Claim Missing Document
Check
Articles

Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine Waring di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dadap Kabupaten Indramayu Dewanti, Lantun Paradhita; Burhanuddin, Muhmmad Adhietya Ramadhani; Yustiati, Ayi; Ismail, Muhammad Rudyansyah; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3365

Abstract

Purse seine merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di Kabupaten Indramayu. Purse seine memiliki hasil tangkapan yang multi species sehingga memiliki tingkat selektivitas yang rendah. Hal ini dapat menjadi salah satu indikasi sumber daya perikanan tangkap di Pantai Utara Jawa berpotensi mengalami overfishing. Riset ini bertujuan untuk menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine waring berdasarkan frekuensi ukuran panjang ikan, proporsi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi alat tangkap purse seine waring di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dadap Kabupaten Indramayu. Pelaksanaan riset dilakukan di PPP Dadap pada Bulan September – Oktober 2022. Metode riset yang digunakan yaitu metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama adalah jenis ikan teri (Stolephorus sp.) dengan total bobot sebesar  30.415 kg. Sedangkan hasil tangkapan sampingan didominasi oleh ikan tembang (Sardinella fimbriata) dengan total bobot sebesar  74.296 kg. Distribusi ukuran Panjang ikan teri berada pada kisaran panjang 2,7 – 8,5 cm dengan proporsi ikan teri layak tangkap sebesar 66,58%. Hasil tangkapan utama berdasarkan bobot memiliki proporsi sebesar 23,32% dan sampingan 76,68%. Nilai indeks keanekaragaman spesies (H') sebesar 0,85 dan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,49. Alat tangkap purse seine waring memiliki sifat selektif positif terhadap ukuran, namun negatif terhadap spesies. Sedangkan berdasarkan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi, alat tangkap purse seine waring memiliki nilai selektivitas yang rendah.
EFEKTIVITAS KEGIATAN PENYULUHAN PERIKANAN TERHADAP KEPUASAN POKDAKAN DI KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Apriliani, Izza Mahdiana; Shafa, Bellarisa Rahma; Haryadi, Ikhsan
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i1.3756

Abstract

Cultivator satisfaction is an important thing in the implementation of fisheries extension activities. In this case, the satisfaction of farmers is related to the quality of fisheries extension services carried out. The purpose of this observation is to determine the level of satisfaction of farmers with aquaculture extension activities and the development of fish farming group (pokdakan) with extension activities in Baleendah District. Data collection methods in the form of interviews, questionnaires, observations and documentation as well as data analysis used are descriptive analysis and scoring using the Likert scale. Cultivator’s characteristics based on gender is more dominant male with a percentage of 93.3%, the age of cultivators is more dominant age 34- 45 with a percentage of 73.33%, the education level of cultivators is more dominant in elementary school (SD) with a percentage of 53.33%, and the area of cultivated land is more dominant by 5-100 with a percentage of 53.33%. The level of satisfaction of cultivators with extension activities in Baleendah District, Bandung Regency can be said to be satisfied. This can be seen from the average score of each indicator, namely 𝑚2tangible 4.11 with a description of satisfied, reliability 4.02 with a description of satisfied, responsiveness 4.02 with a description of satisfied, assurance 4.02 with a description of satisfied, and empathy 3.97 with a description of satisfied so that the average of all dimensions used to measure the level of satisfaction of cultivators in Baleendah District, Bandung Regency is with 4.03 which shows that the cultivators are satisfied with the services and extension activities received. Cultivators think that extension activities can help from the aspects of capital, facilities, information, and technology.
Efektivitas Alat Tangkap Gill Net di Desa Huangobotu Olii, Muhammad Yasin Umsini Putra; Marulu, Riswanto Sukma; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3345

