Claim Missing Document
Check
Articles

MENGURAI PERAN KOMITMEN ORGANISASI DALAM HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI, ETIKA KERJA, DAN KINERJA Novi Fitria Hermiati; Arief Teguh Nugraha
Jurnal Pelita Ilmu Vol. 19 No. 02 (2025): JURNAL PELITA ILMU - Oktober 2025
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpi.v19i02.7087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan etika kerja terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada PT Maesya Manufaktur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian berjumlah 120 karyawan, dengan sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi. Etika kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya, komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan serta tidak mampu memediasi pengaruh budaya organisasi dan etika kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks perusahaan manufaktur berbasis target produksi, kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh kekuatan budaya organisasi dibandingkan faktor psikologis seperti komitmen. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam penguatan budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Pengembangan UMKM di Desa Jatibaru Sunita Dasman; Dian Sulistyorini Wulandari; Arief Teguh Nugroho
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v1i2.2495

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) are productive economic enterprises that stand alone and are carried out by individuals or business entities that are capable of expanding employment and providing broad economic services to the community. Jatibaru Village is a village with the majority of the population being traders, farmers and MSME actors whose family's source of income is economically derived from selling and farming activities. During the Covid-19 pandemic, MSMEs experienced a significant decrease in turnover. The lack of knowledge, especially in the field of the digital world, is still lacking, they rely more on regular customers who are limited and uncertain. In addition, there is a lack of creativity in utilizing digital tools for online social media which are moving rapidly.
Transformasi Visual Produk Lokal: Inovasi Kemasan UMKM Pangan di Desa Jayasampurna Hamdan Amaruddin; Pujiharta Pujiharta; Arief Teguh Nugraha; Ferdina Nafta Apriliani
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1499

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya nilai jual dan daya tarik visual pada kemasan produk UMKM di Desa Jayasampurna, Bekasi, khususnya pada produk Gagayeum Makaroni dan Basreng Koin Teman Kongkow. Metode pelaksanaan program dirancang secara komprehensif yang meliputi empat tahapan utama, yaitu sosialisasi pentingnya branding, pelatihan dasar desain komunikasi visual, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui perancangan ulang kemasan menjadi standing pouch full print yang higienis serta pembuatan e-commerce, hingga pendampingan cetak serta evaluasi dampak pasar. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan pada aspek estetika dan fungsional kemasan yang kini telah memenuhi regulasi BPOM, mencantumkan label nilai gizi, logo halal, serta informasi kedaluwarsa yang jelas. Restrukturisasi visual ini berhasil memperkuat identitas merek, meningkatkan persepsi kualitas (perceived value), dan memperluas jangkauan pasar mitra ke segmen ritel modern serta digital. Kesimpulannya, diversifikasi desain kemasan terbukti efektif bertindak sebagai silent salesman yang mampu menaikkan daya saing serta omzet penjualan produk pangan lokal.