Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Pola Latihan Angkat Beban dengan Kejadian DelayedOnset Muscle Soreness (DOMS) pada Anggota Pusat Kebugaran X Muzakki, Muhammad Azman; Oktariza, Rury Tiara; Purwoko, Mitayani; Indriyani, Indriyani
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 1 (2025): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i1.10281

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah kondisi nyeri otot yang muncul setelah aktivitas fisik yang intens (24-72 jam setelah latihan) terutama pada latihan beban dan ditandai oleh rasa nyeri, kekakuan otot, dan penurunan kekuatan otot. Salah satu faktor yang memengaruhi munculnya kondisi ini adalah pola latihan angkat beban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola latihan angkat beban dengan kejadian Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada anggota pusat kebugaran X. Penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anggota pusat kebugaran X dengan sampel sebanyak 66 orang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, serta didapatkan melalui purposive sampling. Data pada penelitian pola latihan  (drop set, super set, dan intraset rest) dan kejadian DOMS beserta derajat nyerinya didapatkan melalui wawancara dan formulir skala NRS. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji fisher exact test dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan pola latihan terbanyak adalah intraset rest (39,4%), dan sebanyak (95%) responden mengalami DOMS dengan mayoritas mengalami nyeri sedang (46,4%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pola latihan angkat beban dengan kejadian Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada responden (p=0,01; OR=8,44). Dapat disimpulkan bahwa pola latihan dapat mempengaruhi terjadinya DOMS pada mereka yang melakukan latihan angkat beban. 
Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Daun Mint (Mentha spp.) pada Mencit yang Diinduksi Diabetes Melitus Setiawan, Rifqi Bagus; Erlyn, Putri; Oktariza, Rury Tiara; Fitriani, Nyayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 1 (2025): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i1.10538

Abstract

Daun Mentha spp. merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki potensi sebagai antidiabetik karena memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun Mentha spp. terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit model DM. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pre-post control group design. Hewan uji yang digunakan dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan glibenklamid 0,013 mg/KgBB mencit (kontrol positif), aquadest (kontrol negatif), ekstrak daun Mentha spp. 14 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 28 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 42 mg/20g mencit. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan dan Post Hoc. Hasil uji T-berpasangan menunjukkan pada kelompok glibenklamid dan ketiga ekstrak terjadi penurunan bermakna sedangkan pada aquadest terjadi peningkatan bermakna kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05) dan hasil uji Post Hoc didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ketiga ekstrak daun Mentha spp. dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa (p>0,05). Sehingga ketiga ekstrak daun ini efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa pada mencit diabetes.
Body Mass Index, Waist-Hip Ratio and Fasting Blood Glucose Levels amongst the University Students Oktariza, Rury Tiara; Kalanjati, Viskasari Pintoko; Tirthaningsih, Ni Wajan
Folia Medica Indonesiana Vol. 57, No. 1
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight and obesity have been correlated to the higher risk for developing metabolic diseases in later life, i.e. DM type 2. We study the body mass index (BMI), the waist to hip ratio (WHR) and the fasting blood glucose levels (FBG) in the seemingly healthy male and female university students to comprehend these variables amongst the youth in Indonesia in 2019. The BMI and WHR of 150 male and female students aged 18-22 years old of the IIKBW, Kediri were measured by standardised anthropometry. The FBG was measured after 8 hours-minimum of fasting from the capillary blood drop using glucometer. Data was then analysed using SPSS 17 with level of significance of p<0.05. According to Asia-Pacific BMI classification, students were 30.7% obese with males significantly higher than females (p=0.016), 18% overweight (significantly higher in females, p=0.04), 36% normal and 15.3% underweight.When compared between genders, the WHR is significantly higher in males (p<0.001); whilst no significant differences in FBG (p=0.6). Four males and 5 females with FBG ≥ 100 mg/dl, whereas others were within normal limits. There are positive significant correlations between BMI and WHR in males and females (r=0.777, p<0.001; r=0.54, p<0.001, respectively). There is a significant positive correlation between the BMI and FBG with r=0.217, p=0.008; and between the WHR and FBG with r=0.21, p=0.01 amongst all students. In this study, male students have significantly higher BMI and WHR than females. Higher FBG was well observed in students with either higher BMI or WHR.
EFFECT OF WORK POSTURE ON MUSCULOSKELETAL SYMPTOM AMONG TAILORS IN PALEMBANG Fadillah; Selvi Triani; Rury Tiara Oktariza
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1592

