Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Kompetensi Komunikasi Inovatif Penyuluh Sosial Sugiarti, Susie; Sumardjo; Fatchiya, Anna; Sadono, Dwi
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.3334

Abstract

Penyuluh sosial memiliki peran penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial, yaitu sebagai komunikator, informan, motivator, serta edukator.  Tuntutan transformasi digital saat ini memberikan pengaruh kepada kebutuhan kompetensi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi digital.  Tingkat kompetensi komunikasi inovatif diukur melalui indikator tingkat literasi digital, kemampuan berempati, dan kemampuan komunikasi partisipatif. Karakteristik individu, faktor belajar, tingkat pemahaman peran, lingkungan kerja dan tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memengaruhi kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.  Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.  Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari 2023 melalui sensus secara daring kepada Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial di seluruh Indonesia.  Jumlah penyuluh sosial yang berpartisipasi dalam penelitian ini mencapai 279 orang responden.  Instrumen penelitian berupa kuesioner pertanyaan dan pernyataan menggunakan aplikasi digital Google Forms dengan tautan yang disebar melalui WhatsApp.  Data diolah menggunakan analisis regresi linear Ordinary Least Square (OLS) Berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial berada dalam kategori sedang dengan skor 54,5.  Faktor belajar, tingkat pemahaman peran dan tingkat pemanfaatan TIK mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.
COMMUNITIES PARTICIPATORY LEVEL ON PEATLAND RESTORATION ACTIVITIES IN PAMPANGAN, SOUTH SUMATERA, INDONESIA Rosana, Elly; Lubis, Djuara; Muljono, Pudji; Fatchiya, Anna
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i1.22709

Abstract

The revitalization of livelihood sources basically is empowering the local community as part of functional peatland ecosystem restoration.  Pampangan district was situated in peatland ecosystem and for generations the communities have been survived and habituated with particular life skill on agriculture, livestock and fish production.  As part of the peatland restoration program; a group of local inhabitants of Pampangan district (Bangsal village) participated in an economic revitalization program.  The research aimed to investigate the participation level of the resident group in the economic revitalization program.   Survey method with saturated sampling technique were applied to 15 member of Ulak Kuto Mandiri group.  informan included all buffalo farmers who had participated in the economic revitalization initiative. This research uses primary data and secondary data.  Primary data is data obtained directly from informants through interviews, observations and filling out questionnaires.    and the data were processed with likert scale then descriptively explained following tabulation.  The result showed that the participatory level of the economic revitalization program in Bangsal village was categorized as high which attributed to the synchronization of participants particular life skill with the economic revitalization program itself. This finding reflected the necessity to synchronize the peatland revitalization program with the peatland livelihood.
Optimalisasi Peran Wanita Tani melalui Pemanfaatan Hasil Pekarangan dan Pemasaran Daring Fatchiya, Anna; Puspita, Dyah Retna; Sita, Rai; Destriapani, Elsa; Putra, Rizki Aditya; Hastuti, Bekti Dwi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i3.2645

Abstract

The Women's Farming Group (KWT) "Langgeng" in Godog Village, Polokarto, Sukoharjo Regency, remains predominantly involved in on-farm activities such as planting vegetables in home gardens, and has not yet maximized their off-farm potential. Although they recognize the potential of processing garden produce, they lack the knowledge to create marketable products and reach a wider market. The proposed solution is training to enhance their skills in processing and marketing agricultural products. The approach used is a problem-solving approach that includes problem identification, resource mobilization, program planning, community mobilization, and evaluation. The activities include (1) fostering an entrepreneurial spirit, (2) training in processing garden produce by making spinach sticks, (3) product packaging training, and (4) online marketing training. The results show an increased interest in entrepreneurship, improved skills in processing agricultural products, and the ability to use online platforms for marketing. This training optimizes the role of women farmers by supporting their skills in agricultural product management and online marketing.
Membedah Ketimpangan Gender: Responsivitas Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Puspita, Dyah Retna; Firmansyah, Adi; Indriana, Hana; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/157rfh57

