Gunawan Dwi Haryadi
Department Of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 105 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RELIABILITY SISTEM ELECTRIC VEHICLE CHARGING STATION MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS Alfani Tri Kurniawan; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pencemaran tertinggi di dunia terutama pada kota kota besar salah satunya kota Jakarta dengan menduduki peringkat ke-5. Pencemaran udara merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi manusia dan aktifitas bagi masyarakat terutama di kota besar. Penyebab pencemaran udara yang terjadi belakangan ini salah satunya yaitu polisu udara dari kegiatan manusi dan transportasi. Indonesia mempunyai program pengambangan ekonomi hijau untuk mendukung pengurangan pencemaran udara pada sektor transportasi. Emisi gas rumah kaca secara umum disebabkan oleh gas buang pada kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga kendaraan listrik merupakan inovasi untuk mencapai keberhasilan program pengambangan ekonomi hijau di Indonesia. Kendaraan listrik tidak lepas dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sarana pengisian daya untuk konsumsi bahan bakar kendaraan listrik. Tugas akhir ini membahas seberapa besar fungsi dari komponen dan resiko kerusakan yang  dapat terjadi pada komponen  Stasiun Pengisian Kendaran Listrik Umum (SPKLU). Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) dengan pengumpulan data menggunakan studi literatur. Hasil yang diperoleh dari analisis tersebut mendapatkan empat komponen kritis yaitu wired & wireless connectivity, surged protection, circuit breaker dan power contactor beserta akar permasalahan dari penyebab kerusakan yang terdapat pada empat komponen kritis tersebut. Dari kedua hasil analisi tersebut akan sangat mempengaruhi Reliability pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
ANALISIS STRUKTURAL MATERIAL IMPELLER POMPA BOOSTER PADA SISTEM PERPIPAAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Felix Tusta Pradhana; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 1 (2026): VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons struktural impeller  pompa booster yang beroperasi pada sistem perpipaan industri dengan menggunakan Metode Elemen Hingga. Analisis dilakukan untuk mengetahui distribusi tegangan, besarnya deformasi, serta faktor keamanan impeller  terhadap beban operasi aktual. Model tiga dimensi impeller  dibangun berdasarkan data geometris riil dan dianalisis menggunakan material Stainless steel AISI 304 yang memiliki modulus elastisitas 193 GPa, tegangan luluh 215 MPa, dan densitas 7.900 kg/m³. Kondisi pembebanan meliputi tekanan fluida sebesar 0,8 MPa dan kecepatan putar 2.900 rpm, yang merepresentasikan kondisi operasi standar pompa booster. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan Von Mises maksimum sebesar 148 MPa terjadi pada area transisi hub–blade, yaitu bagian yang menerima pengaruh terbesar dari beban sentrifugal dan tekanan fluida. Tegangan minimum tercatat sebesar 12 MPa pada area leading edge. Deformasi total mencapai 0,21 mm dan masih berada di bawah batas toleransi desain sebesar 0,5 mm, sehingga tidak menimbulkan risiko gangguan celah impeller  maupun penurunan kinerja hidraulik pompa. Faktor keamanan sebesar 1,45 menunjukkan bahwa struktur impeller  berada dalam kondisi aman dan tidak berpotensi mengalami kegagalan plastis pada kondisi operasi saat ini. Secara keseluruhan, Metode Elemen Hingga terbukti efektif dalam memprediksi karakteristik struktural impeller  dan memberikan dasar yang kuat untuk evaluasi desain serta peningkatan keandalan pompa booster dalam sistem perpipaan industri.
