Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN EFISIENSI KONVERSI ENERGI PADA STAR ENERGY GEOTHERMAL (WAYANG WINDU) LTD., JAWA BARAT Warda Islamiyah; Teguh Utomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.649 KB)

Abstract

Abstrak—Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.,merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panasbumi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki 2unit pembangkit, yaitu unit 1 dengan kapasitas produksilistrik sebesar 110 MW dan unit 2 dengan kapasitasproduksi listrik sebesar 117 MW, sehingga total dayalistrik yang dibangkitkan adalah sebesar 227 MW.Objek penelitian ini adalah pada unit 1 yang manasudah beroperasi sejak tahun 2000.Penelitian inidimaksudkan untuk mengetahui performansi mesinpengonversi energi yaitu turbin dan generator sertamengetahui efiensi overallnya dan juga efisiensi adiabatiksistem.Dari perhitungan yang telah dilakukan,didapatkan nilai efisiensi turbin, generator, overall danadiabatic yang cenderung konstan, yaitu berturut-turutsekitar 78.8%, 87%, 68.6%, dan 70.28%. Padaperhitungan optimasi, tekanan optimum separator adalahsebesar 10.2 bar menghasilkan daya output turbinmaksimal sebesar 131.54 MW dan efisiensi sebesar78.87%.Perhitungan dilakukan menggunakan data 4tahun terakhir yaitu dari tahun 2010 s/d 2013.Kata Kunci—Energi e\terbarukan, konversi energi, pltpb,efisiensi, Single Flash System, optimasi daya.
RANCANG BANGUN SIMULATOR INJEKSI DAYA REAKTIF SALURAN TRANSMISI PADA LABORATORIUM SISTEM DAYA ELEKTRIK Friska Bakti Novella; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem tenaga listrik secara umum terbagi dalam 3 bagian yaitu pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik. Energi listrik perlu ditransmisikan karena pada umumnya lokasi pembangkit listrik jauh dari pemukiman atau jauh dari pusat beban sehingga diperlukan penyaluran dari pusat pembangkit ke pusat beban. Pada penyaluranya jaringan tedapat dua macam yaitu jaringan transmisi dan jaringan distribusi. Pada laboratorium Sistem Daya Elektrik terdapat praktikum sistem daya elektrik yang didalamnya terdapat bab mengenai transmisi pendek, transmisi panjang, dan injeksi daya reaktif. Permasalahan yang terjadi adalah saat menancapkan kapasitor kedalam sistem yang sedang bertegangan menggunakan probe pegangan yang kurang kuat menjadikan posisi probe yang kurang rapat dan mengakibatkan percikan api yang akan membuat probe berwarna hitam dan membuat nilai pengukuran menjadi kurang teliti. Setelah dilakukan pengujian dengan membuat modul simulator injeksi daya reaktif saluran transmisi yang nantinya akan digunakan sebagai modul praktikum sistem daya eletrik. Pemasangan kapasitor digunakan untuk koreksi faktor daya. Pada pengujian jaringan dengan jarak antar bus 6.51 km pengujian tanpa kapasitor menunjukkan faktor daya berada pada nilai 0.94 setelah dilakukan pemasangan pada bus 4 maka faktor daya naik menjadi 0.97. Dengan pemasangan kapasitor maka tegangan sistem mengalami kenaikan. Pada pengujian dengan jarak antar bus 6.51 km rata-rata tegangan mengalami kenaikan 2.25 volt. Dari hasil pengujian maka untuk sistem dengan panjang saluran antar bus 6.51 Km pemasangan dengan kompensasi yang paling baik berada pada bus 3. Kata kunci: saluran transmisi, daya reaktif, kapasitor.ABSTRACT Electric power systems in general is divided into three parts, generation, transmission, and distribution of electric power. Need electrical energy transmitted because in general the location of power plants far from settlement or away from the center of the load so that the required distribution from the center of the plant to the center of the load. On the distribution there is two kinds of networks namely transmission network and the distribution network. On Electric power systems laboratory there are practical electrical power system which contained a chapter on the transmission of short, long, and transmission power reactive injection. Problems occurred was when plugged into the system capacitors that are currently using-voltage probe handle that makes less powerful position the probe less meetings and resulting in a spark that would make the probe is black and make the measurement becomes less thorough. After the test is performed by making the injection simulator module reactive power transmission line that will be used as a practical system of power electronic modules. The installation of capacitors for effective power factor correction. On a test network with bus spacing 6.51 km testing without capacitor power factor indicates the value of 0.94 is at once the installation is done on the bus 4 and power factor rose to 0.97. With the installation of the capacitors then increase system voltage. On testing with bus spacing 6.51 km average voltage rising 2.25 volts. From the test results then for systems with line length between 6.51 Km bus installation with compensation the most good are on bus 3.Key words: transmission line, reactive power, capacitor.