Abstract

Jaring insang merupakan salah satu alat penangkapan ikan utama yang digunakan oleh nelayan di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas alat penangkapan gillnet di Desa Huangobotu. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Maret sampai Mei 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode survey.  Data yang diperoleh selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil tangkapan selama 3 bulan didominasi ikan baronang (Siganus sp.) dan ikan belanak (Planiliza subviridis). Berdasarkan data hasil tangkapan, nilai efektivitas tertinggi terdapat pada ikan belanak yang mencapai 52% dan terendah pada ikan baronang yang mencapai 48%. Akumulasi nilai efektivitas jaring insang di lokasi penelitian mencapai 100%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa jaring insang sangat efektif di wilayah penangkapan ikan di pesisir Desa Huangobotu.
KONDISI FASILITAS PELABUHAN DAN PRODUKSI PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) ERETAN Apriliani, Izza Mahdiana; Maesantika, Lala; Kurniawan, Dwiharto; Surahmat, Reanita Juhaeriah
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i1.3772

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Eretan merupakan salah satu pelabuhan di Kabupaten Indramayu yang memiliki peranan penting dalam pengembangan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Namun, produksi perikanan di PPP Eretan mengalami penurunan pada tahun 2018-2022 (DKP 2023). Kondisi fasilitas di PPP Eretan penting untuk dipahami dalam rangka menjaga keberlanjutan produksi perikanan. Kondisi fasilitas pelabuhan, seperti dermaga, gudang penyimpanan, fasilitas penanganan ikan, serta infrastruktur pendukung lainnya, dapat memainkan peran penting dalam kegiatan produksi perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas pelabuhan terhadap produksi perikanan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan metode komparatif untuk menganalisis data dengan membandingkan kelengkapan fasilitas dan tingkat operasional pelabuhan perikanan terhadap ketentuan yang berlaku. Kondisi fasilitas di PPP Eretan menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan memenuhi persyaratan. Namun, beberapa fasilitas fungsional dan penunjang memerlukan sedikit perbaikan. Penurunan produksi disebabkan karena berkurangnya frekuensi pembongkaran ikan di PPP Eretan, maraknya pemakaian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, dan pengiriman komoditas serta jumlah hari kerja nelayan akibat pandemi Covid-19.
Perbedaan Mata Pancing Ulur Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kuwe (Cranax Melampyus) di Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara Olii, Muhammad Yasin Umsini Putra; Giu, Yomansah Sukma; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3346

Abstract

Nelayan handline cenderung hanya menggunakan satu ukuran kail dalam kegiatan menangkap ikan. Sementara itu, kebutuhan hasil tangkapan yang maksimal cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran mata pancing terhadap hasil tangkapan ikan selar raksasa (Cranax melampyus) di Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai bulan Januari sampai April 2019, di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara. Jenis ukuran mata pancing yang digunakan adalah tiga ukuran mata pancing yang bernomor 20, 19 dan nomor 18. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah jumlah ikan kuwe yang tertangkap, panjang dan beratnya. Untuk menguji pengaruh perbedaan ukuran mata kail, dilakukan analisis varians ANOVA. Hasil pengujian menunjukkan menerima H1 dan menolak H0, ukuran mata pancing nomor 20, 19 dan nomor 18 berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan kuwe dengan nilai signifikansi (P-Value) uji Anova F sebesar 0,001 0,05.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Ikan yang Tertangkap di Muara Sungai Biau Kabupaten Gorontalo Utara Saipul, Saipul; Ningsih, Asniati; Ngabito, Meriyanti; Auliyah, Nurul; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i1.3320

