Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SEKOLAH JUJUR, SEKOLAH SAYA MEMBANGUN BUDAYA ANTIKORUPSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Rika Sa'diyah; Kurniawan MA; Nurfadilah .; Moh Khoirul Anam; Iswan .; Ilmi Zajuli Ichsan
Jurnal Pengabdian ADPIKS Vol 3 No 2 (2026): Volume 3 No 2 Tahun 2026
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial (ADPIKS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan persoalan multidimensional yang perlu dicegah sejak usia dini melalui pendidikan karakter. Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran sebagai fondasi budaya antikorupsi. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026, bertujuan menumbuhkan budaya antikorupsi melalui penguatan nilai kejujuran di SDN Menteng 03 Pagi Jakarta Pusat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi nilai antikorupsi, permainan edukatif “Sekolah Jujur”, pendampingan pembuatan poster bertema “Jujur Itu Hebat”, serta sosialisasi kepada 20 orang tua dan beberapa guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, ditunjukkan melalui partisipasi aktif, refleksi perilaku jujur, dan karya poster yang dihasilkan. Guru dan orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran akan peran keteladanan dan pembiasaan nilai kejujuran di lingkungan sekolah dan keluarga. Program ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif efektif dalam membangun budaya antikorupsi di tingkat sekolah dasar.
Supporting and Inhibiting Factors in Managing a Sanad-Based Qur’an Memorization Program at STIU Wadi Mubarak Bogor Lamya Hayatina; Iswan Iswan; Widia Winata
Faiyadhah | Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 1 (2026): Faiyadhah
Publisher : Yapilin Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64344/fydh.v2i1.83

Abstract

ABSTRACT This study aims to identify the supporting and inhibiting factors in the sanad-based tahfidz program at STIU Wadi Mubarak Bogor. This research employs a qualitative approach using a case study method, integrating observation, in-depth interviews, and documentation as primary data collection techniques to obtain comprehensive and in-depth findings. The results indicate that the main supporting factors include effective and visionary leadership, competent sanad-certified teachers, strong parental support, the availability of scholarships and donor contributions, students’ intrinsic motivation, and ongoing teacher professional development. These elements interact dynamically and synergistically in shaping a conducive, structured, and sustainable Qur’anic learning ecosystem that supports the quality of memorization. On the other hand, the inhibiting factors consist of psychological-individual dimensions, such as laziness, boredom, decreased motivation, psychological pressure, and health-related issues, as well as structural-systemic dimensions, including tight academic schedules, lack of discipline among participants, and distractions caused by uncontrolled gadget usage. The findings underscore that the success of a sanad-based tahfidz program is highly dependent on comprehensive and balanced management of both psychological and systemic aspects. This study offers practical implications for Islamic educational institutions in formulating strategic policies to improve memorization quality and ensure the sustainability of sanad transmission.
Budaya Dalam Kreativitas Melalui Penerapan Berkebinekaan Global Di Kelas VII imam wahyudin wahyu; Gunawan Santoso; Abdul Aziz Hatapayo; Muhamad Sofian Hadi; Iswan; Agus Suradika; Ahmad Susanto
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.632

Abstract

Penerapan "Budaya dalam Kreativitas: Penerapan Berkebinekaan Global di Kelas VII" adalah sebuah pendekatan pendidikan yang menggabungkan elemen budaya dan berkebinekaan global dalam pengajaran siswa kelas VII. Melalui pendekatan ini, tujuan utama adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang budaya, mempromosikan kreativitas, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung. Pendekatan ini melibatkan desain kurikulum yang inklusif yang mencakup pembelajaran tentang berbagai budaya global, pelatihan guru untuk memahami dan menerapkan berkebinekaan global, serta berbagai kegiatan lintas budaya dan pertunjukan budaya dalam lingkungan pendidikan. Siswa kelas VII akan terlibat dalam kegiatan yang merangsang pemikiran kreatif, membantu mereka memahami perbedaan budaya, mengembangkan toleransi, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Hasil dari penerapan ini mencakup peningkatan pemahaman budaya, perkembangan kreativitas siswa, dan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam masyarakat global yang semakin terhubung. Integrasi budaya dan berkebinekaan global dalam pendidikan kelas VII memberikan kontribusi penting dalam menciptakan siswa yang siap menjadi warga dunia yang sadar budaya dan kreatif di era globalisasi.
Analisis Pemecahan Masalah Matematis Pada Program Linear dengan Bernalar Kritis dan Komunikasi di Kelas XI MAN Fakfak Ahmad Suyudi; Gunawan Santoso; Hidriana; Muhamad Sofian Hadi; Iswan; Agus Suradika; Ahmad Susanto
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.668

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di kelas XI MAN Fakfak dalam menyelesaikan masalah program linear. Penelitian ini juga memfokuskan pada penggunaan bernalar kritis dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam konteks pemecahan masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan melibatkan penilaian komprehensif terhadap kinerja peserta didik dalam pemecahan masalah matematis yang melibatkan program linear. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, observasi, dan evaluasi hasil pekerjaan peserta didik. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang sejauh mana peserta didik kelas XI MAN Fakfak dapat mengatasi masalah program linear, sejauh mana mereka menggunakan bernalar kritis dalam pendekatan mereka, dan sejauh mana mereka dapat menjelaskan solusi mereka secara matematis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan penting untuk meningkatkan pembelajaran matematika di MAN Fakfak dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk memajukan keterampilan pemecahan masalah matematis, bernalar kritis, dan komunikasi matematis peserta didik.
Penerapan Aturan Di Rumah dan Di Sekolah Dengan Bimbingan Orang Tua dan Guru Melalui Kemandirian Berpkir Kritis Di Kelas 2 Suwardono; Dr. Gunawan Santoso; Febri Prihatin; Sri Utami; Muhamad Sofian Hadi; Iswan; Ahmad Susanto; Agus Suradika
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.616

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting lingkungan rumah dan sekolah dalam proses pengenalan dan penerapan aturan pada anak-anak kelas 2 SD. Fokus pada bagaimana bimbingan orang tua dan guru melalui pengembangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis dalam aturan proses pembelajaran. Penelitian ini fokus pada pengaruh lingkungan rumah dan sekolah terhadap pemahaman aturan anak-anak, serta cara bimbingan dari orang tua dan guru mempengaruhi perkembangan kemandirian anak-anak dalam menerapkan aturan sehari-hari. Proses kognitif, kemandirian, dan perkembangan berpikir kritis pada anak-anak di SD kelas 2 menjadi fokus utama. Implikasi temuan dari penelitian ini akan memberikan wawasan yang penting terkait dengan strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh orang tua dan guru untuk membantu anak-anak dalam memahami, menerapkan aturan, dan membangun kemandirian serta kemampuan berpikir kritis mereka. Abstrak ini mencakup pentingnya lingkungan, bimbingan, dan perkembangan anak-anak dalam proses pembelajaran aturan, pentingnya kerjasama antara orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak menuju kemandirian dan berpikir kritis dalam penerapan aturan sehari-hari.
Tantangan Pendidikan Karakter Dalam Mengatasi Krisis Kepercayaan Kepada Guru Di Sekolah Dasar Natiqotul Istiqomah; Iswan; Gunawan Santoso; Edi Ribowo
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 5 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1377

Abstract

Penelitian dengan judul Tantangan Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Kepercayaan Orang Tua Terhadap Guru di Sekolah Dasar ini membahas permasalahan krusial dalam pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, yaitu tantangan dalam mengatasi krisis kepercayaan orang tua terhadap guru. Dalam konteks ini, peran penting orang tua dan guru sebagai agen pendidikan karakter menjadi sorotan utama. Tantangan ini mencakup aspek-aspek kompleks seperti harmonisasi nilai-nilai agama Islam dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan moral di Indonesia. Studi ini mencoba menjelaskan bagaimana keterlibatan aktif orang tua, komunikasi yang terbuka, dan pembentukan program pendidikan karakter yang terencana dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis kepercayaan tersebut. Harmoni antara nilai-nilai agama Islam dengan nilai-nilai Pancasila diidentifikasi sebagai pilar utama dalam membangun landasan moral yang konsisten. Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru menjadi kunci penting untuk memahami tujuan pendidikan karakter dan meredakan ketidakpastian yang mungkin timbul. Pembahasan dalam penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemberdayaan guru dan orang tua sebagai mitra dalam membentuk karakter anak-anak. Umpan balik yang terus-menerus dan evaluasi berkala terhadap program pendidikan karakter diidentifikasi sebagai mekanisme yang efektif dalam menilai dan meningkatkan efektivitas program. Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif, mendeskripsikan tentang tantangan Pendidikan karakter dalam mengatasi krisis kepercayaan orang tua terhadap guru di sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi strategi konkret untuk mengatasi tantangan pendidikan karakter dan krisis kepercayaan orang tua terhadap guru di sekolah dasar. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu para praktisi pendidikan, kebijakan pendidikan, dan peneliti untuk lebih memahami dinamika kompleks dalam pendidikan karakter di tingkat pendidikan dasar.
Pemahaman Materi Operasi Bilangan Bulat Ditinjau Dari Gaya Belajar Pada Siswa Menengah Hidriana; Gunawan Santoso; Ahmad Syamsuadi; Iswan
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1381

Abstract

The aim of this research is to analyze the ability to understand mathematical concepts regarding integer operations in terms of the learning styles of class VII students at SMP Negeri 5 Makassar. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects in this study were 3 students, namely 1 student with a visual learning style who got the best score on the test, 1 student with an auditory learning style who got the best score on the test, and 1 student with a kinesthetic learning style who got the best score on the test. The instruments used were learning style questionnaires, concept understanding ability tests, and interviews. The data analysis techniques in this research are data condensation, data presentation, data verification, and drawing conclusions. There are 5 indicators of concept understanding ability used in this research, namely restating a concept, classifying objects according to certain properties (according to the concept), providing examples and non-examples of the concept, presenting the concept in various forms of mathematical representation, and using , utilize, and select a particular operation or procedure. The triangulation in this research is method triangulation. Based on the research results, it shows that (1) students with a visual learning style in solving problems understanding mathematical concepts are only able to restate a concept and provide examples and not examples of the concept of integer counting operations (2) Students with an auditory learning style in solving problems understanding concepts mathematics is only able to restate a concept and provide examples and not examples of the concept (3) students with a kinesthetic learning style in solving problems understanding mathematical concepts are only able to restate a concept, and provide examples and not examples of the concept. So it can be concluded that the three subjects were only able to answer questions by fulfilling 2 of the 5 indicators of ability to understand mathematical concepts.
Hubungan Antara Komunikasi Orang Tua dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Mata Pelajaran Pancasila Ahmad Japar Sodik; Iswan; Gunawan Santoso; Supatmi
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara komunikasi orang tua dan hasil belajar siswa kelas IV SD YPK Imanuel Kamisabe, Kabupaten Sorong Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasi, karena di dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan komunikasi orang tua dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara komunikasi orangtua dan hasil belajar siswa kelas IV. Hal ini dibuktikan dengan data hasil penelitian dihitung menggunakan rumus korelasi product moment dengan bantuan SPSS V16. Hasilnya adalah t hitung > t tabel dengan taraf signifikansi 5% (0, 719> 0, 468).
Metode Reward dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 6-7 Tahun di Kelas Satu SD Hajirah; Iswan; La Dauwi; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1480

Abstract

- Studi ini mengeksplorasi penggunaan metode reward dalam pengembangan kecerdasan emosional pada anak usia 6-7 tahun di kelas satu Sekolah Dasar (SD). Kecerdasan emosional memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak, mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola emosi, berinteraksi sosial, dan memecahkan masalah dengan bijaksana. Dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosional, metode reward diimplementasikan dalam lingkungan kelas untuk memberikan insentif positif kepada anak-anak dalam mengelola emosi mereka dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan observasi terhadap respon emosional anak usia 6-7 tahun selama periode tertentu dalam konteks kegiatan kelas. Metode reward yang diterapkan berfokus pada pengakuan positif terhadap penyesuaian emosional, resolusi konflik yang baik, dan interaksi sosial yang sehat. Data dikumpulkan melalui catatan observasi, wawancara, dan kuesioner kepada guru dan orang tua untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan kecerdasan emosional anak. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode reward secara konsisten dalam konteks kelas dapat berkontribusi pada peningkatan kecerdasan emosional anak usia 6-7 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam mengenali dan mengelola emosi mereka, menunjukkan respons yang lebih baik dalam situasi sosial, serta kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan metode reward yang tepat dan konsisten dalam mendukung pengembangan kecerdasan emosional pada tahap awal perkembangan anak di lingkungan sekolah. Implikasi dari temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut dari pendekatan pendidikan yang mendukung perkembangan emosional anak usia dini di sekolah dasar.