Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG BERMAIN AIR PADA ANAK USIA TODDLER Eka Adimayanti; Siti Haryani; Anggun Arief Wibowo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2646.385 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.192

Abstract

Bermain merupakan kegiatan utama dalam dunia anak. Dengan bermain anak dapat memperoleh kesenangan dan pengetahuan. Pada usia toddler (1-3 tahun) anak mampu menyerap pengetahuan dengan mudah. Bila spons adalah otak anak, stimulasi lingkungan adalah air yang bisa diserap dengan cepat. Banyak orang tua yang menganggap bermain air hanya akan membuat anak sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air pada anak usia toddler di PAUD Kartika Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia toddler (1-3 tahun) di PAUD Kartika dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling didapat 23 orang tua. Alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang bermain air. Analisa statistik dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah responden yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (8,7%), cukup sebanyak 11 orang (47,8%), dan baik sebanyak 10 orang (43,5%). Saran untuk orang tua yang memiliki anak usia toddler diharapkan tidak perlu melarang anaknya untuk bermain air karena bermain air dapat membantu perkembangan anak, bagi tenaga kesehatan untuk lebih memberikan informasi tentang bermain air pada anak usia toddler (1-3 tahun) baik melalui penyuluhan atau konseling oleh bidan dan tenaga kesehatan lain. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bermain air, Anak usia toddler (1-3 tahun)
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SDN 1 GOGODALEM KEC. BRINGIN KAB. SEMARANG Agus Rosidi; Siti Haryani; Eka Adimayanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.283 KB)

Abstract

Dental health problems in Indonesia is still a public health problem. Factors affecting the incidence of dental caries among others: microorganisms, food waste, surface and shape of theteeth, saliva degrees, consumption of cariogenic foods, age. The purpose of this study was todetermine the relationship between the consumption of cariogenic foods with the incidence ofdental caries in children at SDN 1 Gogodalem. This study used observational analytic design with cross sectional approach. Thepopulation in this study were all children who attend school at SDN 1 Gogodalem.The samplesused were elementary school class II-V that totaled 47 children. Sampling technique using totalsampling. Data collection using question naires. Data analysis using the chi-square test. The results obtained by 40 (85.1%) children who consume foods high cariogenic. The Children who suffer from dental caries by 40 (85.1%) children. The incidence of dental caries inchildren at high cariogenic foods (85.1%) and the results obtained by analysis of the value of p= 0.000 so it concluded there was a relationship between the consumption of cariogenic foodswith dental caries experience in children SDN 1 Gogodalem.Researchers suggested in elementary school children to consume nutritious foods and donot forget to brush their teeth twice a day after breakfast and at night before bed in order toprevent the occurrence of dental caries. Keywords: consumption of cariogenic foods, dental caries
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP ANAK RSUP DR. KARIADI SEMARANG Siti Haryani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.229 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa anak usia prasekolah yang dirawat di rumah sakit tetap membutuhkan kesempatan bermain supaya anak mampu bersosialisasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan motivasi dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia prasekolahdi ruang rawat inap anak RSUP Dr. Kariadi Semarang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional  dengan pendekatan crossectional. Instrument menggunakan kuesioner yang dilakukan terhadap 30 responden (perawat ruang rawat inap anak). Data primer diperoleh dari angkedan melalui observasi. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden pada variable pengetahuan kategori baik (60%), sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi (63,3%) dan kinerja baik (60%). Hasil analisis statistik didapatkan terdapahubungan antara pengetahuan dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia prasekolah druang rawat inap anak RSUP Dr. Kariadi Semarang (p value: 0,024). Dan terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan terapi bermain pada anak usia prasekolah di ruang rawat inap anak RSUP DrKariadi Semarang (p value: 0,001).Saran bagi rumah sakit, perlu disediakan ruangan untuk bermain, pengadaan alat permainan dan menyusun standar operasional prosedur terapi bermain agar memudahkan bagi perawat anak untuk melaksanakan program terapi bermain.
Gambaran Dampak Biologis Dan Psikologis Remaja Yang Menikah Dini Di Desa Munding Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang May Minarni; Ari Andayani; Siti Haryani
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.286 KB)

Abstract

Banyak remaja di Desa Munding terutama di Dusun Cemanggal yang cenderung mengalami pernikahan dini. Mereka belum begitu memahami arti dari sebuah ikatan suci perkawinan dan dampak yang ditimbulkan dari pelaksanan pernikahan dini seperti hubungan sexual yang dilakukan pada usia dibawah umur 20 tahun beresiko terjadi kanker serviks dan penyakit menular sexual, belum lagi dampak lain yang ditimbulkan seperti cemas, stress, depresi saat menghadapi masalah yang timbul dalam keluarga yang dapat berakibat pisah rumah bahkan perceraian karena emosi remaja yang masih labil. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data jumlah remaja yang menikah dini dan telah melahirkan bayi sebanyak 25 orang, ternyata dari 25 orang tersebut mengalami dampak biologis dan psikologis dari pelaksanaan pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dampak biologis dan psikologis remaja yang menikah dini di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Desain penelitian diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer. Populasi seluruh remaja yang telah melakukan pernikahan dini dan telah melahirkan bayi di Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang sebanyak 30 orang. Tehnik sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 30 orang akan tetapi dalam pelaksanaan penelitian hanya bisa dilakukan terhadap 25 orang dikarenakan 5 orang pindah wilayah tempat tinggal. Hasil penelitian gambaran biologis dan psikologis remaja yang melakukan pernikahan dini sebagian besar adalah tinggi sebanyak 13 responden (52%) sedang sebanyak 7 responden (28%) rendah sebanyak 5 responden (20%). Diharapkan bidan terus memberikan penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi remaja khususnya tentang dampak dari pelaksanaan pernikahan dini sehingga dapat mengurangi terjadinya angka pernikahan dini dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Gambaran Tingkat Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) pada Usia 6 Bulan Sampai 2 Tahun di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Ummu Muntamah; Siti Haryani
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.777 KB)

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bagi anak. Pemberian makanan pendamping ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan a pada perkembangan bayi. Berdasarkan studi pendahuluan, dari 10 ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun telah diwawancarai, 2 ibu penetahuan baik sedangkan 3 ibu pengetahuan cukup dan 5 ibu pengetahuan kurang. Tujuan Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun di Dusun Sekler Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang . Penelitian ini merupakan penellitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun yang bertempat tinggal di dusun sekler dengan teknik pengambilan Total sampling, alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan. Analisa menggunakan analisa univariat Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pda usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Desa Kopeng adalah pengetahuan baik yang berjumlah 17 orang (53,3%), pengetahuan cukup dengan 10 orang (33,3%), pengetahuan kurang 4 orang (13,3%). Saran untuk pelayanan kesehatan di Desa dapat dijadikan sebagai masukan dalam meningkatkan pengetahuan pada ibu di desa Kopeng tentang pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, sehingga meningkatkan citra pelayanan kesehatan di desa kopeng.
Gambaran Pengetahuan Ibu dalam Menangani Hipertermi pada Anak Usia Prasekolah di Paud Melati Dusun Sleker Desa Kopeng Kec. Getasan Kab. Semarang Siti Haryani; Eka Adimayanti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.628 KB)

Abstract

Hipertermi merupakan manifestasi klinik yang sering terjadi, terutama pada saat anak akan mengalami sakit. Sebenarnya hipertermi juga membantu dalam proses pertumbuhan anak, yaitu sebagai pertahanan tubuh anak, akan tetapi apabila dibiarkan hipertermi ini dapat menyebabkan kejang pada anak dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Salah satu masalah yang sering terjadi saat anak mengalami hipertermi adalah orang tua, terutama ibu tidak tahu cara menangani hipertermi dengan benar. Saat dilakukan studi pendahuluan di dusun Sleker Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, didapatkan hasil 2 ibu (20%) memiliki pengetahuan baik, 3 ibu (30%) memiliki pengetahuan cukup dan 5 ibu (50%) memiliki pengetahuan kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam menangani hipertermi pada anak usia prasekolah di PAUD Melati Dusun Sleeker Desa Kopeng Kec. Getasan Kab. Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah di PAUD Melati Dusun Sleker Desa Kopeng Kec. Getasan Kab. Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan. Berdasarkan penelitian pada ibu dalam menangani hipertermi pada anak usia prasekolah di PAUD Melati Dusun Sleker Desa Kopeng Kec. Getasan Kab. Semarang menunjukkan bahwa sebagan besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu sebanyak 19 ibu (63,3%), sedangkan 10 ibu (33,4%) memiliki pengetahuan baik dan 1 ibu (3,3%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah dilakukan penelitian ini, diharapkan para ibu dapat merawat anak mereka dengan benar, terutama saat mengalami hipertermi.
Efektifitas Terapi Psikoedukasi terhadap Peningkatan Tumbuh Kembang Anak Siti Haryani; Ummu Muntamah; Ana Puji Astuti
(JKG) Jurnal Keperawatan Global Vol 5 No 1 (2020): JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v5i1.84

Abstract

Background: The Background from the research is a nurse as part of health services to contribute in realizing from the program to improve the quality of children’s development through efforts to psychological services of children. This is a nurse as a concelor.This research has purpose to describe about effectiveness of psychoeduation to development child. Methods: This type of correlation research, research methods with action research, the sampling techniques is using total sampling technique, the number of samples used all kindergarten students Nurul Izzah, statistical tests using Wilcoxon. This data has analyzed with descriptive analysis dan pre test dan post test design use SPSS (Statistical Packages for Social Sciences). Second step is implementation of psychoeducation to the parents, the instrument used is to use the KPSP question guideObject of this reearch is children and parents. This metode is survey. This resesarch was done 2 step. First step was done pre test of children’s development use by KPSP. Results: The result is psychoeduation very strong influences on children’s development p=0.000 (p<0.05). Conclusion: Psychoeducation therapy will help the development of children according to age.Research recommendations are to support the growth and development of children, schools can provide education and training on psychoeducation by involving teachers and parents.
Analisis Deksriptif Pembelajaran Dalam Jaringan (Online) Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo Dimasa Pandemi Covid-19 Ana Puji Astuti; Siti Haryani; Anis Yulvita
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v3i1.899

Abstract

Learning is the process of student interaction with lecturers and learning resources in a learning environment. Online learning becomes an option during the covid-19 pandemic to avoid direct contact with students due to covid-19. The purpose of this study is to find out the description of learning online in the students of Diploma Tiga Nursing Program Ngudi Waluyo University. This research method is descriptive with a cross sectional approach. The total of samples is 92 students. The result of the research showed that study learning plan was given before the lecture (96.7%), materials are given in accordance with the study learning plan (76.1%), there are obstacles during online learning (83.7),  explanation of lecture materials by lecturers can be understood (72.8%), no feedback during online learning (90.2%), Lesture assessment is conducted transparently (68.5%), media used in online learning is sipolin of Ngudi Waluyo University (50%), 43.5 % use google meet, assignment using in accordance with the study learning plan (98.9%), learning method of students center learning (95.7%). Concluded that the online learning in Diploma Three of Nursing Program of Ngudi Waluyo University went well. Suggestions for learning activities can be improved especially in the aspects of learning media that can be given in a variety.Online learningStudentCovid-19
PENGELOLAAN DEFISIT NUTRISI PADA BAYI DENGAN MALNUTRISI DI DESA MRANGGEN KIDUL: The Management of a Nutrition Deficit in Babies with Malnutrition in Mranggen Kidul Village Isma Ulia; Siti Haryani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 7 No. 2 (2021): JIKep | September 2021
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.768 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v7i2.823

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Malnutrisi merupakan kondisi seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan orang tersebut terganggu. Malnutrisi banyak ditemukan pada bayi dengan usia diatas 6 bulan dikarenakan banyak keluarga yang belum memahami kebutuhan bayi secara khusus, belum mengerti cara membuat makanan pendamping yang bernutrisi sehingga menyebabkan bayi mengalami penurunan berat badan. Penurunan berat badan ini diakibatkan karena adanya gangguan dalam penyerapan makanan, sehingga terjadi defisit nutrisi Defisit nutrisi merupakan keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk metabolisme tubuh. Tujuan: Penulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran tentang pengelolaan defisit nutrisi pada bayi dengan malnutrisi di Desa Mranggen Kidul. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam penanganan malnutrisi. Hasil: Hasil pengelolaan yang dilakukan pada pasien dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik dan observasi. Kemudian dilakukan rencana keperawatan yaitu monitor berat badan dan identifikasi status nutrisi. Didapatkan hasil akhir berat badan pasien 5,1 kg dan status nutris pasien (BB/U: -4,3 SD (gizi buruk), PB/U: -4,1 SD (sangat pendek), BB/PB: -3,6 SD (sangat kurus), IMT/U: -3,7 SD (sangat kurus)). Kesimpulan: Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan malnutrisi pada pasien belum teratasi. Saran bagi keluarga agar lebih memperhatikan dan mengetahui bagaimana cara penanganan malnutrisi pada bayi. Kata kunci : Malnutrisi, Defisit Nutrisi, Bayi Abstract Background: Malnutrition is a condition of a person experiencing a lack or excess of nutrients that can cause the growth and development of the person to be disrupted. Malnutrition is often found in infants aged over 6 months because many families do not understand the baby's specific needs, do not understand how to make nutritious complementary foods, causing babies to lose weight. This weight loss is caused by a disturbance in the absorption of food, resulting in a nutritional deficit. A nutritional deficit is a condition where the intake of nutrients is not sufficient for the body's metabolism. Purpose: This paper aims to provide a description or description of the management of nutritional deficits in malnourished infants in Mranggen Kidul Village. Method: This type of descriptive research with nursing care approach in the form of assessment, data analysis, formulating nursing diagnoses, planning, implementation, and evaluation in the handling of malnutrition. Result: The results of the management carried out on patients with data collection techniques using interviews, physical examinations and observations. Then a nursing plan is carried out, namely weight monitoring and identification of nutritional status. The final results obtained were the patient’s weight was 5.1 kg and the nutritional status of the patient (BB/U: -4,3 SD (poor nutrition), PB/U: -4,1 SD (very short), BB/PB: -3,6 SD (very thin), BMI/U: -3,7 SD (Very thin)). Conclution: Based on the nursing acions taken, it can be concluded that malnutrition in the patient has not been resolved. Suggestions for families to pay more attention and know how to handle malnutrition in infants. Keywords : Malnutrition, Nutritional Deficit, Infant
OPTIMIZING GOLDEN PERIOD THROUGH EARLY DETECTION OF LANGUAGE SKILLS AND MULTILANGUAGE STIMULATION Budiati Budiati; Dewi Rosnita Hardiany; Siti Haryani
PHILOSOPHICA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 4, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/po.v4i2.1425

Abstract

The golden period is believed to be the most important period in the growth and development of children in which the brain is developed maximally. Early detection is needed to know the children’s competence and with accurate stimulation, this period can be optimized. Multilanguage stimulation is regarded to be one of the best stimulations to optimize language skills during the golden period. This study aims to find out how early detection and multilanguage stimulation can optimize the golden period. This study was descriptive qualitative research with 9 toddlers aged 1-5 years old and their mothers as the sample. The data were collected with Pre-screening Developmental Questionnaire (PDQ) to get the data of toddlers’ growth and development, and using a questionnaire to get the data of Multilanguage stimulation. From the study, it is found that most of the respondents (88.9%) have good development and only a respondent (11.1%) has a development defect. Whereas, in the multilanguage stimulation it is found that all respondents learned more than one language at the same time. However, most respondents only can use the second and third language little; they use it mix or switch with their mother tongue. They use code-mixing and code-switching with their mother tongue. It can be concluded that early detection is very important in stimulating children’s competence. The children’s language competence however is interfered with by several factors which one of which is accurate stimulation. Multilanguage stimulation will work well if there is a consistency of the surrounding in giving the stimulation.