Claim Missing Document
Check
Articles

SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN Ratnaya, I Gede; Noviyanti, Putu Ledyari; Wibowo, Sarwo Edi
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 9, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mes.v9i2.8736

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Pembelajaran yang ditekankan pada kurikulum  merdeka  diwujudkan  dalam  bentuk pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi  hasil  penelitian  terkait  topik  pembelajaran diferensiasi. Prosedur yang digunakan yaitu prosedur PRISMA dengan jenis penelitian Systematic Literature Review (SLR). Studi ini dilakukan karena dengan studi ini peneliti dapat memahami pembelajaran diferensiasi mampu memenuhi kebutuhan belajar yang beragam, keefektifan pembelajaran diferensiasi, mampu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan serta mendukung keberagaman dalam kelas. Dari sembilan belas artikel yang diperoleh didapatkan hasil bahwa pembelajaran diferensiasi sudah banyak dilaksanakan dan dalam hasilnya mampu meningkatkan aktivitas, kemampuan kolaborasi siswa, pemahaman, hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, kreatif matematis, kemampuan literasi dan numerasi siswa. Selanjutnya dalam beberapa artikel juga telah ditemukan pengembangan pembelajaran diferensiasi yang berbasis digital yaitu berupa aplikasi android dan juga berbasis E-PjBL dengan bantuan media H5P.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM RANGKA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK Noviyanti, Putu Ledyari; Patiung, Amos; Nababan, Siti Aminah; Tanjung, Henra Saputra; Nitiasih, Putu Kerti; Riastini, Putu Nanci; Sudatha, I Gde Wawan
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 9, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mes.v9i2.9398

Abstract

During the Industrial Revolution 4.0, it is important to develop critical thinking (Critical Pedagogy) and the use of technology in the learning process (Cyber Pedagogy). This research aims to explore how technology can be used to improve pedagogical competence in the educational context in Indonesia. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with a survey-based quantitative descriptive approach. Data was collected from primary research results published in national and international journals such as Google Scholar, ERIC, and Scopus. The results of this research are from three study focuses related to the use of technology in learning in general, specifically mathematics learning and in the context of increasing pedagogic competence. Where the strategy for increasing teacher competence in applying technology in the classroom is training in the form of activities in the form of training in the use of learning methods, skills training in choosing suitable media, and training in media technology development.
PELATIHAN ASESMEN BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI WUJUD PENGUATAN SDM SEKOLAH PENGGERAK DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Arna Putri, Gusti Ayu Made; NOVIANTARI, PUTU SUARNITI; NOVIYANTI, PUTU LEDYARI; LUQMAN, NAJWA RIZQI; PUSPITA, NI PUTU DHILA; SEPTYA DEWI, NI MADE WIDYA
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i1.1854

Abstract

Abstract: This community service activity aims to determine the level of understanding of participants before and after assessment training based on the independent curriculum as a form of strengthening human resources in the propulsion school. The community service activities were carried out at Dwijendra Bualu Middle School on July 6, 2023. Dwijendra Bualu Middle School became an inspirational propulsion school starting 2022. Assessment training based on the independent curriculum was filled by presenters with two related topics, such as differentiated learning assessment and a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Participants who took part in the training were 10 people from all teachers at SMP Dwijendra Bualu. Before the training begins, participants are given a pre-test to find out the level of understanding of the assessment based on the independent curriculum. Then at the end of the activity, participants were also given a post-test to find out the increment on understanding of the assessment based on the independent curriculum presented by the resource persons. There were 8 questions given to participants using the Wordwall application. In the beginning pre-test results, participants' understanding of the assessment based on the independent curriculum was 70% and the post-test results were 85% after training given. Based on these results, concluded that an increment occurred in participants’ level of understanding after assessment training based on the independent curriculum as a form of strengthening human resources in propulsion school by 21,4%. Keywords : assessment, independent curriculum, propulsion school Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebagai wujud penguatan SDM di sekolah penggerak. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP Dwijendra Bualu pada tanggal 6 Juli 2023. SMP Dwijendra Bualu menjadi sekolah penggerak terinspiratif dimulai pada tahun 2022. Pelatihan asesmen berdasarkan kurikulus merdeka diisi oleh pemateri dengan dua topik yang terkait yaitu asesmen pembelajaran berdiferensiasi dan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Adapun peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 10 orang dari semua guru di SMP Dwijendra Bualu. Sebelum pelatihan dimulai peserta diberikan pre-test untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman asesmen berdasarkan kurikulum merdeka. Kemudian pada akhir kegiatan peserta kembali diberikan post-tes untuk mengetahui peningkatan pemahaman asesmen berdasarkan kurikulum merdeka yang dipaparkan oleh narasumber. Pertanyaan yang diberikan kepada peserta berjumlah 8 soal dengan menggunakan aplikasi Wordwall. Pada hasil pre-test yang diberikan diawal diperoleh tingkat pemahaman peserta terhadap asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebesar 70% dan setelah diberikan pelatihan diperoleh hasil pos-test sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sesudah diberikan pelatihan asesmen berdasarkan kurikulum merdeka sebagai wujud penguatan SDM di sekolah penggerak sebesar 21,4%. Kata Kunci: asesmen, kurikulum merdeka, sekolah penggerak
Kajian Kritis Profil Pelajar Pancasila dari Perspektif Filsafat Pendidikan Noviyanti, Putu Ledyari; Suastra, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1646

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kajian kritis terhadap profil pelajar Pancasila dari perspektif filsafat pendidikan, diharapkan dapat muncul pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidikan dalam mewujudkan tujuan nasional yang terkandung dalam Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Dalam kajian kritis yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  profil Pelajar Pancasila merupakan ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Berbagai penerapan telah dilakukan peneliti dalam menerapkan profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka antara lain merealisasikan Profil Pelajar Pancasila dalam proses pendidikan, seorang Guru (khususnya yang beragama Hindu) di sekolah dasar dapat berpedoman pada Weda sebagai kitab suci agama Hindu. Kisah Ram?y?na bisa dijadikan salah satu literatur suci yang digali refleksi Profil Pelajar Pancasila oleh Pelajar Hindu dalam proses pembelajaran. Profil pelajar pancasila memiliki elemen kunci yang sejalan dengan kriteria education for sustainable development. Pada film ‘Susi Susanti – Love All’ muncul representasi nilai nasionalisme dan implementasi Profil Pelajar Pancasila. Critical Study of Pancasila Student Profiles from The Perspective of Educational Philosophy Abstract This research explores a critical study of the profile of Pancasila students from the perspective of educational philosophy, it is hoped that a deeper understanding of the challenges and opportunities faced by education in realizing the national goals contained in Pancasila will emerge. In the critical study carried out by researchers in this research, it can be concluded that the Pancasila Student profile is a characteristic of the character and competencies that students are expected to achieve, which is based on the noble values ??of Pancasila. Researchers have carried out various applications in implementing the Pancasila Student Profile in the Independent Curriculum, including realizing the Pancasila Student Profile in the educational process, a teacher (especially those who are Hindu) in elementary schools can be guided by the Vedas as the holy book of Hinduism. The story of the Ram?y?na can be used as one of the sacred literatures that can be explored for reflection on the Pancasila Student Profile by Hindu Students in the learning process. The Pancasila student profile has key elements that are in line with the criteria for education for sustainable development. In the film 'Susi Susanti – Love All' a representation of nationalist values ??and the implementation of the Pancasila Student Profile appears.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI UNTUK KELAS X SMAN 4 DENPASAR Dewa Ayu Putu Tyas Yuli Adelia; Puspita, Ni Putu Dhila; Noviyanti, Putu Ledyari; Atmaja, I Made Dharma; Murtini, Ni Made Wersi
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v3i2.7671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi trigonometri. Penelitian ini dilakukan pada kelas X-3 di SMA Negeri 4 Denpasar tahun pelajaran 2022/2023. Subjek penelitian sebanyak 40 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari satu siklus (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri dengan pencapaian ketuntasan belajar yang pada awalnya saat pre-test siswa yang memenuhi KKM hanya 15 siswa (37.5%), menjadi 26 siswa (65%) telah memenuhi KKM saat post-test. Selain itu, rata-rata yang awalnya saat pre-test hanya mencapai 56.625 terjadi peningkatan saat post-test menjadi 69 dengan peningkatan sebesar 12.375.
RESPONS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI BERORIENTASI ETNOMATEMATIKA BUDAYA BALI Natih, Oka Lanang Jaya; Astuti, Ni Komang Widya; Kadek Rahayu Puspadewi; Atmaja, I Made Dharma; Noviyanti, Putu Ledyari
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v4i2.9846

