Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Learning Transformation: Effective Strategies for Transforming Ordinary Elementary School Classrooms into Interactive Math Labs Latri, Latri; Juhari, Agusalim
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 1 (2025): December (Early Bird)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i1.4278

Abstract

Textbook lectures and exercises typically dominate elementary school mathematics, which diminishes student enthusiasm and conceptual understanding. Students have trouble applying arithmetic to real life in non-visual, kinesthetic classrooms. Thus, this project seeks to create and implement a plan to turn primary school classrooms into engaging mathematics laboratories at SPF Unit of Tidung State Elementary School. Students' active participation and conceptual mastery of math are the goals. This study employs two cycles of Classroom Action Research (CAR). The transformation strategy includes 1) creating a Mathematics Corner with manipulatives, 2) using classroom walls as interactive visual media (posters and mind maps), and 3) implementing a Project-Based Learning (PjBL) Model in the new classroom. Monitoring student involvement, learning outcome tests, and student and instructor reaction questionnaires provided data. The study found that the transformation strategy provided an active and responsive learning environment. Student participation in mathematical exploration activities rose from 65% in cycle I to 88% in cycle II. Environmental intervention increased conceptual understanding by 15%. Mathematics was more appealing to students. This study demonstrates to primary schools, particularly those in urban areas, how to transform limited classroom space into a math laboratory without incurring significant costs. Its theoretical contribution strengthens empirical evidence that an interacting physical environment motivates and increases primary school pupils' math achievement.
EKSPLORASI PEMAHAMAN NILAI MUTLAK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA BERBASIS THREE WORLDS OF MATHEMATICS Juhari, Agusalim; Takdirmin, Takdirmin
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap konsep nilai mutlak berdasarkan kerangka Three Worlds of Mathematics (Tall), yang meliputi embodied world, symbolic–proceptual world, dan formal–axiomatic world. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 mahasiswa yang dipetakan ke dalam tiga kategori world melalui tes diagnostik. Tiga subjek utama (M1, M2, dan M3) dipilih secara purposive untuk diwawancarai lebih mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Distribusi pemahaman mahasiswa berdasarkan Three Worlds of Mathematics menunjukkan bahwa symbolic–proceptual world merupakan dunia yang paling dominan, Sebanyak 53.3% mahasiswa berada pada dunia simbolik, 26.7% pada embodied world, dan hanya 20% pada formal–axiomatic world. Hal ini menegaskan bahwa mayoritas mahasiswa lebih menguasai prosedur aljabar nilai mutlak dibandingkan pemahaman visual maupun definisi formalnya, (2) Mahasiswa embodied world memahami nilai mutlak sebagai jarak, tetapi kesulitan mentransformasikan intuisi visual ke representasi simbolik. Mahasiswa mampu menggambar garis bilangan dan menentukan dua solusi berdasarkan jarak, tetapi belum mampu menuliskannya secara simbolik dalam bentuk positif dan negatif secara tepat. Koneksi embodied ke symbolic belum terbentuk secara kuat, (3) Mahasiswa symbolic–proceptual world menguasai prosedur penyelesaian dua bentuk positif dan negatif, tetapi pemahamannya bersifat mekanistik. Mahaisiswa menyelesaikan soal nilai mutlak dengan cepat dan tepat, namun tidak memahami alasan matematis di balik langkah tersebut. Representasi simbolik tidak terhubung dengan makna visual ataupun definisi formal nilai mutlak, dan (4) Mahasiswa formal–axiomatic world memahami definisi formal nilai mutlak, tetapi belum mampu menghubungkannya dengan representasi visual. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bersyarat dan memberikan justifikasi matematis yang tepat, namun kesulitan menjelaskan grafik nilai mutlak sebagai representasi jarak. Integrasi formal ke embodied belum terjadi secara utuh.
PENALARAN ADAPTIF DAN KOMPETENSI STRATEGIS MAHASISWA CALON GURU LAKI-LAKI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Syukriani, Andi; Juhari, Agusalim
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7677

