Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Buku Referensi bagi Guru-Guru di SMA Negeri 3 Majene Upu, Hamzah; Syam, Rahmat; Juhari, Agusalim; Basri, Muhammad Yusran; Alimuddin, Alimuddin
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 04 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v4i1.8495

Abstract

Pelatihan dan pendampingan penulisan buku referensi bagi guru-guru SMA Negeri 3 Majene bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi karya tulis berbentuk buku referensi yang layak dipublikasikan. Permasalahan utama yang dihadapi guru meliputi rendahnya motivasi menulis, keterbatasan pengetahuan teknis penyusunan buku, serta kurangnya keterampilan dalam pengelolaan referensi dan layout naskah. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring selama satu hari dengan metode ceramah interaktif, workshop praktik, diskusi, dan pendampingan mandiri. Materi pelatihan mencakup konsep dasar penulisan buku referensi, teknik penyusunan kerangka, pengelolaan referensi menggunakan aplikasi Zotero, desain layout buku, dan prosedur pengajuan ISBN. Sebanyak 14 guru dari berbagai bidang studi mengikuti kegiatan ini dan diberikan tugas mandiri untuk menyusun draft buku referensi berbasis hasil penelitian masing-masing. Evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat keberhasilan sebesar 89,75% yang dikategorikan Tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam penulisan dan publikasi buku referensi. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya literasi ilmiah di lingkungan sekolah serta meningkatkan kontribusi guru terhadap pengembangan literatur akademik.
Deskripsi Kemampuan Koneksi Matematis pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ditinjau dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Watampone Hamid, Abdurahman; Juhari, Agusalim
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i1.18649

Abstract

Kemampuan membuat koneksi matematika penting untuk memahami konsep dan menerapkan dalam situasi nyata. Penelitian ini bertujuan menjelaskan keterampilan konektivitas matematika siswa berkemampuan sedang dari kelas 8, menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui penilaian tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa berkemampuan sedang memiliki tingkat konektivitas matematika yang rendah (63%), kesulitan mengintegrasikan konsep, merumuskan analgoi, dan perhitungan. Sebaliknya, terkait kolerasi matematika dan kehidupan sehari – hari, mereka menunjukkan hubungan signifikan (72%), mampu memahami masalah kontekstual, mendokumentasikan informasi, dan menghubungkannya dengan model matematika. Disimpulkan bahwa siswa berkemampuan sedang lebih mudah mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari – hari daripada konsep matematika itu sendiri. Oleh karena itu, disarankan bagi guru mengembangkan lingkungan belajar yang mendorong pemahaman hubungan antar konsep serta beragam soal untuk meningkatkan keterampilan konektivitas matematika siswa.   The ability to make mathematical connections is important for understanding concepts and applying them in real situations. This study aims to explain the mathematical connectivity skills of 8th grade medium-ability students, using qualitative descriptive methods through written assessments and interviews. The results showed that medium-ability students had low levels of mathematical connectivity (63%), difficulty integrating concepts, formulating analogies, and calculations. In contrast, related to the correlation between mathematics and everyday life, they showed a significant relationship (72%), were able to understand contextual problems, document information, and relate it to mathematical models. It was concluded that medium-ability students found it easier to relate mathematics to everyday life than the mathematical concept itself. Therefore, it is recommended for teachers to develop a learning environment that encourages understanding of the relationship between concepts and various problems to improve students' mathematical connectivity skills..
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR PADA MATAKULIAH STATISTIK Juhari, Agusalim; Patta, Rahmawati; Habibah, St.; Asmayani, Asmayani
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i2.6146