Abstract

Sungai Biau merupakan sungai besar yang berada di kecamatan Biau, kabupaten Gorontalo Utara. Muara sungai Biau mempunyai potensi sumber daya ikan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk konsumsi sehari-hari atau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman ikan yang ditangkap di muara sungai Biau kabupaten Gorontalo Utara. Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan di muara sungai Biau kabupaten Gorontalo Utara yang berhasil ditangkap pada saat pendataan adalah ikan Petek (Photopectoralis bindus), Kwe Lilin (Caranx Tille), Kerong-kerong (Terapon jarbua), Belanak (Chelon subviridis), Besot (Sillago sihama), Gelagah Laut (Lepidamia hyalosoma), Tantan (Lutjanus sp.), Bandeng (Chanos chanos), Baronang (Siganus vermiculatus). Kelimpahan ikan di muara sungai Biau pada stasiun I yang tinggi adalah ikan kwe lilin sebesar 27% dan terendah Ikan tantan sebesar 4%, stasiun II yang tertinggi yaitu ikan kerong-kerong sebesar 25% yang terendah yaitu ikan besot sebesar 1% dan kelimpahan jenis ikan tertinggi di stasiun III adalah ikan kerong-kerong sebesar 25% terendah yaitu ikan petek sebesar 1%. Nilai keanekaragaman yang terendah yaitu pada stasiun I sebesar 1,79 H’ kemudian stasiun III sebesar 1,88 H’ dan yang tertinggi terdapat pada stasiun II yaitu sebesar 1,96 H’.
PRODUKTIVITAS PENANGKAPAN DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP BAGAN DI PERAIRAN KABUPATEN PANGANDARAN Krisyawensya, Grinsya Brylian; Apriliani, Izza Mahdiana; Dewanti, Lantun Paradhita; Yadi Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.21-30

Abstract

 Jumlah alat tangkap bagan di Kabupaten Pangandaran mengalami peningkatan yang menyebabkan komposisi hasil tangkapan mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut berkaitan dengan produktivitas alat tangkap yang dapat menentukan keberlangsungan bagan di Kabupaten Pangandaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan, proporsi hasil tangkapan, ukuran layak tangkap dan produktivitas alat tangkap bagan di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deksriptif dengan pengambilan data menggunakan metode qouta sampling yang dimana data diperoleh dari 3 bagan apung dan 7 bagan tancap. Hasil penelitian menunjukan komposisi hasil tangkapan yang didapatkan bagan apung sebanyak 8 spesies (cumi-cumi, sotong, udang jerbung, udang jambu, layur, layang, kiper dan belanak) dengan proporsi tertinggi yaitu cumi-cumi (44,43%) dan bagan tancap sebanyak 13 spesies (cumi-cumi, sotong, udang rebon, udang jerbung, udang jambu, teri, layur, layang, kiper, belanak, tembang, peperek dan selar kuning) dengan proporsi tertinggi yaitu udang rebon (61,19%). Berdasarkan perhitungan nilai Lc, hasil tangkapan dinilai sudah layak tangkap. Nilai produktivitas pada bagan apung adalah 0,003-0,005 kg/menit dan bagan tancap 0,019-0,028 kg/menit. Produktivitas bagan menunjukan kecenderungan menurun seiring dengan bertambahnya lama waktu efektif penangkapan.
Pengaruh fortifikasi tepung tulang ikan patin (Pangasius sp.) terhadap peningkatan kalsium dan preferensi donat: The effect of shark catfish (Pangasius sp.) bone flour fortification on increasing calcium and donut preference Saputra, Fachrul; Rochima, Emma; Apriliani, Izza Mahdiana; Rostini, Iis
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.57118

Abstract

Tulang ikan patin dapat dimanfaatkan dalam bentuk tepung untuk memperkaya gizi produk. Donat dengan penambahan tepung tulang ikan patin merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan pasar akan camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan konsentrasi terbaik tepung tulang patin pada pembuatan donat berdasarkan karakteristik sensori, daya mekar, komposisi kimia, dan kandungan kalsium. Perlakuan fortifikasi tepung tulang patin, yaitu 0; 2,5; 5; dan 7,5% berdasarkan berat tepung terigu. Parameter yang dianalisis meliputi tingkat kesukaan, kadar kalsium, proksimat, dan kemekaran donat. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan konsentrasi tepung tulang ikan patin tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada parameter ketampakan dan aroma, namun berpengaruh nyata (p<0,05) pada rasa dan tekstur. Perlakuan terbaik pada konsentrasi tepung tulang ikan patin 2,5% dengan nilai ketampakan (7,00), aroma (5,80), rasa (6,60), dan tekstur (6,28). Donat yang dihasilkan lebih disukai untuk parameter ketampakan, agak suka untuk rasa dan tekstur. Donat dengan perlakuan 2,5% memiliki daya kembang 15,77%; air 24,16%; abu 1,02%; protein 21,12%; lemak 6,94%; karbohidrat 44,35%; dan kalsium 255,30 mg/100 g. Fortikasi tepung tulang ikan patin dapat meningkatkan kadar abu, protein, dan kalsium donat.
PROFIL DAN PRODUKTIVITAS KAPAL RAWAI LAYUR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PALABUHANRATU JAWA BARAT Nurafni, Silvia; Dewanti, Lantun Paradhita; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.3.2025.156 - 168

Abstract

Rawai layur merupakan alat tangkap dominan dalam menangkap ikan layur di PPN Palabuhanratu yang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan. Jumlahnya berfluktuasi setiap tahun menyebabkan produksi ikan tidak menentu dan memengaruhi produktivitasnya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unit penangkapan, mengidentifikasi jenis dan menghitung jumlah hasil tangkapan, mengidentifikasi daerah penangkapan ikan serta menghitung nilai produktivitas kapal dan alat tangkap rawai layur di PPN Palabuhanratu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada 24 orang responden nelayan aktif dari kapal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal rawai layur adalah kapal motor tempel bercadik berkapasitas 2 GT, sedangkan alat tangkap berupa rawai dasar yang dioperasikan di kedalaman sekitar 60 meter dengan menggunakan umpan ikan tembang segar dan layur beku. Metode pengoperasiannya terdiri atas empat tahap yaitu persiapan, setting, soaking, dan hauling. Daerah penangkapan di perairan Ujung Genteng hingga Ujung Kulon. Hasil tangkapan utama adalah ikan layur dan hasil tangkapan sampingan di antaranya ikan tongkol pisang cerutu, layang anggur, cucut tikus/cucut monyet, swanggi, dan lain-lain. Nilai produktivitas kapal terindikasi rendah karena berada di bawah standar KEPMEN-KP No.98 Tahun 2021 dengan rata-rata 0,33 ton/GT/tahun, sedangkan nilai produktivitas alat tangkap rawai layur berada pada rata-rata 0,04 ton/trip. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi dan strategi pengelolaan yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perikanan rawai layur di PPN Palabuhanratu.
RELATIONSHIP BETWEEN SEA SURFACE TEMPERATURE AND CHLOROPHYLL-A WITH YELLOWFIN TUNA CATCH AT THE CILACAP OCEAN FISHING PORT, INDONESIA: HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP TANGKAPAN TUNA SIRIP KUNING DI PPS CILACAP, INDONESIA Gimnastiar, Pirgiawan; Dewanti, Lantun Paradhita; Apriliani, Izza Mahdiana; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.56-68

