Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

METODE KOMUNIKASI INTERPERSONAL: STUDI KASUS PEMBINAAN AKHLAK DI PONDOK PESANTREN AS-SYUHADA BABAKAN CIWARINGIN CIREBON Sibaweh, Imam; Hanan, Abdul
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2510

Abstract

Pondok Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang mempunyai peran penting bagi para santri guna membangun akhlak. Untuk memiliki akhlak yang baik diperlukan latihan-latihan serta pembinaan yang baik pula, sehingga dari latihan yang biasa mereka jalani setiap harinya, para santri mampu menanamkan pesan-pesan moral yang terkandung dalam pembinaan akhlakul karimah di Pondok Pesantren. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui metode pembinaan akhlakul karimah santri, (2) Mengetahui pembinaan akhlaqul karimah, (3) Mengetahui hasil komunikasi interpersonal kiai dengan santri dalam pembinaan akhlakul karimah. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yaitu: (1) Metode yang digunakan dalam pembinaan akhlakul karimah santri dengan menggunakan beberapa metode, yaitu: metode keteladanan, metode latihan dan pembiasaan, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Bandongan. (2) Setiap santri wajib melakukan kegiatan intensif madrasah diniyah, salat berjamaah, tradisi aswaja, organisasi santri. (3) Di dalam pelaksanaan kegiatan, tentunya terdapat kendala-kendala, antara lain: kurangnya kesadaran santri dalam mengikuti kegiatan, kemudian pada waktu kegiatan biasanya terdapat pengajar yang berhalangan hadir, dan banyaknya santri yang sering mengulang kesalahan-kesalahan yang sama, walaupun sudah diberikan teguran dan hukuman.Kata Kunci: Pembinaan Akhlakul Karimah, Santri, Pondok Pesantren
Living Qur’an of Kempekan at Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon: Transmission and Transformation of the Qur’an Recitation Hanan, Abdul
JURNAL PENELITIAN Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 Nomor 1 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This present study aims to explore the phenomenon of the Qur’an recitation by employing a ‘Kempekan’ model, which is transmitted at Pesantren (Islamic boarding school) Babakan. Kempekan is a style of tartil (a proper manner) recitation of the Qur’an promoted at Pesantren Kempek. A qualitative approach was designed in this ethnographic study. The data were collected through observation and interviews. The findings demonstrate two important points obtained from the living Qur’an of Kempekan. Firstly, the phenomenon of Kempekan which has emerged amid the pesantren not only to maintain the originality of the Qur’an recitation, but also to shape a new tradition of both its transmission and transformation patterns. It can be noticed from the development of the practice of today’s Qur’an recitation in Indonesia. Secondly, the surge of Kempekan has pervaded a plethora of cultural aspects occurring in Babakan. This can be evidenced from communities in the so-called Region III Cirebon, namely: Majalengka, Kuningan, Indramayu, and Cirebon, who attended the khatm al-Qur’an. The transmission and transformation of Kempekan raise the dialectical model of the Qur’an and its distinctive culture. The recitation of the Qur’an is not only limited to the rituals of ubuddiyah (religious merits), but also impacts on aspects of culture, economy, the structure of society, and a new model of piety.
IMPROVING PUBLIC HEALTH THROUGH INNOVATIVE AND COMMUNITY-BASED HEALTH PROMOTION STRATEGIES. ABDUL HANAN
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 4 No. 01 (2024): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - JANUARY-APRIL 2024
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public health is one of the key pillars of sustainable development. This article aims to explore innovative and community-based health promotion strategies to improve people's health status. Using a qualitative approach, this study identifies key challenges in health promotion and proposes evidence-based solutions. The results show that cross-sector collaboration, technology utilization, and community empowerment are key factors in improving the effectiveness of health promotion. This article provides practical recommendations for policy makers and implementers of public health programs.
Peran Lingkungan Dalam Mengatasi Stunting Di Desa Selengen Marzoan, Lalu; Hamdani, Muh; Hanan, Abdul; Sarmi, Sarmi; Susanti, Mira; Maesarah, Maesarah; Dody, Dody
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1297

