Claim Missing Document
Check
Articles

PAPAN PINTAR PROFESI: MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SARANA PENGENALAN KONSEP KARIR PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR A. Hari Witono; I Ketut Widiada; Mansur Hakim; Heri Hadi Saputra; Heri Setiawan
JURNAL ILMIAH PENDAS: PRIMARY EDUCATION JOURNAL Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi PGSD, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pendas.v4i2.3439

Abstract

The aim of this research is to develop a flannel board-based smart board to introduce career concepts in supporting elementary school teachers' duties in carrying out guidance and counseling. The type of research used is development research with a 4D model (define, design, develop, disseminate). The test subjects were guidance and counseling experts, media experts, elementary school teachers, and 9 students from class IV elementary school. The instruments used were expert feasibility and user practicality questionnaires. Data analysis was carried out using qualitative analysis for critical data and suggestions from experts and users, as well as quantitative analysis for values ​​from experts and users. The results of the BK expert test showed that the media developed received a score of 79.5 (decent) and the assessment of media experts and practitioners obtained a score of 82.5 (decent). The field test results obtained a score of 83 (practical). From the results of expert tests and field tests, it was concluded that the smart board media developed was suitable and practical for use in counseling and career guidance in elementary schools.
IDENTIFIKASI UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DISLEKSIA KELAS IV DI SDN 29 CAKRANEGARA Hayu Ariana; A. Hari Witono
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 4 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disleksia ini bukan merupakan suatu penyakit yang perlu obatnya akan tetapi disleksia merupakan suatu kesulitan belajar yang dialami siswa sehingga hanya membutuhkan dorongan , motivasi dan bimbingan khusus. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendengkatan deskriptif . Penelitian dilakukan di SDN 29 Cakranegara . Adapun tenik pengumpumpulan data ialah dengan wawancara terhadap guru serta berupa studi kepustakaan dengan mencari literatur mengenai disleksia berupa arikel, buku-buku, hasil penelitdian terdahulu dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa ada beberapa upaya yang harus dilakukan guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Berikut beberapa cara guru dalam memotivasi anak disleksia , anata lain : guru menjelaskan materi agar sesuai dengan tujuan pembelajran , guru melakukan sebuah kompetisi atau kerja sama agar mendorong semangat siswa, memberikan pujian setelah selesai atau saat siswa belajar, menggunakan metode yang tepat , guru memberikan contoh kebiasaan belajar kepada siswa, serta menggunakan media belajar yang mendorong motivasi siswa.
IDENTIFIKASI SISWA SLOW LEARNER DI KELAS 4 SDN 1 TAMAN SARI Imam Rizaldi; A. Hari Witono
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 4 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara guru mengidentifikasi siswa yang mengalami slow learner. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN 1 Taman Sari dengan subjek penelitian guru kelas 4. Teknik Pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data menggunakan analisis data Model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menjelaskan langkah dalam melakukan identifikasi slow learner yaitu dengan mengamati proses belajar siswa, mengamati interaksi sosial siswa, mengamati motorik siswa, mengamati komunikasi siswa dan mengamati hasil belajar. Adapun jumlah siswa slow learner di kelas 4 SDN 1 Taman Sari yaitu berjumlah 5 orang siswa.
Pengembangan Modul Etnomatematika Kearifan Lokal Suku Sasak Materi Volume Bangun Ruang Kelas V Lalu Muhammad Alditia; Hari Witono; Iva Nurmawanti
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2690

Abstract

Permasalahan kesulitan belajar matematika di sekolah dasar ditimbulkan oleh minimnya ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran berkualitas, serta muatan pelajaran yang kurang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk  modul etnomatematika berbasis kearifan lokal pada materi volume bangun ruang kelas 5, yang valid dan praktis sebagai produk media pembelajaran untuk memaksimalkan  proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE, yang meliputi 5 tahapan penelitian, yaitu analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian dilakukan di SDN 52 Cakranegara dengan menggunakan instrumen lembar validasi ahli dan angket respon siswa dan guru untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah produk modul memenuhi standar validitas dengan persentase penilaian pada tahap validasi media 94,4 % dan tahap validasi materi 96 % sehingga masuk dalam kategori sangat valid. Pada tahap uji kepraktisan produk modul telah memenuhi kriteria kepraktisan dengan persentase penilaian uji coba kelompok kecil 94 % dan pada uji coba kelompok besar 98,2 % dari siswa dan 100% dari guru sehingga masuk dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan keseluruhan tahapan pengembangan yang telah dilakukan maka, produk modul etnomatematika berbasis kearifan lokal suku sasak pada materi volume bangun ruang kelas 5 telah valid dan praktis.   
Workshop Revitalisasi Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SDN 1 Kekeri A. Hari Witono; I Ketut Widiade; Heri Hadi Saputra; Awal N. K. Rosyidah; Baiq Niswatul Khair; Heri Setiawan
Dedikasi Cendekia: Warta Pengabdian Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many elementary school teachers have not implemented BK in the classroom. On average, this is because teachers have not yet honed their abilities in implementing guidance and counseling in elementary schools. There are not many self-development activities or training regarding the implementation of BK in elementary schools. The same thing was also found during research at SDN 1 Kekeri. Based on this fact, the Mataram University service team took the initiative to hold a workshop on revitalizing the implementation of Guidance and Counseling in elementary schools. One of the main tasks of the tri dharma of higher education is to serve. The form of activity chosen was a workshop on strengthening the role of elementary school teachers as counselors as well as strengthening the implementation of BK in elementary schools. To achieve the objectives of counseling and training as implied in the title of this community service, several methods are used, namely lectures, questions and answers or discussions and mentoring. The result of the service is a workshop held at partner elementary schools on Friday, June 16 2023 at 09.00-12.00 WITA. The participants were 13 teachers and 1 principal of SDN 1 Kekeri. The workshop was divided into 3 sessions, namely opening, presentation of material, and questions and answers. The material presented is: (1) the concept of guidance and counseling; (2) the scope of BK in elementary school; (3) the form of guidance and counseling services in elementary schools; (4) BK management in elementary schools; and (5) challenges and supports for implementing BK in elementary schools. The activity went smoothly and the initial aim was to increase the understanding of teachers at SDN 1 Kekeri regarding the implementation of guidance and counseling services in elementary schools.