Abstract

Numerasi dimaknai sebagai kemampuan untuk menggunakan matematika dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengertahui respons siswa dalam menyelesaikan soal numerasi berorientasi etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan 31 siswa kelas VIIIB. Respons siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket dan lembar wawancara yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata respons siswa setelah mengerjakan soal numerasi berorientasi etnomatematika sebesar 71% dan berada pada kategori baik. Siswa tertarik dan senang dengan adanya penggunaan konteks budaya pada soal, meskipun mereka belum mampu menyelesaikan soal dengan baik. Siswa belum terbiasa mengerjakan soal numerasi dan menganggap soal yang diberikan sulit.
STUDI KOMPARATIF: EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TGT DAN ST TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Ayu Dewi Chandra Pradnyanita; I Made Wena; Putu Ledyari Noviyanti
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v4i2.9868

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa akibat model pembelajaran yang kurang bervariatif. Padahal, proses pembelajaran menentukan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran TGT dan ST apabila ditinjau dari hasil belajar matematika siswa pada materi Persamaan Garis Lurus. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif antara model pembelajaran TGT dan ST. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experiment dengan Posttest Only Control Group Design. Dari 8 kelas dalam populasi, 2 kelas dipilih sebagai sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelompok eksperimen-1 (kelas 8C) menggunakan model pembelajaran TGT, sementara kelompok eksperimen-2 (kelas 8D) menggunakan model pembelajaran ST. Pengumpulan data dilakukan menggunakan posttest. Berdasarkan data hasil posttest, diketahui bahwa kelompok eksperimen-1 memiliki rata-rata 73,64, sedangkan kelompok eksperimen-2 memiliki rata-rata 67,36. Hasil uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa thitung = 3,271 > ttabel = 1,989. Hasil uji Effect Size menunjukkan nilai 0,7 (kategori sedang) dengan persentase keefektifan 76%. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan efektivitas antara model pembelajaran TGT dan ST ditinjau dari hasil belajar matematika siswa, dan (2) model pembelajaran TGT lebih efektif dibandingkan model pembelajaran ST.
ARTICULATE STORYLINE 3 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF : PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI RASIO Dewa Ayu Putu Tyas Yuli Adelia; Payadnya, I Putu Ade Andre; Noviyanti, Putu Ledyari
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/pemantik.v5i1.11128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media interaktif berbantuan Articulate Storyline 3 pada materi rasio terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif pre-eksperimental, dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 14 Denpasar. Sampel penelitian terdiri dari 12 orang yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Data didapatkan dengan melalui observasi, dokumentasi, serta tes objektif pilihan ganda. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan uji-t paired sampels statistic dan uji N-Gain dengan bantuan progam SPSS 25. Hasil penelitian mendapatkan N-Gain score sebesar 0,71, yang berarti media cukup efektif. Hasil uji-t paired sampels statistic memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000<0,05 dan hasil thitung > ttabel yakni 8.228 > 2.201. Dengan demikian, penggunaan Articulate Storyline 3 sebagai media pembelajaran interaktif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi rasio. Dengan media ini, guru dapat mempermudah penjelasan konsep rasio yang meliputi perbandingan dan skala, sehingga siswa mengerti contoh penerapan materi yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Designing area of circle learning trajectory based on “what-if” questions to support students’ higher-order thinking skills Payadnya, I Putu Ade Andre; Prahmana, Rully Charitas Indra; Lo, Jane-Jane; Noviyanti, Putu Ledyari; Atmaja, I Made Dharma
Journal on Mathematics Education Vol. 14 No. 4 (2023): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.v14i4.pp757-780

