Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON UMUR PANEN DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA SERTA KANDUNGAN BRIX SORGUM SAMURAI VARIETAS II (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA Harahap, Anwar Efendi; Taslapratama, Irwan; Juliantoni, Jepri; Harianti, Fitri; Ananta, Arfi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i2.62436

Abstract

Sorghum has potential as a feed crop that has the ability to adapt to high temperature environments. The purpose of the research was to analyze the growth characteristics and biomass production of sorghum variety II at different cutting ages and urea fertilizer concentrations. The research used a complete randomized design pattern (3 x 3) with 3 replications. The first factor was cutting age namely 60, 65, and 70 days. The second factor was urea fertilizer concentration level of 150, 200, and 250 kg ha-1.  Parameters observed included growth characteristics including plant height (cm), stem diameter (cm) and leaf length (cm), then biomass production including fresh biomass production (tons ha-1), and brix content (%). The results showed that each cutting age and urea fertilizer concentration were significantly different (P<0.05) on plant height, stem diameter and leaf length. Furthermore, biomass production and sugar content value (brix) were not influenced by (P>0.05) cutting age and urea fertilizer concentration on sorghum samurai variety II.  Cutting age of 70 days and urea concentration of 250 kg ha-1 were the best treatments because they showed superior values in the observation of plant height and stem diameter as well as fresh biomass production
Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen Silase Sorgum dan Indigofera sebagai Pakan Sumber Energi dan Protein secara In Vitro Anwar Efendi Harahap; Arsyadi Ali; Bakhendri Solfan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1394

Abstract

Tanaman sorgum dan legume indigofera merupakan hijauan sumber energi dan protein yang dapat dikombinasi menjadi pakan silase lengkap kaya nutrisi dan murah sehinga dapat menjadi pengganti pakan konsentrat pabrikan yang mahal harganya berkibat mampu mengurangi biaya pakan bagi peternak. Silase merupakan pengolahan pakan dengan metode fermentasi anerob dengan melibatkan kerja bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas silase berbahan dasar sorgum dan indigofera berdasarkan penilaian karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu S0 (100% sorgum), S1 (70% sorgum+30 % legume indigofera), S2 (30 % sorgum + 70% legume indigofera) + S3 (100% legume indigofera) dengan masing perlakuan ditambahkan dengan molases, tepung jagung dan dedak padi. Parameter yang diamati yaitu produksi NH3 (mM), total VFA (mM), KcBK (%) dan KcBO (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi sorgum + legume indigofera mempengaruhi (p<0,05) peningkatan seluruh parameter yang diamati. Berdasarkan proporsi terbaik terdapat pada perlakuan S3 (100 % legume indigofera) karena mampu meningkatkan secara optimal nilai kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi NH3, total VFA secara keseluruhan dibandingkan proporsi perlakuan lainnya. Silase dengan proporsi hijauan 100 % legume indigofera merupakan perlakuan terbaik sebagai pakan unggulan ternak ruminansia.
PRAKTIK PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PAKAN WAFER DAN SILASE PADA HIMPUNAN PETERNAK DOMBA KAMBING INDONESIA (HPDKI) KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Adelina, Triani; Ananda Mucra, Dewi; Efendi Harahap, Anwar; Ali, Arsyadi; Elfawati, Elfawati; Saleh, Eniza; Juliantoni, Jepri; Febrina, Dewi; Irawati, Evi; Fitra, Deni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.3021-3030

Abstract

Prospek peternakan kambing perah di Provinsi Riau sangat menjanjikan, hal ini terlihat dari terus meningkatnya permintaaan susu kambing. Pada sisi lain, peternak kambing yang tergabung ke dalam Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) sering mengeluhkan sulitnya menyediakan pakan berkualitas. Bertempat di Peternakan Kambing Perah Fathur Farm, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah dilaksanakan praktik penerapan teknologi tepat guna dengan membuat pakan wafer dan silase berbahan dasar limbah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi, diskusi dan praktik bersama serta pada bagian akhir dilaksanakan post test. Pelaksana kegiatan ini adalah dosen dan mahasiswa dari kelompok riset nutrisi dan pakan ternak pada Program Studi Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Kegiatan ini telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru tentang mengolah limbah sawit menjadi pakan wafer dan silase. Harapannya setelah praktik penerapan teknologi tepat guna ini mampu menjadi solusi dari permasalahan penyediaan pakan berkualitas pada peternak kambing.
Pineapple Peel and Cassava Leaf Silage Added Various Variations of Molasses Based on in vitro Digestibility Assessment: Silase Kulit Buah Nanas dan Daun Singkong yang Ditambahkan Berbagai Variasi Molase Berdasarkan Penilaian Kecernaan in vitro Juliantoni, Jepri; Rodiallah, Muhamad; Harahap, Anwar Efendi; Ernawan, Wahyu
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i1.2025.22-29

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti kulit buah nanas dan daun singkong dapat menjadi alternatif pengganti rumput lapang karena kandungan nutrisinya yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pH rumen serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) silase kulit nanas dan daun singkong secara in vitro. Bahan yang digunakan meliputi kulit nanas, daun singkong, dan molases dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 5×2 dan dua ulangan. Faktor X terdiri atas proporsi bahan silase: X1 = 100% kulit nanas, X2 = 75% kulit nanas + 25% daun singkong, X3 = 50% kulit nanas + 50% daun singkong, X4 = 25% kulit nanas + 75% daun singkong, dan X5 = 100% daun singkong. Faktor Y berupa level molases: Y0 = 5% dan Y1 = 10%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata (P<0,01) antara komposisi bahan silase dan level molases terhadap peningkatan nilai KcBK (41,87–75,25%), KcBO (39,39–74,33%), serta kestabilan pH rumen. Silase dengan komposisi 100% kulit nanas dan penambahan 10% molases memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan nilai kecernaan dan mempertahankan pH rumen. Penelitian lanjutan secara in vivo diperlukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap performa ternak ruminansia.
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia Jepri Juliantoni; Anwar Efendi Harahap; Arsyadi Ali; Triani Adelina; Dewi Ananda Mucra; Bakhendri Solfan; Restu Misrianti; Muhamad Rodiallah; Evi Irawati; Eniza Saleh
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.639

Abstract

Kombinasi limbah kulit nanas dan daun singkong berbentuk silase berpotensi sebagai alternatif penyediaan sumber pakan hijauan pengganti rumput lapang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi nilai nutrien dan kualitas serat silase kulit nanas dan daun singkong dengan penambahan berbagai level molases sebagai pakan ruminansia. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (4x2) dengan 2 ulangan. Faktor A adalah perbandingan komposisi antara kulit nanas dan daun singkong terdiri dari : A1 = 100 % kulit nanas ; A2 = 75% kulit nanas + 25% daun singkong; A3 = 50% kulit nanas + 50% daun singkong ; A4 = 25% kulit nanas + 75% daun singkong dam A5 = 100% daun singkong. Selanjutnya faktor B adalah level pemberian molases terdiri dari : B0 = 5% molases ; B1 = 10% molases. Parameter yang diukur meliputi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, dan TDN serta komposisi fraksi serat meliputi NDF dan ADF. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat interaksi (P<0.05) antara proporsi kulit nanas + daun singkong dengan penambahan molases terhadap parameter protein kasar, lemak kasar, serat kasar, TDN, NDF, dan ADF (%). Selanjutnya faktor proporsi kulit nanas + daun singkong berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bahan kering. Kombinasi bahan 100% daun singkong dengan penambahan 5 % maupun 10% molases menghasilkan nilai protein kasar dan TDN tertinggi serta nilai serat kasar terendah dibandingkan perlakuan kombinasi lainnya. Penambahan kulit nanas hingga 75% mampu secara optimal menurunkan kandungan NDF dan ADF silase.
Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen Silase Sorgum dan Indigofera sebagai Pakan Sumber Energi dan Protein secara In Vitro Anwar Efendi Harahap; Arsyadi Ali; Bakhendri Solfan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1394

Abstract

Tanaman sorgum dan legume indigofera merupakan hijauan sumber energi dan protein yang dapat dikombinasi menjadi pakan silase lengkap kaya nutrisi dan murah sehinga dapat menjadi pengganti pakan konsentrat pabrikan yang mahal harganya berkibat mampu mengurangi biaya pakan bagi peternak. Silase merupakan pengolahan pakan dengan metode fermentasi anerob dengan melibatkan kerja bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas silase berbahan dasar sorgum dan indigofera berdasarkan penilaian karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu S0 (100% sorgum), S1 (70% sorgum+30 % legume indigofera), S2 (30 % sorgum + 70% legume indigofera) + S3 (100% legume indigofera) dengan masing perlakuan ditambahkan dengan molases, tepung jagung dan dedak padi. Parameter yang diamati yaitu produksi NH3 (mM), total VFA (mM), KcBK (%) dan KcBO (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi sorgum + legume indigofera mempengaruhi (p<0,05) peningkatan seluruh parameter yang diamati. Berdasarkan proporsi terbaik terdapat pada perlakuan S3 (100 % legume indigofera) karena mampu meningkatkan secara optimal nilai kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi NH3, total VFA secara keseluruhan dibandingkan proporsi perlakuan lainnya. Silase dengan proporsi hijauan 100 % legume indigofera merupakan perlakuan terbaik sebagai pakan unggulan ternak ruminansia.
KUALITAS FRAKSI SERAT PAKAN SILASE DAUN PELEPAH SAWIT DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TAHU DAN TEPUNG JAGUNG Harahap, Anwar Efendi; Mucra, Dewi Ananda; Sepriadi, Sigit; Zumarni, Zumarni; Aulia, Wafa
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i3.66967

Abstract

Palm frond leaves can be used as ruminant feed with the addition of tofu dregs and corn flour in the form of complete silage. The aim of the research is to convey the quality of the fiber fraction of palm frond leaf silage by adding various sources of tofu dregs concentrate and corn flour. This research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 arranged replications, namely: P0 = 100% PFL (palm frond leaf); P1 = 100% PFL + 5% molasses; P2= 100% PFL + 5% tofu dregs (TD)+ 5% corn flour (CF) + 5% molasses; P3= 100% DPS + 10% tofu dregs (TD)+ 10% corn flour (CF) + 5% molasses and P4 = 100% DPS + 15% tofu dregs (TD)+ 15% corn flour (CF) + 5%.  The parameters measured were NDF, ADF, hemicellulose, lignin and cellulose (%). The research results showed that the treatment with the addition of tofu dregs concentrate and corn flour had a significant effect (P>0.05) on the NDF, ADF, cellulose and lignin content of palm frond silage. The use of silage treatment with a composition of 100% palm frond leaves + 15% tofu dregs + 15% corn flour is the best treatment because it is able to optimally reduce the content of NDF (57.15%), ADF (39.05%) and lignin (9.53%)
Evaluation of Biomass Production and Sugar Content of Samurai 2 Variety of Sorghum at Different Cutting Ages and Urea Fertilizer Applications Harahap, Anwar Efendi; Ali, Arsyadi; Harianti, Fitri
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 26, No 1 (2026): Volume 26 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v26i1.54213

Abstract

Sorghum bicolor var Samurai 2  is a well growing variety in dry land. The purpose of this study was to investigate the best total forage biomass production and sugar content in stems as results of different cutting age and urea doses at primary cut and cutting after first and second ratoon. The study used a factorial randomized block design (3 x 3) with 4 replications. The first factor was different age consisting of 80, 85, and  90 days and the second factor was different doses of urea consisting of 200, 300, and 400 kg ha-1. The results showed that there was no significant interaction effect on parameters. At the primary harvest,  both cutting age and nitrogen level showed no significant effect (p >0.05) on chlorophyl (unit), panicle proportion (%), and total forage biomass production (ton/ha-1).  The cutting age of plant affected (p <0.05) tiller number, the proportion of stem and leaf (%). At  second harvest (ratoon 1) there was significant effect of the cutting age (p <0.05) on tiller number, proportion of fresh leaf and total forage biomass production. Furthermore, at third harvest (ratoon 2) the cutting age showed significant effect (p <0.05) on tiller number and leaf proportion. It was found at third harvest (second ratoon) that delaying the cutting age resulted in a significant decrease in total biomass production and an increase in stem brix sugar content (%) compared to first harvest (primary) and second harvest (ratoon 1) in sorghum var Samurai 2
Pendampingan Peternak Broiler Melalui Pemanfaatan dan Pembuatan Silase Limbah Kulit Nanas Penghasil Produk Probiotik Alami Zumarni, Zumarni; Harahap, Anwar Efendi; Mucra, Dewi Ananda; Adelina, Triani; Juliantoni, Jepri; Harianti, Fitri
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21993

Abstract

Silase merupakan pengawetan pakan hijauan yang memiliki kemampuan daya simpan lama akibat  kerja bakteri asam laktat. Proses silase menghasilkan produk silase sebagai komponen primer serta cairan silase sebagai produk sekunder. Cairan silase yang dihasilkan memiliki potensi penghasil bakteri asam laktat yang sangat baik sehingga dapat dijadikan kandidat probiotik alami. Produk probiotik alami dapat diperoleh dari silase kulit buah nanas. Pengabdian ini bertujuan yaitu menghasilkan cairan produk probiotik asal silase kulit buah nanas seagai produk sekunder yang diujicobakan pada broiler melalui air minum. Metode pengabdian adalah penyuluhan dan pendampingan mengenai pembuatan pakan dan pengambilan cairan silase berbahan kulit nanas pada Desa Bukit Payung Kabupaten Kampar yang merupakan kelompok ternak ayam broiler. Metode pengabdian menggunakan metode Community Based Research (CBR) dengan parameter konsumsi pakan dan bobot badan akhir . Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kelompok seluruh peserta pengabdian masyarakat Desa Bukit Payung Desa Kampar mengikuti pelatihan secara serius dan semangat ditandai dengan banyak umpan balik yang sangat intensif tentang pembuatan dan produksi cairan silase berbahan limbah kulit nanas. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan informasi bahwa silase dengan penambahan dedak jagung dan molases menghasilkan cairan silase yang unggul dibandingkan tanpa dedak jagung dan molases sehingga sangat berpotensi sebagai probiotik.
Kinerja Reproduksi Beberapa Jenis Sapi Potong di Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat: Reproductive Performance of Beef Cattle Breeds in Sawahlunto City, West Sumatra Province Zumarni, Zumarni; Ningrum, Melani Puspa; Harahap, Anwar Efendi; Rodiallah, Muhamad; Handoko, Jully; Yendraliza, Yendraliza
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 29 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v29i1.48667