PENGARUH PERSENTASE FLAKE POLYLACTIC ACID (PLA) TERHADAP DENSITAS CAMPURAN BIODEGRADABLE POLYMER PLA DENGAN POLYCAPROLACTONE (PCL) MENGGUNAKAN METODE SOLVENT CASTING Kana Hanifa; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan biodegradable polymer seperti Polylactic Acid (PLA) dan Polycaprolactone (PCL) dapat menjadi solusi potensial untuk mengatasi kelemahan penggunaan implant logam dalam kasus fraktur. Polymer ini dapat terurai dalam tubuh sehingga tidak memerlukan prosedur tambahan, serta mendukung penyembuhan tulang secara bertahap yang dapat mengurangi risiko patah kembali setelah implant diangkat. PLA dikombinasikan dengan PCL untuk mencapai kombinasi optimal dalam mengontrol laju degradasi dan karakteristik mekanik, dengan modifikasi bentuk PLA dari pelet menjadi flake untuk meningkatkan kekuatan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju degradasi yang optimal berdasarkan komposisi dari flake PLA dan PCL guna menghasilkan produk yang mampu membantu penyembuhan tulang secara efektif dan dapat terurai alami dalam tubuh. Metode solvent casting digunakan dalam pembuatan spesimen uji pada penelitian ini, dengan mencampurkan flake PLA dan PCL menggunakan acetone sebagai pelarut. Komposisi PLA:PCL yang digunakan adalah 10:90, 30:70, dan 50:50. Spesimen tersebut kemudian dikarakterisasi melalui pengujian densitas dan degradasi dengan merendamnya dalam larutan infus NaCl 0,9%. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa spesimen dengan komposisi 50 PLA : 50 PCL memiliki densitas hasil pengukuran menggunakan density meter tertinggi, yaitu 0,94 gr/cm3. Densitas hasil perhitungan teoritis tertinggi juga didapatkan pada komposisi tersebut, dengan nilai 1,166 gr/cm3.
ANALISA KEHANDALAN PADA PIPING INTAKE DI PERUSAHAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM DAN REMAINING LIFE TIME Faza Aghnat Samsul; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah Satu perusahaan air minum di Kota Cilacap merupakan perusahan yang   melayani kebutuhan air minum di Kota Cilacap. Dalam dunia industri pengolahan air sangat banyak sekali terjadinya proses korosi yang disebabkan oleh fenomena alam dan faktor lingkungan sehingga menyebabkan timbulnya korosi, oleh karena itu, dibutuhkan peneltian terhadap assessment Piping intake. Pada penelitian ini akan dilakukan assessment terhadap kondisi visual, sisa umur pakai piping intake mengetahui jenis korosi, dan analisis laju korosi yang terjadi di piping intake serta mengetahui relibiality dari komponen piping intake dengan menggunakan pendekatan relibiality block diagram. Pengambilan data yang digunakan adalah ketebalan piping intake yang telah beroperasi selama 2 tahun dengan mengambil 12 titik yang sudah ditentukan dengan alat ultrasonic thickness measurement. Hasil dari analisis pengurangan ketebalan awal dan actual didapatkannya nilai laju korosi sebesar 0,485 mm/tahun dan sisa umur pakai 10 tahun. Kehandalan komponen yang paling kritis yaitu elbow No 1 45˚ dengan nilai kehandalan 89,5%
DESAIN SEPATU HAK TINGGI TIPE STILLETO YANG KETINGGIANNYA DAPAT DIATUR Adham Adhwa Adibawa; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan sepatu hak tinggi telah menjadi komponen yang konsisten dalam tren fashion bagi wanita dalam berbagai upaya mulai dari bisnis hingga lingkungan sosial. Penelitian tentang desain sepatu hak tinggi tipe stilleto yang dapat diatur ketinggiannya merupakan respons terhadap pergeseran permintaan dalam industri fashion. Permintaan konsumen tidak hanya terfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada kenyamanan. Sepatu hak tinggi konvensional, terutama tipe stilleto, sering kali memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan penggunaan jangka panjang karena ketinggiannya yang tetap. Hal ini telah menimbulkan kebutuhan akan desain inovatif yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tinggi hak sesuai dengan preferensi dan kenyamanan mereka. Penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam membuat sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan, serta menganalisis bagaimana tekanan didistribusikan di telapak kaki. Metode pengukuran distribusi tekanan telapak kaki pada sepatu hak tinggi yang dapat disesuaikan dilakukan dengan menggunakan perangkat FSR 400 yang tersedia di laboratorium shoes orthotic Departemen Teknik Mesin Universitas Diponegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan ide desain dan teknik analisis guna menciptakan sepatu hak tinggi yang tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman digunakan. Pembuatan model sepatu high heel adjustable dalam penelitian ini sukses dilakukan dengan menerapkan sistem bongkar pasang di mana shoe heel memiliki dua variasi ketinggian, yaitu 3 cm dan 5 cm, dan menggunakan mekanisme penguncian dengan ulir. Subjek penelitian ini adalah seorang mahasiswi jurusan Teknik Mesin di Universitas Diponegoro, dengan ukuran sepatu 39, usia 20 tahun, tinggi badan 159 cm, dan berat badan 45 kg. Dari hasil pengujian, terungkap bahwa temuan penelitian sesuai dan mendukung teori Lee Yung-Hui yang menyatakan bahwa tekanan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan tinggi hak sepatu.
PENGARUH PERSENTASE SERBUK POLIMER BIODEGRADABLE POLYLACTIC ACID (PLA) TERHADAP DENSITAS CAMPURAN POLICAPROLACTONE (PCL) MENGGUNKAN METODE SOLVENT CASTING Dimas Naufal Hanif; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan fraktur yang lama dipengaruhi oleh trauma, resorpsi, dan patologi tulang. Masalah tambahan timbul dengan penggunaan implan logam yang tidak terurai alami, memerlukan prosedur tambahan untuk pengangkatan, meningkatkan risiko infeksi, komplikasi, dan memperpanjang waktu pemulihan. Solusi yang dikaji adalah penggunaan bahan biodegradable seperti polimer Polylactic Acid (PLA) - Polycaprolactone (PCL) untuk memperbaiki dan fiksasi tulang, yang dapat mengurangi risiko komplikasi dan infeksi serta mempercepat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pada persentase pada serbuk PLA terhadap laju degradasi campuran PCL dengan menggunakan metode solvent casting. Proses pembuatan spesimen uji dalam penelitian ini menggunakan metode solvent casting dengan mencampur PLA dan PCL menggunakan pelarut acetone. Komposisi PLA-PCL yang digunakan adalah 10 PLA : 90 PCL, 30 PLA : 70 PCL, dan 50 PLA : 50 PCL. Spesimen kemudian dikarakterisasi melalui pengujian densitas dengan merendamnya dalam infus NaCl 0,9%. Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa komposisi 50 PLA : 50 PCL memiliki densitas tertinggi, yaitu 0,97 gr/cm³. Pada pengujian degradasi, komposisi 10 PLA : 90 PCL memiliki tingkat degradasi tertinggi.
PENGARUH DISSOLVED OXYGEN (DO) TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 316 PADA LARUTAN NaCl 0.9% Insannul Hakim; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 2 (2025): VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel 316 merupakan paduan baja austenitik sekitar 16–18% kromium, 10–14% nikel, dan 2–3% molibdenum. Stainless steel 316 tergolong material serbaguna (versatile) karena kemampuannya untuk digunakan di berbagai sektor industri dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda. Keunggulan ini berasal dari kombinasi ketahanan korosi yang tinggi, sifat mekanis yang stabil, serta kemudahan fabrikasi dan pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 pada larutan natrium klorida 0.9%, dan menentukan material stainless steel 316 merupakan material yang tahan terhadap laju korosi larutan natrium klorida 0.9%. Penelitian dengan tentang pengaruh dissolved oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 316 dalam larutan natrium klorida 0.9% terdiri dari 5 (lima) tahapan. Pertama, membuat 12 spesimen uji yang dilakukan untuk 4 variasi. Kedua, variasi waktu pemberian gelembung oksigen pada larutan NaCl 0.9%. Ketiga, pengujian surface roughness. Keempat, membandingkan hasil foto makrostruktur untuk melihat permukaan yang akan sebelum dan setelah pengujian korosi. Kelima, pengujian korosi dengan metode Potensiostat. Hasil pengujian laju korosi pada stainless steel 316 dalam larutan elektrolit NaCl 0.9% dengan 4 (empat) variasi waktu pemberian gelembung oksigen selama 0-9 menit menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai DO maka laju korosi semakin meningkat, dengan laju korosi terbesar diperoleh pada pemberian gelembung oksigen selama 9 menit dengan konsentrasi DO sebesar 5,76 ppm dan nilai laju korosi 0,00143360 mmpy. Stainless steel 316 merupakan baja yang tahan korosi, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan pada pengujian makrostruktur, korosi yang terjadi pada stainless steel 316 sangat sedikit.
ANALISA PENGARUH VARIASI PENGELASAN FRICTION STIR WELDING PADA MATERIAL AA5083 Ilyasa Dimas Faza; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 13, No 1 (2025): VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction Stir Welding (FSW) merupakan metode pengelasan fase padat yang banyak digunakan untuk Aluminium 5083, yang memiliki ketahanan korosi tinggi tetapi sulit dilas secara konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh kecepatan putaran alat (1100, 1400, dan 1800 rpm) serta sudut kemiringan (1° dan 3°) terhadap struktur mikro dan sifat mekanik hasil lasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal adalah 1400 rpm dengan sudut 1°, menghasilkan pencampuran material lebih homogen, struktur mikro lebih halus, dan sifat mekanik lebih baik. Peningkatan kecepatan putaran memperhalus butir di zona las akibat rekristalisasi dinamis, sementara sisi retreating menunjukkan kekerasan lebih tinggi dibandingkan advancing side. Kombinasi parameter yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kualitas las Aluminium 5083 dengan metode FSW.
PENGARUH KEKASARAN STAINLESS STEEL TIPE 304 YANG DIGUNAKAN UNTUK KAWAT ORTODONTIK TERHADAP LAJU KOROSI PADA LARUTAN SALIVA BUATAN Daniel Sianipar; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern ini, semakin tinggi populasi individu di seluruh dunia termasuk Indonesia yang mengalami masalah gigi yang tidak rata, baik pria maupun wanita. Kawat ortodonti, yang juga dikenal sebagai archwire, adalah komponen krusial dari perangkat ortodonti tetap yang bertujuan untuk memindahkan gigi ke posisi yang diinginkan. Kawat ortodonti dari bahan stainless steel adalah jenis yang termasuk paling umum dipergunakan dalam perawatan ortodontik saat sekarang ini, karena keunggulan seperti ketahanan terhadap korosi. Salah satu jenis material yang dipakai yaitu stainless steel 304. Kawat stainless steel 304 terus terpapar langsung dengan saliva di dalam mulut dan rentan terhadap korosi, sehingga dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode kekurangan berat (weight loss) yang di rendam dalam larutan saliva buatan dan juga metode polarisasi linier yang menggunkan larutan saliva buatan sebagai larutan penguji. Tujuannya adalah untuk memahami perbedaan laju korosi tergantung pada tingkat kekasaran permukaan dan apakah bahan stainless steel 304 cocok untuk digunakan dalam perangkat ortodontik. Perbedaan tingkat kekasaran permukaan pada stainless steel 304 memiliki dampak terhadap laju korosi dari spesimen tersebut. Misalnya, material dengan tingkat kekasaran 0,226 µm memiliki laju korosi 0,048mm/tahun setelah direndam dalam larutan saliva buatan selama delapan minggu dengan penerapan metode weight loss, sementara permukaan yang tingkat kekasarannya 0,120 µm memiliki laju korosi 0,013 mm/tahun. Hasil dari metode polarisasi linier menunjukkan bahwa pada material dengan tingkat kekasaran 0,147 µm memiliki laju korosi spesimen 0,038338 mm/tahun, sedangkan pada tingkat kekasaran 0,093 µm memiliki laju korosi 0,0009178 mm/tahun. Hasil tersebut menggambarkan bahwa semakin halus permukaan dari spesimen, laju korosinya semakin kecil. Dengan demikian, stainless steel 304 layak digunakan sebagai bahan pembuatan kawat ortodonti jika tingkat kekasaran permukaannya tidak lebih dari 0,120 µm.
RANCANG BANGUN SEPATU ORTOTIK UNTUK PENDERITA FLAT FOOT Ilham Fakhri Farhani; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat foot atau lengkung kaki datar merupakan kondisi medis kelengkungan medial longitudinal arch (MLA) lebih rata dari biasanya dan seluruh telapak kaki memiliki kontak dekat atau langsung ke permukaan tanah. Studi menunjukkan kelompok dewasa prevalensi flat foot sebesar 13,6% hingga 26,62%. Dampaknya yaitu nyeri kaki dan kualitas hidup yang menurun. Salah satu penanganan flat foot dengan penggunaan sepatu ortotik. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan arch index dan sudut belakang kaki dengan flat foot serta perancangan sepatu dan insole ortotik. Metodologi yang digunakan subjek sebanyak 5 mahasiswi yang memiliki arch index > 0,26 yang diukur dengan digital footprint dan sudut belakang kaki menggunakan goniometer. Perancangan moulding insole menggunakan software Rhinoceros dan dicetak dengan metode 3D Printing. Pembuatan insole menggunakan bahan-bahan yang terdiri dari silicone rubber dengan konsentrasi 90%, talc 10%, dan hardener 4% dari total keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh subjek termasuk flat foot yang ditunjukkan dari hasil penurunan eversion anglel pada sudut belakang kaki yang tidak signifikan. Kesimpulannya terdapat korelasi antara arch index dan eversion angle dengan pengukuran flat foot. Selain itu, sepatu dan insole ortotik dapat di desain sesuai kontur kaki mengikuti hasil pemindaian 3D dan dapat dijadikan sebagai penanganan flat foot sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi penderita.  Kata kunci:
Co-Authors A. Wildan Rusaily A.P. Bayu Seno Adham Adhwa Adibawa Adhityo Sarwo Nugroho Adityo Ristyanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Alfani Tri Kurniawan Amrizal, Abdi Gilang Andi Bintang Pahlevi Andrea Tri Wibowo Arie Rifky Irawan Arijanto Arijanto Arya Erlangga Athanasius Soedira Aulia Rahman Bagus Setyawan Bagus Yogo Saputro Berlin, Rilo Billy Boazter Sebastian Siregar Bintang Satria Hartadi Budi Setiyana Butarbutar, Martin Chrisman Chrisman Daniel Sianipar Deivandra Ginanjar Bhakti Deka Setyawan Deny Ari Putra Dhafin Baihaqi Alfan Dimas Naufal Hanif Djarot B Darmadi Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Ekaputra, I. M. W. Eko Saputra Fadel Muhammad Diwonsyah Faza Aghnat Samsul Felix Tusta Pradhana Fidrioza Althaf Ferdinand Fitriyana, Deni Fajar Garry Rahadian Muslim Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Haira, Mahmuda Hammam Abdirrazzaq Ats Tsaqif Hanny Widura Septriana Harlian Kadir Heru Danarbroto Hocky Adiatmika Huda Fathu Rohman I Made Wicaksana Ekaputra I.M.W EKAPUTRA Ian Wiharja Ian Yulianti, Ian Ignatius Devin Gunawan Ikhsan Aresy Ilham Fakhri Farhani Ilyasa Dimas Faza Insannul Hakim Ismoyo Haryanto Ismoyo Haryanto Jericho Jericho Joga Dharma Setiawan Joga Dharma Setiawan Joshua Misael Juan Pratama Anandika Kana Hanifa Karomi, Dimas Adib Khoiri Rozi Khoiri Rozi Khoiri Rozi Kim Jeon Korna Ariesta Kustomo, Himawan Kristian Kustomo, Himawan Kristian Lie, Calvin M Arif Hidayat M Rafly Rafiqi Margiyanto Margiyanto Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Mochammad Ariyanto Mohammad Fauzan Muhamad Aldyan Krisna Oktavia Muhammad Ali Yafi Muhammad Fachry Ramadhany Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Tsany Lesmana Muhammad Zahran Ramadhan Munadi Munadi Nabiel Nausal Putra Nofal Dzaki Taqiy Norman Iskandar Norman Iskandar Nurul Widiyanto Ojo Kurdi Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Purbonugroho, Hanindhieto Dias Andra Purwiantoro, Arman Rafi Ziyad Akbar Raka Ramananda Raka Sukma Bramantya Rando Tungga Dewa Reihan Rahmadi Rhyienaldi Hardian Dhammaputra Rifky Ismail Sadrach Othniel David Raja Seon Jin Kim Seon Jin Kim Setyoko, Adi Tri Sri Nugroho Sri Nugroho Stefanus Prasetyo Sulardjaka Sulardjaka Sulistyo Sulistyo Sumar Hadi Suryo Susanto, Alexander Eka Susilo Adi Widyanto Sutopo, Farrel Rico Alifta Utomo, Angelius Fredy Vinder Harapan Pardosi Wahyu Eko Purnomo Waruwu, Kezia Gracelynn Wibisono, Yustinus Akas Yonathan Jalu Bagaskara Yusuf Umardani