ANALISIS OPERASI PARALEL GENERATOR SINKRON 3 FASA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DESA ANDUNGBIRU KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO n/a Suyono; Hery Purnomo; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa andungbiru kecamatan Tiris KabupatenProbolinggo merupakan salah satu desa yangmenggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro(PLTMH). PLTMH Andungbiru memiliki 2 unit generatoryang saat ini beroperasi terpisah dalam operasinyaPLTMH tersebut sering mengalami pemadaman hinggadua kali dalam sebulan karena itu perlu dilakukan kerjaparalel generator untuk menjaga kontinyuitas daya listrikpelanggan. Dua unit generator tersebut memungkinkanuntuk dilakukan kerja paralel, dengan masing-masing unitgenerator dilengkapi dengan AVR jenis SX460 sebagaipengatur arus medan dengan cara mengatur resistorvariabel pada AVR serta turbin Cross Flow C3-20 dan C4-20 sebagai pengatur penggerak mula dengan caramengatur regulator. Dari pengukuran didapat besar bebandaya aktif dan daya reaktif total kedua unit berkisar11,495-26,4936 kW dan 12,0741-26,9674 kVA dengan dayakeluaran generator yang didapat secara teori pada unit 1dan unit 2 berturut-turut 29,5731 kW dan12,5434 kW.Sehingga jika generator unit 1 beroperasi sendirian danunit 2 berhenti operasi untuk perbaikan maka perbaikantersebut dapat dilakukan hingga pukul 17.00. Padakeadaan sebaliknya jika jika generator unit 2 beroperasisendiri, dan generator unit 1 dalam perbaikan makaperbaikan tersebut hanya dapat dilakukan hingga pukul10.00. Selain itu perlu dilakukan perbaikan padakomponen elektrikal, mekanikal, serta sipil pada PLTMHagar intensitas pemadaman listrik dapat ditekan.Kata kunci : kontinyuitas daya listrik, kerja paralel generator,turbin cross flow, AVR
KAJIAN EKONOMIS KERUGIAN LISTRIK PLN AKIBAT PENCURIAN DENGAN SAMBUNG LANGSUNG DAN PENGUBAHAN KALIBRASI KWH METER Galih Fajar Wicaksono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KWh meter analog atau pascabayar bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakan piringan yang terbuat dari alumunium yang dikopel dengan digit counter. Pencurian listrik yang berfokus pada kWh meter ada berbagai macam, dan akan dibahas mengenai pencurian dengan sambung langsung yaitu menjumper terminal fasa dan pengubahan kalibrasi kWh meter. Penelitian ini bertujuan: 1). mengetahui perbandingan kWh yang tercatat jika instalasi dipasang secara normal dengan instalasi yang disambung langsung (dijumper terminal fasanya); 2). mengetahui perbandingan kWh yang tercatat jika instalasi dipasang secara normal dengan kWh meter yang nilai seting putarannya diubah; 3). mengetahui nilai ekonomis yang seharusnya diperoleh Instansi PLN ketika kWh meter dipasang normal dan kWh meter diubah. Sehingga diharapkan akan diperoleh pengetahuan dan pemahaman lebih lanjut mengenai pencurian listrik pada kWh meter dengan sambung langsung maupun pengubahan kalibrasi kWh meter. Pada penelitian ini didapatkan rata-rata selisih nilai eror antara kWh meter yang terpasang normal dengan yang dijumper terminal fasanya sebesar -20.3733, dan antara kWh meter yang terpasang normal dengan yang kalibrasinya diubah sebesar -3.7058. Didapatkan pula selisih total biaya pemakaian listrik selama satu bulan untuk kWh meter normal dengan yang dijumper adalah sebesar Rp. 34,536.-, dan untuk selisih kWh meter normal dengan yang kalibrasinya diubah sebesar Rp. 12,876.-. Kata kunci: KWh Meter, Pencurian, Eror, Biaya Pemakaian.   