Abstract

Background:  Selecting the right breeding stock in livestock farming plays a crucial role in population growth programs. Reproductive performance is a key indicator of success in cattle farming, influenced by both genetic and environmental factors Purpose: This study aims to determine the reproductive performance of several beef cattle breeds in Sawahlunto City, West Sumatra Province. Methods: The study employed a survey method with data collection conducted through purposive sampling. The data obtained are presented descriptively and quantitatively, showing mean values and standard deviations. To identify differences in reproductive performance across various beef cattle breeds, a Completely Randomized Design (CRD) was utilized, followed by analysis using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The observed parameters included: Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Days Open (DO), and Calving Interval (CI). Results: The results indicated that the S/C and CR values for beef cattle in Sawahlunto City are categorized as good. The DO and CI values for Bali cattle were superior compared to PO (Ongole Grade) and Simmental cattle. Conclusion: It can be concluded that bali cattle in Sawahlunto city exhibit superior reproductive performance compared to PO and Simmental cattle.
Co-Authors Ade Septika Rasmi Ahmad Fauzi Ali, Aryadi Ananda Mucra, Dewi Ananta, Arfi Andriani, Mira Anyanur, Muammar Reza Ardiandi, Ardiandi Arigi, Dylan Haikal Arsyadi Ali Arsyadi Ali Aulia, Wafa AYU LESTARI Bakhendri Solfan Bayu Nuari Ramadhan Bayu Nuari Ramadhan D. Febrina Despal Despal Dewi Ananda Mucra Dewi Ananda Mucra Dewi Ananda Mucra Dewi Ananda Mucra Dewi Febrina Dini Ramadani E Saleh Edi Erwan Edi Erwan Elfawati Elfawati Elfawati Elfawati Elviriadi Elviriadi Eniza Saleh Eniza Saleh Eniza Saleh Ernawan, Wahyu Evi Arianingsih Evi Irawati Evi Irawati Evi Irawati F Ramadhan, F Fitra, Deni Fitrah Khairi Fitri Harianti Fitri Harianti Fitri Harianti Gevisioner Harianti, Fitri Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Iis Muliati Iman Zainuddin Daulay Irawati, Evi Irdha Mirdhayati, dan Irdon Irsyadi Siradjuddin Irwan Taslapratama Irwan Taslapratama James Hellyward Jayawarsa, A.A. Ketut Julianto Hutasuhut Juliantoni, Jepri Jully Handoko K Halidasiah Khoirunnisa Khoirunnisa Lia Lia Lisman, Jon Luki Abdullah Mawaddah, Aidha Mayangsari, Ismi Muhammad Affan Amin Nasution Muhammad Luthfi iznillah Muhammad Rafli Muhammad Ridwan Hidayat Muhammad Rusdi Muhammad Syarbini Mulia, Fungki Firma Mulianti, Mestia N Nurjannah Nashihul Ulwan Ningrum, Melani Puspa Ningsih, Rahmita Budiarti Novia Qomariyah Noviana, Riskia Oksana Oksana Panca Dewi Manu Hara Karti Rahmi Febriyanti Rahmita Budiartiningsih Rasmi, Ade Septika Restu Misrianti Rodiallah, Muhamad Romaito Maharani Harahap Romus, Mahendra Sadarman , Saleh, Eniza Santi Harahap Sari Handayani Sembiring, Zamalludin Sherly Andini Sigit Sepriadi Sri Devi Sri Novianti Sugeng Santoso T adelina Triani Adelina Triani Adelina Triani Adelina Vebryanti, Vebryanti Wieda Nurwidada Haritsah Zain Wiloci Wiloci Wisnu Anggoro Yendraliza - Yusni Maulida Zakia, Ismon Zumarni, Zumarni