Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS ETNOSAINS PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA KELAS V SDN KLITIK 1 NGAWI Nuryatman, Pamelia; Dewi, Candra; Fitriani, Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i8.7354

Abstract

This research aims to improve students' critical thinking skills through a problem-based learning model based on ethnoscience in grade 5 at SDN Klitik 1 Ngawi. The research method used is Classroom Action Research (PTK) with a McTaggart design, employing a cyclical process with two cycles. Each cycle consists of four stages: 1) planning, 2) implementation, 3) observation, and 4) reflection. Data collection techniques included interviews, tests, and observations. The data analysis results show an increase in students' critical thinking skills. In cycle 1, the average score was 71 with a completion rate of 63%, which increased to an average score of 84 and a completion rate of 88% in cycle 2. The problem-based learning model based on ethnoscience used in the Integrated Science (IPAS) learning process gradually improves students' critical thinking abilities. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model pembelajaran problem based learning berbasis etnosains di kelas V SDN Klitik 1 Ngawi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) rancangan Mc Taggart dengan alur berulang sebanyak 2 siklus. Setiap siklus memiliki 4 tahapan yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, tes, dan observasi. Hasil analisis data dari penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pada siklus 1 nilai rata-rata 71 dengan presentase ketuntasan 63% mengalami peningkatan pada siklus 2 dengan nilai rata-rata 84 serta presentases ketuntasan sebesar 88%. Model pembelajaran problem based learning berbasis etnosains yang digunakan dalam pembelajaran IPAS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara bertahap.
PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI BUNYI DAN SIFATNYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR Arjunani, Rusmalistia Intan; Dewi, Candra; Fitriani, Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i6.8369

Abstract

Pemahaman konsep IPA adalah kemampuan secara keseluruhan dalam memahami ide-ide IPA. Tetapi peserta didik banyak yang belum memahami konsep dengan baik dipembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu menggunakan metode yang dapat menunjang pembelajaran yaitu metode inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA di kelas 5 SDK klitik 1. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan kelas (PTK). Penerapan metode inkuiri terbimbing pasa siswa kelas 5 SDN Klitik 1 pada mata pelajaran bunyi dan sifatnya mendapatkan hasil nilai rata-rata 81 dan peserta didik mendapat nilai yag tuntas. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Inkuiri terbimbing dapat meningkatkan konsep pemahaman IPA pada peserta didik.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPA MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN KLITIK 1 GENENG, NGAWI Fitriana, Rosita Nur; Dewi, Candra; Fitriani, Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i10.9790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar IPA pada materi bagian-bagian tumbuhan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match di kelas IV SD Negeri Klitik 1 Ngawi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat tahapan: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data meliputi observasi minat belajar siswa dan evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Observasi minat belajar mencapai 78,5%, yang tergolong sangat baik. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 61,1% pada siklus I menjadi 83,3% pada siklus II. Nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan, yaitu dari 68,3 pada siklus I menjadi 78,3 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model make a match efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan.