Claim Missing Document
Check
Articles

Teachers’ Sense-making of English Guru Penggerak in Implementing Deep Learning through Mindful, Meaningful, Joyful Learning Priciples Adelmi Kurniawati Ds; Hasanuddin Fatsah; Muziatun Mukadji; Moon Hidayati Otoluwa; Sartin Miolo
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.9914

Abstract

This study examines English Guru Penggerak teachers' perceptions of Deep Learning through the Mindful, Meaningful, and Joyful (MMJ) framework in junior high school English classrooms in North Gorontalo Regency. In this study, Deep Learning refers to a pedagogical policy within the Indonesian education system rather than artificial intelligence or machine learning. The study addresses two research questions: how teachers perceive Deep Learning through the MMJ principles and how they describe their readiness to implement them. A descriptive qualitative design was employed involving eight English Guru Penggerak teachers. Data were collected through semi-structured interviews and supported by document analysis of teaching modules, worksheets, and assessment instruments. The data were analyzed using thematic analysis, including coding, cross-participant comparison, and document triangulation. The findings indicate that teachers generally perceived MMJ positively and considered it relevant to English language learning. They associated the framework with a safer classroom climate, greater student participation, stronger motivation, and more meaningful learning experiences. However, teachers demonstrated varying levels of conceptual understanding, with some still developing their understanding of MMJ while others articulated its principles more comprehensively. Teachers also showed uneven readiness to implement the framework. Pedagogical readiness was reflected in contextual learning tasks, reflective practices, and interactive classroom activities, whereas assessment readiness remained the weakest dimension. In addition, leadership support, professional learning communities, academic supervision, infrastructure, workload, and time allocation influenced implementation. The study concludes that MMJ implementation remains vulnerable to “joyful but shallow” enactment when enjoyable learning activities are not supported by purposeful awareness, meaningful learning, reflection, feedback, and evidence of student learning progress.
Seventh-Grade Students' Difficulties in Learning English Verbs in the "My School Activities" Material Leni Cahyani Mustapa; Moon Hidayati Otoluwa; Yunita Hatibie
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.10961

Abstract

Previous studies on junior high school students' vocabulary learning have often examined vocabulary difficulties in general or discussed meaning, pronunciation, and usage separately. This descriptive qualitative study addresses that gap by investigating seventh-grade students' difficulties in learning English verbs in the My School Activities material at SMP Negeri 1 Bulango Timur through an integrated analysis of meaning, pronunciation, and contextual usage. Ten students were selected because they had studied the target material and represented varied English learning abilities. Data were collected through structured direct observation activities, namely verb-meaning matching, read-aloud pronunciation, and fill-in-the-blank sentence completion, supported by semi-structured interviews and documentation of the teacher's module and the English for Nusantara textbook. The data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldana's interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings show that all participants experienced difficulties across the three aspects. Students confused verb meanings and forgot previously learned words, pronounced verbs by relying on Indonesian spelling patterns, and selected verbs that did not fit sentence contexts. The study contributes a contextual account of how meaning, pronunciation, and usage difficulties are interconnected in verb learning and suggests that teachers should combine vocabulary review, read-aloud practice, and sentence-based activities.
Focus Group Discussion sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui Pengembangan Buku Ajar Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21325510

Abstract

Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21382790

Abstract

Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.
Focus Group Discussion sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui Pengembangan Buku Ajar Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21325510

Abstract

Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - April 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21382790

Abstract

Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.
A Bibliometric Analysis of Translation Studies in Indonesia: Mapping Trends and Research Trajectories Novriyanto Napu; Usman Pakaya; Hanisah Hanafi; Moon Hidayati Otoluwa; Amirullah Abduh
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v11i1.2342

