Claim Missing Document
Check
Articles

Iptek bagi Masyarakat Water Tepid Sponge dalam Penanganan Demam pada Anak Balita Siti Haryani; Mukhamad Musta'in; Luvi Dian Afriyani
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v2i1.2063

Abstract

Abstrak Balita yang sedang menderita sakit, tidak sedikit yang memunculkan gejala demam. Penanganan awal demam sangat bergantung pada peran pengasuh balita, terutama ibu. Seorang ibu harus tanggap dan mengetahui cara yang tepat dalam menangani demam. Water tepid sponge adalah salah satu metode penanganan demam berupa teknik kompres hangat yang menggabungkan teknik kompres blok pembuluh darah superfisial dengan teknik seka. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan informasi kepada ibu dengan balita tentang manajemen demamwater tepid spongeyang dapat dilakukan dirumah. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi dan diskusi tentang water tepid sponge. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kompres dalam mengatasi demam pada anak oleh ibu- ibu balita di lingkungan Cekelan RW 04 Madureso Temanggung. Kata Kunci: Water Tepid Sponge; Demam; Balita
Workshop Penanganan Cedera Olahraga dan Pelatihan Penggunaan Kinesioteping pada MGMP PJOK Kabupaten Semarang Herdinata, Guntur Ratih Prestifa; Aristiyanto, Aristiyanto; Haryani, Siti; Eko, Fredy
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 2 (2024): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i2.1237

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kabupaten Semarang merupakan forum profesional guru yang menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk edukasi pertolongan pertama pada cedera olahraga. Workshop dan pelatihan penggunaan kinesiotaping ini adalah pelatihan pertama yang mereka tawarkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan cedera olahraga. Tes pengetahuan awal, penyampaian materi, praktik, diskusi, dan tes pengetahuan akhir adalah metode yang digunakan untuk melaksanakan pelatihan ini. Jumlah peserta adalah 30 orang (seluruh anggota MGMP PJOK Kabupaten Semarang). Temuan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pelatihan, 48% mengalami peningkatan berasal dari pengetahuan awal dan akhir. Kegiatan pelatihan ini berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh peserta, sehingga dapat dikatakan bahwa itu sangat berhasil dan bermanfaat. Kesesuaian materi dengan hasil evaluasi peserta menunjukkan keberhasilan ini. Selain itu, tanggapan positif dari peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat diharapkan peserta. Pelatihan ini membantu mereka menangani masalah dan memahami lebih dalam tentang cedera olahraga, serta melayani pendidikan olahraga kesehatan siswa yang memiliki kebutuhan khusus.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA ASPIRASI BENDA ASING PADA ANAK TODDLER TERHADAP PENGETAHUAN IBU: Influence of Health Education on First Aid for Aspiration in Toddler to Mother's Knowledge Haryani, Siti; Minardo, Joyo; Astuti, Ana Puji
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1761

Abstract

Pendahuluan: Kecelakaan pada toddler diantaranya adalah aspirasi benda asing. Anak toddler kemampuan mengeksplor lingkungan sekitar karena rasa ingin tahu yang tinggi. Jika anak dan orang tua mendapatkan informasi dan bimbingan antisipasi pencegahan kecelakaan, maka kecelakaan dapat dicegah. Studi pendahuluan yang dilakukan melalui kader didapatkan informasi bahwa kurang lebih 3 anak yang  mengalami aspirasi benda asing dalam  satu tahun  terakhir. Data mengenai  aspirasi  benda  asing juga didapatkan  melalui wawancara terhadap 5  ibu  yang  berada  di  wilayah  Candirejo  mengatakan belum  pernah  mendapatkan  informasi  tentang  penanganan  aspirasi  benda asing dari petugas kesehatan maupun media informasi lainnya. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan tentang aspirasi benda asing terhadap pengetahuan ibu. Metode: rancangan analitik komparatif dengan pendekatan   cross sectional. Jumlah sampel  penelitian ini adalah 36 ibu yangg mempunyai anak toddler (1-3 tahun) . Sebelum dilakukan pengambilan data terlebih dahulu dilakukan pemberian informed consent. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan melalui Pendidikan Kesehatan tentang pertolongan pertama aspirasi benda asing pada anak toddler. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan. Hasil: ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan. Simpulan: Pendidikan kesehatan efektif mengingkatkan pengetahuan Ibu dalam pemberian pertolongan aspirasi pada anak. Karena itu, kegiatan  pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat
OPTIMIZING GOLDEN PERIOD THROUGH EARLY DETECTION OF LANGUAGE SKILLS AND MULTILANGUAGE STIMULATION Budiati, Budiati; Hardiany, Dewi Rosnita; Haryani, Siti
Philosophica: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : English Literature Department, Faculty of Economics, Law, and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/po.v4i2.1425

