PT. XYZ is a logistics service company located at the Tanjung Priok port that carries out loading and unloading activities to support the operations of oil and gas companies. The achievement of leading indicators has been good. However, accidents still happen even though they are not as fatality accidents. This study aims to assess the maturity level of the Safety Culture at PT. XYZ and designing the right OHS program so that it is expected that the OSH program can reduce the number of lost time injuries in the company. Methods: This research is a qualitative descriptive study with a cross-sectional study design, and primary data was taken through interviews, field observations, and secondary data through company records. The author uses an interview guide from Industrial Safety Culture Evaluation Tools and Guidance for primary, key, and supporting informants. The main informants comprised five management representatives from supervisor to assistant manager level and five employee representatives. Results: PT. XYZ is a calculative level in safety culture, although the commitment dimension is in a proactive stage. However, information, awareness, and behavior are still at a calculative level. Conclusion: The company must improve communication methods, including effective communication, and provide consultation and training media for OHS issues.
Edukasi Keluhan Muskuloskeletal pada Pegawai Labkesda Kota Tangerang Situngkir, Decy; Wahyuddin, Wahyuddin; Ayu, Ira Marti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23537

Abstract

ABSTRACT Laboratories, as healthcare facilities that conduct clinical, environmental, biomedical, and other types of testing, pose hazards and risks that can impact the health and safety of workers. Laboratory staff are often involved in activities such as pipetting and using computers, which can cause injuries due to repetitive movements. Working at a bench or in front of a microscope without considering body posture can cause back strain. Standing and sitting in static postures and performing repetitive movements have been shown to cause various musculoskeletal problems. This education aims to increase the understanding of employees at the Tangerang City Health Laboratory. This activity was carried out using an educational approach, with a duration of ± 50 minutes. The community service activity was held at the Tangerang City Regional Health Laboratory (Labkesda) on November 28, 2024, starting at 1:30 p.m. to 3:00 p.m. with a total of 12 laboratory technicians participating. The counseling used PowerPoint presentations on musculoskeletal complaints and stretching to prevent musculoskeletal complaints. Before and after the session, pre- and post-tests were conducted via Google Forms to measure the employees' understanding of musculoskeletal complaints.  The results showed an increase in the understanding of Labkesda City of Tangerang employees regarding musculoskeletal complaints, their causes, prevention, and risk mitigation through stretching.  The educational activity ran smoothly and successfully. The Labkesda employees were very enthusiastic about asking questions and suggested continuing the collaboration in ergonomic and occupational safety and health (OSH) education activities for laboratory staff at Labkesda Kota Tangerang. Keywords: Complaints, Musculoskeletal, Counseling, Powerpoint.  ABSTRAK Laboratorium sebagai tempat pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan klinik, lingkungan, biomedik dan sebagainya, terdapat bahaya dan risiko yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Petugas laboratorium sering terlibat dalam tindakan seperti pemipetan dan penggunaan komputer yang dapat mengakibatkan cedera akibat gerakan berulang. Bekerja di bangku atau di depan mikroskop tanpa mempertimbangkan postur tubuh dapat menyebabkan ketegangan punggung. Berdiri dan duduk dalam postur statis dan melakukan gerakan berulang-ulang telah terbukti menyebabkan berbagai masalah muskuloskeletal. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai di Labkesda Kota Tangerang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan penyuluhan, dengan durasi ± 50 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangerang, pada tanggal 28 November 2024, yang dimulai pada pukul 13.30 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB dengan total peserta 12 laboran. Penyuluhan menggunakan media penyuluhan menggunakan power point mengenai keluhan musculoskeletal dan peregangan untuk mencegah keluhan musculoskeletal. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan tes awal dan tes akhir melalui google form untuk mengukur pemahaman pegawai mengenai keluhan muskuloskeletal.  Hasilnya, ada peningkatan pemahaman pegawai Lakesda Kota Tangerang mengenai keluhan musculoskeletal, penyebab, pencegahan dan penanggulangan risiko keluhan muskuloskeletal dengan peregangan. Kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan lancar. Pegawai Labkesda sangat antusias untuk bertanya dan mereka menyarankan untuk melanjutkan kerja sama dalam kegiatan edukasi ergonomi dan K3 pada laboran di Labkesda Kota Tangerang. Kata Kunci: Keluhan, Muskuloskeletal, Penyuluhan, Powerpoint
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI TABLET FE SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KESEHATAN Vica Nurdiniah; Ira Marti Ayu; Mayumi Nitami; Decy Situngkir
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/rn1w0v54

Abstract

Anaemia in pregnant women is still a problem despite the government's efforts to provide at least 90 iron tablets during pregnancy. Data from DKI Jakarta shows that the coverage of iron tablets reached 99% in 2021. Kalideres Community Health Center is one of the Community Health Centers in DKI Jakarta, and the percentage of anemia incidence among pregnant women was about 11.08%. This figure was the highest in West Jakarta. The preliminary study showed that 80% of mothers had low knowledge, and around 60% had a negative attitude towards anemia and fe tablets. Health education must be conducted to improve pregnant women's knowledge and attitude toward anemia and Fe tablets. This study used an experimental study design with a one-group pre-test and post-test design. This research was conducted from March 2023 to July 2023. The total sample consisted of 54 pregnant women in the first trimester. The sampling was using a purposive sampling technique. Data was analyzed using univariate and bivariate analysis with dependent/paired t-tests. Univariate results showed that the mean knowledge before and after health education was 3.59 and 12.65, while the mean attitude before and after health education was 39.38 and 56.56. Bivariate analysis showed a significant difference between the knowledge and attitude of pregnant women before and after health education in the Kalideres District Health Centre in 2023. To obtain the information while waiting their turn for obstetric examinations, Community health centers need to provide information exposure to pregnant women on anemia and Fe tablets using print media so that pregnant women can obtain.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Beban Kerja pada Unit Produksi di PT Summit Adyawinsa Indonesia Tahun 2025 Rifqy Harits Munadil; Decy Situngkir; Ira Marti Ayu; Putri Handayani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8499

Abstract

The Preliminary study results indicate that 7 out of 10, or around 70% of production workers at PT Summi Adyawinsa Indonesia experienced a high workload. This research employed a quantitative descriptive method with a cross sectional study design. The sample consisted of 132 workers, selected using a non-probability sampling technique. The study was conducted from June to July 2025. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. Primary data were collected through questionnaires as the research instrument. The univariate results showed the highest proportions was hish workload (93,9%), long working hours (65,9%), short work period (66,7%), productive age (93,2%), male gender (93,9%), high wages (53%), and good work environment (94,7%). Bivariate results show a relationship between working hours (p value 0,019), and work period (p value 0,05) with workload. There is no association between age (p value 1,000), gender (p value 0,402), wages (p value 0,147), and work environment (p value 1,000) with workload. Workload Companies need to increase the number of employess, perform routine maintenance on machinery and heavy equipment (forklifts and hoist cranes), and provide training for both new and existing workers.