Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN LAMA KERJA BIDAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDASAN ULIN Eka Handayani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.626

Abstract

Latarbelakang: Inisiasi Menyusu Dini  merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Keberhasilan program Inisiasi Menyusu Dini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan tindakan dari penolong persalinan itu sendiri, karena merekalah yang pertama kali membantu ibu selama proses persalinan. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini  yaitu umur, lama kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan pelatihan.Tujuan : untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lama masa kerja bidan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini.Metode:penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bidan yang melaksanakan pertolongan persalinan di wilayah kerja puskesmas landasan ulin sebanyak 31 responden.Hasil: Berdasarkan uji chi square didapatkan hasil hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan bidan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini  (p value  0,012), Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap bidan dengan pelaksanaan Inisiasi menyusu Dini (p value 0,027), Ada hubungan yang signifikan antara variabel lama masa kerja bidan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini  (p value 0,012).Kesimpulam Berdasarkan hasil analisis data statistik dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan bidan dengan pelaksanaan IMD dengan nilai probabilitas 0,012. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel sikap bidan dengan pelaksanaan Inisiasi menyusu Dini dimana nilai probabilitas 0,027. Ada hubungan yang signifikan antara variabel lama masa kerja bidan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dimana nilai probabilitas 0,012.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Lama Masa Kerja Dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu DiniAbstractBackground: Early Initiation of Breastfeeding is an effort to increase coverage of exclusive breastfeeding. The success of the Early Breastfeeding Initiation program is greatly influenced by the knowledge, attitudes, and actions of the birth attendants themselves, because they are the first to help mothers during the labor process. There are several factors related to the performance of midwives in implementing Early Breastfeeding Initiation, namely age, length of work, level of education, knowledge, attitudes and training.Objective: to determine the relationship between knowledge, attitudes and length of service of the midwife with the implementation of early breastfeeding.Methods: This study is a qualitative study with a cross sectional approach. The population in this study were 31 midwives who delivered delivery assistance in the work area of the Puskesmas Ulin clinic.Results: Based on the chi square test, there was a significant relationship between the knowledge variable of midwives and the implementation of Early Breastfeeding Initiation (p value 0.012). variable length of service of midwives with the implementation of Early Initiation of Breastfeeding (p value 0.012).Conclusions: Based on the results of statistical data analysis and discussion, it can be concluded that there is a significant relationship between the knowledge variable of midwives and the implementation of IMD with a probability value of 0.012. There is a significant relationship between the variable attitude of midwives and the implementation of early breastfeeding where the probability value is 0.027. There is a significant relationship between the variable length of service of midwives and the implementation of Early Initiation of Breastfeeding where the probability value is 0.012.Keywords: Knowledge, Attitude, Length of Service Period and Early Initiation of Breastfeeding
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI RSD IDAMAN BANJARBARU Eka Handayani; Siska Dhewi; Septi Anggraeni
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.11123

