Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Sosial Partisipatif dalam Menekan Kriminalitas Berbasis Narkoba di Jermal Pasar 7 Medan Denai Winda Kustiawan; Ahmad Zikri Ramadan; Arie Armadhani Ritonga; Apri Maulidta; Yaumul Khairana; Sarah Amelia; Peni Rosita Sirompul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40945

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kriminalitas, faktor penyebab, persepsi masyarakat, dan strategi sosial partisipatif dalam menekan kriminalitas berbasis narkoba di Jermal Pasar 7 Medan Denai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka Participatory Action Research (PAR) pada aspek partisipatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dialog partisipatif dengan informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kriminalitas yang dominan meliputi peredaran narkoba, perjudian, begal, dan pencurian. Tingginya kriminalitas dipengaruhi oleh ketergantungan ekonomi sebagian masyarakat terhadap jaringan narkoba, melemahnya kontrol sosial, serta kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya tindak kejahatan. Masyarakat memandang narkoba sebagai akar berbagai persoalan kriminal di wilayah tersebut. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan penegakan hukum, optimalisasi peran keluarga dan tokoh agama, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi sebagai upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Reportase dan Wawancara Televisi Arizah Laila Madani; Ridha Nadiyah Siregar; Winda Kustiawan; Muhammad Hafizh Rafi'ie; Miftahul Anwar Alamsyah; Khairi Tariq Sitorus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40987

Abstract

Reportase dan wawancara televisi merupakan bagian penting dalam praktik jurnalistik penyiaran yang berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Reportase digunakan untuk melaporkan fakta dan peristiwa yang terjadi secara langsung, sedangkan wawancara berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi, pandangan, maupun penjelasan dari narasumber yang berkaitan dengan suatu isu. Kedua kegiatan tersebut menjadi elemen utama dalam penyusunan program berita yang aktual, informatif, dan edukatif. Artikel ini membahas konsep reportase dan wawancara televisi, meliputi pengertian, karakteristik, jenis, teknik pelaksanaan, serta perannya dalam penyebaran informasi publik. Penulisan dilakukan dengan metode studi pustaka melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan dengan bidang jurnalistik televisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas reportase dan wawancara sangat ditentukan oleh kemampuan reporter dalam memperoleh data yang valid, menyusun pertanyaan secara efektif, serta menyajikan informasi secara objektif dan profesional. Seiring perkembangan teknologi digital, praktik reportase dan wawancara televisi semakin mengalami inovasi sehingga mampu menjangkau khalayak yang lebih luas melalui berbagai platform media.
Pengaruh Kecanduan Media Sosial terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang Winda Kustiawan; Husna Hanifah; Mhd Hafiz Ibrahim Lubis; Dimas Syahputra; Agung Indrawan; Fikriansyah Pratama Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecanduan media sosial terhadap perkembangan sosial emosional remaja awal di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah pola interaksi remaja, di mana penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi memicu kecanduan yang memengaruhi aspek psikologis dan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari remaja berusia 12–15 tahun yang aktif menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dalam intensitas tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali fenomena secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berdampak pada penurunan kualitas interaksi sosial langsung, rendahnya empati, serta munculnya ketidakstabilan emosi seperti kecemasan dan fenomena fear of missing out (FOMO). Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengawasan dan edukasi strategi intervensi yang efektif bagi remaja dan keluarga untuk menjaga keseimbangan perkembangan sosial emosional di era digital.
Framing Analysis of Sumatera Flood Disaster News in Kompas.com and Detik.com Media December 2025 Edition Mhd Aziz Syahridani; Winda Kustiawan
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.2681

Abstract

The flash floods that struck Aceh, North Sumatra, and West Sumatra in November–December 2025 resulted in more than 1,200 fatalities and massive infrastructure damage. Media coverage of this disaster has the potential to shape public perception in an unbalanced way if it is not presented comprehensively. This study aims to analyze and compare the framing of news coverage of the Sumatra floods on the online media outlets Kompas.com and Detik.com to reveal differences in the construction of reality and trends in information presentation in both media outlets. The approach used is descriptive qualitative analysis based on Robert N. Entman’s framing model, which encompasses four elements: problem definition, identification of causes, moral judgment, and recommended solutions. The results of the study show that Kompas.com frames the floods as an ecological structural failure resulting from massive deforestation, weaknesses in permit management, and a capitalist development orientation, with long-term solutions involving ecosystem restoration and a moratorium on extractive activities. In contrast, Detik.com framed the disaster as a humanitarian emergency, focusing on the physical impacts, the need for a rapid response, and administrative measures such as declaring a national disaster and river normalization. These differences in framing reflect the editorial tendencies of each media outlet, which influence how the public understands the root causes of the problem and the priorities for disaster management.
Analisis Persuasi Dakwah Ferry Irwandi dalam Konten “Abu Nawas dan Kebahagiaan” di Channel YouTube Winda Kustiawan; Muhammad Aziz Syahridani; Mahisa Agni; Muhammad Andra Syahputra; Fathan Mubina
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.3864

Abstract

Strategi persuasi yang digunakan Ferry Irwandi dalam video YouTube “Abu Nawas dan Kebahagiaan” dikaji dalam penelitian ini. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana anekdot dan pengalaman pribadi dapat memperkaya ajaran dakwah, terutama dalam hal mengedepankan nilai-nilai penghargaan, kegembiraan, dan kesederhanaan menjadi titik rasa syukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik komunikasi persuasif Ferry Irwandi dan cara-cara yang digunakannya dalam membingkai kisah Abu Nawas untuk membangkitkan perasaan yang kuat dalam diri audiens. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi dan metodologi kualitatif deskriptif, rekaman video diamati dan dianalisis secara cermat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferry Irwandi menggunakan humor, kesederhanaan, dan kisah-kisah pribadi di samping teknik penceritaan yang kuat untuk membantu masyarakat umum menerima pesan dakwah. Narasi Abu Nawas tidak hanya menghibur, tetapi juga menyediakan sarana refleksi diri dan identifikasi kebahagiaan sejati dan makna hidup. Cerita adalah cara yang efektif untuk memperkuat moral dan nilai-nilai Islam, menciptakan hubungan emosional, dan membuat pesan menjadi lebih menarik.
Content Analysis of Gerindra's Tiktok as a Political Communication Medium For Students of the Faculty of Dakwah and Communication Abdul Rahman; Winda Kustiawan
Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/syiar.v5i1.787

Abstract

There is a lack of research on using TikTok by political parties in Indonesia, particularly regarding its impact on university students' political perceptions and participation as the young voter generation. This study analyses the political communication strategies employed by the Gerindra Party through the TikTok platform and its influence on the political perceptions of students at the Faculty of Dakwah and Communication, State Islamic University of North Sumatra. Employing a qualitative case study approach, the research utilises content analysis of Gerindra's TikTok videos and in-depth interviews with students, applying data triangulation to comprehensively understand digital political communication and its effects. The findings indicate that the Gerindra Party employs diverse political communication strategies on TikTok, including informative, persuasive, entertaining, and responsive content to engage a young audience. Prabowo Subianto, as the principal figure, prominently features in the content, with videos lasting 30-60 seconds being the most effective in increasing engagement, averaging 1.2 million views. Content showcasing informal moments of political figures elicited higher responses than formal content. However, TikTok presents limitations in delivering in-depth political issues, and the study also found low digital literacy among students in verifying information. These findings highlight the effectiveness and challenges of digital political communication via TikTok. The study concludes that it is essential to integrate digital citizenship education in higher education institutions to enable students to analyse political content critically, and political parties should develop effective multi-platform communication strategies
REPRESENTASI DOA SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI ISLAM DALAM LIRIK LAGU ADA TITIK-TITIK DI UJUNG DOA KARYA SAL PRIADI (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Afdal Hafiz Takar; Winda Kustiawan
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Music functions as one of the most pervasive channels for transmitting human values, including those of a spiritual and religious character. This study investigates how the act of prayer (du'a) is represented as a mode of Islamic communication within the lyrics of the Indonesian indie song Ada Titik-Titik di Ujung Doa composed by Sal Priadi. Employing a descriptive qualitative approach grounded in Charles Sanders Peirce's triadic semiotic framework encompassing representamen, object, and interpretant the research systematically identifies and classifies semiotic signs as icons, indices, and symbols. Data were drawn from the song's official lyrics and supplemented by secondary literature on Peircean semiotics and Islamic communication theory. Three principal semiotic categories were identified. Iconic signs encode sincere devotional attention (ihtimam) through vivid visual imagery. Indexical signs point directly to established Prophetic worship practices, particularly the pre-sleep supplication (du'a qabla nawm), and to the ongoing process of forgiveness (al-'afw). Symbolic signs, most prominently the metaphor of 'dots at the end of a prayer,' embody submission (tawakkal), patience (shabr), and the value of mutual supplication (du'a li al-akh). The findings affirm that contemporary popular music can serve as an effective medium for Islamic da'wah.
UMSU FM'S Communication Strategy on the Talk Show Prevent HIV Ending Aids To Develop Existence In the Digital Era Sherly Alfina; Winda Kustiawan
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 02 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v7i02.1738

Abstract

ABSTRACT In the current digital era, how can Radio 91.6 UMSU FM's communication strategy in its talk show content ''Prevent HIV, End AIDS'' be optimized to expand its audience reach and maintain its relevance amidst increasingly fierce media competition? This research was conducted using a qualitative descriptive method. This research was conducted on Radio 91.6 Umsu FM, by looking for valid data and information about how Umsu radio is developing its existence in the current digital era with one of its programs, namely the Prevent HIV End AIDS Talkshow. This program was presented by the North Sumatra KPA for outreach via radio and also includes a program that educates the public so that they have awareness of handling HIV AIDS, therefore it has become a weekly broadcast on radio specifically for the community, teenagers, and HIV AIDS sufferers. Indeed, technological advances should be used as a means for the development of media so that it is not left behind by other competitors. The results of the effects on communication strategies include cognitive effects, affective effects, and conative effects that make information heard more and more. Keywords: Media Strategy, Existence, Radio 91.6 UMSU FM.
The Political Communication of H. Syamsul Arifin, SE in Constructing a Positive Image Across Ethnic Communities in North Sumatra Province Muhammad Daud Siagian; Katimin Katimin; Winda Kustiawan
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i1.7075

Abstract

This study aims to analyze the political communication of H. Syamsul Arifin, SE in building a positive image among cross-ethnic communities in North Sumatra. As a region with a high degree of ethnic diversity, politics in North Sumatra requires an inclusive communication approach capable of embracing various community groups. Within this context, H. Syamsul Arifin is recognized as a political figure who successfully developed a leadership image accepted by multiple ethnic groups, earning him the title Friend of All Ethnicities. This makes it compelling to further examine the political communication strategies he employed. The study adopts a qualitative approach using case study and discourse analysis methods, focusing on Syamsul Arifin’s political communication in diverse settings, including mass media, direct interaction with the public, and political campaigns. Data were collected through in-depth interviews, document analysis, and observation. The findings indicate that the success of Syamsul Arifin’s political communication was rooted in his ability to build interpersonal communication, sensitivity to local culture, and dialogical approaches that prioritized feedback from the community. His strategies reflect the two-way symmetrical communication model (James Grunig) and high-context communication (Edward T. Hall), which highlight the importance of cultural context in delivering political messages. Communication barriers such as ethnic differences, social stereotypes, and perception gaps were effectively addressed through participatory approaches, the use of local cultural symbols, and the involvement of community leaders. Indicators of success include cross-ethnic acceptance, increased political participation, and the establishment of public trust in his leadership. These findings reinforce the importance of culture-based political communication in plural societies.
Co-Authors Abdul Rahman Ade Nurlita Ade Nurlita Ade Tegar Pramana Sianipar Adyansyah Putra Afdal Hafiz Takar Agum Maulana Agung Indrawan Ahlan Adib Al Barry Ahmad Afandi Ahmad Sakban Wahyudi Ahmad Tamrin Sikumbang Ahmad Tamrin Sikumbang Ahmad Zikri Ramadan Al Syahdafi Aldi Ramadani Gulo Ali Akbar Siregar Almaidah Siregar Almaidah Siregar Alsyahdafi Alsyahdafi Alya Azra Mutia Nasution Alya Hamzah Amelia Putri Daulay Andika Fadli Anggi Martuah Purba Anggi Saputri Anisa Fitri Anisa Huwayna Simanungkalit Annisa Erina Nainggolan Annisa Fatika Annisa Julianti Kudadiri Apri Maulidta Ardiansyah Putra Nasution Ariati Putri Siagian Arie Armadhani Ritonga Arizah Laila Madani Ayu Sawitri Azbar Rifa’i Azbar Rifa’i Azri Muharramsyah Barkah Anshori Barkah Anshori Chaerona Artha Lubis Citra Anggraini Dama Kania Harahap Dama Kania Harahap Denny Hermawan Ritonga Dewi Rahmadhanti Diana Putri Auliyah Rahma Dimas Siswanda Dimas Syahputra Dona Dwi Novita Dwiva Ramadhani Ginting Eki Kuswananda Elsa Jeynita Agustias Emya Kampina Ezra Muharrifah Fachry Abda El Rahman Fadhillah Amanda Fadilah Amalia Fadilla Hafizah Fadlan Habib Fahira Salsabila Fairuz Zahroh Fajar Arif Pratama Faradiba Shaliha Fariz Rizwan Siregar Fathan Mubina Fatur Rizky Sylvana Fikriansyah Pratama Siregar Fithriah Faulina Ritonga Fitra Yoga Ramadan Frisca Nabila Hadromi Alwi Lubis Hadromi Alwi Lubis Hafiz Fairoh Parinduri Hanifah Fitri Heny Trie Dina Aliya Hibriyanti Hibriyanti Hikmatul Fadilah Husna Hanifah Husnia Amro Br Sinaga Ibnuburrahman Ikhsan Abdul Zafar Indah Ardianti Innayatilla Intan Tursina Irfan Diki Wahyudi Irma Oktavia Izzatul Muthmainnah Jacky Raihanta Barus Jarosim Simbolon Ja’far Ja’far Juni Hidayati Juni Hidayati Kana Rizky Ramadhani Kartini Kartini Kasiana Sianipar Katibah Katibah Katimin Katimin Khafita Aini Khairi Tariq Sitorus Latifah Wulandari Lina Kristina Lola Fahira Mutahar M Yoserizal Saragih M. Fadhli M. Fadli M. Fathih Ichtisam M.Fauzi Sirait Mahadir Muhammad Mahisa Agni Mairisa Zahra Manita Rahma Hasibuan Masitoh Br. Simbolon Masnawari Harahap Masnawari Harahap Melda Wati Simanjuntak Mhd Aziz Syahridani Mhd Hafiz Ibrahim Lubis Miftahul Anwar Alamsyah Miftahul Jannah Simatupang Milla Rantika Miska Hani Pulungan Muhammad Al Fazar Muhammad Alfarizi Siregar Muhammad Andra Syahputra Muhammad Aziz Syahridani Muhammad Daud Siagian Muhammad Dimas Nugroho Muhammad Hafiz Sapriadi Muhammad Hafizh Rafi'ie Muhammad Harmain Muhammad Reihan Muhammad Rishan Sahlaya Muhammad Rizki Al Husain Damanik Muhammad Rizki Fahdian Hasibuan Muhammad Susanto Syahputra Manaor Limbong Muhammad Syam Muhammad Syarif Harefa Muhammad Walid Nabillah Miftahul Jannah Nadia Maharani Nadya Aulia Ningrum Nadya Syakilah Nanda Risani Raqiqah Nandini Nandini Natasya Natasya Niatul Mukarramah Nisaul Husna Simbolon Nur Azmi Fauzizah Nur Syahfitri Nurfatin Safika Nurfatin Syafika Nurul Ainun Jannah Nurul Ainun Jannah Nurul Halisa Peni Rosita Sirompul Putri Nabila Putri Nadia Ritonga Rachma Sari Tanjung Rafi Lamnur Siregar Rahma Aulia Sukma Purnama Ramadhani Nanda Amelia Razkiatul Fitri Matondang Reti Miranda Deansyah Reydho Febriansyah Ridha Nadiyah Siregar Rifqi Ramadhan Harahap Rivaldy Rivaldy Rizki Hajar Rizky Adi Canra Rizky Akbar Rizky Rahman Alfiris Ruslan Padli Rusydi Aulia Siregar Sabna Sabilla Samudra Sugiarto Sapriadi Rambe Sarah Amelia Sarifah Aini Siregar Senang Firdasari Sepriadi Rambe Serly Marpaung Sherlliana Sherlliana Sherly Alfina Silvi Hibriyanti Siti Asyaroh Siti Fatimah Hasibuan Siti Nabila Azzahra Siti Novi Astri Syahputri Soniari Valentina Damanik Sophia Lajuba Suci Nabila Surya Adrian Pangestu Syahraini Puspa Daulay Syahrul Afriansyah Syarifah Siregar, M.Hum Teguh Pratama Terbit Rizkinta Ginting Thahirah Azzahra Thahirah Azzahra Tirta Kencana Try Akhmal Hidayat Try Akmal Hidayat Ummil Khoiriyah Vania Daffa Wahyuni Pulungan Waldi Afalah Sinaga Waldi Afalah Sinaga Wardhatul Azmi Hasibuan Windi Sakila Nazwa Yaumul Khairana Yetti Sumarni Yoga Bali Prawira Zakaria Musa Lubis Zakiah Mahrani Harahap Zalfa Nadifah Zidan Syahira Zikri Ramadhani Zulfah Hannum Bahri Zulfan Affandi Zulhafiz Zulhafiz Zulkifli Zulkifli