Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAWISTA (Limonia acidissima L.): ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ETHANOL EXTRACT OF KAWISTA STEM BARK (Limonia acidissima L.) Listyana Dewi Prastiwi; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.733

Abstract

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan tumbuhan berhabitus pohon, dapat tumbuh setinggi 9 meter. Batangnya relatif kecil dengan cabang dan ranting yang ramping, serta memiliki kebiasaan meluruhkan daunnya. Cabang pohon kawista berkulit batang  kasar dan berduri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan senyawa pada isolat kulit batang kawista. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair, isolasi menggunakan kromatotron, identifikasi senyawa menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Berdasarkan hasil maserasi diperoleh rendemen sebesar 16,53%, fraksinasi diperoleh rendemen etil asetat 28% dan n-heksan 22%. Hasil isolasi diperoleh 2 spot yang berbeda yaitu isolat 1 dan isolat 2. Hasil identifikasi spektrofotometer UV-Vis kedua isolat menandakan bahwa isolat yang dibaca positif mengandung flavonoid golongan flavonol. Hasil FTIR senyawa isolat 1 dan 2 memiliki spektrum senyawa flavonol yaitu dengan adanya gugus karboksil pada bilangan gelombang 1651,83 cm-1 dan 1706,08 cm-1.  Kata kunci : Limonia acidissima L., Isolasi, Spektrofotometer UV-Vis, FTIR
Efektivitas Farmakologi Senyawa Aktif Tumbuhan Mangrove Yang Hidup Di Indonesia Dwi Bagus Pambudi; H Haryoto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v15i1.625

Abstract

Mangroves are ecologically important plants in marine habitats that occupy the coastlines of several countries. Apart from their primary ecological importance, various parts of mangroves are widely used in traditional medicine and are claimed to be effective in treating various diseases. At present, no comprehensive effort has been made to compile and critically analyze the published literature in view of its ethnopharmacological utility. This review aims to provide a comprehensive overview of the biodiversity and distribution of mangrove plants, ethnopharmacology, phytochemical profiles, and pharmacological activities of mangrove plants used as traditional medicine in Indonesia. The method used is by using literature studies from the Science Direct, Pubmed, and Google Scholar database. Result show that In Indonesia, there are 33 types of mangrove species, all of which are traditionally used as medicine, which are spread throughout the archipelago in Indonesia. Bioactive compounds obtained from mangrove plants include polyphenols, flavonoids, alkaloids, carotenoids, tannins, saponins, steroids, amino acids, carbohydrates, proteins, vitamins etc. This review also shows that the pharmacological activities of mangrove plants in general include antimicrobials (such as antibacterial, antiviral and antifungal), anti-inflammatory, anti-ulcer, antidiarrheal, anticancer, antidiabetic, anti-HIV, antinociceptive, hepatoprotective, antiarthritis, analgesic, antioxidant and cytotoxic activities.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL HERBA GELANG BIASA (Portulaca oleracea L.) DENGAN METODE DPPH, FRAP, DAN CUPRAC Tri Aprilianingtyas; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.101

Abstract

Tanaman gelang biasa (Portulaca oleracea L.) atau yang sering disebut Krokot memiliki aktivitas farmakologis sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang mampu membersihkan, menghilangkan, dan menangkal radikal bebas atau pembentukan senyawa oksigen reaktif dalam tubuh. Senyawa kimia yang terkandung pada tanaman gelang biasa (Portulaca oleracea L.) yakni flavonoid yang merupakan senyawa bioaktif utama yang terkandung pada tanaman gelang biasa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur potensi antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etanol herba gelang biasa (Portulaca oleracea L.). Metode yang digunakan untuk menganalisis nilai antioksidan yakni DPPH (2,2- Diphenyl-1-picrylhydrazyl), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity). Hasil dari penelitian yang dilakukan yakni Pengukuran TPC (Total Phenolic Content) sebesar 179,66 mg GAE/g ekstrak. Analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, FRAP, dan CUPRAC didapatkan nilai IC50 berturut-turut 88,08; 297,99; dan -309,06 µg/mL dengan baku pembanding Vitamin E. Intensitas kekuatan antioksidan dari ekstrak etanol herba gelang biasa (Portulaca oleracea L.) yakni sangat kuat.  
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL Plumeria alba L. DAN Plumeria rubra L. TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yulia Dwi Nuryanti; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.105

