Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI INPARI IR NUTRI ZINC DI LAHAN RAWA LEBAK Erawati, Fenny; Mahdiannoor, Mahdiannoor; Hafizah, Nur; Istiqomah, Nurul; Majedi, Majedi; Masrufah, Masrufah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.22259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu sekam padi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil padi Inpari IR Nutri Zinc di lahan rawa lebak. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yaitu tiga dosis abu sekam padi (30 ton, 35 ton, dan 40 ton ha-1) dan tiga dosis pupuk NPK (150 g, 250 g, dan 350 g per petak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara abu sekam padi dan pupuk NPK terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman. Namun, pemberian secara terpisah abu sekam padi berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam (HST), dan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang malai, jumlah gabah, dan berat gabah per rumpun. Pemberian pupuk NPK tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh peubah pengamatan, karena sifat lahan rawa lebak yang masam dan tergenang, sehingga menyebabkan kehilangan nitrogen melalui proses volatilisasi dan denitrifikasi serta fiksasi fosfor. Dosis abu sekam padi terbaik dalam penelitian ini adalah 30 ton ha-1 yang mampu meningkatkan jumlah anakan. Sementara itu, tidak ditemukan dosis pupuk NPK yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan maupun hasil padi di kondisi lahan tersebut.
Internalisasi Nilai Islam dalam Budaya Maritim sebagai Proses Pendidikan Agama Islam Pesisir Selat Melaka Hafizah, Nur; Sumitro, Wiwid Hadi
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.200

Abstract

Artikel ini mengkaji budaya maritim masyarakat Pesisir Selat Melaka sebagai ruang edukatif dalam proses Pendidikan Agama Islam. Selama ini, Pendidikan Agama Islam cenderung dipahami sebagai proses pembelajaran yang berlangsung dalam ruang institusional formal, sementara dimensi kultural masyarakat belum banyak dieksplorasi sebagai medium internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai Islam diinternalisasikan melalui budaya maritim, mekanisme internalisasi yang berlangsung, serta kontribusinya terhadap pembentukan sikap keberagamaan masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-interpretatif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 18 informan kunci yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, nelayan, serta anggota masyarakat pesisir yang terlibat langsung dalam aktivitas budaya maritim. Informan dipilih menggunakan purposive sampling dan dikembangkan melalui snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memaknai relasi antara praktik budaya maritim dan Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya maritim berfungsi sebagai proses PAI yang bersifat informal dan nonformal melalui mekanisme keteladanan, pembiasaan kolektif, dan transmisi nilai lintas generasi. Nilai-nilai Islam yang terinternalisasi meliputi tauhid, etika kerja Islami, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis, yang dihayati melalui pengalaman hidup dan praktik keseharian masyarakat pesisir. Temuan ini menegaskan bahwa budaya maritim merupakan ruang pedagogis yang efektif dalam membentuk kesadaran keagamaan yang aplikatif dan berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini memperluas paradigma Pendidikan Agama Islam dengan menempatkan budaya lokal sebagai medium pendidikan nilai yang sah dan strategis. Temuan penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan model Pendidikan Agama Islam yang kontekstual, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal masyarakat pesisir.
Implementasi Tes TGMD-2 sebagai Upaya Pengabdian dalam Mengidentifikasi Perkembangan Motorik Siswa Sekolah Dasar Nopita, Yanti; Lase, Nike Oktaviani; Hidayah, Zora Siska; Faturrahmi, Aisya; Sari, Nadia Monica; Hafizah, Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35981

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat perkembangan motorik kasar siswa kelas 3 SDN 01 Pilubang melalui penerapan Tes Gross Motor Development-2 (TGMD-2). Motorik kasar merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan fisik dan aktivitas sehari-hari anak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan partisi[atif, tim pengabdi melakukan observasi langsung terhadap 7 aspek kemampuan motorik, yaitu berlari, melompat, melangkah, menendang, melempar, menangkap dan memukul bola. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kemampuan sedang hingga rendah, dengan keterampilan kontrol objek (menendang dan menangkap) sebagai are paling lemah. Kegiatan ini diakhiri dengan rekomendasi program latihan terstruktur dan pendampingan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Toleransi di Lingkungan Mahasiswa Khofifah Hera Wenzana; Hanina Nafilah; Melda Novitasari; Nur Hafizah; Alfira Nur Adella; Dhea Meiza Azzahra
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 2 No. 3 (2024): September: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v2i3.3960

Abstract

This research aims to analyze how the level of tolerance between students and find out the extent of the implementation of PKN (civic education) in building an attitude of tolerance in the student environment. By using the literature approach method which is certainly relevant to the research topic. Involving 17 journal articles published between 2020 and 2023, this research aims to identify the main things about tolerance that exist in the student environment. And from this research can be the basis for building the nature of tolerance in the student environment through the role of civic education. With the nature of tolerance, students are more able to respect different opinions and can interact with people from various cultural, religious and ethnic backgrounds.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray di Kelas V Sdn 16 Kampeh Kabupaten Agam Hafizah, Nur; Masniladevi; Ningsih, Yarisda; Helsa, Yullys
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.6577

Abstract

The purpose of this study is to describe the improvement of students' learning outcomes in Pancasila Education learning through the use of the Two Stay Two Stray Cooperative Learning model in class V of SDN 16 Kampeh, Agam Regency. This study is a Classroom Action Research (CAR) with qualitative and quantitative approaches. The research subjects consisted of 13 students, including 6 boys and 7 girls. Data collection techniques were carried out through observation, learning outcome tests, and documentation. Qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while quantitative data were analyzed using percentage calculations and average values ​​to see the improvement in each cycle. The results showed an improvement in various aspects. The value of the teaching module increased from 89.58% (B) in cycle I to 95.83% (SB) in cycle II. The activity of teachers and students also increased from 88.75% (B) to 97.5% (SB). In addition, student learning outcomes increased from an average of 79.35 (C) in cycle I to 88.74 (B) in cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Two Stay Two Stray type Cooperative Learning model can improve students' learning outcomes in Pancasila Education learning in class V of SDN 16 Kampeh, Agam Regency.