Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) Berbasis Keluarga di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Zuryati, Masmun; Rita, Erni; Widiastuti, Eni; Awaliah, Awaliah; Idriani, Idriani; Setiyono, Erwan; Rahayu, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.344

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia, salah satu jenis penyakit DM yang paling banyak dialami oleh penduduk dunia adalah DM tipe II, yaitu penyakit DM yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. salah satu bentuk edukasi adalah Diabetes SelfManagement Education (DSME) yang dapat dilakukan secara mandiri maupun kelompok, baik di klinik ataupun di Rumah Sakit.Tujuan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan keluarga dalam melaksanakan perawatan mandiri pada anggota keluarga yang menderita DM, meningkatkan Self Care behavior pada pasien DM sehingga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya pada penderita DM meningkat.Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita Diabetes yang berobat poli penyakit dalam RS Islam jakarta Cempaka putih. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 9 Mei 2025, Berdasarkan hasil uji Paired t test, terdapat pengaruh DSME/S terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2 yaitu dengan P Value 0,000.  Artinya Ada hubungan yang signifikan pengetahuan Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Rekomendasi dapat diberikan kepada pasien DM tipe 2 sebagai pendidikan manajemen diri untuk mencegah komplikasi.
Sapa Jiwa Bersama Keluarga Meringankan Beban, Menguatkan Harapan Dalam Perawatan ODGJ Slametiningsih, Slametiningsih; Widiastuti, Eni; Nursanti, Irna; Rita, Erni; Sukma, Bagja Angga; Kusmayadi, Yadi; Somana, Aan; Wahyuni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21981

Abstract

ABSTRAK Keluarga memiliki peran utama dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun kerap menghadapi beban emosional, sosial, dan ekonomi. Minimnya akses terhadap edukasi dan dukungan psikososial membuat peran ini menjadi semakin berat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga pengasuh ODGJ melalui edukasi psikososial, diskusi kelompok, dan fasilitasi akses layanan kesehatan jiwa di Kelurahan Leuwi Gajah, Bandung. Metode: Kegiatan melibatkan 11 responden yang merupakan keluarga ODGJ. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (63,6%) dengan usia rata-rata 39,6 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA (45,5%) dan SMP (36,4%). Hubungan responden dengan ODGJ sebagian besar adalah orang lain (54,5%) dan saudara kandung (36,4%). Sebagian besar menggunakan BPJS (90,9%) dan telah merawat ODGJ lebih dari satu tahun (90,9%). Perawatan dilakukan secara bergantian (81,8%), dan sebagian besar rutin melakukan kontrol ke rumah sakit (63,6%). Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata skor beban keluarga sebesar 27,5 dan menurun menjadi 25,7 setelah intervensi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, peserta melaporkan peningkatan pemahaman dan rasa lebih kuat secara emosional. Kesimpulan: Program “SAPA JIWA” memberikan dampak positif dalam meringankan beban keluarga dan memperkuat peran mereka dalam perawatan ODGJ. Pendekatan komunitas yang partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan keluarga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, ODGJ, Beban Keluarga, Edukasi Psikososial, Kesehatan Jiwa Komunitas.  ABSTRACT Families play a central role in caring for people with mental disorders (ODGJ), yet often face emotional, social, and financial burdens. Limited access to education and psychosocial support further complicates their role. Objective: This community service activity aimed to ease caregiver burden through psychosocial education, group discussions, and access to mental health services in Leuwi Gajah, Bandung. Methods: The program involved 11 respondents who were family members of ODGJ. Most were female (63.6%) with an average age of 39.6 years. Educational backgrounds were mostly high school (45.5%) and junior high (36.4%). The majority were non-parental caregivers (54.5%) and siblings (36.4%). Most used BPJS insurance (90.9%) and had been caring for the patient for more than one year (90.9%). Caregiving was mostly done in shifts (81.8%) and 63.6% routinely visited mental health services. Results: The average caregiver burden score decreased from 27.5 to 25.7 after the program. Although not statistically significant, participants reported improved understanding and emotional resilience. Conclusion: The “SAPA JIWA” program had a positive impact on reducing caregiver burden and strengthening the family's role in supporting ODGJ. A participatory, community-based approach was key to fostering family resilience. Keywords: Community Service, Mental Disorders, Caregiver Burden, Psychosocial Education, Community Mental Health
Penerapan Aplikasi Islam TB Edukasi dalam Peningkatan Usaha Kesehatan Sekolah pada Pencegahan Penularan Tuberkulosis Anak ErniRita; Awaliah; Mujiastuti, Rully; Eni Widiastuti; Idriani; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Putri Fadlilatun Nazilah; Syahla Tazkiya; Widya Qolbu Nabila; Abdillah Agung Nugroho; Ahmad Subhan Fuady
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Muhammadiyah 36 Jakarta adalah sekolah yang terletak di Jl. Tebet Timur II No.35 RT006/RW05, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Sekolah berada di lokasi padat, dengan lingkungan yang beresiko terpapar bakteri Mycobacterium Tuberkulosis (TBC). Melalui wadah dan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sekolah berupaya untuk menjadi sekolah sehat. Di antara upayanya adalah promosi kesehatan dan pengendalian faktor risiko penularan TBC di sekolah. Metode yang diterapkan yaitu metode pemberdayaan siswa melalui edukasi dan pelatihan, bina suasana dan advokasi. Bentuk kegiatannya antara lain melalui membaca komik pada aplikasi Islam TB Edukasi (I-TBE), dan memanfaatkan UKS sebagai wadah. Aplikasi I-TBE berisi pengetahuan mengenai TBC yang memudahkan skrining untuk mendapatkan data-data anak yang terkena TBC. Sementara kapasitas para petugasnya ditingkatkan melalui edukasi dan pelatihan komunikasi serta desain grafis untuk promosi kesehatan. Dari hasil penerapan aplikasi I-TBE, terdapat peningkatan hasil pengetahuan siswa sebesar 13,47%.
Asthma exercise and Buteyko breathing interventions in adolescents: Effects on fitness and exacerbation rates Laily, Dayang; Rita, Erni; Awalliah, Awaliah; Saba, Iba Supra
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 8 (2025): Volume 8 Number 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i8.1376