Abstract

Kesetaraan gender pada sektor pertanian merupakan salah satu elemen kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas gender kebijakan penyuluhan pertanian di Kabupaten Bogor serta mengevaluasi perbedaan persepsi penyuluh laki-laki dan perempuan terhadap kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 penyuluh pertanian yang dipilih melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan keragaman berdasarkan gender dan status penyuluh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas gender dalam kebijakan penyuluhan pertanian masih belum optimal, dengan kesenjangan terlihat pada aspek penyediaan transportasi, biaya operasional, akses pelatihan dan pendidikan lanjutan. Penyuluh perempuan cenderung menghadapi lebih banyak kendala dibandingkan penyuluh laki-laki. Hal ini diperkuat dengan masih rendahnya dukungan untuk melibatkan penyuluh perempuan dalam kegiatan penyuluhan dan kewajiban untuk selalu membuat data terpilah gender. Uji statistik mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi gender penyuluh terkait beberapa indikator, seperti kemudahan pelatihan dan pendidikan lanjutan. Dari hasil ini disarankan agar kebijakan penyuluhan perlu lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik penyuluh perempuan melalui pengembangan materi penyuluhan yang inklusif, penyediaan fasilitas transportasi ramah gender, serta penguatan pelatihan dan pendidikan berbasis gender untuk mendukung kesetaraan dan keberlanjutan dalam pembangunan pertanian.
Responsivitas Gender Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor Fatchiya, Anna; Retna Puspita, Dyah; Firmansyah, Adi; Indriana, Hanna; Aulia, Titania; Syamsiah, Siti; Azhari, Rafnel
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 7 No 1 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0701.1177-1182

Abstract

Kesetaraan gender dalam penyuluhan pertanian adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, termasuk di Kabupaten Bogor. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian, mereka sering kali diabaikan dalam program penyuluhan, pelatihan, dan akses teknologi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh hambatan budaya, stereotip gender, dan kebijakan yang tidak sensitif gender. Untuk itu, policy brief ini mengkaji peran lembaga dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender dalam kebijakan penyuluhan bagi ujung tombak pelaksana kegiatan tersebut, yakni para penyuluh. Pemberian akses yang lebih besar bagi penyuluh perempuan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan yang didukung oleh pelibatan yang lebih besar bagi para petani perempuan, diyakini menjadi solusi guna mewujudkan kebijakan penyuluhan yang lebih setara gender. Kondisi ini didukung oleh pewajiban bagi penyuluh dan staf bagian lainnya untuk membiasakan membuat pendataan secara terpilah gender. Dengan data ini, akan dapat diketahui permasalahan dan kebutuhan masing-masing gender, sehingga dapat dibuat program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran. Upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan gender bagi penyuluh dan petani perempuan ini tidak saja memenuhi hak mereka, melainkan juga dapat meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Integrasi Teori Difusi Inovasi dan Perilaku Berencana untuk Memprediksi Perilaku Adopsi Sistem Tanam Jajar Legowo Putra, Rizki Aditya; Oktaviyani, Rena; Amanah, Siti; Sadono, Dwi; Fatchiya, Anna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18507

Abstract

Jajar legowo is a rice planting technique that has been proven to increase rice productivity, but its adoption among farmers is still low. The diffusion of innovation theory and the theory of planned behavior are considered instrumental in explaining the behavior of innovation adoption. The purpose of this research is to analyze the phenomenon of farmers' innovation adoption behavior in the field by integrating these two theories. The research methodology employed is a qualitative approach through a literature review from reputable sources and interviews with farmers. The results of this study indicate that the integration of the Diffusion of Innovation and Theory of Planned Behavior provides deeper insights into the behavior of agricultural innovation adoption. Farmers' adoption behavior is influenced by innovation characteristics and subjective norms supported by external forces and self-efficacy. Farmers' perceptions of the Jajar Legowo system, which increases yields and reduces production costs, have a strong influence on their adoption intentions. Social norms, especially the influence of extension workers and farmer groups, play a significant role in shaping adoption intentions. Additionally, perceived behavioral control and farmers' self-efficacy in implementing this system are key determinants in successful adoption.
The Influence of Agricultural Extension Services and Livelihood Capitals on Farmers' Climate Resilience in West Java, Indonesia: A Structural Equation Modeling Approach Azhari, Rafnel; Amanah, Siti; Fatchiya, Anna; Kinseng, Rilus A
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.5.904

