Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan remaja putri melalui program holistik yoga modifikasi untuk peningkatan kesejahteraan biopsikososial: Empowering adolescent girls through a modified holistic yoga program to improve biopsychosocial well-being Prafitri, Lia D.; Ersila, Wahyu; Chabibah, Nur; Nashiroh, Lailatun; Nada, Sabrina S.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i2.667

Abstract

ABSTRACT  Adolescence is recognized as a critical developmental phase characterized by rapid biological, psychological, and social changes. Adolescent girls living in orphanages are identified as experiencing multiple vulnerabilities, including limited access to reproductive health services, low nutritional knowledge, elevated levels of stress and anxiety, and restricted social skills. These conditions are considered to require holistic and participatory empowerment interventions. The program was developed as a science- and technology-based empowerment model in which nutrition and reproductive health education, modified yoga practice, peer group strengthening through role-play, and life skills training were integrated. This Community Service Program was conducted over eight months at Aisyiyah Putri Orphanage in Pekajangan, Pekalongan Regency, and involved 20 adolescent girls aged 13–18 years. The intervention was implemented through Focus Group Discussions (FGDs), educational sessions, demonstrations, yoga practice delivered by a certified instructor, mentoring activities, and pre–post evaluations using a validated and reliable questionnaire (α = 0.72). Significant improvements in knowledge were observed, with mean scores increasing from 62.5 to 78.4. Reductions in stress levels (20.1 to 14.8) and anxiety (from 18.2 to 12.7), were also recorded, while psychosocial scores were found to improve from 65.7 to 75.2. These findings indicate that a participatory communication approach integrating health education, modified yoga, and peer group activities is effective in strengthening adolescents’ holistic capacities. The program is considered a relevant biopsychosocial empowerment model for orphanage settings and is regarded as having strong potential for sustainability through institutional support and digital-based monitoring systems.  Keywords: Adolescent girls; Biopsychosocial well-being; Health education; Modified yoga; Peer group   ABSTRAK  Masa remaja merupakan fase perkembangan kritis yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat. Remaja putri di panti asuhan menghadapi kerentanan ganda, meliputi keterbatasan akses kesehatan reproduksi, rendahnya pengetahuan gizi, masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, serta keterbatasan keterampilan sosial. Kondisi tersebut menuntut intervensi pemberdayaan yang holistik dan partisipatif. Program dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis IPTEKS yang mengintegrasikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi, praktik yoga modifikasi, penguatan peer group melalui role play, serta pelatihan life skills. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama delapan bulan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Pekajangan Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan 20 remaja putri usia 13–18 tahun. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi, demonstrasi, praktik yoga oleh instruktur bersertifikat, pendampingan, serta evaluasi pre–post menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (α = 0,72). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (mean pre-test 62,5 menjadi 78,4), penurunan tingkat stres (20,1 menjadi 14,8) dan kecemasan (18,2 menjadi 12,7), serta peningkatan aspek psikososial (65,7 menjadi 75,2). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi partisipatif melalui integrasi edukasi kesehatan, yoga modifikasi, dan peer group efektif meningkatkan kapasitas remaja putri secara holistik. Program terbukti relevan sebagai model komunikasi pemberdayaan remaja berbasis pendekatan biopsikososial di lingkungan panti asuhan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperkuat peran pengelola panti dan integrasi media digital untuk mendukung monitoring serta dampak jangka panjang. Kata kunci: Biopsikososial; Edukasi Kesehatan; Peer Group; Remaja Putri; Yoga Modifikasi
Pemberdayaan Ibu Hamil Mengenai Faktor Risiko Kehamilan di Puskesmas Tirto 1 Kabupaten Pekalongan Suparni Suparni; Wahyu Ersila; Windha Widyastuti
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.298

Abstract

The highest maternal mortality rate in Pekalongan Regency in 2022 was recorded at Puskesmas Tirto 1, with 6 cases (17.64%) of the total cases in the regency. Out of 897 pregnant women in this area, 418 were classified as high-risk (46.60%), with a significant prevalence of anemia, preeclampsia, and malnutrition. This activity aimed to empower 35 pregnant women in two villages through education and training on pregnancy risk factors. The methods used included socialization, educational material delivery, health examinations, and practical risk assessment using the Poedji Rochjati Scoring Card (KSPR). Pregnant women were provided with guidance on pregnancy danger signs and the importance of routine check-ups, which included measuring body weight, height, mid-upper arm circumference (MUAC), blood pressure, and hemoglobin levels. The results indicate active participation from pregnant women who are highly interested in applying the knowledge they gained. An increase of 32.50 points in the mean knowledge score of pregnant women before and after the counseling sessions, measured through a questionnaire, serves as a parameter indicating the effectiveness of the counseling in enhancing their understanding of pregnancy risk factors. Through a demonstration of the KSPR (Pregnancy Risk Screening Card) use, participants were able to independently identify risks. This empowerment aims to raise awareness among pregnant women and the surrounding community about the importance of early detection and monitoring of high-risk pregnancies, which is expected to reduce maternal mortality rates in the region. The conclusion of this activity is that it successfully empowered pregnant women with the knowledge and skills needed to maintain their health during pregnancy, potentially reducing complications and maternal mortality in the region.
Promosi Kesehatan Perawatan Anak pada Masyarakat Desa Pagumengan Mas Karangdadap melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Siti Rofiqoh; Herni Rejeki; Isyti'aroh; Wahyu Ersila; Tri Sakti Wirotomo
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v8i2.11834

Abstract

Kader kesehatan merupakan penggerak posyandu. Salah satu peran kader kesehatan adalah memberikan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak. Berbagai faktor menyebabkan peran tersebut kurang maksimal diantaranya faktor kurang pengetahuan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang perawatan anak dengan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, sehingga kader mampu menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat terutama kelompok ibu balita. Kegiatan berupa pendataan awal masalah kesehatan anak di desa Pagumengan Mas Karangdadap, dilanjutkan pelatihan pada kader kesehatan tentang perawatan anak. Kegiatan pelatihan diberikan melalui metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi tindakan perawatan anak serta role play memberikan edukasi kepada orang lain. Kegiatan dilakukan selama 1 bulan pada bulan April 2025. Peserta pelatihan sejumlah 15 kader kesehatan desa Pagumengan Mas. Hasil pengkajian awal didapatkan 3 kasus masalah kesehatan anak terbanyak adalah demam, batuk pilek dan diare. Hasil pelatihan menunjukkan ada peningkatan skor pengetahuan kader tentang perawatan kesehatan anak dengan masalah kesehatan demam, batuk pilek dan diare. Rata-rata skor pengetahuan awal 75,6 (45-95) dan rata-rata skor pengetahuan setelah pelatihan adalah 86 (60-100). Peningkatan pengetahuan kader kesehatan diharapkan mereka mampu menyebarkan informasi kepada masyarakat lain, sehingga para ibu terutama ibu di desa Pagumengan Mas mampu merawat anaknya di rumah dengan benar.