Abstract

Background: Asthma in adolescents is a global health challenge. Asthma management includes pharmacological and non-pharmacological approaches. Asthma exercises and Buteyko breathing techniques are non-pharmacological therapeutic alternatives. The lifestyle of adolescents who tend to be less physically active becomes a risk factor that increases the incidence and recurrence of asthma. Purpose: To determine the effect of asthma exercises and Buteyko breathing techniques on physical fitness and recurrence in adolescent with asthma. Method: A pre-experimental design with a one group pre-test post-test without control group approach. The sampling technique used total sampling with 33 participants. The statistical test used was the paired sample t-test. Results: The findings revealed a significant effect of the intervention on both physical fitness and asthma recurrence, with a p-value of 0.001. The combination of asthma exercises and Buteyko breathing techniques proved effective in enhancing physical fitness and reducing the frequency of asthma attacks among adolescents. Conclusion: Asthma exercises and Buteyko breathing techniques significantly improve physical fitness and reduce asthma recurrence in adolescents. Suggestion: Schools should integrate these interventions into health programs. Further research with control groups is recommended.
Effektifitas penerapan modul ratu ceria terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja : Effectiveness of the ratu ceria module in preventing anemia among adolescents Setiyono, Erwan; Widiastuti, Eni; Dewi, Nurma; Ernirita; Zuryati, Masmun; Awaliah; Idriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2974

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Anemia terjadi akibat kondisi kekurangan zat besi (Fe) yang tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia tetapi juga banyak dialami negara-negara di Asia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganaliasa effektifitas dari penerapan Model Ratu Ceria dengan peningkatan pengetahuan Remaja dalam mencegah kejadian Anemia. Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design . Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP sejumlah 60 siswa. Tehnik yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data di awali dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja , kemudian di nilai tingkat pengetahuannya dan didokumentasikan sebagai data pre-test. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penuyuluhan dan simulasi menggunakan Modul Ratu Ceria dan dilakukan penilaian kembali tentang pengetahuan siswa yang terlihat setelah 3 hari pelatihan dan data yang terekam disebut data post-test. Data di analisa dengan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan terhadap anemia meningkat signifikan setelah dilakukan pelatihan dan simulasi Modul Ratu Ceria terhadap pencegahan kejadian anemia. Modul Ratu Ceria ini kedepannya dapat di terapkan pada siswa di usia remaja pada tatanan pendidikan khususnya di SMP untuk pencegahan anemia
Efektivitas Penerapan Metode Intentional Rounds Terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan Berdasarkan Kepuasaan Pasien Eni Widiastuti; Erni Rita; Erwan Setiyono; Awaliah Awaliah; Idriani Idriani; Musmun Zuryati; Mas Asep Sunandar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42193

Abstract

Tingginya harapan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan mutu pelayanannnya. Mutu pelayanan keperawatan masih kurang dirasakan pasien disebabkan asuhan keperawatan yang diberikan kurang memperhatikan kebutuhan pasien, sehingga diperlukan metode agar dapat memantau dan memenuhi kebutuhan pasien secara teratur (Intentional   ROUNDS). Tujuan penelitian ini mengidentifikasi efektivitas penerapan metode Intentional ROUNDS terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan desain Pre-post test with control group design. Populasi merupakan perawat dan pasien rawat inap. Sample penelitian masing-masing baik kelompok intervensi maupun kontrol, sebanyak 18 perawat dan 25 pasien. Uji bivariate dengan uji T  dan multivariate dengan Uji General Linier Model-Reaped Measure (GLM-RM). Berdasarkan Uji GLM-RM diperoleh nilai signifikansi Greenhouse-Geisser sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat kepuasan pasien antara kedua kelompok pada pengukuran yang berbeda. Adapun efek yang ditimbulkan sebesar 0,235 (moderat) dan perbedaan perubahan antara kelompok yang tidak menerapkan metode Intentional ROUNDS dengan yang menerapkan sebesar 0,984. Berdasarkan Tests of Between-Subjects Effects, terdapat perbedaan kepuasan p=0,000 antar kedua kelompok, kekuatan perbedaan 43,3. Berdasarkan grafik Estimated Marginal Meands of Kepuasan Kedua Kelompok, pada kelompok intervensi hasil menunjukan terjadi peningkatan kepuasan dari pengukuran minggu pertama sampai minggu ke empat setelah penerapan dan pada pengukuran minggu ke empat terlihat kenaikan grafik relative stabil, hal ini menunjukan penerapan sudah efektif dalam memberikan kepuasan kepada pasien. Saran: Rumah sakit hendaknya menetapkan kebijakan penerapan metode Intentional  ROUNDS diruang perawatan lainnya dengan memberikan pelatihan dan supervisi yang konsisten agar mutu palayanan keperawatan dapat senantiasa ditingkatkan sehingga meningkatkan kepuasan pasien.
Hipnoterapi Dapat Menurunkan Tingkat Stres Pada Remaja di Panti Harapan Remaja Zulkarnaini Zulkarnaini; Erni Rita; Awaliah Awaliah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43694

Abstract

Stres pada remaja yang tinggal di panti asuhan merupakan isu penting untuk dipahami dan diatasi. Remaja yang tinggal di panti asuhan sering menghadapi tantangan emosional, sosial, dan psikologis sehingga meningkatkan stres yang dapat merugikan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hipnoterapi dapat menurunkan tingkat stres pada remaja di Panti Harapan Remaja. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan one group pre test-posttest without control group design. Populasi berjumlah 24 remaja. Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling. Besar sampel 24 remaja. Analisis uji statistik menggunakan uji paired simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh hipnoterapi terhadap tingkat stres remaja dengan P-Value = 0.001. Rekomendasi: Pihak panti asuhan diharapkan memberikan dukungan mental kepada remaja, Dukungan mental yang efektif berupa layanan konseling dan terapi psikologis (Hipnoterapi) untuk membantu remaja mengatasi perasaan dan masalah emosional
Pengaruh Edukasi Gizi dengan Media Video Melalui Aplikasi Whatsapp Terhadap Pengetahuan Remaja di Smp Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Awaliah Awaliah; Erni Rita; Idriani Idriani; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Erwan Setiyono; Armina Armina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48314