Abstract

Penalaran adaptif dan kompetensi strategis menjadikan belajar matematika tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mengarah pada proses berpikir logis, reflektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis penalaran adaptif dan kompetensi strategis mahasiswa calon guru laki-laki pendidikan matematika berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Calon subjek penelitian adalah Mahasiswa program studi Pendidikan matematika kelas A11 Semester genap Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian dipilih secara purposif, yaitu 3 mahasiswa laki-laki terdiri dari masing-masing 1 berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data kemampuan matematika diperoleh melalui tes. Masalah matematika divalidasi ahli oleh 2 pakar ilmu Pendidikan matematika dan 1 guru matematika. Masalah matematika yang digunakan adalah soal tidak rutin berupa soal cerita kontektual yang tercakup di dalamnya secara tersirat adalah konsep lingkaran, konsep trigonometri, dan konsep segitiga siku-siku. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode, yaitu dokumen hasil pengerjaan dan wawancara, dan juga menggunakan teknik kelengkapan referensi.Setelah dokumen hasil memecahkan masalah terkumpul maka dokumen tersebut di analisis, yaitu dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemampuan mahasiswa calon guru laki-laki bervariasi dalam memformulasi konteks masalah matematika bergantung pada tingkat kemampuan matematikanya. Mahasiswa berkemampuan tinggi mampu mengubah situasi masalah ke dalam bentuk representasi visual yang logis melalui strategi dekomposisi, namun pemahaman konseptualnya terhadap konteks masih belum menyeluruh. berkemampuan sedang cenderung menggunakan strategi identifikasi informasi dengan fokus pada pengenalan unsur dasar masalah. Mahasiswa berkemampuan rendah menunjukkan ketelitian dalam menggambar dan memiliki pengetahuan awal terhadap konsep dasar, namun belum dapat mengintegrasikan konsep-konsep matematika secara utuh dalam pemahaman konteks masalah
Program Penguatan Kompetensi Guru MGMP Matematika Maros dalam Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Ilmiah melalui Pelatihan Terstruktur Upu, Hamzah; Juhari, Agusalim; Basri, Muhammad Yusran; Bernard, Bernard; Habibah, Sitti
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.585

Abstract

Peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menulis karya ilmiah menjadi kebutuhan strategis dalam pengembangan profesionalisme dan peningkatan mutu pembelajaran. Namun berbagai laporan menunjukkan bahwa guru masih menghadapi kendala dalam memahami metodologi PTK, mengembangkan instrumen penelitian, menganalisis data, serta menyusun artikel ilmiah sesuai kaidah akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan komprehensif bagi guru MGMP Matematika Kabupaten Maros melalui pelatihan konseptual, praktik terarah, penerapan teknologi digital, dan pendampingan intensif. Program dilaksanakan dalam lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas guru peneliti. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest–posttest, observasi proses, monitoring pelaksanaan PTK, serta analisis dokumen luaran guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 59,55 menjadi 81,00. Selain itu, guru menghasilkan 11 proposal PTK, 9 instrumen penelitian, 8 laporan PTK, dan 7 draft artikel ilmiah berbasis IMRAD. Peningkatan ini semakin diperkuat oleh pemanfaatan teknologi digital seperti Google Scholar, Mendeley/Zotero, serta penggunaan aplikasi Gen-AI secara etis untuk mendukung penulisan akademik. Kegiatan ini juga membuahkan terbentuknya Komunitas Guru Peneliti MGMP Matematika Maros sebagai sarana keberlanjutan praktik penelitian guru. Secara keseluruhan, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi penelitian dan literasi ilmiah guru, sekaligus membangun ekosistem profesional yang mendorong budaya penelitian berkelanjutan di lingkungan MGMP. Model pelatihan dan pendampingan terstruktur ini direkomendasikan untuk direplikasi pada MGMP mata pelajaran lainnya dan dikembangkan melalui kemitraan berkelanjutan antara sekolah dan perguruan tinggi