Abstract

Praktik sunat perempuan dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya; memotong sebagian atau seluruh klitoris, bahkan hingga labia minora dan labia mayora, namun ada juga yang hanya melukai sebagian kecil klitoris dan simbolik. Petugas yang melakukan praktik sunat perempuan di Indonesia menurut mereka adalah bidan/perawat/mantri. Sunat perempuan termasuk salah satu bentuk praktik berbahaya, dapat menimbulkan komplikasi kesehatan reproduksi khususnya membahayakan rahim termasuk infertilitas, masalah urinary, seksual dan masalah psikologis, bahkan dapat 2 menyebabkan komplikasi yang serius hingga kematian pada anak-anak perempuan (WHO, 2014).Dampak serupa terjadi juga pada praktik sunat perempuan di Indonesia. Bahkan beresiko terjadi komplikasi jangka panjang yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan (Komnas Perempuan, 2017).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sunat perempuan di Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Subyek penelitian adalah semua bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Populasi adalah 219 orang dengan sampel 69. Kemudian data diolah dan dianalisis dengan mendistribusikan frekuensi masing-masing variabel dan uji statistik menggunakan Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian Hubungan Pengetahuan, pendidikan, informasi tentang perilaku sunat perempuan di Kelurahan Landasan Ulin, diperoleh hasil penelitian yang dilakukan terhadap 69 responden sebagai berikut pengetahuan dan informasi terkait perilaku sunat perempuan sedangkan pendidikan tidak terkait sunat perempuan bahavior
Studi Kasus Ibu Melakukan Kunjungan Ulang Pada Balita Pneumonia Di Wilayah Kerja Puskesmas Landasan Ulin Kalimantan Selatan Eka Handayani; Septi Anggraeni
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infections affect many children, both in developing countries and in developed countries. acute respiratory infections that affect death and often affect children under 5 years of age, namely pneumonia. Pneumonia is the main killer of toddlers in the world with a higher prevalence compared to AIDS, malaria and measles. Every year, it is estimated that more than 2 million children under five die from Pneumonia (1 toddler / 20 seconds) from 9 million total deaths of children under five in the world. In Indonesia, pneumonia is still a big problem considering the mortality rate from this disease is still high.. Knowing the mother's case studies do repeat visits in infants pneumonia in health center Landasan Ulin. A qualitative study through interviews and documentation to one health worker. Not all mothers bring their babies repeated visit only 30% of mothers who commit repeated visit of all children under five suffering from pneumonia. Mother toddler who do repeat visits by 35% means that more mothers who do not do repeat visits by 65% this is because there are several reasons mothers do not bring toddlers pneumonia to re-visit them her son had recovered and did not cough again, there also reasoned mothers are busy.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Non Kesehatan UIN Antasari Banjarmasin Septi Anggraeni; Eka Handayani
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 9 No 2 (2019): Maret
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is one of the leading causes of death worldwide. In Indonesia, more than 80% of breast cancer cases are found at an advanced stage, where treatment is difficult. Therefore, it is necessary to take preventative measures with early diagnosis through regular routine checks, one of which is by Self Breast Examination (BSE). This study was conducted to determine the factors that influence the behavior of BSE in non-medical students UIN Antasari Banjarmasin with a cross sectional study design with a sample of 50 female students. Data processing analysis includes univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis with multiple logistic regression statistical tests. Descriptively obtained results that only 13 people (26%) did BSE, respondents' knowledge 38% in good category, attitude towards BSE 84% positive, source of information about BSE 22% in many categories, perceptions of family support 28% supporting and perception about peer support 24% supports. To determine the factors that influence BSE, multiple logistic regression statistical tests were performed which showed the results that there was a joint influence between knowledge, exposure to information sources, perceptions of family and peer support on BSE behavior with a large influence of 35.6 %. To improve the behavior of BSE, it is necessary to increase knowledge, information sources, family and peer support together. Keywords : Knowledge, attitude, Family support, Information Exposure, BSE
Efektivitas Pemberian Serbuk Jambu Biji Merah terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Mencit (Mus musculus) Septi Anggraeni; Eka Handayani; Bayu Rakhmat Muslimin
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a condition where hemoglobin and erythrocyte levels are lower than normal values. According to WHO, the prevalence of anemia is still considered to be a public health problem. The prevalence of anemia in Indonesia was 21,7%. Anemia prevention among adolescents is essential, and it can be done in two ways (i.e., pharmacology and non-pharmacology). Pharmacological methods included administration of Fe tablets, but not all teenagers wanted to consume these tablets for various reasons (e.g., bad taste and odor, side effects, forgot, and they felt that it was unnecessary). Therefore, this problem needed to be overcome by other methods (non-pharmacological methods), one of which was the use of red guava fruit. This study aimed to determine the effectiveness of red guava powder to increase hemoglobin levels. This experimental study used a posttest-only control group design. This study used 30 mice with an average weight of 20 g. The independent t-test results showed significant differences (p=0,001) in hemoglobin levels in the control group and the treatment group. It could be concluded that the provision of red guava powder was effective in increasing hemoglobin levels.
AIR QUALITY IMPACT ANALYSIS IN BANJARMASIN CITY Agustina, Norsita; Indah, Meilya Farika; Chandra, Chandra; Handayani, Eka; Fauzan, Akhmad
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 2, Issue 2, February 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v2i2.26084