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia rentan terhadap masalah gizi seperti stunting, wasting, obesitas, dan anemia. Edukasi gizi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja, salah satunya melalui media video yang disebarkan menggunakan aplikasi WhatsApp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi dengan media video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan remaja di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Design (pretest–posttest). Sampel sebanyak 120 siswa dipilih secara acak. Data dikumpulkan pada Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia siswa 13,64 tahun, sebagian besar perempuan (66%). Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 75,67 (SD 9,806) sebelum intervensi menjadi 85,89 (SD 8,242) sesudah intervensi (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis video melalui WhatsApp efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Penggunaan media video pada aplikasi yang akrab bagi remaja memungkinkan penyampaian materi yang lebih menarik, mudah diakses, dan mendukung pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa. Strategi ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi pendidikan gizi untuk mencegah masalah malnutrisi pada remaja di lingkungan sekolah.
Tuberculosis Contact Screening and Investigation with Early Detection to Improve Case Discovery Ernirita Ernirita; Tria Astika Endah Permatasari; Rully Mujiastuti; I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51229

Abstract

Strategi penemuan pasien TB tidak hanya "promotif pasif dan aktif" tetapi juga melalui "penemuan aktif berbasis keluarga dan komunitas yang intensif dan masif", dengan tetap memperhatikan dan menjaga mutu layanan sesuai standar. Penelitian ini dilakukan dengan studi kohort retrospektif dengan memperoleh data pasien TB dengan indeks kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Di antara 734 kontak, 141 (19,2%) adalah anak-anak (di bawah 15 tahun), 398 (54,2%) adalah perempuan, 152 (20,7%) adalah kontak serumah dan 446 (60,8%) adalah kontak erat yang menolak skrining 299 (40,71%), Semua kontak diwawancarai mengenai gejala TB. memiliki satu atau lebih gejala TB dengan gejala yang paling sering adalah batuk 104 (14,2%), sesak napas 24 (3,3%), keringat malam 15 (2%), demam 21 (2,9%), dari faktor risiko yang diperoleh 15 (2%) wanita hamil, 63 (8,6%) lansia, 20 (2,7%) menderita Diabetes Militus (DM) dan 12 (16,5%) adalah perokok. Dari skrining dan investigasi kontak, hanya 138 (18,8%) yang dirujuk untuk pemeriksaan, hanya 101 (13,8%), dari hasil pemeriksaan dahak, 11 (1,5%) positif tuberkulosis. Variabel dependennya adalah penolakan skrining, hasil uji statistik dengan α = 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara usia (p=0,021), kontak serumah (p=0,000), kontak erat (p=0,0051), gejala batuk (p=0,000), sesak napas (p=0,000), keringat malam (p=0,003), demam (p=0,000), ibu hamil (p=0,003), lansia (p=0,000), diabetes (p=0,000), perokok (p=0,000), dirujuk (p=0,000), diperiksa (p=0,000), hasil pemeriksaan (p=0,004). Dan terdapat 2 variabel yang tidak berhubungan: jenis kelamin (p=0,101) dan pengobatan TB tidak tuntas (p=0,51). Deteksi dini dalam investigasi kontak TB dalam penemuan kasus melalui pendidikan preventif dan promotif perlu ditingkatkan.
Pemberdayaan Siswa Sebagai Peer Educator Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Peningkatan Kualitas Generasi Sadar Kesehatan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Idriani, Idriani; Rita, Erni; Awaliah, Awaliah; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan; Rochanah, Siti; Sukma, Febi; Fatihah, Putri Regina; Suwasti, Enggar Ajeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1141

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk konselor sebaya terlatih dengan  membekali pengetahuan dan ketrampilan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode pelaksanaan adalah dengan membentuk konselor sebaya terlatih tentang kesehatan reproduksi. Konselor ini setelah mendapatkan pelatihan akan dikembalikan ke lingkungan sekolah dan diharapkan dapat menjadi Agent of Change untuk memberikan informasi tentang kesehatan resproduksi pada teman sebaya-nya di sekolah tersebut.  Hasil ketercapaian kegiatan dapat dinilai dari peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi Kesehatan Reproduksi dari 74,62 menjadi 87,69 dengan P Value 0,005, keaktifan peer edukator dalam kegiatan dan adanya kepuasan mitra terhadap kegiatan. Kesimpulan kegiatan yaitu terbentuk duta siswa sebagai peer edukator dan adanya peningkatan pengetahuan peer edukator setelah penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Rekomendasi adalah pentingnya pemberdayaan siswa sebagai Peer Educator kesehatan reproduksi remaja dalam upaya  peningkatan kualitas generasi sadar kesehatan