Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perilaku Konsumen (Consumer Behaviour) Berdasarka Kelompok Gender Dan Usia Pada Beberapa Formulasi Kopi Mix Arabika Arsa Yudi Hanafi; Martunis Martunis; Muhammad Ikhsan Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.594 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9468

Abstract

Abstrak. Pada komposisi tertentu, kopi susu atau kopi yang dimix memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi. Di Aceh, Kopi mix lebih dikenal dengan sebutan Sanger. Karakteristik Individu, makanan dan lingkungan dapat mempengaruhi tingkat preferensi dan prilaku konsumen terhadap produk yang akan dinilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat preferensi konsumen terhadap formulasi kopi mix Arabika pada kombinasi derajat Roasting  dan jumlah susu yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey wawancara dengan media kuisioner. Hasil penelitian menunjukan, tingkat kesukaan kopi mix responden dari semua usia dan genderrata-rata menjawab suka (57% - 66%).Abstract. Demand from coffee lovers is very high for coffee milk or coffee mixed with milk with a certain composition. Coffee mix generally in Aceh is known as sanger. Preference and behavior towards food products are influenced by individual characteristics, food characteristics and environmental characteristics. The purpose of the study was to determine consumer preferences based on gender and age groups and consumer preferences on several mix arabica coffee formulas with a combination of roasting degrees and amount of milk. The research method used is a survey interview method with a media questionnaire. The results showed that the level of coffee preference of respondents from all ages and genders on average answered like (57% - 66%).  
Pengaruh Kemasan Aluminium Foil dan Botol Kaca terhadap Umur Simpan Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Pendekatan Metode Arrhenius Wahyu Afdillah; Ismail Sulaiman; Martunis Martunis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.8 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8132

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemasan aluminium foil dan botol kaca terhadap umur simpan abon ikan tongkol. Penelitian ini menggunakan metode Arrhenius dimana faktor pertamanya yaitu jenis kemasan (K) yang terdiri dari dua taraf yaitu aluminium foil dan botol kaca. Faktor kedua yaitu suhu (S) dengan 3 taraf yaitu 30oC, 40oC dan 50oC. Faktor ketiga yaitu lama penyimpanan dengan 5 taraf yaitu 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali ulangan sehingga diperoleh 60 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ordo nol, abon yang dikemas aluminium foil pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut  menghasilkan umur simpan selama 61 hari, 41 hari dan 28 hari, sedangkan abon yang dikemas botol kaca pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 72 hari, 42 hari dan 26 hari. Pada ordo satu, abon yang dikemas aluminium foil pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 116 hari, 85 hari dan 63 hari, sedangkan abon yang dikemas botol kaca pada suhu 30oC, 40oC dan 50oC berturut-turut menghasilkan umur simpan selama 194 hari, 123 hari dan 80 hari. Persamaan order aluminium foil yang dikemas nol adalah y = -3702,6x + 6,924 dan dikemas dengan botol kaca adalah y = - 5077,9x +10,9191. Sedangkan persamaan urutan satu dikemas dengan aluminium foil adalah y = -2823.5x + 4.9702 dan dikemas dengan botol kaca adalah y = - 4312.3x + 9.4082.  Abstract. This study aimed to determine the effect of aluminum foil and glass bottle on the shelf life of tuna fish floss meat. This research used Arrhenius method where the first factor was packaging type (K) consisting of aluminum foil and glass bottle. The second factor was temperature (S) with 3 levels which were at 30oC, 40oC and 50oC. The third factor was the storage period with 5 levels which were 0 days, 7 days, 14 days, 21 days and 28 days. Each treatment was repeated twice so the total was 60 units. The results showed that in the ordo zero, the shelf lifes of floss meat packed with aluminum foil at temperature 30oC, 40oC and 50oC were 61 days, 41 days and 28 days respectively, whereas the glass bottle obtained 72 days, 42 days and 26 days respectively. In the ordo one of floss meat packed with aluminum foil at 30oC, 40oC and 50oC respectively obtain shelf life for 116 days, 85 days and 63 days, whereas floss meat packed with glass bottles obtain shelf life 194 days, 123 days and 80 days. The equation of ordo zero packed aluminium foil is y = -3702.6x + 6.924 and packed with glass bottle is y= - 5077.9x +10.9191. Whereas equation of ordo one packed with aluminium foil is y = -2823.5x + 4.9702   and packed with glass bottle is y= - 4312.3x+9.4082.
Penerapan panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada layanan bimbingan dan konseling Nelissa, Zahra; Hikmah, Hikmah; Martunis, Martunis
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 5, No 2 (2020): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.088 KB) | DOI: 10.29210/3003631000

Abstract

Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling merupakan serangkaian tahapan-tahapan kegiatan yang dilakukan oleh guru BK dalam menyelenggarakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling agar lebih terarah dan dapat berjalan secara efektif.Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan POP BK dalam layanan bimbingan dan konseling.I nstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket penerapan POP BK dalam layanan bimbingan dan konseling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan POP BK dalam layanan dan bimbingan konseling di SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah tahapan persiapan berada pada ketegori baik dengan persentase 53,3%, kemudian tahapan perancangan berada pada kategori sangat baik sebesar 53,3%, layanan langsung berada pada kategori baik sebesar 70%, selanjutnya layanan melalui media berada pada kategori baik sebesar 56,6%, layanan peminatan berada pada ketegori baik sebesar 60%, kegiatan administrasi berada pada kategori baik sebesar 73,3% serta kegiatan tambahan dan pengembangan keprofesian guru BK berada pada kategori baik sebesar 53,3%. Kesimpulannya, guru BK SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah sudah menerapkan POP BK dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
Performance of a Forced-Convection Greenhouse Dryer for Fish Drying Martunis Martunis
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Volume 6, No. 1, April 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i1.914

Abstract

ABSTRACT. This research present experimental performance of a forced convection greenhouse dryer for drying of fish. The greenhouse dryer was installed at Aceh province, Indonesia. It has a concrete floor with the area of 6×4 m2. The roof of dryer is built in semi-cylindrical shape and covered with transparent polycarbonate sheets. Two axial flow fans powered by a 50-watt solar cell module was used to generate forced convection for ventilating the dryer.To investigate its performance, the dryer was used to dry two batches of fish. The Results showed that to dry 50 kg fish with initial moisture 68 % required 11 hours. Incontrast, to dry the same amount of fish using sun drying take a time about 2 days. The air temperature inside greenhouse dryer at noon in the clear day was 45-55°C.Kinerja Pengering Rumah Kaca Dengan Metode Konveksi Paksa Untuk Pengeringan IkanABSTRAK. Penelitian ini memperlihatkan hasil percobaan terhadap kinerja pengering rumah kaca dengan metode konveksi udara secara paksa pada pengeringan ikan. Penelitian pengering rumah kaca ini dilakukan di Propinsi Aceh, Indonesia. Pengering ini berlantaikan beton dengan luas sebesar 6x4 m2. .Atapnya dibuat berbentuk semi-selinder dan ditutup dengan lembaran plastik transparan berbahan polikarbonat. Dua buah kipas dengan aliran udara secara aksial dipasang dengan sumber daya berasal dari panel surya sebesar 50 Watt dan dipakai untuk menghasilkan konveksi udara paksa pada ventilasi pengering. Untuk menginvestigasi kinerja rumah kaca ini, pengering ini digunakan untuk mengeringkan dua tumpukan ikan. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk mengeringkan sebanyak 50 kg ikan dengan kadar air awalnya sebesar 68% membutuhkan waktu selama 11 jam. Sebaliknya, dengan menggunakan sinar matahari secara langsung, untuk mengeringkan ikan dengan jumlah yang sama, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama yaitu sekitar 2 hari. Suhu udara di dalam rumah pengering tepat pada siang hari yang cerah berkisar antara 45-55oC.
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Siswa dalam Proses Pemilihan Jurusan Pendidikan Lanjutan (Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Banda Aceh) Zahra Nelissa; Sri Astuti; Martunis Martunis
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2018): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02018198

Abstract

The factors in choosing a major for higher education for grade-11 students of Senior High School is the first step in preparing their future career. Before student continuing education to higher education students have to determine the right major for his/herself. The factors that influence student in choosing the major in higher education is personality factor, friend of the same age factor, and parent guidance factor. The purpose of this research is to determine the dominant factor that influence 11th grade State Senior High School 5 of Banda Aceh students in election process for major in advanced education. This research used descriptive qualitative as research approach. The total sample of this research is 138 students. The simple random sampling techniques is used in obtaining the sample of this research. The data collection in this research is using scale questionnaire. Based on the results of data analysis using the percentage of descriptive analysis, this research results indicate that there are two dominant factors affecting students in election process for major in advanced education which is personality factor with percentage of 92% and parents factor with percentage of 76%, meanwhile friend of the same age factor gives students insignificant influence in the election process for major in advanced education with percentage of 33%. The conclusion in this research is the student of 11th grade choose majors because the influence of personality factor and friend of the same age factor.
Deindividuation Tendency: Conflict Management among College Students Fitra Marsela; Evi Rahmiyati; Shalliha Nurul Putri; Martunis Martunis
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4884

Abstract

The phenomenon of demonstrations and conflicts between student groups that occur often ends in riots. In this situation, it is suspected that many individuals in their psychological state experience deindividuation. Deindividuation tendency is the loss of individual self-identity because it has merged into the group which results in a lack of self-awareness and self-control in individuals so that sometimes it can result in the individual behaving deviantly from social norms. This study aims to describe the description of deindividuation tendency in students at Syiah Kuala University and to describe how conflict management can be done in students. This study uses mixed method with explanatory sequential design. The population in this study were undergraduate students in the even semester of the 2022/2023 academic year from 5 faculties at Universitas Syiah Kuala. The sample was taken with simple random sampling technique with the Slovin formula as many as 390 students. Data collection on quantitative methods uses a deindividuation scale which is arranged based on 3 aspects, namely Group Immersion, Anonymity and Reduced Identifiabilty. Data collection in qualitative methods use interview guidelines were prepared based on the three dimensions of democratic conflict governance. The results showed that most of the deindividuation in Syiah Kuala University students were classified in the moderate category, namely 197 (51%) students. Deindividuation in this moderate category means that students tend to experience deindividuation in certain situations such as when facing conflicts between groups and carrying out demonstrations.
The benefits of social media as a modern teaching and learning tool in higher education in Indonesia Martunis, Martunis
ACCENTIA: Journal of English Language and Education Vol 1, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan, Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Unmuha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/accentia.v1i2.865

Abstract

This paper explores the benefits of social media for assisting teaching process in higher education institution in Indonesia. The paper also looks at the ways of using social media such as Facebook, Twitter, and WeChat. As the continuous growing of social platforms, most students and teachers in higher education level are now interacting through social media. The opportunities to utilize them as teaching and learning tools are endless. This paper reveals that the use of social media had positive outputs towards teaching and learning. However, social media also comes with some challenges which may limit its effectiveness. Thus, some possible solutions will be presented here in order to make the most out of social media for teaching and learning.
Utilizing Social Media in EFL Blended Learning: Challenges, Strategies and Opportunities Martunis, Martunis; Muntasir, Muntasir; Azmy, Khairul
JETLEE : Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of English Language Teaching, Linguistics and Literature (JETLEE)
Publisher : JETLEE: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jetlee.v4i2.2765

Abstract

In English as a Foreign Language (EFL) classroom settings, the rapid evolution of digital technology has had a substantial impact on educational methodologies. This paper investigates the potential of social media to improve EFL blended learning instruction, with a particular emphasis on the higher education context of Indonesia. Innovative tools for promoting student engagement, motivation, and autonomous learning are available on social media platforms, including Facebook, Twitter, and YouTube. Nevertheless, the implementation of these social media platforms also presents obstacles, such as potential privacy concerns, distractions, and unequal access to digital resources. This investigation examines the current body of literature regarding the utilization of social media in EFL blended learning purposes. Social media can significantly improve the EFL learning experience by offering flexible, interactive, and engaging learning opportunities when strategically implemented, according to the results. The paper concludes with suggestions for policymakers and educators to facilitate the successful integration of social media into EFL education, thereby guaranteeing that technological advancements have a beneficial impact on student learning outcomes.the other.
Penentuan Kapasitas Transformator Sisip Untuk Mengatasi Beban Lebih Pada ULP Merduati Kota Martunis, Martunis; Muliadi, Muliadi; Syukri, Syukri; Asyadi, Teuku Murisal; ABD, Misswar
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.11051

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah membuat sistem distribusi dalam wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) Merduati Kota semakin meningkat juga pengguna energi listrik (pelanggan) di wilayah tersebut. Gardu Hubung (GH) yang berada di wilayah kerja ULP Merduati Kota terdiri dari 66 buah GH dengan kapasitas trafo yang berbeda-beda mulai dari 50 kVA sampai dengan 1250 kVA dan tegangan operasi pada sisi primer dan sekunder trafo sebesar 20 kV/ 400 V. Berdasarkan data pembebanan yang direkap oleh PT. PLN (Persero) ULP Merduati Kota, pada penyulang BA. 30 terdapat beberapa GH atau transformator dengan pembebanan yang sudah melampaui kapasitas maksimum transformator standar PLN yaitu 80%, GH yang dimaksud adalah GH BAR009-00, GH BAR010-00, GH BAR 017-00, dan GH BAT083-00. Beban lebih yang terjadi pada semua GH tersebut dapat menyebabkan panas yang berlebih pada isolasi belitan transformator yang apabila dibiarkan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerusakan pada transformator sehingga pelayanan terhadap pelanggan yang berada dalam jaringan GH tersebut menjadi terganggu. Oleh sebab itu perlu dilakukan metode untuk mengatasi beban lebih yang terjadi pada beberapa GH tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan kapasitas trasformator distribusi sisip untuk mengatasi beban lebih yang terjadi pada GH BAR009-00, GH BAR010-00, GH BAR 017-00, dan GH BAT083-00. Adapun metode yang digunakan yaitu dengan melakukan perhitungan matematis. Hasilnya, GH BAR009-00 dan GH BAT083-00 memiliki pembebanan berlebih (overload) paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 12,54% dan 15,06% dan GH BAR010-00 dan GH BAR 017-00 masih dalam persentase kecil yaitu masing-masing sebesar 1,50% dan 3,12%. Persentase pembebanan yang paling tinggi terjadi pada GH BAT083-00 jika dibandingkan dengan GH BAR009-00, GH BAR010-00 dan GH BAR 017-00, yaitu sebesar 94,93%. Kapasitas trasformator yang ideal untuk mengurang terjadinya beban lebih pada transformator khususnya pada GH BAT083-00 adalah 160kVA dan 200kVA.
Tingkat Pemahaman Guru BK dalam Penggunaan Asesmen di Sekolah Menengah Atas Banda Aceh Naza, Safinnatun; Nurhasanah, Nurhasanah; Martunis, Martunis
Jurnal Suloh Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i1.35981

Abstract

Pelaksanaan tugas pokok guru Bimbingan dan Konseling (BK) didukung dengan kompetensi yang dimiliki guru BK dalam pemahaman dan kemampuan melaksanakan kegiatan asesmen tentang hakikat asesmen, pentingnya pemilihan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dan menyusun program BK dengan merumuskan berbagai layanan yang tepat untuk membantu siswa. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tingkat Pemahaman Guru BK Dalam Penggunaan Asesmen Di Sekolah Menengah Atas Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru BK di Sekolah Menengah Atas Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel berjumlah 41 guru BK. Metode pengumpulan data menggunakan tes. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru BK di Sekolah Menengah Atas Banda Aceh memiliki tingkat pemahaman dalam penggunaan asesmen dominan kurang dari setengahnya berada pada kategori tinggi dengan persentase (44%), Hal ini berarti guru BK di Sekolah Menengah Atas Banda Aceh memiliki tingkat pemahaman dalam penggunaan asesmen yang baik.