Abstract

Statistik merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh calon guru Sekolah Dasar (SD) untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pembelajaran. Namun, hambatan belajar statistik masih menjadi tantangan serius bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat hambatan belajar statistik serta mengungkap faktor-faktor penyebabnya dan memahami pengalaman serta persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran statistik. Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods dengan model deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa Penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa dari dua kelas yang tengah menempuh mata kuliah Statistik Dasar pada semester genap tahun akademik 2024/2025 di Program Studi PGSD Universitas Negeri Makassar. Kedua kelas yang dipilih untuk penelitian ini diampu oleh dua dosen yang berbeda. Instrumen penelitian meliputi angket tertutup berbasis skala Likert dan angket terbuka, dengan validitas instrumen diuji menggunakan metode Gregory. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik dan triangulasi sumber melalui wawancara dosen pengampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar terdapat pada dimensi kognitif dengan kategori tinggi, sedangkan hambatan afektif berada pada kategori sedang, dan hambatan pada dimensi metode serta teknologi tergolong rendah. Faktor penyebab utama hambatan adalah kesulitan memahami konsep dasar statistik, keterbatasan dalam interpretasi data, serta kecemasan terhadap angka dan rumus. Mahasiswa juga menilai pembelajaran statistik yang diterima masih bersifat abstrak dan kurang aplikatif, serta mengusulkan penerapan pembelajaran berbasis masalah dan penggunaan teknologi yang lebih intensif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran statistik yang lebih kontekstual dan inovatif untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII Jenung, Yovita; Syukriani, Andi; Juhari, Agusalim
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari pada tingkat pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar, sampai dengan perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif berupa Quasi Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran TPS (Think Pair Share) terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Nasional Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Nasional Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Nasional Makassar, yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Deskriptif dan analisis Inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Pembelajaran Think Pair Share dapat berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman konsep siswa pada kelas kontrol sebesar 73,15 sedangkan pada kelas eksperimen hasil pemahaman konsep siswa sebesar 84,95. Uji Independent Sample t-tes menunjukan bahwa nilai tHitung = 8,930 > ttabe1 = 2,02439 dapat dilihat dari taraf signifikansinya apabila H0 = Sig ≥ 0,05 diterima atau H1 = Sig < 0,05 diterima diketahui nilai signifikansi 0,088. karena nilai Sig 0,088 < 0,05 dengan demikian H1 diterima, maka ada pengaruh signifikansi model pembelajaran Kooperatif tipe think pair share terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Nasaional Makassar.
PENGELOMPOKAN DATA PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN WARD’S METHOD Muthahharah, Isma; Juhari, Agusalim
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 14 No 4 (2020): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.213 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol14iss4pp627-632

Abstract

In health services, the quality of service places patients as the party who consumes and enjoys health services, including those that most determine the quality of health services. The Makassar city health office noted that the people served in 2018 reached 81.77% compared to 2017 which was only 81.71%. The data released by the health department have not shown specifically which districts had very good, pretty good, and poor health services during the Covid-19 pandemic. Therefore, we need a classification method, namely the ward's method. Health services in this study include hospitals, health centers, home care and telemedicine in 15 sub-district locations. Based on the results of the analysis formed 3 clusters, namely cluster 1 with members of the sub-districts of Biringkanaya, Bontoala, Makassar, Manggala, Tallo, Tamalanrea, and Wajo which have pretty good health services. cluster 2 with sub-district members namely Mamajang, Panakkukang, Rappocini, Ujung Pandang, and Sangkarang Islands which have very good health services, cluster 3 with members of Mariso, Tamalate and Ujung Tanah sub-districts which have poor health services.
Portrait of Junior High School Teachers' Readiness for Deep Learning in The Independent Curriculum in Makassar City Mislia; Juhari, Agusalim; Asmayani
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4267

Abstract

This study aims to portray the readiness of junior high school teachers in Makassar City to implement deep learning within the Merdeka Curriculum and to identify the strongest and weakest dimensions of their readiness. The research employed a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving approximately 70 teachers from three representative schools selected through proportional random sampling. The instrument used was a five-point Likert questionnaire covering five dimensions of readiness: conceptual understanding, lesson planning, classroom implementation, attitude and motivation, and environmental support. The findings revealed an overall mean readiness score of 3.62, which falls into the “ready” category, with 12% of teachers categorized as very ready, 58% ready, 26% moderately ready, and 4% less ready. The strongest dimension was attitude and motivation (mean 4.02), while the weakest dimensions were environmental support (3.35) and classroom implementation (3.41). These results highlight the need for stronger institutional support, adequate facilities, and practical mentoring to ensure that deep learning can be effectively and sustainably implemented in schools.
Upaya Meningkatkan Kesiapan Belajar Statistik Melalui Pemberian Pre-Quiz Pada Mahasiswa Calon Guru SD Juhari, Agusalim; St. Habibah
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 4 No. 3 (2025): Matematika, IPA, dan Pembelajarannya
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v4i3.297