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit kulit dan keracunan makanan , sedangkan Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) disebabkan karena kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, polifenol dan saponin.Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% (perbandingan 1:10 w/v). Metode Kirby Bauer merupakan metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri. Hasil uji menunjukkan diameter zona hambat ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga Plumeria alba L. dengan konsentrasi 50% terhadap  Escherichia coli lebih tinggi dibandingkan Staphylococcus aureus. Hasil dari penelitian ini daun Plumeria rubra L. terhadap Staphylococcus aureus memiliki zona hambat paling besar diantara bagian tanaman yang lain yaitu 10,38 mm. Kulit cabang  Plumeria rubra L. dan bunga Plumeria alba L. memiliki zona hambat sebesar 9,38 mm. Hasil skrining fitokimia dari kedua simplisia mengandung senyawa alkaloid dan polifenol, kedua simplisia tersebut tidak mengandung senyawa terpenoid, steroid dan flavonoid. Bagian daun dan bunga Plumeria alba L. tidak mengandung senyawa saponin.
REVIEW : AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI TANAMAN KAPULAGA (Amomum compactum) Muhammad Irfan; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.117

Abstract

Tanaman kapulaga (Amomum compactum) adalah tanaman empon-emponan yang banyak digunakan atau dikonsumsi oleh sebagian banyak masyarakat terutama di Indonesia sebagai bumbu dapur atau sebagai pengobatan tradisional. Tanaman kapulaga terdapat senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Tujuan dari studi literature ini untuk mengkaji informasi terkait dari aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Metode yang digunakan adalah dengan penelusuran artikel nasional atau internasional dengan menggunakan data base Google scholar, pubmed, dan scientdirect. Kata kunci yang digunakan adalah Amomum compactum, dan flavonoid. Selanjutnya kriteria inklusi yang dipakai adalah literature primer yang sudah dipublikasi dengan rentang tahun 2012-2022 dengan membahas aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Kriteria eksklusi adalah artikel yang membahas tentang aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga yang dipublikasi sebelum tahun 2012 dan tidak dapat diakses secara menyeluruh atau full text. Studi literatur ini menunjukkan tanaman kapulaga memiliki potensi sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes, sitotoksik, antiinflamasi, dan antikarsinogenik.
Perempuan Berdaya sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Hafiz Ramadhan; Cast Torizellia; Dyera Forestryana; Muhtadi Muhtadi; Haryoto Haryoto; Suranto Suranto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12808

Abstract

ABSTRAK Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8 %. Stunting disebabkan oleh faktor langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi serta faktor tidak langsung seperti faktor sosial, ekonomi, budaya dan politik. Kegiatan yang diupayakan pemerintah untuk perbaikan gizi untuk pencegahan stunting adalah Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) tidak terlepas dari pengetahuan orangtua terutama ibu dalam pengolahanya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan pengolahan MP-ASI yang terbuat dari bahan pangan lokal daun kelor dan ubi jalar orange sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan dan Pelatihan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan yaitu sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2023 dengan jumlah responden 26 orang terdiri dari kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan responden mengalami peningkatan pengetahuan dari mayoritas pengetahuan cukup menjadi pengetahuan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama 1000 HPK agar dapat mempercepat penurunan stunting di Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Ubi Jalar Orange, Perempuan Berdaya  ABSTRACT The prevalence of stunting in Indonesia is 30.8%. Stunting is caused by direct factors such as food intake and infectious diseases as well as indirect factors such as social, economic, cultural and political factors. The activity that the government is trying to improve nutrition to prevent stunting is the provision of complementary foods for breast milk (MP-ASI). Providing Complementary Food for Breast Milk (MP-ASI) cannot be separated from the knowledge of parents, especially mothers, in processing it. This activity aims to provide assistance to the community through counseling and training on processing MP-ASI made from local food ingredients Moringa leaves and orange sweet potatoes as an effort to prevent stunting. The methods used in community service activities are counseling and training. The activity was carried out for 3 months, namely from August to October 2023 with a total of 26 respondents consisting of posyandu cadres, pregnant women, breastfeeding mothers, mothers with babies and toddlers. The results of community service show that respondents experienced an increase in knowledge from the majority having sufficient knowledge to good knowledge. It is hoped that this activity can be carried out sustainably by carrying out monitoring and evaluation for 1000 HPK in order to accelerate the reduction of stunting in Mekar Sari Village, Tatah Makmur District, Banjar Regency. Keyword: Stunting, Moringa Leaves, Orange Sweet Potatoes, Empowered  Women
Phytochemical and Cytotoxic Test of Durio kutejensis Root Bark on MCF-7 Cells Muhammad Priyadi; Haryoto Haryoto; Amaliyah Dina Anggraeni; Heng Yen Khong
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i1.1443

Abstract

Durio kutejensis has known potential as herbal medicine in Kalimantan. Many things can be explored from D. kutejensis related pharmacological activity in every part of the plant included root bark. This study investigated the phytochemical content with a qualitative test and tested cytotoxic activities of D. kutejensis root bark on MCF-7 cell lines. Cytotoxic activity tested on MCF-7 cells with MTT assay method. The result showed that D. kutejensis root bark contains flavonoid, tannin, terpenoid, phenol, and saponin. IC50 value for ethanol extracts of root bark, n-hexane fractions, ethyl acetate fractions, and doxorubicin on MCF-7 cells were 761.29; 280.5; 207.08; and 0.25 μg/mL, respectively. In conclusion, D. kutejensis root bark has some secondary metabolites but no cytotoxic activity on MCF-7 cells. Further research is needed to explore the anticancer activity of secondary metabolites on some other cancer cells and other pharmacological activities.
UJI EFEKTIFITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SIRSAK TERHADAP SEL T47D Firstca Aulia Rachma; Haryoto; Peni Indrayudha
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Tanaman sirsak (Annona muricata L.) merupakan bahan alam yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik dari simplisia kulit batang sirsak (Annona muricata L.) terhadap sel T47D. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT dengan menggunakan 4 seri konsentrasi, yaitu 250; 125; 62,50; 31,25 dan 15,63 µg/mL dengan kepadatan sel 10.000 sel/sumuran. Identifikasi golongan senyawa kimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan fase diam silika GF254 dan fase gerak etil asetat : n-heksan 8:2 menggunakan beberapa pereaksi semprot yaitu FeCl3, Lieberman Burchard, Vanilin, Sitroborat, dan Dragendorff. Hasil uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang sirsak (Annona muricata L.) kurang poten dalam menghambat sel kanker payudara dengan nilai IC50 sebesar 221,81 µg/mL.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume.): ISOLATION AND IDENTIFY OF ETHANOL EXTRACT OF MAREME LEAVES (Glochidion arborescens Blume.) Niati Ambarsari; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.407