ABSTRACT Analog or postpaid kWh meters work by using a magnetic field induction method where the magnetic field moves a dish made of aluminum coupled with a digit counter. Electric theft that focuses on kWh meter there are various kinds, and will be discussed about the theft by direct-connected that is connecting phase point and the changing of calibration of kWh meter. The aim of this study: 1). knowing the recorded kWh ratio if the installation is installed normally with a direct-connected installation (jumper terminals); 2). knowing the kWh ratio recorded if the installation is installed normally with kWh meter whose rotation setting value is changed; 3). knowing the economic value that should be obtained by PLN Agencies when kWh meter is installed normally and kWh meter is changed. So it is expected to obtain knowledge and further understanding of the theft of electricity at kWh meters with direct connect and changing calibration kWh meters. In this research, we get the average of error difference between kWh meter that is installed normally with the direct connected of the phase point equal to -20.3733, and between kWh meter that is installed normally with the changing calibration equal to -3.7058. Also obtained difference of total cost of electricity consumption for one month for kWh meter normal with direct connected of the phase point is Rp. 34,536.-, and for the normal kWh meter difference with the changing calibrator is Rp. 12,876.-. Keywords: KWh Meter, Theft, Error, Usage fee.
REKONFIGURASI JARINGAN LISTRIK TEGANGAN RENDAH PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) ANDUNGBIRU Edi Setiawan; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan sarana pendukung kegiatan masyarakat baik dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan maupun untuk mendorong pembangunan ekonomi.  PLN (Perusahaan Listrik Negara) sebagai penyedia listrik negara belum mampu menjangkau jaringan  listrik di desa-desa terpencil. Desa Andungbiru kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah yang memasang PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). Kerena peningkatan beban setiap tahunnya, kondisi sekarang jaringan listrik PLTMH desa Andungbiru mengalami pembagian fasa R, S dan T yang kurang merata pada unit 1 dan unit 2. Keadaan tersebut  menyebabkan jatuh tegangan dan rugi daya sangat besar pada salurannya sehingga perlu direkonfigurasi ulang. Berdasarkan hasil rekonfiguarsi jaringan didapatkan jatuh tegangan fasa R, S dan T pada unit 1 adalah 7,9136% V, 5,9599% V, dan 6,4707% V yang sebelumnya 22,3385% V, 18,0570% V dan 47,3622% V. Pada hasil rekonfigurasi jaringan unit 2 untuk jatuh tegangan fasa R, S dan T adalah  2,6957%V, 1,4909% V dan 0,8985%V yang sebelumya  7,3672% V, 17,2237% V dan 13,8929% V. Rugi daya pada unit 1 setelah direkonfigurasi jaringan adalah 2873,3886 Watt yang sebelumya 20910,9708 Watt dan pada unit 2 setelah direkonfigurasi jaringan  adalah 221,0193 Watt yang sebelumya 1749,6933 Watt. Hasil rekonfigurasi jaringan dapat memperkecil jatuh tegangan dan rugi daya pada jaringan listrik tegangan rendah serta sesuai  dengan standar bahwa jatuh tegangan maksium 10% dari tegangan nominal 220V. Kata kunci: PLTMH, RekonfigurasiABSTRACT Electricity is a means to support community activities both in efforts to improve welfare and to encourage economic development. The National Electricity Company (PLN) as the state electricity provider has not been able to reach the electricity network in remote villages. Andungbiru Village, Tiris Subdistrict, Probolinggo Regency is one of the areas that installs PLTMH (Micro Hydro Power Plants). Due to the increase in load every year, the current conditions of the PLTMH power grid in Andungbiru village experience a more even distribution of R, S and T phases in units 1 and 2. This situation causes very large voltage drops and loss of power to the channel so it needs to be configured reset it. Based on the results of network configuration, phase voltage R, S and T in unit 1 is 7,9136% V, 5,9599% V, and 6,4707% V which was previously 22,3385% V, 18,0570% V and 47,3622% V. The results of reconfiguring unit 2 networks for falling phase voltage R, S and T are 2,6957% V, 1,4909% V and 0,8985% V which were previously 7.3672% V, 17,2237% V and 13,8929% V. The power loss in unit 1 after reconfiguring the network is 2873,3886 Watts which was previously 20910,9708 Watts and in unit 2 after reconfiguring the network is 221,0193 Watts which is 1749,6933 Watts. The results of network reconfiguration can reduce voltage drop and power loss in low voltage networks and in accordance with the standard that the maximum voltage drop is 10% of the nominal voltage of 220V.Keywords:PLTMH, Reconfiguration
ANALISIS KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN UNIT PEMBANGKIT BARU PADA PLTGU GRATI Novan Ardita Pratama; n/a Soemarwanto; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang koordinasi relearus lebih (Over Current Relay disingkat OCR) dan relegangguan tanah (Ground Fault Relay disingkat GFR)pada PLTGU Grati. Penambahan unit pembangkit barutentu diikuti dengan risiko gangguan kelistrikan yanglebih besar, khususnya gangguan hubung singkat. Dalammenjaga penyaluran energi listrik agar berlangsungdengan baik, maka diperlukan analisis terhadapkoordinasi OCR dan GFR sisi keluaran trafo utama padamasing-masing pembangkit karena memiliki risiko arusgangguan hubung singkat terbesar. Permasalahan yangmuncul inilah yang dianalisis, apakah arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru justru semakin turun atau meningkat, dan denganperubahan besar arus gangguan hubung singkat tersebutapakah perlu dilakukan perubahan terhadap setelan OCRdan GFR dalam menjaga peralatan instalasi kelistrikandari gangguan hubung singkat. Analisis ini dilakukandengan menghitung nilai arus gangguan tiga fasa, antarfasa, dua fasa ke tanah dan satu fasa ke tanah sebelumdan setelah penambahan unit pembangkit baru denganmetode perhitungan impedansi urutan ekivalen sistemsesuai titik-titik gangguan yang dianalisis yaitu keluarantrafo utama masing-masing pembangkit. Setelahmendapatkan besar arus gangguan hubung singkat,langkah selanjutnya menentukan setelan OCR dan GFRuntuk memproteksi dari arus gangguan hubung singkattersebut. Hasil perhitungan menunjukkan bahwapenambahan unit pembangkit baru membuat nilai arusgangguan hubung singkat meningkat, khususnya arusgangguan maksimum, yaitu dari 11772.74842 A menjadi13100.17270 A. Namun naiknya arus gangguan hubungsingkat setelah penambahan unit pembangkit baru, nilaiarus gangguan hubung singkat masih dibawah nilaibreaking current PMT yang digunakan, sehingga secarateknis PMT masih bekerja dengan baik meskipunditambahkan unit pembangkit baru. Berdasar hasilperhitungan yang dipengaruhi naiknya arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru pada PLTGU Grati, mengakibatkan adanyaperubahan setelan OCR dan GFR pada sisi keluaran trafoutama masing-masing pembangkit, perubahan yangdimaksud adalah setelan arus dan TMS (Time MultipleSetting).Kata kunci – Koordinasi OCR dan GFR, ArusGangguan Hubung Singkat, PLTGU Grati.
ANALISIS PENGARUH JARAK DUA ELEKTRODA PLAT VERTIKAL DENGAN PENAMBAHAN ARANG KAYU UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN Akhmad Hasim; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jurnal ini memaparkan hasil penelitian tentang perlakuan terhadap jarak dua elektroda pentanahan dan perlakuan tanah dengan memanfaatkan arang kayu untuk menurunkan nilai resistansi pentanahan jenis elektroda plat berbentuk persegi panjang.Variabel yang diamati yaitu pengaruh dari jarak antar dua elektroda pentanahan dari jarak 100 cm sampai dengan 400 cm dengan kedalaman penanaman elektroda tetap 100 cm, variasi ukuran elektroda pentanahan dan penanaman elektroda pentanahan dengan media arang kayu terhadap nilai resistansi pentanahan. Semakin jauh jarak penanaman antar elektroda pentanahan maka nilai resistansi pentanahanya semakin kecil. Elektroda plat berbentuk persegi panjang yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 3 model elektroda dengan variasi luas penampang elektroda yang berbeda dengan bahan alumunium yang memiliki tebal 1,5 mm. Pengaruh luas penampang terhadap nilai resistansi dari 3 model elektroda adalah semakin besar luas permukaan elektroda, maka nilai resistansi pentanahannya semakin kecil. Penambahan media arang kayu dengan posisi konsentris dapat memperkecil nilai resistansi pentanahan.Kata kunci : resistansi pentanahan, arang kayu, jarak dua elektroda pentanahanABSTRACTThis journal explain the results of research about the treatment of the spacing of two grounding electrodes and soil treatment with addition of wood charcoal to decrease the grounding resistance value of a rectangular plate electrode type.The observed variables are the effect of the space between two grounding electrode from 100 cm up to 400 cm with the depth of cultivation of the electrode remains 100 cm, the variation of grounding electrode size and the grounding electrode planting with wood charcoal media to the grounding resistance value. The farther spacing between the grounding electrodes the smaller grounding resistance value. The rectangular plate electrodes used in this study consisted of 3 electrode models with different electrode surface area with aluminum material having 1.5 mm thickness. The effect of the surface area on the resistance value of the 3 electrode models is the larger electrode surface, the smaller grounding resistance value. The addition of wood charcoal media with concentric position can reduce the grounding resistance value.Keywords: grounding resistance, wood charcoal, distance of two grounding electrodes
REGULASI TEGANGAN KELUARAN BUCK CONVERTER MENGGUNAKAN KENDALI BACKSTEPPING DAN SMC Ardi Moh. Yusuf; Teguh Utomo; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buck converter adalah salah satu DC-DC converter yang mampu menghasilkan keluaran lebih kecil dari masukannya. Konverter ini banyak digunakan pada sistem yang membutuhkan tegangan keluaran lebih kecil dari tegangan masukannya, seperti pada sistem pengisian baterai dan bidang pembangkitan berbasis renewable energy seperti pada photovoltaic. Namun, Karakteristik respon keluaran dalam kondisi open loop dari buck converter memiliki overshoot besar, waktu untuk mencapai kondisi steady state juga terbilang lama dan terjadi osilasi pada tegangan keluarannya. Selain itu jika buck converter mengalami perubahan nilai pada sumber dan beban maka tegangan keluaran juga ikut berubah. Dengan adanya perubahan tersebut akan sangat mempengaruhi respon keluaran dari buck converter. Oleh karena itu digunakanlah pengendali non-linier dengan harapan dapat mengatur tegangan keluaran pada buck converter ketika terjadi perubahan tegangan masukan dan beban. Pengendali non-linier yang kita gunakan adalah backstepping dan SMC. Berdasarkan hasil pengujian, pengendali backstepping dan SMC memiliki respon keluaran yang baik dibandingkan dalam keadaan open loop, karena hasil keluaran buck converter menggunakan pengendali backstepping dan SMC memiliki nilai deviasi tegangan dan waktu pemulihan yang lebih kecil dibandingkan sistem saat open loop, selain itu dua pengendali tersebut mampu meredam sistem saat terjadi gangguan.   Kata kunci—Buck converter, backstepping, SMC, deviasi tegangan, waktu pemulihan. Abstract Buck Converter is one of the DC-DC converters that is able to produce a smaller output of its input. This converter is widely used in systems requiring a smaller output voltage than the input voltage. such as on battery charging system, and renewable energy-based generation fields such as on photovoltaics. However, the output response characteristic in the open loop condition of the buck converter has a large overshoot, the time to achieve a relatively long steady state condition, and the oscillation occurs at the output voltage. In a addition if the buck converter has changed the value of the source and the load then the output voltage also changes. With such changes will greatly affect the output response of the buck converter. There fore the use of non-linear controllers in hopes of regulating the output voltage in buck converter when the input voltage changes and loads occur. The non-linear controllers we use are backstepping and SMC. Based on the test results, the backstepping and SMC controllers have a good output response compared to the open loop, because the output of buck converter uses backstepping and SMC controllers, has the value of voltage and time deviation Smaller recovery compared to the open loop controller, and the two controllers are able to dampen the system in the event of interference. Keywords — Buck converter, backstepping, SMC, voltage deviation, recovery time
STUDI ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID (DIESEL-ANGIN) DI PULAU KARIMUN JAWA Ditto Adi Permana; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.709 KB)

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negeri seribu pulau. Situasi inilah menyebabkan penyebaran sistem tenaga listrik yang tidak merata disetiap wilayah dan memaksa pulau-pulau terpencil untuk menggunakan generator diesel guna memperoleh sumber daya listrik, sebagai contoh pulau Karimun Jawa. Dengan memanfaatkan sumber energi lain seperti energi angin dan menghibridkan kedua sumber energi listrik tersebut guna membantu suplai daya dan juga pengurangan penggunaan bahan bakar fossil yang semakin lama semakin menipis, maka dengan bantuan software HOMER dapat dilakukan pengoptimasian konfigurasi PLTHybrid (Diesel-Angin) di Pulau Karimun Jawa. Didapat konfigurasi PLTHybrid dengan penggabungan tipe cycle charge/battery storage dengan satu buah generator diesel 400 kW dan 72 turbin angin 800 W dengan melakukan pembagian suplai daya dan pola operasi generator guna mengurangi pemakaian BBM. Besar nilai Net Present Cost (NPC) yang menurun sebesar 56,91% dari PLTD existing. Tetapi konfigurasi ini memiliki Capital Cost sebesar $3563 serta dalam pengadaan komponen PLTHybrid dan biaya perawatan sebesar $213.326 per tahunnya.. Konfigurasi ini pun juga dapat mengurangi pemakaian BBM sebesar 67,69 % dari PLTD existing.Kata kunci : energi terbarukan, Hybrid System (Wind-Diesel), pulau karimun jawa, HOMER.
ANALISIS PERFORMANSI MPPT PADA PANEL SURYA 20 WP MENGGUNAKAN ALGORITMA PERTURBATION AND OBSERVATION DAN INCREMENTAL CONDUCTANCE Arsy Rahmat Syahbani; Lunde Ardhenta; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Daya keluaran panel surya sangat bergantung dengan kondisi radiasi matahari dan suhu lingkungan yang ada. Efisiensi panel surya hanya sekitar 20% sampai 30%. Oleh karena itu diperlukan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk memaksimalkan daya keluarannya. Pada penelitian ini penulis akan membandingkan dua algoritma MPPT yaitu, Perturbation and Observation (P&O) dan Incremental Conductance (INC). Nantinya akan di berikan sebuah studi kasus dengan 3 skenario berbeda untuk mengetahui algoritma mana yang menunjukan performansi lebih baik. Kata Kunci— Panel surya, Maximum Power Point (MPP), Maximum Power Point Tracking (MPPT), Perturbation and Observation (P&O), Incremental Conductance (INC)Abstract— The output power of solar panels is highly dependent on the conditions of solar radiation and the existing ambient temperature. The efficiency of solar panels is only about 20% to 30%. Therefore, the Maximum Power Point Tracking (MPPT) method is needed to maximize the output power. In this research, the researcher will compare two MPPTalgorithms, namely, Perturbation and Observation (P&O) and Incremental Conductance (INC). Later, a case study with 3 different scenarios will be given to find out whichalgorithm shows better performance. Index Terms— Solar panels, Maximum Power Point (MPP), Maximum Power Point Tracking (MPPT), Perturbation and Observation (P&O), Incremental Conductance (INC)
