Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Determinan dan Penatalaksanaan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas: Determinants and Management of Stunting in the Work Area of Padang Luas Public Health Center Anggraeni, Septi; Ahmad Zacky Anwary; Eka Handayani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4205

Abstract

Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar 2018 mencatat prevalensi Stunting di Provinsi Kalimantan Selatan menempati urutan ke 9 dari seluruh Provinsi di Indonesia. Puskesmas Padang Luas merupakan salah satu Puskesmas yang terletak di Kabupaten Tanah Laut dan merupakan Puskesmas dengan kasus stunting cukup tinggi dibandingkan Puskesmas lain yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis determinan stunting dan mengetahui gambaran penatalaksanaan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mix method) dengan desain sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan, dengan sampel sebesar 92 orang. Teknik analisis data meliputi teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data kuantitatif yaitu dengan multiple logistic regression. Hasil : Tidak ada pengaruh pendidikan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Ada pengaruh pendapatan keluarga, riwayat berat bayi lahir, riwayat pemberian ASI dan pola makan terhadap kejadian stunting pada balita dengan besar pengaruh secara keseluruhan sebesar 53% terhadap kejadian stunting. Penatalaksanaan stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang luas yaitu dengan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan berupa makanan lokal, biskuit dan susu bubuk. Kesimpulan : Determinan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas adalah pendapatan keluarga, riwayat berat bayi lahir, riwayat pemberian ASI dan pola makan. Pola makan merupakan variabel yang mempunyai pengaruh terbesar dengan besar pengaruh 16,6.
Pengaruh Kepemimpinan Etis, Motivasi, Budaya Organisasi dan Penghargaan Terhadap Keterikatan Kerja Pegawai ASN Pada Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam Eka Handayani; Hardiyansyah; Nisma Aprini
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v2i3.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menguji bagaimana pengaruh kepemimpinan etis, motivasi, budaya organisasi dan penghargaan terhadap keterikatan kerja pegawai aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam dan bagaimana pengaruhnya secara parsial dan simultan. Data primer dalam penelitian ini adalah 50 orang. Penelitian ini bersifat kuantitatif diskriptif dengan pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SPSS version 23. Hasil penelitian ini dari empat variabel bebas dimana tiga variabel diantaranya memiliki koefisien regresi positif yaitu X1,X2 dan X3 untuk (X4) memiliki koefisien regresi negatif. Ini berarti bahwa variabel X1,X2 dan X3 memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan kerja (Y), dan variabel X4 memiliki pengaruh tetapi tidak searah dengan keterikatan kerja Pegawai. Hasil uji hipotesis secara parsial didapat nilai signifikan variabel X1 < 0,05 dan variabel X2,X3,X4 > 0,05 sehingga diartikan variabel kepemimpinan etis (X1) mempunyai pengaruh lebih besar dibanding ketiga variabel lainnya terhadap keterikatan kerja. Hasil Uji hipotesis secara simultan di dapat nilai sig 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung 9,769 > 2,574 ini artinya bahwa dari keempat variabel tersebut variabel X1,X2,X3 dan X4 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Keterikatan Kerja (Y) Pegawai.
Bisnis Nener dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus CV. Simpatik Buleleng Bali) Handayani, Eka
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2021): MOMENTUM NOVEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to analyze the factual conditions in the milkfish business to find out local and export business at the CV. Simpatik Buleleng pond company, this research methods, types of research used is field research, collected data by researchers include primary and secondary data, while the source obtained by observation, interview, and documentation, then teh data is analyzed descriptively throuh, display, reduction, verification and prescriptive, so that it produces the result that is 1. Companies set prices unilaterally, islam provides freedom in specify prices by Wahbah Zuhaili, Ibnu Araby, Imam Malik, and Ibnu Taimiyah. 2. Nener sample calculation, becomes an agreement between siler and buyer. 3. The Fuqoha’ allow shigat fi’liyah (actions) clarity of sale and purchase transaction contracts, as well as exchanging goods using money this is allowed by Ibnu Qosim in the kitab athul qorib. 4. The high price of nener is allowed to use a Musawama sale and purchase contract (bargaining) 5. Ordering nener in larvae tuber not yet old enough to be harvested is a prohibition on buying and selling (gharar) by Imam Nawawi and Imam Al-Qorafi while according to Syafi’iyyah, Abu Yusuf Muhammad (Hanafiyah) and one narration of madhab Ahmad states that it is invalid, malikiyah and one narration of hanabilah that it is forbidden to buy and sell food that has not been received by hand. 6. Late payment of nener’s money, according to the argument of ijma’ by Ibnu Qoudamah rahimahullah stating that the sale and purchase is valid in accordance with the compensation given. 7.Nener’s death is the responsibility of the seller who should be the responsibility of the buyer, in this case it is contrary to the opinion of alqadhi and scholars who belong to his group namely goods that have been determined to be the responsibility of the buyer. 8. Payment via ATM is allowed because the ijab & qobul consent can be fulfilled properly determined by the fiqh commission at the islamic conference organization number 107 on 17-23 sya’ban in 1410 H.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN TRIPIKON DALAM MENJAGA SANITASI LINGKUNGAN KEPADA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN KUIN SELATAN Agustina, Norsita; Indah, Meilya Farika; Rahman, Eddy; Chandra, Chandra; Asrinawaty, Asrinawaty; Hadi, Zuhrupal; Rizal, Achmad; Jalpi, Agus; Norfai, Norfai; Suryanto, Deny; Handayani, Eka; Fauzan, Akhmad; Mahmudah, Mahmudah; Ariyanto, Edy
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i1.636