Abstract

The rapid increase in the vehicle population and the level of household and industrial activity as well as various community activities in the City of Banjarmasin that cause air pollution in the City of Banjarmasin. For this reason, this study aimed to evaluate the level of air pollution that is currently occurring in the city of Banjarmasin. This study measured the level of air pollution at three locations that are sampled for air quality testing, namely Antasari Central Market, Trisakti Port, and Pal 6 Terminal in Banjarmasin City. Measurement of air pollution used mobile laboratory equipment in collaboration with the Banjarmasin City Basic Health Laboratory. This survey measures the quality of Carbon Monoxide (CO), Nitrogen Dioxide (NO2), and Sulfur Dioxide (SO2). The results of the study found that at point 2 which is a location in the Antasari Central Market, Banjarmasin City, it exceeded the quality standard threshold of 3925/µg/Nm3 which has been set by Government Regulation of the Republic of Indonesia (PPRI) Number 41 of 1999 concerning Air Pollution Control. Which explains the quality standard of CO. Air quality (Carbon Monoxide) of 30.000/ g/Nm3. Meanwhile, measurements at Trisakti Port obtained a mild carbon monoxide air quality of 4.25/µg/Nm3. Parameters SO2 (Sulfur Monoxide), the results of field measurements get good results. This study concludes that the air quality in the City of Banjarmasin is good, this is due to the Covid-19 pandemic conditions reducing community activities to work outside except in terms of meeting daily needs.
Determinan Kunjungan K1 Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 3 Handayani, Eka; Dhewi, Siska; Anggraeni, Septi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i1.15030

Abstract

K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan kunjungan ibu hamil yang ke empat (K4) adalah kontak ibu hamil yang ke empat atau lebih dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan, dengan distribusi kontak sebagai berikut : minimal 1 kali pada trimester I, minimal 1 kali trimester II dan minimal 2 kali trimester III. Berdasarkan buku register KIA pada bulan Januari-Juni kunjungan K1 diwilayah Sungai Lulut RT 8 ada 7 orang ibu hamil dari 28 ibu hamil. Dilihat dari data KIA jumlah PUS di Sungai Tabuk 3 berjumlah 3997 dan di Sungai Lulut Rt 8 berjumlah 160 pasangan. Dan didapatkan juga data Catin dari bulan Januari-Juni berjumlah 5 orang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan K1 kehamilan di wilayah kerja puskesmas Sungai Tabuk 3. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 36 orang sehingga sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Dalam penelitian ini analisa yang digunakan adalah korelasi tata jenjang melalui Uji korelasi Spearman Rank pada alpha (α)= 0,05  Hasil penelitian Ada hubungan antara pengetahuan, status ekonomi dengan kunjungan K1 dimana nilai p value 0.000 < α (0,005). Tidak ada hubungan antara Pekerjaan dengan kunjungan K1 dimana nilai p value 0.468 < α (0,005)
Determinan Yang Berhubungan Dengan Keluhan Penyakit Scabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan Tahun 2023 Handayani, Eka; Ariyanto, Edy; Fauzan, Ahmad; Ariyantie, Junia Shinta
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i2.13080