Abstract

Tailors are one of the professions at risk of experiencing musculoskeletal complaints due to work posture, such as prolonged sitting and repetitive movements. The purpose of this study is to determine the effect of work posture and musculoskeletal complaints among tailors in Palembang. This research employed an observational analytic method with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was accidental sampling, with a total of 97 participants consisting of 46 males and 51 females. The age distribution included 29.9% aged ≤ 35 years and 70.1% aged > 35 years. The Rapid Entire Body Assessment (REBA) method was used to evaluate work posture risk, while the Nordic Body Map (NBM) questionnaire was used to identify musculoskeletal complaints. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the chi-square test. Based on the REBA calculation, 75.3% of the participants were found to have a moderate risk work posture, and 24.7% had a high-risk work posture. The NBM questionnaire results showed that 78.4% of participants had mild complaints, and 21.6% had moderate complaints. Statistical analysis revealed a significant relationship between work posture and musculoskeletal complaints among tailors in Palembang (p-value 0.002).
Association of Abdominal Subcutaneous Adipose Tissue Thickness with Depression, Anxiety, and Stress Among Medical Students Oktariza, Rury Tiara; Noviyanti, Noviyanti; Indriyani, Indriyani; Putri, Nabila Amanda Fauzi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10051

Abstract

Obesitas yang ditandai dengan peningkatan jaringan adiposa di tubuh semakin meningkat dalam beberapa decade terakhir terutama pada mahasiswa. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat stres, depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tebal jaringan adiposa subkutan area abdomen dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa kedokteran.  Penelitian dengan desain cross-sectional dilakukan kepada 57 mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang tidak sedang menjalani program diet, terapi antiretroviral, pengobatan kanker, terapi insulin, pengobatan psikotropik dan kortikosteroid serta tidak didiagnosis dengan penyakit diabetes, dan penyakit tiroid.  Data primer yang terdiri dari tebal lipatan kulit abdomen dan skor DASS 42 dikumpulkan.  Analisis statistik secara komputerisasi dilakukan dengan uji Spearman. Rata-rata tebal lipatan kulit abdomen responden 16,96 mm (SD 9,457), 24,6% depresi, 35,1% kecemasan, dan 21,1% stres. Tebal lipatan kulit abdomen memilki hubungan yang signifikan dan positif dengan depresi (p = 0,008 ; r = 0,350), tetapi tidak berhubungan dengan kecemasan (p = 0,074 ) dan stress (p = 0,057). Semakin tebal jaringan adiposa subkutan abdomen, semakin tinggi tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran
Effect Of Islamic Spiritual Interventions (Wudhu And Dhuha Prayer) On Anxiety Levels Of Medical Students Before Clinical Skills Examination Artanto, Ardi; Oktariza, Rury Tiara; Rifanza, Hafiz; Zalika, Putri; Ilma, Ridha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22535

Abstract

Anxiety is a physiological and emotional response to perceived threats, often experienced by medical students before exams such as the LKK exam. High levels of anxiety can negatively affect academic performance and mental well-being. Islamic psychotherapy techniques, such as wudhu (ablution) and dhuha prayer, are believed to have calming effects that reduce stress and anxiety. This study aims to analyze the effect of wudhu therapy and dhuha prayer on anxiety levels among medical students at Muhammadiyah University of Palembang before the LKK exam. This quasi-experimental study employed a pretest-posttest design without a control group. A total of 62 students meeting the inclusion and exclusion criteria were selected through simple random sampling. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis was performed using the Wilcoxon test with a significance level of p 0.05. The study findings indicate a significant reduction in anxiety levels following the intervention, with a p-value of 0.05. Before the intervention, 87.1% of students exhibited moderate anxiety, while after the intervention, 91.9% of students reported mild anxiety. These results support the effectiveness of wudhu therapy and dhuha prayer as non-pharmacological interventions for reducing anxiety. The practice of wudhu and dhuha prayer significantly reduces anxiety levels in medical students before exams. These findings highlight the potential benefits of integrating Islamic psychotherapy into academic stress management strategies.