Abstract

This study analyzes how agricultural extension services and various forms of livelihood capital influence rice farmers' climate resilience and farm sustainability in West Java, Indonesia. 371 Karawang and Subang Regencies respondents were surveyed using a structured questionnaire covering farmers engaged in intensive and semi-intensive rice production systems. The study employed Structural Equation Modeling using Partial Least Squares (SEM-PLS) to assess the direct and indirect effects of human, social, natural, financial, and physical capitals and extension services on resilience capacity and farming sustainability. The results show that human capital, natural capital, social capital, financial capital, and extension services all significantly positively affect resilience capacity. In turn, resilience capacity is a key mediating variable contributing to farm sustainability. Among the variables analyzed, agricultural extension services strongly influenced sustainability outcomes. Furthermore, the Importance-Performance Map Analysis (IPMA) reveals that financial and natural capital are high-priority areas for intervention due to their strategic influence and current performance gaps. These results underscore the need to enhance farmer access to inclusive and adaptive financial services, improve natural resource governance, and strengthen the quality and contextual relevance of agricultural extension. The study recommends a shift toward a pluralistic and resilience-oriented extension model that integrates local knowledge, livelihood assets, and climate adaptation strategies to build sustainable and climate-resilient farming systems.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Kompetensi Komunikasi Inovatif Penyuluh Sosial Sugiarti, Susie; Sumardjo; Fatchiya, Anna; Sadono, Dwi
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.3334

Abstract

Penyuluh sosial memiliki peran penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial, yaitu sebagai komunikator, informan, motivator, serta edukator.Tuntutan transformasi digital saat ini memberikan pengaruh kepada kebutuhan kompetensi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi digital.Tingkat kompetensi komunikasi inovatif diukur melalui indikator tingkat literasi digital, kemampuan berempati, dan kemampuan komunikasi partisipatif. Karakteristik individu, faktor belajar, tingkat pemahaman peran, lingkungan kerja dan tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memengaruhi kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari 2023 melalui sensus secara daring kepada Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial di seluruh Indonesia.Jumlah penyuluh sosial yang berpartisipasi dalam penelitian ini mencapai 279 orang responden.Instrumen penelitian berupa kuesioner pertanyaan dan pernyataan menggunakan aplikasi digital Google Forms dengan tautan yang disebar melalui WhatsApp.Data diolah menggunakan analisis regresi linear Ordinary Least Square (OLS) Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial berada dalam kategori sedang dengan skor 54,5. Faktor belajar, tingkat pemahaman peran dan tingkat pemanfaatan TIK mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.
PENYULUHAN PERIKANAN DENGAN PERSPEKTIF GENDER DI WILAYAH PESISIR JAWA TENGAH Widihastuti, Retno; Fatchiya, Anna; Mujono, Pudji; Syahyuti, Syahyuti
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v11i2.15367

Abstract

Permasalahan pada sektor perikanan tangkap, budi daya, serta pengolahan dan pemasaran skala kecil menunjukkan bahwa kemampuan sumber daya manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam proses pembangunan masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini menyebabkan perlu adanya suatu proses untuk meningkatkan kemampuan individu yang terlibat dalam perikanan melalui program penyuluhan perikanan yang mempertimbangkan aspek holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penyuluhan perikanan pesisir dari perspektif gender dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan survey eksplanasi yang mengumpulkan data survei dan wawancara terhadap 291 pelaku perikanan skala kecil yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar di Kabupaten Jepara, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Cilacap. Analisis data menggunakan SEM PLS dan alat analisis Smart PLS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan perikanan yang telah mengintegrasikan kebijakan pengarusutamaan gender, nyatanya belum responsif gender. Kabupaten Jepara Lokasi tersebut diidentifikasi sebagai daerah dengan persentase tertinggi laki-laki yang mudah dijangkau dalam pelaksanaan penyuluhan perikanan, yaitu 30,9% untuk program penyuluhan, 22% untuk metode penyuluhan, dan 26% untuk materi penyuluhan. Faktor yang mempengaruhi adalah nilai-nilai budaya masyarakat dan dukungan penyuluhan.TITLE: FISHERIES EXTENSION WITH GENDER ROLES IN CENTRAL JAVA’S COASTAL AREAProblems in the capture fisheries, aquaculture, and small-scale processing and marketing sectors indicate that the human resource capabilities of both men and women in the development process still need to be improved. This condition makes it important to have a process in place to enhance the capabilities of individuals involved in fisheries through Fisheries extension programs that consider holistic aspects. This study aims to analyze the implementation of sustainable coastal fisheries extension from a gender perspective and analyze the factors that inffuence it. The researcher used a quantitative and qualitative approach by collecting data through surveys and interviews on 291 small-scale fisheries actors consisting of fishermen, cultivators, processors, and marketers in Jepara Regency, Kebumen Regency, and Cilacap Regency. The data analysis using SEM PLS and Smart PLS analysis tools. The Results of the Study showed that the implementation of fisheries extension has not been equally accessible to men and women. Jepara Regency The location is identified as the area with the highest percentage of men who easily reach the implementation of fisheries extension, namely 30.9% for extension programs, 22% for extension methods, and 26% for extension materials. The inffuencing factors are the cultural values of the community and extension support.
Youth Attitudes Toward Tourist Village Management in East Flores Archipelago Saniamosenai, Klaudia Molasiarani; Fatchiya, Anna; Hapsari, Dwi Retno
Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jasispol.v5i2.4865