Abstract

Stunting pada anak akibat gizi buruk kronis dan infeksi berulang dapat dihindari dengan menggerakkan peran lingkungan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah peran lingkungan dalam menghadapi kondisi tersebut. Oleh karena itu, perbaikan pola makan, pola asuh orang tua dan lingkungan berperan penting dalam mencegah stuting. Kedua, anda perlu membiaskan pola makan seimbang untuk memastikan nutrisi dan Kesehatan yang tepat bagi si kecil. Selain ini, memperhatikan nutrisi dan asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui juga merupakan upaya penting untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan dalam penanganan stunting di Desa Selengen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian meliputi bidan Kesehatan, bidan gizi, bidan genekologi dan perangkat desa setempat. Rangkaian kegiatannya seperti sosialisasi, pemberian makanan pendamping ASI (PMT) dan vaksinasi.
METODE KOMUNIKASI INTERPERSONAL: STUDI KASUS PEMBINAAN AKHLAK DI PONDOK PESANTREN AS-SYUHADA BABAKAN CIWARINGIN CIREBON Sibaweh, Imam; Hanan, Abdul
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2510

Abstract

Pondok Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang mempunyai peran penting bagi para santri guna membangun akhlak. Untuk memiliki akhlak yang baik diperlukan latihan-latihan serta pembinaan yang baik pula, sehingga dari latihan yang biasa mereka jalani setiap harinya, para santri mampu menanamkan pesan-pesan moral yang terkandung dalam pembinaan akhlakul karimah di Pondok Pesantren. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui metode pembinaan akhlakul karimah santri, (2) Mengetahui pembinaan akhlaqul karimah, (3) Mengetahui hasil komunikasi interpersonal kiai dengan santri dalam pembinaan akhlakul karimah. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yaitu: (1) Metode yang digunakan dalam pembinaan akhlakul karimah santri dengan menggunakan beberapa metode, yaitu: metode keteladanan, metode latihan dan pembiasaan, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Bandongan. (2) Setiap santri wajib melakukan kegiatan intensif madrasah diniyah, salat berjamaah, tradisi aswaja, organisasi santri. (3) Di dalam pelaksanaan kegiatan, tentunya terdapat kendala-kendala, antara lain: kurangnya kesadaran santri dalam mengikuti kegiatan, kemudian pada waktu kegiatan biasanya terdapat pengajar yang berhalangan hadir, dan banyaknya santri yang sering mengulang kesalahan-kesalahan yang sama, walaupun sudah diberikan teguran dan hukuman.Kata Kunci: Pembinaan Akhlakul Karimah, Santri, Pondok Pesantren
Implementation of the Ummi Method in Learning Al-Qur'an in Tartil at MDTA Al-Faruq Kertasari Ligung Majalengka Abdul Hanan; Tiya Imtiyazunnisa; Diniatus Salamah; Agus Alamin
Ulul Albab: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/ululalbab.v2i3.3488

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Ummi method in learning the Qur'an in tartil at MDTA Al-Faruq Kertasari, Ligung, Majalengka. A qualitative approach was used with data collection through observation, interviews, and documentation from May to July 2023. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, reduction, and presentation. The results showed that learning with the Ummi method at MDTA Al-Faruq has been going well. The learning process consists of seven stages: opening, apperception, concept planting, concept understanding, skill practice, evaluation, and closing. Supporting factors include the seriousness of the institution, student motivation, good coordination with Umda Majalengka, and the role of a competent coordinator. However, there are obstacles such as limited facilities, non-ideal teacher and student ratios, costs, and not optimal teacher certification. This study provides recommendations for improving the implementation of the Ummi method, not only in MDTA Al-Faruq but also in other formal and non-formal institutions. Applying this method is expected to improve the ability to read the Qur'an trail according to the rules of tajweed science, thus positively influencing students' mental, psychological, and behavior amid modern challenges.
Hidangan Pada Ritual Maulid Adat di Desa Salut Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Ferdianto, Jujuk; Said, Farid; Hizmi, Surrayal; Hanan, Abdul
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 2 No. 3 (2025): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/413zys49

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi menyajikan makanan hidangan jaje kepada masyarakat Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, dalam rangkaian acara Ulang Tahun Adat. Jaje Pangan adalah rangkaian kue tradisional yang dijadikan bagian integral dari perayaan Maulid Nabi Muhammad, yang dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan dan semangat gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etno-gastronomi, yang melibatkan pengamatan partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, penyelenggara acara, dan penduduk desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaje makanan bukan hanya sekedar hidangan, tetapi juga simbol kebersamaan, identitas budaya, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur masyarakat Desa Salut, Kecamatan Kayangan. Makanan Jaje terbuat dari tepung ketan, tepung beras, santan dan gula merah, dan berbentuk persegi panjang disusun dalam ancak dan disajikan kepada tamu atau tokoh adat dan tokoh masyarakat, dalam proses pengolahannya juga dilakukan oleh beberapa orang yang telah dipilih atau biasa disebut "Ran" (koki lokal) yang mencerminkan nilai-nilai ritual dalam proses pembuatannya. Presentasi Jaje Pangan juga berfungsi sebagai media pendidikan antargenerasi, di mana nilai-nilai budaya dan tradisi diwariskan kepada generasi muda. Penelitian ini menekankan pentingnya melestarikan tradisi kuliner dalam memperkuat ikatan sosial dan menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Perpaduan Isometric Exercise dan Latihan Pernafasan Yoga Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Desa Mojojajar Wilayah Kerja Puskesmas Kedungsari Kabupaten Mojokerto Anjarsari, Dinda Risma Putri; Hanan, Abdul; Widiani, Esti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i1.1601