Abstract

This study aims to examine the effect of pre-quiz implementation on students' learning readiness in the Statistics course within the Elementary School Teacher Education (PGSD) program at Universitas Negeri Makassar. Using a quantitative approach, an experimental design, and data collection through weekly pre-quizzes over four weeks, the study measured the week-to-week improvement in students' learning readiness. The results indicate a significant increase in students' learning readiness, with the average pre-quiz score rising from 43.16 in Week 1 to 78.95 in Week 4. Descriptive and inferential analyses using the Paired Sample t-Test revealed a significant difference between pre-quiz scores in Week 1 and Week 4, with t-value (5.62) > t-table (1.721) and p-value = 0.000, indicating that the pre-quiz had a positive effect on improving students' learning readiness. This improvement is also reflected in the shift of students into higher readiness categories, with more students moving into the "High" and "Very High" categories in the later weeks. Overall, the findings suggest that pre-quizzes can serve as an effective tool to enhance students' learning readiness, especially in dealing with more complex materials such as statistics. The study recommends that lecturers integrate pre-quizzes into Statistics instruction to improve students' learning preparedness.
Perbandingan Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring dan Luring Dalam Matakuliah Teori Bilangan Juhari, Agusalim
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 4 No. 3 (2025): Matematika, IPA, dan Pembelajarannya
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v4i3.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring dan luring dalam matakuliah Teori Bilangan, mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing model pembelajaran, serta mengevaluasi tingkat pemahaman dan interaksi mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah mix-method dengan kombinasi kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Instrumen penelitian berupa angket tertutup berbasis skala Likert dan skala penilaian, serta pertanyaan terbuka reflektif. Sampel penelitian terdiri dari 43 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Mahasiswa memiliki persepsi lebih positif terhadap pembelajaran luring dibandingkan daring, terutama dalam aspek pemahaman, motivasi belajar, dan interaksi. Luring dinilai lebih efektif dalam mendukung pembelajaran konsep abstrak seperti Teori Bilangan, (2) Pembelajaran luring unggul dalam interaksi langsung, diskusi aktif, dan fokus belajar, sedangkan daring menghadapi kendala interaksi dan teknis. Meski demikian, pembelajaran daring tetap unggul dalam fleksibilitas dan mendorong kemandirian belajar, dan (3) Mahasiswa memberikan penilaian lebih tinggi terhadap luring pada aspek pemahaman dan interaksi. Mayoritas memilih skala tertinggi untuk luring, menunjukkan tatap muka tetap menjadi pendekatan efektif untuk matakuliah berbasis konsep abstrak. Temuan ini merekomendasikan penerapan model blended learning untuk mengoptimalkan keunggulan dari kedua metode pembelajaran.
Penerapan Bahan Ajar Angka dan Huruf Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Maros Rusdianto, Rusdianto; Sulolipu, Andi Annisa; Taskirah, Andi; Syamsinar, Syamsinar; Juhari, Agusalim
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v2i1.36817

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kalangan guru-guru Sekolah Dasar khususnya di kabupaten Maros adalah penggunaan angka dan huruf tingkat dasar yang masih kurang. Hal ini mengakibatkan bahan ajar yang dikembangkan oleh guruguru tersebut bisa dikatakan tidak layak untuk digunakan. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah; 1) memberikan motivasi kepada siswa agar tertarik untuk belajar materi dasar yakni angka dan huruf, 2) meningkatkan pengetahuan guru dalam menentukan jenis bahan ajar yang cocok untuk diterapkan, 3) memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan keterampilan yang dapat membuat anak tertarik dengan materi yang disajikan. Kegiatan pengabdian di laksanakan di SMPN 10 Bantimurung, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros dengan melibatkan guru-guru SMP yang berada di sekitar sekolah tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) menunjukkan semangat para guru untuk menanggapi materi penerapan bahan ajar untuk pengenalan huruf dan angka tingkat dasar, hal ini di tandai dengan adanya guru yang mengajukan pertanyaan, saran dan kritik, 2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep pengenalan angka dan huruf bagi guru-guru SMP, 3) Adanya respon positif dari para peserta yang ditandai dengan pengerjaan tugas mandiri.Kata Kunci: Bahan Ajar, Angka, Huruf, Guru-Guru SD. 
The Influence of a Principal's Transformational Leadership Style on Teacher Performance in the Digital Era: A Case Study Habibah, Sitti; Juhari, Agusalim
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 1 (2025): December (Early Bird)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i1.4258

Abstract

Transformational leadership is believed to enhance motivation and performance; however, it is essential to evaluate the efficacy of the high school principal's leadership style in motivating teachers, particularly in the integration of technology and the resolution of digital learning challenges.  This study analyzes and empirically tests the principal's transformational leadership style on teacher performance at High School 2 Takalar, especially in the digital age when technology adaptation and learning innovation are crucial. This study uses a quantitative approach with an associative explanatory survey design. The total number of teachers at High School 2 Takalar is 78, with 21 men and 57 women. The research sample was determined using the Slovin Formula with a tolerance level of error of 10% (e = 0.10), resulting in a minimum of 44 respondents. Data was collected through a closed questionnaire and analyzed using simple linear regression statistical techniques. The study found a positive and significant relationship between principal transformational leadership and teacher performance. Teacher performance in technology adaptation, learning innovation, and main task implementation improved significantly with increased transformational leadership dimensions like idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This research endorses the transformational leadership model within the context of 21st-century education characterized by digital predominance. This case study offers practical advice for High School 2 Takalar's principal and other educators on how to use transformational leadership to boost teacher professionalism and performance in the digital age.