Abstract

Background: Translation Studies has expanded internationally through bibliometric, computational, and interdisciplinary developments, yet the publication trajectory of Translation Studies in Indonesia has not been mapped systematically. A bibliometric overview is therefore needed to identify the field’s thematic concentration, collaboration patterns, and publication visibility. Methodology: This study employed a bibliometric design using records retrieved from Scopus and selected Indonesian peer-reviewed journals published between 2014 and 2025. After eligibility filtering, 137 Indonesia-focused records and 7,113 international reference records were analyzed using Biblioshiny. Findings: Indonesian Translation Studies was dominated by humanistic, pedagogical, and culturally oriented themes, whereas corpus-based, computational, and machine-translation topics appeared less frequently. In contextual comparison with the international reference set, the Indonesian corpus showed slower thematic diversification and lower visibility of technology-oriented translation research. Conclusion: These findings indicate that Indonesian Translation Studies is growing, but its publication profile remains more concentrated in humanistic and pedagogical domains than in technology-oriented and corpus-based areas. This pattern matters because it influences how the field may engage with emerging methods, international collaboration, and wider scholarly visibility in contemporary Translation Studies. Originality: This study provides a bibliometric mapping of Indonesian Translation Studies based on peer-reviewed publication records and situates the national corpus in contextual comparison with an international reference set.
Pemberdayaan Perempuan dalam Melawan Pernikahan Dini di Indonesia: Implementasi dan Dampak Program 'Empower Her' di Desa Mamungaa Timur Moon Hidayati Otoluwa; Muziatun Mukadji; Novriyanto Napu; Mery Balango; Hanisah Hanafi
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v1i1.1

Abstract

Pernikahan dini di Indonesia merupakan isu serius yang memerlukan perhatian untuk melindungi hak anak dan perempuan. Program "Empower Her: Inspirasi Perempuan Melawan Pernikahan Dini" bertujuan memberdayakan perempuan muda untuk menghadapi dan mengatasi tekanan pernikahan dini melalui berbagai inisiatif di Desa Mamungaa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Bone Pantai, Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup sosialisasi melalui seminar dan lokakarya, pendidikan formal dan non-formal, serta pelatihan keterampilan dan pendidikan seksual. Selain itu, program ini menyediakan dukungan ekonomi melalui akses kredit mikro dan pelatihan kewirausahaan, serta dukungan psikologis dan sosial melalui konseling dan kelompok dukungan. Hasil analisis menunjukkan penurunan signifikan dalam angka pernikahan dini di wilayah yang terlibat, yang mencerminkan perubahan positif dalam persepsi dan perilaku masyarakat terkait pernikahan dini. Pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kesadaran, keterampilan, dan dukungan ekonomi terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan ekonomi yang sering menjadi alasan pernikahan dini. Untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, diperlukan dukungan terus-menerus dalam bentuk pelatihan keterampilan, pendidikan seksual, akses pekerjaan, serta layanan dukungan sosial dan psikologis. Langkah-langkah ini esensial dalam mempromosikan kesetaraan gender, menggali potensi penuh perempuan, dan mengubah norma budaya yang mendukung pernikahan dini.
Peningkatan Pemahaman Procedure Text bagi Siswa SMK melalui Pembelajaran Interaktif dan Kontekstual Ilham Huntoyungo; Moon Hidayati Otoluwa
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i2.40