Abstract

Pelabuhan Perikanan Laut (PPS) Cilacap merupakan pusat utama penangkapan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Jawa Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan distribusi suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a, mengidentifikasi area penangkapan tuna sirip kuning di perairan PPS Cilacap (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia/WPPNRI 573 dan laut lepas), dan meneliti hubungan antara suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan tuna sirip kuning. Berdasarkan buku catatan bulanan PPS Cilacap untuk tahun 2019 hingga 2023, data yang digunakan meliputi lokasi penangkapan dan jumlah tuna sirip kuning yang dihasilkan. Citra satelit Aqua MODIS Level 3 pada periode waktu yang sama memberikan informasi tentang suhu permukaan laut dan klorofil-a. Hubungan antara suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan tuna sirip kuning diteliti menggunakan regresi linier berganda di Microsoft Excel 365. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuna sirip kuning tertangkap pada kisaran antara 8–15 ºLS dan 100–112 ºBT, dengan konsentrasi tangkapan tertinggi berada pada kisaran antara 8–11 ºLS dan 108–111 ºBT. Suhu permukaan laut berkisar antara 25–30 °C, dengan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,05–0,28 mg/m³. Menurut model regresi, suhu permukaan laut dan klorofil-a secara gabungan menyumbang 16% dari varians tangkapan (R2 = 0,16), menunjukkan bahwa variabel lain lebih penting.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdillah, Muhammad Faisal Achmad Rizal Achmad Rizal Ainun Apriliyani Muhyun Alexander M. A. Khan Alexander M. A. Khan Angellica, Maria Stevanie Atikah Nurhayati Aulya, Anggrila Ayi Yustiati Budhi Hascaryo Iskandar Burhanuddin, Muhmmad Adhietya Ramadhani Deta Oryzae Saputra Dewanti, Lantun Paraditha Dianti, Sari Rama Emma Rochima Fazri Saisar Fis Purwangka Fitriyana, Mas Fariz Gilar Budi Pratama Gillang Fernando Gimnastiar, Pirgiawan Giu, Yomansah Sukma Haidar Fathurrahman Handaka, Asep Agus Hardhiawan, Muhammad Adrian Shidqi Herman Hamdani Herman Hamdani heti herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Ibnu Bangkit B Suryadi Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Dwi Buwono Ibnu Faizal Iis Rostini Ikhsan Haryadi, Ikhsan Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Ine Maulina Ine Maulina Irfan Zidni Irvan Nur Rokhim Ismail, Muhammad Rudyansyah Isni Nurruhwati Isni Nurruhwati Iwang Gumilar JUNIANTO JUNIANTO KDNY Putra, Pringgo Khan, Alexander MA Krisyawensya, Grinsya Brylian Kurniawan, Dwiharto Lantun Paradhita Dewanti Lantun Paradhita Dewanti Ludfi Dwi Rahadian M Fahmi Ikmal M. Firhandy Dwipayana Maesantika, Lala Malik Maulana Mandala Ekaputra Marada, Devti Wirnianti Marulu, Riswanto Sukma Mas Fariz Fitriyana Maulidina, Melly Mega L. Syamsudin Mia Kusmiati Mochamad Candra Wirawan Arief Mohammad Imron Mustaruddin Muthiara Ngabito, Meriyanti Ningsih, Asniati Nirmalasari, Delinda Noir Primadona Purba Nurafni, Silvia Nurani Khoerunnisa Nurul Auliyah, Nurul Olii, Muhammad Yasin Umsini Putra Oliii, Muh. Yasin Umsini Putra Pauwwaz, Muhamad Payu, Erik Praja, Ardan Pratama, Gilar Budi Prihatin Ika Wahyuningrum Pringgo KDNYP Putra Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Rahman Arif Firmansyah Rega Permana Rega Permana Retno Muninggar Ridwan Ariyo Nugroho Rokhim, Irvan Nur Roza Yusfiandayani Rukmana, Raistsa Robbaanii Sunda Rusky Intan Pratama Saipul, Saipul Santi Santi Santi Santi Saputra, Deta Oryzae Saputra, Fachrul Shafa, Bellarisa Rahma Sugeng H. Wisudo SUNARTO sunarto sunarto Surahmat, Reanita Juhaeriah Syamsuddin, Mega Laksmini Teguh Satrio Nugraha Titin Herawati Tri Wiji Nurani Vadhilah Savetri Vita Rumanti Kurniawati Wazir Mawardi Widuri Putri Branenda Wirawan Arief, Mochamad Candra Yadi Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yafi Ibnu Sienna Yopi Novita Yuli Andriani Yulianty Adipu Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah Zamira, Nasywa Aurellia Zarrochman Zidni, Irfan Zidni, Irfan Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain