Claim Missing Document
Check
Articles

Toki Pintu: Upacara Adat Pernikahan pada Masyarakat Tombulu di Desa Kembes Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Martina Kares; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/54qfzc27

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tradisi upacara pernikahan adat Toki Pintu yang dipraktikkan oleh masyarakat Tombulu di Desa Kembes, Kabupaten Minahasa, dengan penekanan pada aspek pelaksanaan, proses, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tahapan upacara Toki Pintu, mengungkap makna simbolis dan signifikansi budaya dalam konteks pernikahan adat masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap praktik dan makna dari upacara tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upacara Toki Pintu tetap dijaga keberlangsungannya dan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kesatuan sosial serta melestarikan identitas budaya masyarakat Tombulu di tengah era modernisasi. Rekomendasi penelitian melibatkan aspek penting seperti dokumenasi yang berkelanjutan, sosialisasi, dan keterlibatan generasi muda dalam upaya melestarikan tradisi upacara pernikahan adat. Tindakan ini merupakan suatu keharusan guna menjaga warisan budaya lokal dan menjamin kelangsungan praktik kultural yang penting bagi masyarakat Tombulu.
Mogama: Nilai-Nilai Adat Perkawinan Masyarakat Bolaang Mongondow di Desa Pusian Barat Kecamatan Dumoga Vidya Bagit; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/p5ecc128

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Nilai-Nilai Budaya Perkawinan Adat Mogama Di Desa Pusian Barat Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Terwujudnya suatu perkawinan tidak terlepas dari berbagai proses yang harus dilewati. Dalam pelaksanaannya, sepanjang proses menuju suatu perkawinan turut dipengaruhi oleh kebudayaan tertentu. Hal ini timbul karena kebudayaan juga menentukan sistem kemasyarakatan termasuk mempengaruhi sistem perkawinan. Sehingga, pelaksanaan upacara perkawinan di beberapa daerah, khususnya di Indonesia selalu berbeda-beda. Pada masyarakat Desa Pusian Barat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif, dimana dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian di Desa Pusian Barat, dengan subjek penelitian yaitu Pemerintah dan Tokoh Adat/Tokoh Agama di Desa Pusian Barat Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya perkawinan adat mogama di desa pusian barat kecamatan dumoga kabupaten bolaang mongondow, mogama merupakan salah satu tahapan pernikahan adat dimana keluarga mempelai laki-laki mengambil mempelai wanita sebagai anak. Ini menjadi pertanda bahwa keluarga laki-laki menerima dengan sepenuh hati kehairan mempelai wanita ditengah-tengah keluarga.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dan UUD 1945 melalui Pendidikan Multikultural Ferdinand Kerebungu; Siti Fathimah
Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum 2022: Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum [Edisi Khusus]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme merupakan sebuah paham yang menekankan pada kesetaraan dan kesederajatan ditengah perbedaan tanpa mengabaikan hak-hak eksistensi budaya yang lain. Kondisi ini penting untuk kita pahami dan ketahui bersama dalam kehidupan bermasyarakat yang multicultur seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila tidak diterapkan, kemungkinan besar akan terjadi perselisihan secara berkepanjangan dan berakhir menjadi konflik diantara masyarakat kita, akibat ketidakpahaman dan ketidakmengertian dalam menghadapi realitas multikultur. Untuk itu adapun salah satu cara dalam mengatasi rendahnya pemahaman masyarakat akan wawasan multikultur adalah melalui pendidikan. Dengan cara membangkitkan kembali wawasan nusantara dan membangun kesadaran nasional melalui pendidikan multikultural. Kondisi ini diharapkan mampu untuk meminimalisir akan terjadinya perpecahanan, meskipun pertikain dan konflik merupakan salah satu gejala sosial yang tidak dapat dielakkan. Namun jikalau terjadi api-api pertikaian, maka konflik yang terjadi tidak berlangsung secara berkepanjangan. Dengan demikian, melalui pendidikan multikultural ini diharapkan mampu menumbuhkan dalam setiap diri anak bangsa rasa/ sikap nasionalisme. Nasionalisme merupakan salah satu paham yang menciptakan serta mempertahankan kedaulatan sebuah Negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Bagi bangsa Indonesia identitas bersama yang dimiliki yaitu Pancasila. Pancasila yang lahir dari budaya bangsa ini, sudah mencerminkan suatu pola persatuan dan kerukunan antar sesama anak bangsa, untuk itu tulisan ini berusaha untuk mengkonsepkan penerapan aktualisasi nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 melalui pendidikan multikultural.
Integrasi Ekoliterasi dalam Pembelajaran IPS: Program Ekologis Harian, Hambatan Struktural, dan Sikap Siswa di Tondano Hamdan Sakura; Ferdinand Kerebungu; Paulus R. Tuerah; Theodorus Pangalila; Julien Biringan; Xaverius Erick Lobja
Spiritus: Religious Studies and Education Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/spiritus.v4i1.941

Abstract

Krisis ekologis Danau Tondano menegaskan pentingnya penguatan ekoliterasi melalui pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktualisasi ekoliterasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat integrasinya, serta mengkaji perkembangan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan strategi most-favorable-case di SMP Negeri 4 Tondano. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta analisis kontrastif dengan tiga sekolah pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekoliterasi berlangsung melalui dua jalur yang belum sepenuhnya terkoordinasi, yaitu jalur institusional melalui program AKBER LIMIT dan jalur kurikuler melalui pembelajaran IPS. Program ekologis harian membentuk konteks pedagogis yang kuat, tetapi kemampuan berpikir jangka panjang dan sistemis siswa masih relatif lemah. Hambatan utama bersifat struktural, meliputi keterbatasan kompetensi konseptual guru, tekanan kurikuler, minimnya bahan ajar kontekstual, inkonsistensi norma ekologis, dan terbatasnya kolaborasi antarguru. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ekoliterasi memerlukan integrasi sistemik antara program sekolah, pembelajaran, lingkungan lokal, budaya, dan komunitas.
Co-Authors A. Sulu Tangdialla, Helmyani A.R. Umaternate Abdul Rasyid Umaternate Abzan Laebe Afri Rifyanti Mandak Afriono Tagaku Agatha Ladoangin Aminah Ruyani Andreas Dego Anggie R. Wehantow Apeles Lexi Lonto Audrey Runtukahu Aurekeren Muntu Ayuni, Ni Made Sari Bunyamin Maftuh Celian Junia Warni Daeli Dahlia Morina Hutagalung Deehop, Sem Dego, Andreas Dian Kristina Sanusi Dondick Wicaksono Wiroto, Dondick Wicaksono Elpanius Paat Enjelita Mardelin Mangape Eunice Dwi Evania Fernando P.A Runtuwene Gea, Melvin Hariyanti Grace Jenny Soputan Hadad, Mufida Hamdan Sakura hamdi gugule Hamsah Hamsah Hamsah, Hamsah Hutagalung, Dahlia Morina I Wayan Gede Suarjana Iren Mahayani Br Sinuraya Itje Pangkey Juanito Bagit Julien Biringan Julien Biringan Junianti Fergina Sahea Kartini, Ni Wayan Katudju, Berni Katuuk, Dessy Trully Caterine Lamarisi, Maryam Legoh, Nisyalom Irna Lendo, Nadia D. Lestari Lestari Lolita Manurung Magdalena Melan Martina Kares maryam lamadirisi Maryam Lamadirisi Meffi Mangangantung Mira Silvana Tampomalu Ni Wayan Kartini Nikita Maria Fenny Sumarauw Nisyalom Irna Legoh Noval Sufriyanto Talani Noviska Veronika Pangalila Ofzyah Suliono Pasto Pasto Paulus Robert Tuerah Pelawi, Yessarilla Br Putri Cristina Mariam Pareda Qurratul Aini Rahmatiah Rahmatiah Rahmawati, Nining rasyid umaternate Recky H.E. Sendouw Regina O. Mokoginta Rey, Sutrika Risal , Risal Risma Sulle Rivana Noviana Rindengan Samponu, Selestina Sampul, Alfarani Sindi Sangputri Sidik Sanita C. Sasea Sanita Sasea Sara Djontar Sasea, Sanita Sefra Yuliana Wungow Selti Astria Mandalahi Sem Deehop Senden Sakka Sengkey, Kurnia Simbar, Novhendra Christian Singal, Zoni Henki Siti Fathimah Siti Fathimah Sumakul, Yulyke E. Suti Sutrisno Lateba Tabolong, Lidya Tagaku, Afriono Talumewo, Tasya P. Taufik Saman Telaumbanua, Rio Ardika Theodorus Pangalila Tumuju, Christalia Berlian Vaykel Marshel Mokobimbing Veronika E. T. Salem Veronika Salem Veronike E.T Salem Vidya Bagit Walintukan, Veron Windy Evanjel Runtuwene Xaverius Erick Lobja Yeni T.A. Hutapea Yoseph Daniel Arie Santie Yuner Harimisa Zoni Singal Zulfikar Marsudin