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Gorontalo dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menangani hambatan siswa kelas XI dalam memahami materi Procedure Text pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang menjadi ciri khas Procedure Text. Permasalahan utama yang teridentifikasi meliputi rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris, keterbatasan pemahaman tata bahasa dasar seperti pembedaan antara noun dan verb, serta rendahnya kemampuan siswa dalam mengenali language features seperti penggunaan kata kerja perintah, kata penghubung, dan urutan langkah. Hambatan tersebut bersumber dari faktor internal, seperti rendahnya motivasi dan keterbatasan bekal pengetahuan sebelumnya, serta faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang cenderung teoritis dan minimnya penggunaan media interaktif. Melalui program pengabdian ini, tim pelaksana mengembangkan strategi pembelajaran yang bersifat kontekstual, komunikatif, dan praktis, di antaranya pengayaan kosakata melalui latihan bertahap, penguatan pemahaman tata bahasa dasar, penggunaan video tutorial dan gambar langkah-langkah sebagai media visual, serta pendekatan kolaboratif melalui kerja kelompok. Implementasi program menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan mampu memahami Procedure Text dengan lebih baik. Selain memberikan dampak positif langsung pada pembelajaran, program ini juga mendorong guru untuk mengembangkan metode mengajar yang lebih inovatif dan sekolah untuk meningkatkan fasilitas pendukung pembelajaran bahasa Inggris. Dengan demikian, program pengabdian ini berhasil memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah kejuruan.
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP dalam Pengembangan Soal HOTS melalui Program Pengabdian Berbasis MGMP Moon Hidayati Otoluwa
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Dedikasi Mandiri Nusantara - Desember 2025
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18690014

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris SMP dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam merancang soal yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, sementara tuntutan kurikulum mengharuskan evaluasi berbasis analisis, evaluasi, dan kreasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop, pelatihan konseptual, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, praktik penyusunan soal, dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test, penilaian kualitas soal menggunakan rubrik HOTS, serta angket respon peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman guru dari kategori cukup menjadi baik, serta 78% soal yang dihasilkan telah memenuhi kriteria level kognitif C4–C6. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap profesional guru dan terbentuknya kolaborasi dalam penyusunan soal. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan nilai tambah secara pedagogis dan institusional serta berpotensi mendukung peningkatan kualitas evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Co-Authors Abdjul, Putri Fatra Abduh, Amirullah Abid, Abid Adelmi Kurniawati Ds Adriansyah Abu Katili Agustin Is Saidi Ahmad Mustamir Waris Ana Mariana, Ana Ana Rosida Anastasia, Happy Andi Asma Anuli, Wadan Y Arhanuddin Salim Assifa, Khoirotun Nisa Bahar - Bahar Chintia Brevieta Sako Dahlia Husain Darise, Gina Nurvina daud, enni akhmad Dumbela, Utari Apriliyani Elisa Z. Puteri Tamuu Fadhlan Saini Fahria Malabar Fitrianita Febrina Ali Hanisah Hanafi Hasanah, Atiq Aqiqotul Hassanudin Fatsah Helena Badu Herlina Usman Herlina Usman Husain, Sabrina Wardatul Jannah Ilham Huntoyungo Indah Saud Indah Wardaty Saud Ismail, Abdul Kadir Ivan Rismi Polontalo Jolanda Debora Pilongo Kadir Kadir Khoirotun Nisa Assifa Lahiking, Sri Nigshi Leni Cahyani Mustapa Lia Nurhayati Lovonita, Mohamad Adriansyah Magvirah El Walidayni Kau Magvirah El Walidayni Kau Mery Balango Moh. Alfi Syahrin Mukhsin, Hasna Nurain Muziatun Mukadji Nonny Basalama Novriyanto Napu Ntamwana, Simon Ntuiyo, Mohamad Akmal R. Nur Halimah Nurhayati, Lia Nurlaila Husain Nusi, Budiarto Padanggi, Alfin J. R Agi, Sarina Rahmawaty Mamu Rasuna Rasid Talib Rasuna Talib Ratna Botutihe Ririn Djimun Rosalin Tanaiyo Rosalin Tanaiyo Safina Nur Khalisah Hiola Sako, Chintia Brevieta Salsabila, Azzehra Sartin T. Miolo Sartin T. Miolo Saud, Indah Wardaty Siti Mutmainnah Dauhi Sri Rumiyatiningsih Luwiti Sri Widyarti Ali Suparsa, I Gede Aldi Tambengi, Wulan Mayasari Tamola, Mifta Sulistia Tangkilisan, Sesar Taufiqrianto Dako, Rahman Usman Pakaya Wardatul Jannah Husain, Sabrina Wardaty Saud, Indah Yunita Hatibie Zein Mowuu