Abstract

The golden period is believed to be the most important period in the growth and development of children in which the brain is developed maximally. Early detection is needed to know the children’s competence and with accurate stimulation, this period can be optimized. Multilanguage stimulation is regarded to be one of the best stimulations to optimize language skills during the golden period. This study aims to find out how early detection and multilanguage stimulation can optimize the golden period. This study was descriptive qualitative research with 9 toddlers aged 1-5 years old and their mothers as the sample. The data were collected with Pre-screening Developmental Questionnaire (PDQ) to get the data of toddlers’ growth and development, and using a questionnaire to get the data of Multilanguage stimulation. From the study, it is found that most of the respondents (88.9%) have good development and only a respondent (11.1%) has a development defect. Whereas, in the multilanguage stimulation it is found that all respondents learned more than one language at the same time. However, most respondents only can use the second and third language little; they use it mix or switch with their mother tongue. They use code-mixing and code-switching with their mother tongue. It can be concluded that early detection is very important in stimulating children’s competence. The children’s language competence however is interfered with by several factors which one of which is accurate stimulation. Multilanguage stimulation will work well if there is a consistency of the surrounding in giving the stimulation.
Pengelolaan Hipertermi pada Anak dengan Kejang Demam di Ruang Dadap Serep RSUD Pandanarang Boyolali Anandha Praba Dhewa; Haryani, Siti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paediatric hyperthermia, especially those accompanied by febrile seizures, is a serious condition that requires appropriate treatment. It can interfere with a child's growth and development and potentially lead to serious complications. Hyperthermia in children, especially those with febrile seizures, is a serious condition that requires proper management. The purpose of this paper is to describe the management of hyperthermia in children with febrile seizures in the Dadap Serep room at Pandanarang Boyolali Hospital. The method used is descriptive with a case study approach through nursing care in the form of assessment, data analysis, formulating nursing diagnosis, planning, nursing implementation and evaluation. The unit of analysis in this case is a child aged 1-3 years with febrile seizures who experiences hyperthermy. Data collection techniques through interviews, physical examination, observation and supporting examinations. Management of hyperthermia is carried out for 3x24 hours, by taking action to identify the cause of hyperthermia, monitor body temperature, loosen clothing, give oral fluids, do water tepid sponge, recommend bed rest, and collaborate on fluid and electrolyte administration. Evaluation of the final results of temperature 37 ° C, the patient's response seemed cheerful, the skin was not reddened and did not limp. Based on the results of the evaluation carried out, it can be concluded that the problem of hyperthermia can be resolved.   Abstrak Hipertermi pada anak, terutama yang disertai dengan kejang demam, merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak serta berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Hipertermi pada anak, terutama yang disertai dengan kejang demam, merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan hipertermi pada anak dengan kejang demam di ruang Dadap Serep RSUD Pandanarang Boyolali. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi. Unit analisis pada kasus ini adalah anak usia 1-3 tahun dengan kejang demam yang mengalami hipertermi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi serta pemeriksaan penunjang. Pengelolaan hipertermi dilakukan selama 3x24 jam, dengan melakukan tindakan mengidentifikasi penyebab hipertermia, memonitor suhu tubuh, melonggarkan pakaian, memberikan cairan oral,  melakukan water tepid sponge, meanjurkan tirah baring, dan mengkolaborasikan pemberian cairan dan elektrolit. Evaluasi hasil akhir suhu 37°C, respon pasien yang tampak ceria, kulit tidak memerah dan tidak lemas. Evaluasi dapat disimpulkan bahwa masalah hipertermi dapat teratasi.
Pengelolaan Defisit Pengetahuan Tentang Nutrisi Bayi Pada Ibu Dengan Post Partum Spontan Dengan Preeklampsia Widiawati, Rita; Siti Haryani
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v1i2.2350

Abstract

Masalah pemberian ASI eksklusif di Indonesia sangatlah memprihatinkan, karena banyak yang lebih memilih susu formula. Sehingga berdampak pada status gizi bayi. Faktor penyebabnya promosi susu formula yang intensif, ibu yang bekerja, dan kurangnya pengetahuan tentang nutrisi bayi. Oleh karena itu, penting memutuskan dalam pemberian ASI eksklusif. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan defisit pengetahuan tentang nutrisi bayi pada ibu yang mengalami postpartum spontan dengan preeklampsia di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kesehatan, khususnya pemberian ASI eksklusif melalui penyuluhan. Pengelolaan defisit pengetahuan tentang nutrisi bayi dilakukan pada pasien yang melahirkan dengan preeklampsia dan mengalami defisit pengetahuan nutrisi bayi. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, analisis data, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Tindakan yang dilakukan meliputi edukasi orangtua di fase bayi, promosi ASI ekslusif, pijat laktasi, dan edukasi nutrisi bayi. Setelah pengelolaan defisit pengetahuan selama 3 hari tentang nutrisi bayi pasien dapat menjelaskan kembali mengenai manfaat ASI eksklusif untuk nutrisi bayi, cara memerah ASI dengan benar dan dampak bila ibu menyusui kurang gizi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar pelayanan kesehatan dapat menyusun jadwal terstruktur yang mencakup informasi yang relevan selama masa kehamilan (antenatal), persalinan (intranatal), dan pasca persalinan (postnatal), terutama informasi terkait dengan nutrisi bayi.
Edukasi Corona Virus Disease dan Pencegahannya Pada Siswa TK Nurul Izzah di Desa Candirejo Ungaran Barat Kabupaten Semarang Puji Astuti, Ana; Haryani, Siti; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.226 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1105

Abstract

Corona virus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease that’s caused by a new type of coronavirus. The disease began with the emergence of a known case of penumonia in Wuhan, China at the end of December 2019 (Li et al, 2020). The disease eventually became a  pandemic problem around the word, including Indonesia. The purpose of this community service activities are to increase the knowledge of kindergarten students about covid-19 disease and it’s prevention, so that it can prevent transmission and increased cased of covid-19. Method of implementation of activities are carried out several stages, namely location obeservation and socialization of health education activities about corona virus. This is health education about its prevention and motivation of students and demonstration of washing hands properly. The result of community service activities are  health education about covid-19, disease prevention of covid-19 and demonstration of correct hand washing steps attended by 31,57% of kindergarten students of Nurul Izzah school with 24 students devided into several small groups. Students can explain about coronavirus disease, this is and its prevention and demonstrate how to wash hands properly step as much as 100%. Based on the result of community service activities need to be followed up is the provision of education canbe given to all students in order to suppress the decreased inthe number of incidents confirmed positively cover cases of covid-19 ang Semarang district area especially green zona.AbstrakCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru. Penyakit ini diawali dengan munculnya kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 (Li et al, 2020). Penyakit ini pada akhirnya menjadi masalah pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa TK terkait penyakit covid-19 dan pencegahannya, sehingga harapannnya dapat mencegah penularan dan peningkatan kasus covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan beberapa tahap, yaitu observasi lokasi dan sosialisasi kegiatan, penyuluhan kesehatan tentang corona virus disease, penyuluhan kesehatan tentang pencegahannya dan motivasi siswa serta mendemonstrasikan mencuci tangan dengan benar. Hasil dari kegiatan ini adalah penyuluhan tentang penyakit covid-19 atau corona virus disease, pencegahan dan demonstrasi mencuci tangan yang benar langkah dihadiri oleh 31,57% siswa TK Nurul Izzah dengan sebanyak 24 siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil dan siswa dapat menjelaskan tentang corona virus disease, pencegahannya serta mendemonstrasikan cara mencuci tangan dengan benar langkah sebanyak 100%. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian perlu
Upaya Deteksi Penyakit Degeneratif untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat pada Warga RT 03, RW 01 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Pujiastuti, Ana; Maksum, Maksum; Ismiryam, Fiktina Vifri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.135 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1600

Abstract

Degenerative disease is a health condition that deteriorate tissues or organs over time. Degenerative disease can be classified into three groups, namely cardiovascular, neoplastic, and nervous system.. WHO stated that degenerative disease is the most common cause of death in the world that has become a global epidemic, especially in countries with medium and small income. The residents of RT 03 RW 01 Candirejo Sub-district have the potential to suffer degenerative disease caused by unhealthy lifestyle. This service activity was aimed to help the residents receive proper information about degenerative disease and detect its indicators by checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid that can be used as a reference for their health status. The approach method is by giving health education about various degenerative diseases and its prevention, as well as medical examination. From the results after conducting service activity on the residents, most of the residents’ knowledge about degenerative disease and its prevention by improving healthy lifestyle are at value 33.3% for very good understanding, 47.6% good understanding, and 19.1% sufficient understanding. Additionally, the results of medical examination shows that 15 people have increased blood pressure from minor to medium, 5 people have increased blood sugar above normal, 5 people have increased cholesterol above normal, and 3 people have increased uric acid.From the results above, , the residents knowledge and understanding of degenerative diseases have increased. Furthermore, from the medical examination results, there are some residents who have increased their blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid above normal.ABSTRAKPenyakit degenerative adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ tubuh memburuk dari waktu kewaktu. Penyakit degenerative diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu kardiovaskular, neoplastic, dan system saraf. WHO menyatakan penyakit degenerative merupakan penyakit penyebab kematian terbesar didunia yang telah menjadi epidemic global terutama dinegara dengan tingkat pendapatan sedang dan kecil. Warga masyarakat RT 03 RW 01 kelurahan candirejo termasuk warga masyarakat yang mempunyai potensi mengalami penyakit degenerative yang diakibatkan oleh faktor resiko gaya hidup tidak sehat. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini agar para warga mendapatkan informasi yang benar tentang penyakit degenerative dan deteksi terhadap indicator terjadinya penyakit degenerative pada warga melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat yang dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemeliharaan terhadap status kesehatanya Metode pendekatan yang dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang macam penyakit degenerative dan upaya pencegahannya serta melakukan pemeriksaan kesehatan Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapatkanhasil sebagian besar warga pemahamnanya baik tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya dengan memperbaiki pola hidup sehat sebesar 33.3 % pemahamnan sangat baik, 47,6 % pemahamannya baik, serta 19.1 % pemahamannya cukup. Sedangkan hasil pemeriksaan kesehatan pada warga didapatkan hasil ada 15 warga mengalami peningkatan tekanan darah dari ringan sampai sedang, 5 warga gula darah meningkat diatas normal, 5 warga kolesterol meningkat diatas normal, dan 3 warga mengalami peingkatan asam urat. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuannya tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya, serta terdapat beberapa warga yang hasil pemeriksaan terhadap tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat mengalami peningkatan diatas normal.
Implementasi Deteksi Perkembangan Anak Melalui Pelatihan KPSP ( Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) pada Guru TK Islam Nurul Izzah Haryani, Siti; Astuti, Ana Puji; Minardo, Joyo; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.678 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1622

Abstract

Development is an increase in abilities (skills) in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern, as a result of the maturation process. The purpose of this activity is to provide an overview of the detection of child development through training. The method used is to provide KPSP training (Pre-Development Screening Questionnaire) to teachers at Nurul Izzah Kindergarten in order to detect the development of students according to their age. The result of this activity is that 100% of teachers participate in developmental detection training using KPSP and the development of students who are carried out for developmental detection is in accordance with their age(100%).ABSTRAKPerkembangan merupakan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran tentang deteksi perkembangan anak melalui pelatihan. Metode yang digunakan yaitu memberikan pelatihan KPSP (Kuesioner pra Skrining Perkembangan) kepada para guru di TK Nurul Izzah agar dapat mendeteksi perkembangan para siswa sesuai usianya. Hasil kegaiatan ini adalah 100 % guru mengikuti pelatihan deteksi perkembangan dengan menggunakan KPSP dan perkembangan siswa yang dilakukan deteksi perkembangan sudah sesuai dengan usianya (100%).
Implementasi Pijat Bayi sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3153

Abstract

Stunting is a problem that needs special attention. The result of stunting can cause growth and development to be inhibited. One of the efforts to reduce the incidence of stunting is baby massage. The purpose of this activity is to provide an overview of the baby massage procedure. The method used is to provide health counselling with a demonstration method of baby massage procedures. The target of this activity is mothers who have toddlers. The stages carried out include providing material about baby massage followed by a demonstration of baby massage. At the evaluation stage, participants demonstrated the baby massage that had been taught. The result of this activity was that 90% of the participants could explain and demonstrate the baby massage procedur ABSTRAK                 Stunting merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Akibat stunting dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan menjadi terhambat. Salah satu upaya untuk menurunkan kejadian stunting adalah dengan pijat bayi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran tenatng prosedur pijat bayi. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi prosedur pijat bayi. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai balita. Tahapan yang dilakukan meliputi pemberian materi tentang pijat bayi dilanjutkan demonstrasi pijat bayi. Pada tahap evaluasi dilakukan dengan peserta mendemonstrasikan kembali pijat bayi yang telah diajarkan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta 90% dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan kembali tentang prosedur pijat bayi