Abstract

The study material on circle areas is contextually oriented and aids students in comprehending their surrounding environment. Higher-order thinking skills are imperative for the success of circular learning, as they help students grasp concepts holistically and solve concept problems. "What-if" questions can enhance students' higher-order thinking skills through problem-solving activities, fostering critical and creative thinking. However, applying "what-if" questions is limited to serving as problem-posing triggers, resulting in minimal variation in the material. Therefore, this study aims to design a learning trajectory for the area of circles based on "what-if" questions to enhance students' higher-order thinking skills. This research also addresses the gap by utilizing "what-if" questions to construct and evaluate circle area learning activities. We employed design research as the research method, conducted in three stages: preliminary design, experimental design, and retrospective analysis. The results demonstrated that the designed learning trajectory enhanced higher-order thinking skills in various aspects. Students exhibited critical thinking and profound analysis when working on worksheets and addressing the provided problems. Moreover, students showcased creative and divergent thinking abilities, enabling them to generate alternative problem solutions. Furthermore, optimizing technology usage and emphasizing reasoning in learning should be augmented to enhance student motivation and foster innovative learning.
Balinese Ethnomathematics in Numeracy Education: Culturally-Inspired Questions for Middle School Students Puspadewi, Kadek Rahayu; Atmaja, I Made Dharma; Noviyanti, Putu Ledyari
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i1.89054

Abstract

The Minimum Competency Assessment (AKM) emphasizes numeracy as a vital skill for lifelong learning; however, AKM questions often lack cultural relevance, limiting students’ engagement and understanding. To address this issue, this study aims to develop numeracy questions based on Balinese ethnomathematics aligned with AKM by integrating local cultural contexts to make mathematical concepts more meaningful. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, involving eighth-grade junior high school students selected through purposive random sampling. Data were collected through questionnaires, tests, and expert evaluations, then analyzed quantitatively to assess the validity, practicality, and effectiveness of the questions. The results show that these ethnomathematics-based questions possess very high validity, practicality, and effectiveness, while also meeting the cognitive demands of AKM and enhancing student engagement. By integrating Balinese cultural elements such as traditional practices and local contexts, these questions help students connect abstract mathematical concepts with real-life applications. This study demonstrates the potential of culturally-based assessments to improve mathematical understanding and foster cultural pride, offering a framework for broader application in various educational contexts to promote more inclusive and meaningful learning.
Co-Authors Anak Agung Inten Paraniti Anestasya Sirait Astuti, Ni Komang Widya Ayu Dewi Chandra Pradnyanita Derti Florida Maubanu Desak Ayu Sriary Bhegawati Dewa Ayu Puspawati Dewa Ayu Putu Tyas Yuli Adelia Diah Ajeng Putri Sabrina Disna, Viktoria Edy Wibowo, Sarwo GUSTI AYU MADE ARNA PUTRI Gusti Ayu Putu Arya Wulandari I Gede Ratnaya I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika i gusti ayu putu arya, arya wulandari I Gusti Putu Suharta I Ketut Suwija I Made Dharma Atmaja I Made Putra, Kurnaiwan Palgunadi I Made Wena I Putu Ade Andre Payadnya I Putu, Ade Andre Payadnya I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra Kadek Adi Wibawa Kadek Rahayu Puspadewi Kadek Rahayu Puspadewi Ketut Suwija Lo, Jane-Jane LUQMAN, NAJWA RIZQI M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Marlin Kanata Marthen Tadu Baro Masjudin, Masjudin Melinda Safira Remi Pay Muhammad Rivai Nababan, Siti Aminah NAJWA RIZQI LUQMAN Natih, Oka Lanang Jaya Ni Kadek Nadien Istara Ni Komang Hita Wulandari Ni Made Wersi Murtini Ni Made Widya Septya Dewi Ni Putu Dhila Puspita Ni Putu Pradnya Paramitha Ni Wayan Ekayanti Nissa, Ita Chairun Noviyanti, Lisma Zurianti Nuari, Ni Luh Patiung, Amos Payadnya, I Putu Ade Andre Pujilestari, Pujilestari PUSPITA, NI PUTU DHILA Putu Ayu Krisnayani Putu Kerti Nitiasih Putu Nanci Riastini, Putu Nanci Putu Suarniti Noviantari Rully Charitas Indra Prahmana Safira, Dilla Sarwo Edi Wibowo, Sarwo Edi SEPTYA DEWI, NI MADE WIDYA Tanjung, Henra Saputra Wimuttipanya, Jittawisut Wori Eta Wulandari, Ni Komang Hita Yuntawati, Yuntawati Yustina Hejang