Abstract

Scabies adalah suatu kondisi yang dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung. Faktor-faktor seperti kebersihan pribadi, kepadatan tempat tinggal, tingkat kelembaban, ventilasi, pencahayaan, dan suhu juga berperan dalam terjadinya kasus scabies. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi korelasi antara tingkat kebersihan pribadi, kepadatan tempat tinggal, tingkat kelembaban, sistem ventilasi, intensitas pencahayaan, dan suhu terhadap kemunculan keluhan penyakit scabies. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah penduduk daerah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan, yang memiliki total populasi sebanyak 563 individu. Sampel sebanyak 86 responden dengan teknik pengambilan sampel case controlHasil dari penelitian ini mengindikasikan adanya korelasi antara tingkat kebersihan pribadi dengan insiden kasus scabies (p-value = 0,000), ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara kelembaban dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian scabies (p-value=0,003), ada hubunga antara pencahayaan dengan kejadian scabies (p-value=0,001), ada hubungan antara suhu dengan kejadian scabies (p-value=0,003).kepada puskesmas agar menyediakan fasilitas sanitasi dasar yang sesuai syarat kesehatan dan terpelihara, membuat poster kesehatan terkait personal hygiene, sehingga dapat memelihara kebersihan dirinya dengan baik dan menjaga kebersihan lingkungan.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Batumandi Kabupaten Balangan Tahun 2021 Fakhsianoor, Fakhsianoor; Handayani, Eka
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 2 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i2.5904

Abstract

Data rekapitulasi pasien rawat jalan di Puskesmas Batumandi selama 3 tahun terakhir dari tahun 2019 hingga 2021 jumlah pasien rawat jalan di Puskesmas Batumandi mengalami penurunan. Data rekapitulasi pasien rawat jalan di Puskesmas Batumandi tahun 2019 berjumlah sebanyak 13.733 jiwa, tahun 2020 berjumlah 7.814 jiwa dan tahun 2021 yang terhitung dari bulan Januari hingga Mei berjumlah 2.267 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Batumandi Kabupaten Balangan tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien rawat jalan dari bulan Januari hingga Mei sebanyak 2.267 jiwa dengan sampel 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 51 responden (53,1%) yang menyatakan reliability (kehandalan) baik, 56 responden (58,3%) yang menyatakan responsiveness (ketanggapan) baik, 58 responden (60,4%) yang menyatakan assurance (jaminan) tidak baik, 60 responden (62,5%) yang menyatakan empathy (perhatian) tidak baik dan 63 responden (62,5%) yang menyatakan tangible (bukti fisik/bukti langsung) tidak baik. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan antara reliability (kehandalan) dengan p-value=0,001, responsiveness (ketanggapan) dengan p-value=0,006, assurance (jaminan) dengan p-value=0,008, empathy (perhatian) dengan p-value=0,009, tangible (bukti fisik/bukti langsung) dengan p-value=0,001 dengan kepuasan pasien.
IMPROVING THE ECOLOGICAL IMPACT OF SRENGSENG CITY FOREST IN JAKARTA: A COMPREHENSIVE EVALUATION Eka Handayani; Qurrotu Aini Besila; Olivia Seanders
Journal of Synergy Landscape Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 August 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v4i1.21286

Abstract

The rapid urbanization in DKI Jakarta has led to environmental challenges such as air pollution, altered microclimates, and diminishing green open spaces (Ruang Terbuka Hijau - RTH). Urban forests, like Srengseng City Forest (Hutan Kota Srengseng) in West Jakarta, play a critical role in mitigating these ecological issues. This study evaluates the current condition of Srengseng City Forest, highlighting its potential and challenges in fulfilling its ecological functions. Through a combination of direct observation, documentation analysis, interviews, and literature review, this research identifies key areas for improvement in forest management and landscape design. Findings reveal that while Srengseng City Forest has significant potential to enhance urban ecological sustainability, it faces challenges in vegetation management, maintenance, and infrastructure. The study provides practical recommendations for optimizing the ecological function of the forest through sustainable landscape design and improved management practices, aiming to strengthen its contribution to Jakarta's environmental sustainability.