Co-Authors Adi Nugroho Pamungkas Aditya Prayoga Agus Supriono Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akhmad Hasim Aldo Harry Saputra Allaam, Hisyam Ghozi Altajim, Fauzan Aiman Amanda Octavianus Rizky Andreas Parningotan S. Anggie Alvionita Anwi Kusuma Ardi Moh. Yusuf Arief Y., Primanda Arifin, Muhammad Rifat Aji Satria Arizky Erwinsyah Hariyanto Arkan Pradipta Arsy Rahmat Syahbani Assariy, Muhammad Faiz Asyhari, Ahmad Rizky At Tamimi, Riswandha Yusuf Aulia, Fitrah Baskara Heka Syahputra Bernadine, Muhammad Zaidan Bhawiko, Alekhin Muhammad Azhar Candra Mebby Oka Dedy Alfilianto Derry Putranugraha Dhofir, Mochammad Dikma Hartanjung Ditto Adi Permana Dwiky Satrio Wibowo Edi Setiawan Egavania Zerlinda Elisa Gumelar Dennis Erdyan Setyo W. Erlangga Dinda Permana Erlinda Indrayani Faishal, Luthfi Nur Fakhruddin Ar Rozi Farid Rohmadi Fariz Aulia Rifqi Farraz, Dayrry Yozza Febriananda Mulya Pratama Fery Praditama Fikri, Al Hadi Fikri, Zakkiyul Firdausi, Mega Firly Azka Nurhidayah Friska Bakti Novella Gagah Pratama Putra Galih Fajar Wicaksono Gathot Winarso, Gathot Gede Teguh Adi Wedangga Gitawan Dimas Prakoso Goegoes Dwi Nusantoro Haidar Ali Yafie Hamaris, Farhan Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Himam, Fanisha Laila I Kadek Dwika Antara I Wayan Ari Mahendra Ifah Dea Hapsyari Ilham Ismail Mochsen ILYAS FATIH RAMADHAN Irfan Madani Pratama Jagad, Mohammad Wahyu Jayadiyuda, I Wayan Angga Jiwandono, Ferdian Ade Kalvin Lentino Kemal Pasha Pramudianto Khurun ‘Ain, n/a Kresna Sukma Dewangga Kurniawan, Ananda Donny Laksono, Mico Norman Lavelia Permata C. Lintang Gadis Ratu Rachellya Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Luthfan Bagus Saputra M. Iqbal Bayhaqi Fauzi M. Yudistya Perdana Ma'arif, Muhammad Thoriqul Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Mahfudz Sidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Markus D. Letik Maulana, Achmad Fazar Arya Maulidina, Nabila Vida Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Rizki Indra Dwijayanto Mochammad Fattah, Mochammad Mohammad Fahririjal Mubarok, M. Farid Ibnu Muhamad Alif Fatur Rahman Muhamad Andre Agesa Muhammad Arsyad Muhammad Azka Athallah Muhammad Edwinsyah Redho Muhammad Fadhli Dzil Ikram Muhammad Fahmy Madjid Muhammad Faris Hizrian Muhammad Halim Sa’id Muhammad Rif’at Nor Imami Muhammad Sekti Yolansyah Muhammad Wildan D. Muhammad Zakkiyul Fikri Syahara Arifianto Muyassar, Tegar n/a Rizaq n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Suyono Nandha Pamadya Putra Nizar Shodiq Novan Ardita Pratama Nur Laili Mufarikha Nurumar Setiyo Agung Pangeran Fatullah Panji Bintang Pamungkas Pradhana, Raka Radithya Praditama, Fery Pramudya, Lembat Aji Pratama, Muhammad Pashya Rifky Priambudi, Ardhito Pudji Purwanti Pujo Utomo Putra Adi Dharma Utama Putra, Deni Dwi Rahman Rachendra, Bima Denatta Rachman Shandy Pratama Radian Hepta Martha Hardaka Rafi Ilham Rahardjo, Muhammad Farid Ramdhony Tofano Murisom Revo Chanavi Mara Rexano B, Leonardo Reza Aliansyah Rif'an, Mochammad Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Riswandha Yusuf At Tamimi Rizal Firmansyah Rizki Adhi Priawan Rizki Ashadi Rizky Hamid Robbyansyah Rohmadi, Farid Rohman, Deny Fatkhur Rosyid, Muhammad Ruditta Devianti Sambodo Rila Priambudi Saputra, Didit Sugeng Sari Yuniarti Satrio Wicaksono Sean Yudha Yahya Shiddiq, Muhammad Fatihul Shidqi, Fahruddin Siagian, Alfandri Sinta Pratiwi Soeprapto Soeprapto Suwarno, Nastiti Viononny Suyono, Hadi Syarifasa, Arkananta Sydney, Agnes Amadea Rullynda Timbul Mulia Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Try Brojoseto Alkotsar Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Utomo, Muhamad Adib Nur Utomo, Muhamad Afiq Nur Wahyu Nur Firdausy Warda Islamiyah Wardani, Alya Kusuma Wijono, n/a Wilda Faradina Wisam Abyadha Ibrahim Wisnu Adi Suryo Yanuar Alfa Tri Susanto Yashinta Carolina Dewi Yuda Wastu Yudistira Adi Nugroho Yuka, Helmi Dwi Yulistiono, Irwan Zaidane Alizzah Noufal Zuhdi, Fadhil Ariq Zulfikar Subagio ‘Aqila, M. Farrel Nikkola Putra