Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Praktik Pijat Bayi sebagai Upaya Stimulasi Pertumbuhan Bayi di Wilayah Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Siti Haryani; Adimayanti, Eka; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3768

Abstract

Infant growth and development are important indicators in determining the overall level of public health. One simple yet effective method to stimulate infant growth is through baby massage. However, the knowledge and skills of Posyandu (Integrated Health Post) cadres in practicing baby massage remain limited. This community service activity aimed to empower Posyandu cadres in Candirejo Subdistrict, Ungaran Barat District, Semarang Regency by providing training on proper and standardized baby massage practices. The implementation methods included education sessions, demonstrations, and hands-on practice with direct supervision. The results showed an improvement in the cadres’ knowledge and skills in performing baby massage, which is expected to be routinely implemented in Posyandu activities to support infant growth stimulation in the area. This activity demonstrates that empowering cadres through practical training can be an effective strategy to enhance the quality of community-based health services. ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu metode sederhana namun efektif dalam menstimulasi pertumbuhan bayi adalah melalui pijat bayi. Namun, pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam praktik pijat bayi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang melalui pelatihan praktik pijat bayi yang benar dan sesuai standar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan 90% peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pijat bayi, yang diharapkan dapat diterapkan secara rutin dalam kegiatan posyandu guna mendukung stimulasi pertumbuhan bayi di wilayah tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan praktis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM TATALAKSANA DIARE BALITA DI WILAYAH KALONGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Adimayanti, Eka; Haryani, Siti; Astuti, Ana Puji
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.7

Abstract

Latar belakang: Diare adalah penyebab utama kedua kematian balita di seluruh dunia saat ini. Salah satu penyebab hal tersebut yaitu perilaku keluarga tentang perawatan balita diare masih sangat rendah di Indonesia, oleh karena itu sangat penting agar petugas kesehatan yang memberikan perawatan balita diare perlu menginformasikan dan melibatkan keluarga dalam tatalaksana diare dan memberitahukan kepada ibu/pengasuh balita cara melakukan tatalaksana diare di tingkat rumah tangga. Pendidikan kesehatan dipandang sebagai salah satu kunci utama dari beberapa kebijakan dan strategi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diare. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet dengan pemberian pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan poster terhadap sikap dan pengetahuan ibu dalam tatalaksana diare balita di rumah. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pendekatan rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita dengan rentang usia 6 bulan-5 tahun, sebanyak 60 responden. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet, sementara kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan poster. Pemilihan sampel secara purposive dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Data diolah dengan program komputer menggunakan uji statistik Kolmogorof-smirnov, paired t-test dan regresi linier. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap setelah pendidikan kesehatan pada masing-masing kelompok(p0,05). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet dan poster terbukti memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam tatalaksana diare balita di wilayah dengan akses sarana kesehatan terbatas.
Workshop Penanganan Cedera Olahraga dan Pelatihan Penggunaan Kinesioteping pada MGMP PJOK Kabupaten Semarang Herdinata, Guntur Ratih Prestifa; Aristiyanto, Aristiyanto; Haryani, Siti; Eko, Fredy
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 2 (2024): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i2.1237

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kabupaten Semarang merupakan forum profesional guru yang menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk edukasi pertolongan pertama pada cedera olahraga. Workshop dan pelatihan penggunaan kinesiotaping ini adalah pelatihan pertama yang mereka tawarkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan cedera olahraga. Tes pengetahuan awal, penyampaian materi, praktik, diskusi, dan tes pengetahuan akhir adalah metode yang digunakan untuk melaksanakan pelatihan ini. Jumlah peserta adalah 30 orang (seluruh anggota MGMP PJOK Kabupaten Semarang). Temuan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pelatihan, 48% mengalami peningkatan berasal dari pengetahuan awal dan akhir. Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh peserta, sehingga dapat dikatakan bahwa itu sangat berhasil dan bermanfaat. Kesesuaian materi dengan hasil evaluasi peserta menunjukkan keberhasilan ini. Selain itu, tanggapan positif dari peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat diharapkan peserta. Pelatihan ini membantu mereka menangani masalah dan memahami lebih dalam tentang cedera olahraga, serta melayani pendidikan olahraga kesehatan siswa yang memiliki kebutuhan khusus.
PELATIHAN PENULISAN SURAT RESMI DI SMA MASTER INDONESIA DEPOK Septiani, Dwi; Aprianto; Ferdi Prima Nurhasan; Hendrawan; M. Septianto; Siti Haryani
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKM yang diadakan oleh tim PKM Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang, yang terdiri dari ketua pengusul, Dwi Septiani, S.Hum., M.Pd., dan lima mahasiswa aktif yaitu Aprianto, Ferdi Prima Nurhasan, Hendrawan, M. Septianto, dan Siti Haryani, memberikan manfaat bagi peserta, khususnya siswa SMA Master Indonesia. Dalam konteks pembelajaran di SMA, diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis surat resmi dengan lebih baik. Oleh karena itu, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang menyelenggarakan PKM yang berjudul "Pelatihan Penulisan Surat Resmi di SMA Master Indonesia" pada tanggal 4 Maret 2024. Metode yang digunakan adalah penyuluhan atau pelatihan mengenai cara penulisan surat resmi sesuai dengan Ejaan Baku Bahasa Indonesia. PKM ini menggunakan teknik ceramah, praktik, dan kuis sebagai metode pembelajaran. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan motivasi peserta terhadap pelatihan penulisan surat resmi, termasuk surat lamaran pekerjaan dan CV. Peserta mendapat manfaat yang besar dari kegiatan ini, meningkatkan motivasi dan semangat mereka dalam menguasai keterampilan menulis surat resmi. Hasilnya adalah para peserta PKM, yakni siswa SMA Master Indonesia dapat dengan cepat memahami materi penulisan surat resmi yang disampaikan dalam kegiatan ini.
The Influence of the Quality of Human Resource Management on Public Service Performance at the Karangpawitan Subdistrict Office, Karawang Regency Haryani, Siti; Kristanto, Yudi; Army, Widya Lelisa
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 4 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i4.7310

Abstract

This research is motivated by the low level of education of employees at the Karangpawitan Subdistrict Office, Karawang Regency, which has an impact on the activities of carrying out tasks in their services. The phenomenon that occurs is that in an effort to carry out public services, officials often make mistakes that should not occur, for example in complying with working hours regulations, many employees arrive late and do not come to work. This makes the performance of an organization hampered in completing work that should be done. has been determined by time. Basically, an entry schedule is very necessary to improve the employee's performance. The aim of this research is to find out whether the quality of HR management influences the quality of public services. The research methodology uses quantitative methods with associative techniques. The findings in the field show that there is an influence between the quality of HR management on public service performance of 34%, the remaining 66% is determined by other factors outside the Quality of HR Management. The originality of this research is that it was originally carried out by the researcher without plagiarizing from other research with the same theme.
Gambaran Manajemen Diare Melalui Pemberian Asupan Oral pada Anak Toddler dengan Gastroenteritis di RSUD Pandan Arang Boyolali: Overview of Diarrhea Management Through Oral Intake in Toddlers with Gastroenteritis at Pandan Arang Regional Hospital, Boyolali Galang Chandra Saputra; Siti Haryani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.596

Abstract

Gastroenteritis ranks second as a leading cause of death in children. Diarrhea, its main manifestation, often leads to severe dehydration if not promptly addressed, especially in areas distant from health facilities. This study aims to describe the nursing management of toddlers with gastroenteritis through the provision of oral intake, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and nursing documentation. The research method uses a descriptive case study approach. Results show that regular oral fluid administration, nutritional education, and monitoring of fluid balance effectively accelerate recovery. The fluid balance shifted from negative to normal, accompanied by a decrease in the frequency of stool passage. Recommendations for healthcare providers are to enhance parental education on diarrhea prevention and the importance of fluid intake during the acute phase.   ABSTRAK Gastroenteritis menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama kematian pada anak-anak. Diare sebagai manifestasi utamanya sering kali menyebabkan dehidrasi berat jika tidak segera ditangani, terutama di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan pada anak usia toddler dengan gastroenteritis melalui pemberian asupan oral, termasuk pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif tudi kasus. Hasil menunjukkan bahwa pemberian cairan oral secara teratur, edukasi gizi, serta pemantauan keseimbangan cairan efektif mempercepat pemulihan. Balance cairan berubah dari negatif menjadi normal, disertai penurunan frekuensi BAB. Saran bagi tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan edukasi orang tua mengenai pencegahan diare dan pentingnya pemberian cairan selama fase akut.
Generasi Berencana (Genre) Peduli Tumbuh Kembang : Edukasi Dasar Pijat Bayi bagi Siswa SMK Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Eka Adimayanti; Natalia Devi Oktarina; Riski Fizal Latif; Enggal Maharani; Linda Puspitasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4624

Abstract

Infancy is a golden period of growth and development that determines a child's future quality of life. One simple form of stimulation that can support optimal growth and development is infant massage. However, knowledge and skills in infant massage among teenagers, especially vocational high school students, are still low. This community service activity aims to enhance vocational high school students' basic knowledge and skills in infant massage through the Planned Generation (GENRE) Cares About Growth and Development program. The implementation method involves interactive education, demonstrations, and hands-on practice. The results of the activity showed an increase in student knowledge of 91.14% and an increase in basic baby massage skills of 85% after the training. This program succeeded in raising awareness among teenagers about the importance of stimulating infant growth and development and equipped them with basic skills that are useful for preparing them to become smart and caring parents.   ABSTRAK Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang menentukan kualitas hidup anak di masa mendatang. Salah satu stimulasi sederhana yang dapat mendukung tumbuh kembang optimal adalah pijat bayi. Namun, pengetahuan dan keterampilan pijat bayi di kalangan remaja, khususnya siswa SMK, masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar pijat bayi bagi siswa SMK melalui program Generasi Berencana (GENRE) Peduli Tumbuh Kembang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan siswa sebesar 91,14 dan keterampilan dasar pijat bayi meningkat sebesar 85% setelah pelatihan. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran remaja tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang bayi serta membekali mereka dengan keterampilan dasar yang bermanfaat untuk persiapan menjadi calon orang tua yang cerdas dan peduli.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan Bayi Oktarina, Natalia Devi; Siti Haryani; Untari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4611

Abstract

Integrated Service Post (Posyandu) cadres play a crucial role in monitoring infant growth and development in the community. One form of stimulation that can be provided is infant massage, which has been proven to be beneficial in supporting optimal infant growth and development. However, many cadres still lack adequate knowledge and skills regarding proper infant massage techniques. This community service activity aims to improve Posyandu cadres' knowledge of infant massage through training. Methods used included lectures, demonstrations, and hands-on practice using baby dolls. A total of 33 Posyandu cadres participated in the training, and knowledge was measured before and after the training using questionnaires. The results showed that the infant massage training was effective in increasing Posyandu cadres' knowledge about the benefits and techniques of infant massage as a form of stimulating infant growth and development, with an average increase of 8.63 points compared to the pre-training average of 5.84. It is hoped that this activity will be sustainable so that cadres can become agents of education for the community in efforts to improve child health at the community level.   ABSTRAK Kader posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi di masyarakat. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat dilakukan adalah pijat bayi, yang terbukti bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Namun, masih banyak kader yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pijat bayi melalui kegiatan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dengan media boneka bayi. Sebanyak 33 kader posyandu mengikuti pelatihan dan dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pijat bayi efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai manfaat dan teknik pijat bayi sebagai bentuk stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, peningkatan rata-rata 8,63 dibandingkan sebelum diberikan pelatihan yakni rata-rata 5,84. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga kader mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan anak di tingkat komunitas.
The Association Between Infant Massage Frequency, Body Mass Index, and Early Psychomotor Milestones Among Infants Aged 3–12 Months: An Analytical Observational Study in Aligned with SDG 3 Haryani, Siti; Adimayanti, Eka; Astuti, Ana Puji; Minardo, Joyo; Nurcahyo, Satria Avianda
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.507

Abstract

Background: Infant massage is a non-invasive, low-cost intervention that supports early childhood growth and development and is increasingly promoted in community health programs. However, evidence on its relationship with Body Mass Index (BMI) and early psychomotor milestone achievement in low- and middle-income countries, particularly Indonesia, remains limited. Therefore, this study aimed to examine the effect of infant massage on BMI and early psychomotor milestones among infants aged 3–12 months in alignment with Sustainable Development Goal 3 (Good Health and Well-Being). Methods: This study used a quantitative design with multiple linear regression analysis. The population consisted of infants aged 3–12 months in Semarang Regency, Indonesia, with a purposive sample of 250 infants. Inclusion criteria were good health status, age 3–12 months, and parental consent, while infants with congenital anomalies or developmental disorders were excluded. BMI was the dependent variable, and independent variables included infant massage frequency, psychomotor milestone achievement, feeding adequacy, and parental stimulation. Data were collected using WHO-standardized BMI measurements and psychomotor milestone checklists. Infant massage followed the standardized Love Baby Massage technique. Ethical approval was obtained, and data were analyzed using multiple linear regression with p-values, confidence intervals, and effect sizes reported. Results: Descriptive analysis indicated that the majority of infants received regular massage and exhibited nutritional status within the WHO reference standards. Regression analysis demonstrated that infant massage frequency and psychomotor milestone achievement were significant predictors of BMI (p < 0.05). Feeding adequacy showed a positive association with BMI and a moderate effect size, while parental stimulation exhibited a smaller and statistically nonsignificant direct effect. Collectively, the independent variables contributed substantially to explaining variations in BMI among infants aged 3–12 months. Conclusion: Regular infant massage plays a meaningful role in improving BMI and supporting early psychomotor development. Integrating massage practices with adequate nutrition and parental engagement is recommended as a comprehensive strategy to optimize infant growth and early development, consistent with SDG 3.