Abstract

Purpose: This study aims to 1) describe youth attitudes toward tourist village management and 2) analyse the factors influencing these attitudes. Methodology/approach: This study employs a mixed-methods approach, primarily quantitative with qualitative support. Using purposive sampling, we selected 71 respondents meeting the following criteria: aged 17-45 years, current residency status (non-travelers), employment status (working or unemployed), marital status (unmarried). Results/findings: The study revealed three key findings: 1) Youth attitudes toward tourism village business management were generally positive, with the affective dimension being most prominent; 2) Five factors significantly influenced these attitudes: individual characteristics, entrepreneurial traits, social learning, environmental support, and motivation. These factors collectively explained 49.4% of the variance in youth attitudes. Conclusions: Although youth maintain positive beliefs and evaluations regarding tourist village business management, this does not necessarily translate into their intention to engage in more formal contexts. Other determining factors come into consideration, including potential benefits and work flexibility. Limitations: This study does not account for tourism village infrastructure conditions, which may be significant predictors of youth attitudes toward tourism village business management. The quantitative design may overlook nuanced motivational factors. We recommend that future research employ FGD to examine youth motivations in greater depth qualitatively. Contribution: The village government can implement a two-pronged strategy to foster youth entrepreneurship: 1) Establish Village Youth Business Groups, 2) Create Experiential Learning Opportunities. This approach combines structural support with social learning, increasing capability and motivation.
Co-Authors Aan Hermawan Adi Firmansyah Aida Vitayala S Hubeis Akbar, Helmy Ali Khomsan Aminia Novriani, Aminia Amiruddin Saleh Anak Agung Gede Sugianthara Ani Suryani Anna Vipta Resti Mauludyani Ary Bakhtiar Baban Sarbana Berliany, Julianita Chikameirani Adhanisa, Chikameirani Darmaningsih . Deizi, Fina Muthia Delki Utama Asta Destriapani, Elsa Desy Purwayanti Dina Mardiana Diyah Anggraeni Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dwi Sadono Dyah Retna Puspita Elly Rosana, Elly Endang Puji Lestari, Endang Puji Euriga, Epsi Figna, Lucy Natami Firdanianty Pramono Gatot Yulianto Hadi Riyadi Hafinuddin Hafinuddin Hana Indriana Hastuti, Bekti Dwi Helvi Yanfika Ike Wirdani Putri Indriana, Hanna Iqbal Fadhlurrahman IRVANSYAH, ADI Istiqlaliyah Muflikhati Lalita Hanief, Lalita Leonardi, Aska Lymbarski Caesariano M. Yogi Riyantama Isjoni Ma'mun Sarma Mochamad Arif Afandi Suprayitno Muhammad Alif Muhammad Firdaus Mujono, Pudji Nia Nurfitriana Nila Sari Nindya Ayu Wradsari Ninik Sriyanti Ninuk Purnaningsih Nugroho, Julian Nurhidayati, Vieta Annisa Oktaviyani, Rena Pang S Asngari Pantas Angelia Popong Nurhayati Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Pramita, Agatha Pudji Muljono Puspita , Dyah Retna Putra, Rizki Aditya Rafnel Azhari Rahmat Darmawan, Rahmat Rai Sita Retna Puspita, Dyah Rilus Kinseng Rio Fatahillah Chita Putra Riski Rosadillah Rizal Syarief Saniamosenai, Klaudia Molasiarani Siti Syamsiah Sjafri, Aida Vitayala Sri Harijati Sumardjo Susie Sugiarti Syafruddin Syafruddin Syahyuti Syahyuti, Syahyuti Tatie Soedewo Tiara Aprilia Hernanda Titania Aulia Welem Buce Leasa Widihastuti, Retno Yatri Indah K yatri Indah Kusumastuti Yunizar Sri Wulandari, Yunizar Sri