Claim Missing Document
Check
Articles

Akupresure Meningkatkan Nafsu Makan Upaya Pengentasan Stunting Balita 13 – 59 Bulan Sari, Kartika; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3162

Abstract

The toddler years are a period of basic growth which influences subsequent development, including development in language, creativity, social and emotional intelligence. Malnutrition problems can affect brain development which ultimately causes a decline in the quality of human resources. (Nurwijayanti, 2017). Eating problems in children can also be overcome by non-pharmacological methods, including herbal medicine or herbal drinks, massage, acupuncture and acupressure. Acupressure is carried out by pressing using fingers or a blunt object on the body's meridian points or energy flow lines so that it is relatively easier and can be more specific for overcoming feeding difficulties in toddlers because it can improve blood circulation in the spleen and digestion (Widowati, 2022). The aim of this activity is to provide health education about stunting, a balanced diet and train mothers to do acupressure. The implementation of this PKM program is carried out using a participatory approach method. The results of this activity are that mothers understand more about the meaning, causes and characteristics of stunted children, how to prepare a balanced diet for stunted children and mothers are able to do acupressure to increase their children's appetite. The conclusion is that holding this PKM activity is very effective and useful in increasing the knowledge and understanding of young women about acupressure which is useful for increasing appetite as an effort to reduce stunting in toddlers 13 - 59 months.   ABSTRAK                 Masa balita menjadi masa pertumbuhan dasar yang berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya, di antaranya adalah perkembangan dalam berbahasa, berkreasi, bersosial dan kecerdasan emosional. Permasalahan gizi yang kurang terpenuhi dapat mempengaruhi perkembangan otak yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia. (Nurwijayanti, 2017). Masalah makan pada anak juga dapat diatasi dengan cara non farmakologi antara lain dengan jamu atau minuman herbal, pijat, akupunktur dan akupresur. Akupresur dilakukan dengan penekanan menggunakan jari atau benda tumpul pada titik meridian tubuh atau garis aliran energi sehingga relatif lebih mudah dan dapat lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita karena dapat memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan (Wahyu, 2022). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang stunting, menu makanan yang seimbang dan melatih ibu melakukan akupresure. Pelaksanaan program PKM ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif . Adapun hasil dari kegiatan ini adalah ibu menjadi lebih paham tentang pengertian, penyebab dan ciri-ciri anak stunting, cara menyiapkan menu makanan yang seimbang untuk anak stunting serta ibu mampu untuk melakukan akupresure untuk meningkatkan nafsu makan pada anak-anak nya. Kesimpulan penyelenggaraan kegiatan PKM ini sangat efektif dan bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri tentang akupresure bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan sebagai upaya pengentasan stunting balita 13 – 59 bulan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU-IBU PKK DALAM SWAMEDIKASI DAN ASUHAN KEPERAWATAN MANDIRI Karminingtyas, Sikni Retno; Oktianti, Dian; Haryani, Siti
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24833

Abstract

Self-medication is an action taken by a person to treat a disease without a doctor's prescription. Apart from self-medicating with drugs, people often treat illnesses with non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy such as lifestyle modification which includes various actions that can support healing such as fever, pain and others. The aim of this service is to provide knowledge to PKK mothers in carrying out self-medication, using medication and treating minor illnesses appropriately independently, such as treating high fever in children with tepid sponges. The service activity was carried out in Siroto RT 3 RW 1, Candirejo Village and was carried out with a target group of 25 PKK women. Before counseling is carried out, screening or data collection is carried out using a questionnaire regarding knowledge of self-medication, introduction to drugs and examples as well as independent nursing care as pre-test data. After that, education was provided and data collection continued as a post-test. After obtaining the pre and post test data, proceed with data processing. Based on the evaluation before being given education, PKK mothers' understanding was in the poor category as many as 4 respondents (16.00%), sufficient as many as 14 respondents (56.00%) and good as many as 7 respondents (28.00%). Evaluation after being given education, the understanding of PKK mothers has increased, namely in the very good category of 25 respondents (100.00%).
Pengaruh Baby Massage terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi: The Influence of Baby Massage on Improvement Weight in Babies Siti Haryani; Joyo Minardo; Ana Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.3154

Abstract

The first five years are a golden time for children starting from infancy from birth. Infancy is a golden period as well as a critical period of a person's development. Baby massage or often called baby massage, is a comfortable touch of communication between mother and baby. Massage is a touch therapy that has long been known to people, but is still rarely used by parents of toddlers.. The positive impact that can arise from baby massage is an increase in the baby's weight if done regularly. Apart from that, baby massage can also increase the body's immunity and improve the quality of the baby's sleep. From the results of interviews in the preliminary study with several mothers who had babies, the majority of mothers said they rarely massaged their babies, baby massage was only done once in a while if the child was not feeling well, and even then the person who did the massage was the dukun. The baby's mother said that her baby's weight increased very little, in fact there were 3 children whose weight did not increase. The aim of this research was to determine the effect of baby massage on increasing body weight. This research method uses an experimental design with a Pretest - Posttest design. The total sample was 15 respondents who were babies aged 0-12 months. The instrument uses SOP (Standard Operating Procedure) for baby massage and weight observation sheets. The intervention was given for 12 days. Bivariate test using t-test. The results of the study showed that there was an effect of baby massage on body weight with a p-value of 0.000. Based on this, it is necessary to carry out ongoing baby massage and weight monitoring through posyandu activities every month. Abstrak Kesehatan anak dimulai sejak periode kehamilan sampai dengan usia remaja. Lima tahun pertama merupakan waktu keemasan bagi anak yang dimulai dari bayi sejak lahir. Pijat bayi atau sering disebut baby massage, merupakan sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Pijat merupakan terapi sentuhan yang sudah lama dikenal orang, namun masih jarang diterapkan oleh orang tua yang mempunyai anak balita. Dampak positif yang dapat ditimbulkan dari pijat bayi adalah adanya peningkatan berat badan bayi apabila dilakukan secara rutin. Selain itu pijat baayi juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur bayi. Dari hasil wawancara pada studi pendahuluan dengan beberapa ibu yang mempunyai bayi, sebagian besar ibu mengatakan jarang memijat bayinya, pijat bayi dilakukan hanya sekali-kali kalau anak kurang enak badan, itupun yang melakukan pijat adalah dukun bayi. Ibu bayi mengatakan berat badan bayinya sedikit sekali peningkatannya, bahkan terdapat 3 anak yang berat badannya tidak mengalami kenaikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadap paningkatan berat badan. Metode penelitian ini menggunakan eksperiment design dengan rancangan Pretest – Postest design. Jumlah sampel 15 responden yang merupakan bayi usia 0-12 bulan. Instrumen menggunakan SOP (Standar Operasional Prosedur) pijat bayi dan lembar observasi berat badan. Pemberian intervensi diberikan selama 12 hari. Uji bivariat menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap berat badan dengan p-value 0,000. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk pijat bayi dan pemantauan berat badan melalui kegiatan posyandu setiap bulan.
STUDI KASUS PENGELOLAAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PIJAT REFLEKSI KAKI Susilo, Adam Firdi; Mustain, Mukhamad; Haryani, Siti; Minardo, Joyo
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 12 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v12i2.6677

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan ketika tekanan darah sistolik meningkat ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Tekanan darah tinggi juga dapat menjadi penyebab gangguan pola tidur.  Hubungan antara tidur dengan hipertensi terjadi akibat aktivitas simpatik pada pembuluh darah sehingga seseorang berpeluang mengalami perubahan curah jantung yang tidak signifikan pada malam hari. Pijat refleksi kaki direkomendasikan pada pasien dengan masalah gangguan pola tidur, karena dapat membantu memperlancar aliran darah dan dapat membantu menstimulasi saraf dan peredaran darah pada tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional berupa studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang mendeskripsikan pengelolaan pemberian pijat refleksi kaki pada lansia yang menderita gangguan pola tidur akibat hipertensi. Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Pengelolaan dilakukan selama empat minggu pada Tn. S berusia 65 tahun. Hasil pengkajian ditemukan pasien mengeluh sulit tidur, sering terjaga, dan tidak puas saat tidur. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur dibuktikan dengan mengeluh sulit tidur dan mengeluh sering terjaga. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat refleksi kaki selama 4 minggu. Evaluasi yang didapatkan yaitu pasien mengatakan puas dengan tidurnya semalam, klien mengatakan badannya segar saat bangun pagi ini, klien juga mengatakan tegang pada tengkuknya sudah tidak terasa. Saran kepada penderita hipertensi untuk menjaga asupan natrium dan berolahraga semampunya.
Kajian Naratif: Kesehatan Kardiovaskuler pada Masa Menopause: Narative Review: Cardiovascular Health During Menopause Jatmiko Susilo; Sari, Kartika; Rini Susanti; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3190

Abstract

Menopause (MP) is associated with a significant increase in blood pressure, body mass index (BMI), obesity, and body fat distribution. At this time, women have a higher risk of cardiovascular disease (PKV) than men according to their age due to reduced levels of endogenous estrogen. This article aims to examine the role of estrogen during MP in relation to the risk of cardiovascular disorders and estrogen replacement therapy. Articles were obtained from PubMed, and ScienceDirect articles, using the keywords “estrogen and MP”; “estrogen and lipid metabolism”, “estrogen and cardiovascular”, and “menopausal hormone therapy”. The final set includes 82 academic articles published from 1998-2024. Estrogens produce increased lipid metabolism, have effects on biomarkers of vascular activity by activating vasodilator pathways and inhibiting vasoconstrictor pathways mediated by the sympathetic nervous system and angiotensin. Estrogen plays an important role in regulating the cardiovascular system. From the perspective of oxidative stress provides a strategy for the treatment of cardiovascular disease in postmenopausal women. Abstrak Menopause (MP) dikaitkan dengan peningkatan signifikan tekanan darah, indeks massa tubuh (IMB), obesitas, dan distribusi lemak tubuh, pada masa ini perempuan memiliki resiko penyakit kardiovaskuler (PKV) lebih tinggi dibanding laki-laki sesuai usianya akibat berkurangnya kadar estrogen endogen. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran estrogen pada masa MP dalam hubungannya dengan resiko gangguan kardiovaskuler serta terapi sulih estrogen.  Artikkel-artikel diperoleh dari PubMed, dan ScienceDirect, menggunakan kata kunci “estrogen dan MP”; “estrogen dan metabolism lipid”, “estrogen dan kardiovaskuler”, “terapi hormon MP”. Set terakhir mencakup 82 artikel akademis tahun terbit 1998-2024. Estrogen meningkatkan metabolisme lipid, memiliiki efek pada biomarker aktivitas pembuluh darah dengan mengaktivasi jalur vasodilator dan menghambat jalur vasokonstriktor yang dimediasi oleh sistem saraf simpatis dan angiotensin. Estrogen berperan penting dalam pengaturan sistem kardiovaskuler. Dari perspektif stres oksidatif memberikan strategi untuk pengobatan penyakit kardiovaskular pada wanita MP.  
Edukasi Pentingnya SI GIGIS (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa TK Nurul Izzah Karminingtyas, Sikni Retno; Dian Oktianti; Siti Haryani
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v4i3.975

Abstract

Balita pendek di Indonesia masih tinggi dan merupakan masalah kesehatan yang harus ditanggulangi. Zat gizi mikro seperti kalsium sangat penting perannya dalam pertumbuhan linier anak. Pertumbuhan yang optimal, terutama memanjangnya tulang, membutuhkan asupan protein dan kalsium dalam jumlah yang cukup. Kalsium berperan penting dalam proses pertumbuhan seseorang terutama pada anak. Kalsium merupakan unsur utama dari tulang dan gigi. Berdasarkan survei yang telah dilakukan perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang edukasi pentingnya suplemen kalsium dan higienitas pada gigi susu di TK Nurul Izzah Candirejo. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi pengetahuan arti penting kalsium dan kebersihan pada gigi susu anak. Kegiatan ini dilakukan pada siswa TK Nurul Izzah, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada awal bulan Februari 2024 dengan tema edukasi Pentingnya Si Gigis (Suplemen Kalsium dan Higienitas Gigi Susu) pada Siswa. Materi yang akan diberikan pada siswa tersebut mencakup pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya kalsium bagi anak, sumber makanan yang mengandung kalsium dan perilaku gosok gigi yang benar. Berdasarkan materi yang sudah disampaikan, para siswa semakin tahu akan pentingnya kebutuhan kalsium dalam makanan dan minuman, contoh sumber kalsium serta cara merawat dan membersihkan gigi yang benar. Hal ini terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat bahwa mereka bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim. Harapan dari kegiatan ini kedepannya para orang tua beserta guru akan lebih selalu memperhatikan dan mengingatkan terkait dengan pentingnya kalsium dan cara merawat gigi yang benar.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja melalui SIDUNA (Edukasi pada Duta Anti Narkoba) di Kabupaten Jepara Eka Adimayanti; Ana Puji Astuti; Siti Haryani; Ahmad Kholid; Eko Susilo; Galeh Septiar Pontang
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3560

Abstract

Teenagers as the next generation of the nation have a responsibility to protect themselves and their peers from the dangers of drugs. Teenagers can play an active role in educating and disseminating information about the dangers of drugs and helping friends who are caught in drug use to get out of the circle. The Anti-Drug Student Ambassador is a program initiated by the DPD BANN Jepara, Jepara Regency Government, BNN Central Java Province and Kesbangpol. Central Java Province. This annual activity aims to recruit students and students as examples in society with the status of drug-free youth. Active roles and high awareness, with the hope that teenagers can become agents of change in eradicating drugs and creating a better future for future generations. Efforts to increase adolescent health knowledge aim to prepare teenagers to become healthy, intelligent, quality, and productive adults and play a role in maintaining, preserving and improving their health.   ABSTRAK Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman sebaya dari bahaya narkoba. Remaja dapat memainkan peran aktif dalam mengedukasi dan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba serta membantu teman-teman yang terjerat dalam penggunaan narkoba untuk keluar dari lingkaran tersebut. Duta Pelajar Anti Narkoba merupakan program yang diinisiasi oleh DPD BANN Jepara, Pemkab. Jepara, BNN Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol. Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Tahunan ini bertujuan untuk menjaring pelajar maupun mahasiswa sebagai contoh di masyarakat dengan status pemuda yang bebas narkoba. Peran aktif dan kesadaran yang tinggi, dengan harapan remaja dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas narkoba dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Upaya peningkatan pengetahuan kesehatan remaja memiliki tujuan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, cerdas, berkualitas, dan produktif dan berperan serta dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dirinya.
Gambaran pengelolaan menyusui tidak efektif dengan pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu post partum spontan di rsud gondo suwarno ungaran: Overview of ineffective breastfeeding management with oxytocin massage and breast care in spontaneous post-partum mothers at gondo suwarno hospital, ungaran Rifqiyati, Difla Azza; Haryani, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2261

Abstract

Menyusui tidak efektif adalah ketidakpuasaan dalam proses menyusui yang dirasakan oleh bayi maupun ibu. Dampaknya ialah ibu mengalami kecemasan, peradangan payudara, produksi ASI tidak lancar Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran mengenai menyusui tidak efektif dengan edukasi menyusui, perawatan payudara dan pijat oksitosin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif bentuk studi kasus untuk menggambarkan masalah pengelolaan pada pasien dengan masalah menyusui tidak efektif.’Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria ibu post partum spontan kelahiran anak pertama. Pengelolaan dilakukan selama 2 kali 24 jam dengan hasil masalah menyusui tidak efektif teratasi. Tindakan yang dilakukan adalah edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara. Setelah dilakukan tindakan keperawatan tersebut pasien dapat menjelaskan kembali mengenai edukasi menyusui, pasien mengetahui pentingnya menyusui bagi bayi, dapat melakukan pijat oksitoisn dan perawatan payudara. Selain itu air susu keluar lancar, bayi tidak rewel, serta bayi sudah mau menyusu. Pemberian edukasi menyusui, perawatan payudara serta pijat oksitosin sangat efektif bagi pasien dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif.
Upaya Pencegahan Tindak Kekerasan melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Bullying pada Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Herdinata, Guntur Ratih Prestifa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i1.48

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan dan tak berdaya.  Dampak yang diakibatkan oleh tindakan inipun sangat luas cakupanya.  Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Kasus penganayaan ringan di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 12.211 kasus. Sedangkan penganiayaan berat sebanyak 8.445 kasus.  Pada tahun 2017 total kasus mencapai  33.734 kasus, namun pada tahun 2021 menjadi 20.656 kasus, capaian ini turun 27,69 % dari tahun 2020. Tujuan dilakukan kegiatan agar siswa SMA Negeri 2 Ungaran dapat memperoleh peningkatan kognitif dan afektif  tentang upaya pencegahan tindakan kekerasan/bullying yang terjadi dilingkungan pendidikan, sehingga para siswa memiliki pertahanan mental dan sikap yang baik untuk tidak melakukan atau tidak menjadi korban atas tindakan kekerasan/bullying. Metode pendekatan yang dilakukan melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada siswa dengan memberikan   materi Kesehatan mental pada remaja,  Perilaku kekerasan/ bullying dan resiko yang dihadapi, serta melatih tehnik EFT (emotional freedom technicque) dan (Seft spiritual emosional Freedom Technique). Hasil pelaksanaan Pengetahuan siswa tentang  tindakan perudungan atau bullying sebelum dilakukan pre tes telah memiliki pemahaman yang baik dengan kategori pengetahuan exelent 3.6%,  kategori pengetahan dengan baik sekali 35,7 %, dan pengetahuan dengan hasil baik 14% serta degan kategori cukup 10,7 %.  Pengetahuan siswa setelah post test mendapatkan hasil pengetahuan dengan kategori exxelent :89,3 %, dan pengetahuan dengan kategori baik sekali : 10,7 %.
Sociolect Variations in the Utterances Of Rural and Urban Communities: A Case Study in Cisata District and Pandeglang City Haryani, Siti; Siva, Wina; Idham P. P, Teris; Fadli, Naufal; Ramdhan, Andi; Julianti, Ulfah
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, May - Juny (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates sociolect variation in the speech of rural and urban communities, focusing on Cisata District and Pandeglang City, Banten Province. Using a qualitative-descriptive approach with the ethnography of communication method, the research explores how language use is shaped by education, age, occupation, and location. Data were collected through observations and interviews with selected informants in both areas. Analysis based on Labov’s and Fishman’s theories reveals clear distinctions: rural speakers use Sundanese dialects and informal Indonesian, reflecting traditional lifestyles, while urban speakers prefer standard or semi-formal Indonesian with frequent code-mixing, especially among youth and the educated. The findings show that sociolect variation is influenced not only by geography but also by educational access and social interaction. This research highlights the role of urbanization in shaping language use while underlining the need to preserve local linguistic identities amid social change.