Abstract

One of the non-pharmacological treatments that can be done to lower blood pressure is to increase the patient's physical activity, such as Isometric Exercise and Yoga breathing exercises. Objectives: To determined isometric exercise and yoga breathing on reducing blood pressure in hypertension. Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-postest design. The sampling technique was purposive sampling. The number of samples in this study was 25 people. Results: The paired t-test statistical test results were a decrease in blood pressure after being given the intervention of isometric exercise and yoga breathing exercises with a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: Isometric exercise and yoga breathing exercises can be an alternative non-pharmacological therapy to reduce blood pressure in hypertension.Keywords:  Isometric Exercise, Yoga Breathing Exercise, Hypertension
The effectiveness of the Stress Management Education Module in improving the mental well-being of patients with chronic kidney failure. Supono, Supono; hidayah, Nurul; Hanan, Abdul
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5278

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan mental pasien akibat stres psikologis yang tinggi. Tingkat stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kualitas hidup pasien GGK dan berisiko menurunkan kepatuhan terhadap terapi hemodialisis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas modul edukasi manajemen stres dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental pasien gagal ginjal kronis (GGK) yang menjalani hemodialisis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 30 pasien di Puskesmas Singosari, Kabupaten Malang. Modul edukasi diberikan dalam empat sesi selama delapan minggu, mencakup teknik relaksasi, mindfulness, strategi koping, dan manajemen emosi. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sedangkan kesejahteraan mental menggunakan WHO-5 Well-Being Index. Analisis dengan uji t-berpasangan menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres (? = -7,3; p < 0,001) dan peningkatan kesejahteraan mental (? = +17,4; p < 0,001). Sebanyak 90% responden menilai modul sangat membantu, 85% menyatakan isi modul mudah dipahami, dan 80% merasakan manfaat langsung dari teknik relaksasi serta mindfulness. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis psikososial efektif sebagai strategi intervensi nonfarmakologis yang mudah diimplementasikan. Integrasi modul edukasi ini dalam layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien GGK.
Evaluation of the Impact of the Asthma Management Module on the Physical and Psychological Health of Patients Hamarno, Rudi; Hanan, Abdul; Hidayah, Nurul
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9 No 3 (2023) Special Issue: Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jiki.v9i3.5245

Abstract

Modul manajemen asma dikembangkan sebagai strategi edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap terapi, namun efektivitasnya dalam meningkatkan aspek fisik dan psikologis pasien masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas modul dalam meningkatkan tingkat pengetahuan, perubahan perilaku pengelolaan asma, serta dampaknya terhadap kesehatan fisik dan psikologis pasien. Menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 50 pasien asma di Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Modul diberikan dalam tiga sesi edukasi selama tiga bulan, mencakup pemahaman asma, teknik penggunaan inhaler, strategi penghindaran pemicu, serta teknik relaksasi untuk mengurangi stres. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest, observasi perilaku, serta pengukuran skor Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pasien (48% menjadi 87%, p < 0,01), kepatuhan penggunaan inhaler (55% menjadi 90%), dan perilaku penghindaran pemicu (40% menjadi 92%). Dari aspek fisik, frekuensi eksaserbasi menurun dari 3 kali menjadi 1 kali per bulan, sementara gangguan tidur akibat gejala malam hari berkurang dari 72% menjadi 30%. Dari aspek psikologis, skor kecemasan pada DASS-21 menurun dari kategori sedang (16) menjadi ringan (8, p < 0,01). Dengan demikian, modul manajemen asma terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku pengelolaan, serta memperbaiki kondisi fisik dan psikologis pasien. Integrasi modul ini dalam layanan kesehatan primer direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas manajemen penyakit kronis secara sistematis.