p-Index From 2021 - 2026
9.571
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF TREUBIA Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Persepsi : Communication Journal urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Sahafa Journal of Islamic Communication J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Humanities and Social Studies Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Mantik Perspektif Komunikasi; Jurnal Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Bisnis JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia ULIN: Jurnal Hutan Tropis Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JOELS: Journal of Election and Leadership Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Perspektif Jurnal Sylva Scienteae MAKILA: Jurnal Penelitian Kehutanan Koaliansi Journal Of World Science Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha (JIKOBA) International Journal of Media and Communication Research Legal Protection for the Partnership Agreement Parties SWATANTRA Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Journal of Communication Studies and Society Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Jurnal Audiens Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora KOMUNIKA BANGSA, JURNAL ILMU KOMUNIKASI Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Ekonomi Syariah, Perbankan, Hukum, dan Sistem
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Perspektif

STRATEGI HUMAS DALAM MEMBANGUN CITRA PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH Dian Fauzalia; Harmonis
Perspektif Vol 1 No 4 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i4.158

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi publikasi, strategi persuasi dan strategi of image untuk membangun citra Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Teori yang digunakan yaitu public relations, strategi public relations. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan studi pustaka. Teknik pengumpulan data studi pustaka, mencari jurnal dengan  teknik dokumentasi melalui google search khususnya google scholar untuk mencari data yang relevan seperti public relations, membangun citra Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan strategi public relations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, strategi publikasi yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yakni bekerja sama dengan media cetak, media elektronik dan media sosial. Kedua, strategi persuasi yang diterapkan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yakni melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah. Ketiga, Strategi of image yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah, selain bekerja sama dengan media, bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri berupa pertukaran mahasiswa, beasiswa, kegiatan ilmiah untuk meningkatkan citra Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Perguruan tinggi Muhammadiyah juga melakukan kegiatan sosial yaitu peduli terhadap lingkungan sekitar. Abstract This study aims to determine the publication strategy, persuasion strategy and image strategy to build the image of Muhammadiyah Higher Education. The theory used is about public relations, public relations strategy. The research method used is a qualitative method with literature study. Data collection techniques for literature studies, search for journals with documentation techniques through google search, especially google scholar to find relevant data such as public relations, building the image of Muhammadiyah Higher Education and public relations strategies. The results showed that first, the publication strategy carried out by Muhammadiyah Higher Education was in collaboration with print media, electronic media and social media. Second, the persuasion strategy adopted by Muhammadiyah Higher Education, namely making visits to a number of schools. Third, the strategy of image implemented by Muhammadiyah Higher Education, in addition to working with the media, in collaboration with domestic and foreign universities in the form of student exchanges, scholarships, scientific activities to improve the image of Muhammadiyah Higher Education. Muhammadiyah universities also carry out social activities, namely caring for the surrounding environment.
KAJIAN KRITIS REGULASI MEDIA SOSIAL: TELAAH UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 Rita Darmawati; Wiryawan Kresna Wisnu Brata; Lintang Ursita; Lusi Resti Nurhayati; Siti Sahra Musa; M. Imran Syamsudin; Angga Aminudin; Harmonis
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.263

Abstract

Abstrak UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau sering disebut dengan UU ITE awalnya dimaksudkan “hanya” untuk mengatur e-Commerce. Pada perkembangan berikutnya UU ini disisipi dengan beberapa pasal karet yang kemudian berubah menjadi UU nomor 19 tahun 2016. Dalam UU baru tersebut terdapat sejumlah pasal yang berbenturan dengan pasal KUHP. Undang-undang baru tersebut mengatur semua hal yang terkait pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Namun belum mampu merespons berbagai tantangan pemanfaatan teknologi internet saat ini. kajian mendalam menunjukkan banyak sekali masyarakat yang terjerat UU ITE tersebut. Dalam Undang-undang tersebut terdapat “pasal karet”. Dinamakan pasal karet karna dapat digunakan oleh siapa saja yang tidak suka atas kritikan yang dilontarkan kepadanya lewat jejaring sosial. Pasal ini banyak digunakan untuk kepentingan tertentu dan dinilai tidak jelas. Kajian kritis ini menyoroti beberapa pasal karet yang terdapat di dalam UU ITE nomor 19 tahun 2016, dan menghadirkan beberapa gagasan yang diharapkan dapat digunakan sebagai referensi kepada pemangku kepentingan pada saat melakukan revisi UU ITE ini, Gagasan artikel ini mencoba menggambarkan sebuah argumen kritis dengan melihat implementasi fakta dalam penerapan UU ITE ini. Abstract Law number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions or often referred to as the ITE Law was originally intended "only" to regulate e-Commerce. In subsequent developments this law was inserted with several rubber articles which later turned into Law number 19 of 2016. In this new law there are a number of articles that conflict with articles of the Criminal Code. The new law regulates all matters related to the use of Information and Communication Technology. However, it has not been able to respond to various challenges in the use of internet technology today. an in-depth study shows that many people are ensnared in the ITE Law. In the law there is a "rubber article". It is called the rubber article because it can be used by anyone who doesn't like criticism leveled at them through social networks. This article is widely used for certain purposes and is considered unclear. This critical study highlights several rubber articles contained in the ITE Law number 19 of 2016, and presents several ideas which are expected to be used as references to stakeholders when revising this ITE Law. The idea of this article attempts to describe a critical argument by looking at the implementation facts in the application of this ITE Law.
DAMPAK PRAKTIK KONGLOMERASI MEDIA TERHADAP INDEPENDENSI DAN KEBEBASAN PEMBERITAAN MEDIA DI INDONESIA : Studi kasus Pemberitaan Pilpres 2014 & 2019 di TV One dan MetroTV Syahnanto Noerdin; Asep Setiawan; Harmonis
Perspektif Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i3.242

Abstract

Abstrak Kehadiran televisi tetap menjadi sumber informasi yang paling dapat diandalkan bagi masyarakat. Pasalnya, televisi hadir sebagai sarana penyampaian karakteristik audiovisual. Inti dari media massa adalah untuk menyampaikan informasi, pendidikan, hiburan dan mampu mempengaruhi. Namun, kecenderungannya bagi para penguasa media, menggunakan media sebagai alat politik guna menarik simpati publik. Keberadaan Konglomerasi media seperti ini membuat pemberitaan di dunia politik tentunya tidak lagi berimbang. Ketika sebuah media-media besar dikuasai oleh hanya beberapa kelompok besar, tentunya hal ini akan menimbulkan berbagai dampak dan sebagai ancaman. Sebagai pemicu persaingan media yang akhirnya berujung komersialisasi media. Media lebih mengutamakan sisi komersial daripada mendidik, menginformasikan atau melakukan kontrol sosial. Konglomerasi media juga dapat menyebabkan terjadinya ketidakberagamannya sudut pandang terhadap konten yang disajikan media, sehingga berpotensi mendominasi dan mengarahkan opini publik ke satu arah bahkan dapat menimbulkan hegemoni media dengan cara-cara yang merusak fungsi pengawasan jurnalis. terhadap pembatasan kebebasan pers. Terakhir, jika pemilik selalu mengintervensi isi pers untuk tujuan propaganda, maka ada risiko media kehilangan independensi dan kredibilitasnya. Dengan kondisi ini, bukan tidak mungkin masyarakat beralih dari televisi dan menggunakan platform media sosial yang ada, karena dianggap lebih independen dan kredibel. Apakah konglomerasi mempengaruhi independensi dalam produk berita saat pelaksanaan pilpres 2014 & 2019? Jawabannya jelas mempengaruhi pemberitaan di media massa karena dalam posisinya sebagai pemilik media televisi sekaligus ketua umum partai politik, mereka sering tampil di layar stasiun televisi yang mereka miliki.   Abstrak The presence of television remains the most reliable source of information for the public. This is because television is present as a means of conveying audiovisual characteristics. The essence of the mass media is to convey information, education, entertainment and be able to influence. However, the tendency for media rulers is to use the media as a political tool to attract public sympathy. The existence of a media conglomerate like this makes reporting in the political world of course no longer balanced. When a large media is controlled by only a few large groups, of course this will have various impacts and be a threat. As a trigger for media competition which eventually led to media commercialization. The media prioritizes the commercial side rather than educating, informing or exercising social control. Media conglomeration can also lead to heterogeneity of perspectives on the content presented by the media, so that it has the potential to dominate and direct public opinion in one direction and can even lead to media hegemony in ways that damage the supervisory function of journalists. against restrictions on press freedom. Lastly, if the owners always intervene in the contents of the press for propaganda purposes, then there is a risk that the media will lose its independence and credibility. With this condition, it is not impossible for people to switch from television and use existing social media platforms, because they are considered more independent and credible. Does conglomeration affect independence in news products during the 2014 & 2019 presidential elections? The answer clearly affects news coverage in the mass media because in their position as owners of television media as well as chairpersons of political parties, they often appear on the screens of the television stations they own.
Co-Authors Abdurrohman, Haidar Achmadrifai Adetya Perdanaraya Putra Wiedyudja Adetya Perdanaraya Putra Wiedyudja Adonis Kay Reyhan Tristansyah Agus Jatmika Ahmad Baihaqi Amin Shabana Amina Swarnawati Aminah Swarnawati Ananda Wiliyan Andriansah, Andriansah Angga Aminudin Arisma, Lusi Yuliana Asep Setiawan ASEP SUPARMAN Astriana Baiti Sinaga Bambang Dwinanto Bella Indriyani Yuniarti Bono Setyo Bugis, Rimbo Chomariah, Lailatul dharmajaya, agung Diah Febrina Dian Fauzalia Djunijanti Peggie Djunijanti Peggie, Djunijanti Endah, Raden Numidia Evi Satispi Fadhil, Mohammad Kesya Faisal Maarif Fajar Anas Sukadiman Fajri Syahiddinillah Fakhrul Rozi Yamali Fauzan Nugroho Fera Ferdasah Fitria Dewi Kusuma Florensia Setya Ningrum Gifari, Haikal Hafiz, Farhan Abdul Hakim, Lukman Rahman Hanif Rahman Hasikin, Haerul Heidy Mutiara Hendri Satrio Ibnu Satrio Wibowo Intan Ikhtiarti Wilti Ismed Kelibay Jatmika, Agus Khalaida, Safa Khansa Mardhiyah Mustajabah Komara Khotimah, Intan Khusnul Kurnia, Ivonne Poppy Vony Kusnandar, Alwi Rahman Leti Karmila Lintang Ursita Lusi Resti Nurhayati M Qudrat Nugraha M. Imran Syamsudin Marjenah, Marjenah Mawar Mawar Melatiningsih, Budhi Sri Mitha Aulia Usrul Mubarok, Bustanul Mugiya Aljandi Malik Muhamad Hardandy Sutrisno Muhamad Isnan Nur Ikhwan Muhammad Aryo Hakim Muhammad Faiz Mumtaz Muhammad Jihad Pranata Gunawan Muhammad Luthfi Nugraha Muhammad Naufal Dzakaria Muhammad Naufal Zuhdi Muhammad Rafi Atha Dhiya Muhammad Reza Fauzian Muldani, Trisno Najmussakib Nani Nurani Muksin Nasrun Adam Nazwa Nurfauziah Nugroho, Sidiq Nur Afianty Nur Rohman, Haris Nuzul Nurfalah Nurfalah Nurul Aisyah Rahmawati Oktaviana Purnamasari Orvalinda, Ona Osrita Hapsara Pangestu, Nungky Satrina R. Andi Ahmad Gunadi Rahastri Chaliza Rahmad Tri Hadi RETNO DEWI, HASTI Rita Darmawati Robi Muarifah Rusli Rusli Ryan Hidayat Sabut Handanu Salma Laila Qodriyah Salma Laila Qodriyah Salsa Nabila Sami'an SATISPI, EVI Satispi, Evi Saud, Oshferlia Rucmana Saud, Oshlifin Rucmana Setiawan, Asep S Sholihatien, Srie Robbiah Sinung Restendy Siti Sahra Musa Siti Zuhro Sri Wahyuni Hutandjalay Srildayanti, Novita Sultan Fikri Kamallullah Swarnawati, Aminah Syahlun Fikry Riyanto Syahnanto Noerdin Taofik Hidayat Taslim, Muhamad Teguh nurjaman Tria Melinda Tria Patrianti Urip Urip Urip Urip, Urip Uswadi, Aos Wawan Lulus Setiawan Widarti, Eka Indri Widia Sri Utami Wiryawan Kresna Wisnu Brata Zumiraj, Muhammad Alam