Abstract

Kelurahan Kuin Selatan merupakan wilayah kawasan dataran rendah/tinggi/rawa dan dekat dengan sungai. Yang dinama angka Buang Air Sembarangan (BABS) di sungai hampir 95%. Sehingga dengan begitu juga angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh air juga tinggi. Metode yang dilakukan dalam kegiatan oengabdian kepada masyarakat ialah sosialisasi pelatihan pembuatan tripikon kemudian diakhiri dengan pemasangan tripikon di tempat yang telah disepakati bersama mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ialah berdasarkan hasil pre-test nilai rerata tingkat pengetahuan peserta tentang tripikon dan manfaatny sebesar 65 dengan nilai maksimum adalah 75. Dan nilai minimum adalah 45, kemudian dilakukannya sosialisasi serta pelatihan pembuatan tripikon setelah diberikan intervensi dilakukan post-test menjadi 87 dengan nilai maksimum adalah 100 dan nilai minimum 76. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata skor pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan serta pelatihan pembuatan tripikon. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ialah mitra mampu dan memahami tripikon serta mampu mempraktikkan membuat tripikon guna menjaga sanitasi lingkungan khususnya daerah sungai sekitar kuin selatan.
Sosialisasi dan Pelatihan Berbagai Jenis Media Sosial sebagai Promosi Peningkatan Kunjungan K1 Kehamilan di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar Handayani, Eka; Anggraini, Septi; Dhewi, Siska; Anwary, Ahmad Zacky; Agustina, Norsita
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.638

Abstract

Data from the World Health Organization (WHO, 2017) states that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with an MMR rate of 216 per 100,000 live births. As many as 99% of maternal deaths are due to problems with pregnancy and childbirth. The recapitulation of the KIA Report for the Sungai Tabuk 3 Public Health Center from January – June 2022 is 45%, while the target for the district itself is around 50%. The implementation method in this community partnership program activity is divided into 2 (two) activities, the first stage is outreach activities and the second stage is through training and assistance in creating social media, in this case WhatsApp business, which is an appropriate social media for promoting health services. Community Service at Sungai Tabuk 3 can be carried out well. The important role of the Village Midwife, Community, Family, neighborhood association, and cadre with community consultation activities as a forum for discussion to understand the problems and needs that exist in the community, Media in the form of Leaflets and Benners which are installed and distributed by residents has been carried out well. The results of community service have shown increase in K1 visits by pregnant women during evaluations and whatsapp business that has been used by midwives can be utilized effectively.
Analisis Hubungan Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI terhadap Status Gizi Baduta di Wilayah Kerja Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Widyarni, Ari; Netty, Netty; Inayah, Husnul Khatimatun; Lely Octaviana, Elsi Setiandari; Noorhidayah, Noorhidayah; Handayani, Eka
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21267

Abstract

Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 17 ayat 2 yang mengatur penyelenggaraan kesehatan anak, menyebutkan peningkatan kesehatan anak dilakukan sejak dalam kandungan, masa bayi, masa Baduta, usia prasekolah dan usia sekolah. Prevalensi kurang gizi di Kalimantan masih tinggi, pada tahun 2022, tercatat sebanyak 1,51% Baduta gizi buruk dan sebanyak 13,38% Baduta gizi kurang. Persentase status gizi Baduta Kota Banjarmasin pada tahun 2022/2023 tercatat sebesar 2,48% Baduta gizi buruk, 28,09% Baduta gizi kurang dan 6,22% Baduta dengan gizi lebih. Jumlah Baduta yang dinyatakan gizi buruk di Kota Banjarmasin pada tahun 2024 mencapai 113 Baduta, sehingga perlu diadakan perbaikan status gizi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan pemberian makanan bayi atau Baduta dengan tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah ibu yang memiliki Baduta berumur 6-24 bulan dengan besar sampel sebanyak 114 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, hasil pengumpulan data dianalisis statistik univariat dan bivariat dengan uji Chi Square Test dengan nilai signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan karakteristik berdasarkan umur sebagian besar responden berumur 30-34 tahun sebanyak 30,7% serta umur Baduta terbanyak pada umur 13-24 bulan sebanyak 64%. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat konsumsi energi dalam kategori defisit yaitu sebesar 49,1%, sebagian besar tingkat konsumsi protein dalam kategori baik sebesar 42,1% dan sebagian besar Baduta dengan status gizi baik sebesar 50,8%. Analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara pola pemberian makanan pendamping ASI menurut tingkat konsumsi energi dengan status gizi Baduta (p-value = 0,027) dan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI menurut tingkat konsumsi protein dengan status gizi Baduta (p-value = 0,001). Diharapkan bagi pemegang kepentingan melakukan program pemberian MP-ASI secara tepat sesuai dengan kebutuhan Baduta dan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan status gizi Baduta.