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Daun Mareme dapat digunakan sebagai obat tradisional dan diduga mengandung senyawa aktif antioksidan golongan flavonoid dan fenol. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) merupakan metode yang digunakan untuk identifikasi gugus fungsi pada suatu sampel dan salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat daun Mareme. Serbuk daun Mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum serta diisolasi menggunakan kromatotron. Isolat daun Mareme diidentifikasi menggunakan FT-IR. Ekstrak kental daun Mareme diperoleh sebanyak 95,52 gram dan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tannin dan polifenolat. Fraksi non polar diperoleh sebanyak 3,75 gram, fraksi semi polar sebanyak 3,90 gram dan fraksi polar sebanyak 3,25 gram, serta diperoleh isolat sebanyak 850 mg. Isolat daun maeme memiliki gugus fungsi -OH, - CH alifatik, -C=O ester, dan -C-O, dari hasil analisis FT-IR isolat daun Mareme mengandung senyawa flavonoid.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANTIPROLIFERASI ISOLAT HERBA TESPONG (Oenanthe javaniva Blume DC) TERHADAP SEL MCF 7: CYTOXIC ACTIVITY TEST AND ANTIPROLIFERATION OF TESPONG HERBAL ISOLATE (Oenanthe javaniva Blume DC) AGAINST MCF 7 CELLS Putri Agustina; Peni Indrayudha; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.504

Abstract

Herba Tespong (Oenanthe javanica (Blume) DC), merupakan salah satu tanaman tradisonal yang telah lama digunakan sebagai obat untuk meringankan berbagai penyakit. Berbagai aktivitas biologis telah diujikan salah satunya adalah antikanker. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa Oenanthe javanica mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin, dan fenol. Pada penelitian lain, ekstrak etanol herba tespong dilaporkan memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 sebesar 91,20 ppm. Dalam penelusuran literatur, belum ditemukan penelitian mengenai uji sitotoksik dan antiproliferasi isolat herba tespong serta identifikasi dari isolate aktifnya. Oleh karena itu, peneltian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dan antiproliferasi dari isolat herba tespong terhadap sel kanker payudara MCF7 dan mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung dalam isolat herba tespong. Metode isolasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kromatografi radial atau kromatotron. Metode MTT digunakan untuk uji aktivitas sitotoksik dengan menggunakan konsentrasi 50; 40; 30; 20 dan 10 µg /mL dan kontrol positif doksorubicin dengan konsentrasi 25; 12,5; 6,25; 3,125 dan 1,625 µg /mL. Metode doubling time dilakukan untuk mengetahui aktivitas antiproliferasi dari isolat herba tespong dengan konsentarsi yaitu nilai IC50 dari uji sitotoksik. FTIR digunakan untuk identifikasi isolat aktif herba tespong. Dari hasil penelitian didapat nilai IC50 isolat aktif herba tespong sebesar 38,079 µg/mL dan dikategorikan sebagai moderat aktif. Hasil doubling time menunjukkan isolat aktif herba tespong mampu memperlambat waktu proliferasi sel MCF7 selama 135,885 jam.
Co-Authors A Anifatussaa'dah abdul, ahwan Abdul, Rasyid Ahwanti Rukdiatma Nur’aini Alfa Frista Amalia Suci Medisusyanti Amaliyah Dina Anggraeni Andi Suhendi Annisa Meyndra Komala Aprilianingtyas, Tri Ardalia Rinanda Oktaviani Ariska Dewi, Triana Arly Syahputri , Janies Azzahra, Hanifa Putri Bama, Samsun Ari Broto Santoso Burhanudin Ichsan Cast Torizellia Chairunnisa, Alya Cita Hanif Muflihah Diah Siwi Ardiyani Dina Ayu Amalia Dwi Bagus Pambudi Dwi Sarbini Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Dyera Forestryana Efendi, Alvira Erika Nuur Anisa Putri Erna Herawati Euis Holisotan Hakim Fahriza Mei Trihatmoko Faridita khoirun Nisa' Fida’ Husain Fidhia Nur Rifaini Firdaus, Gita Firstca Aulia Rachma Frida Rosenova Gita Firdaus Hafid Nugroho Hafiz Ramadhan Haliza Arzeti Nurseptiria Haya Nabilah Utama Heng Yen Khong Henggar Prasetyo Wikan Saputro Hidayah Karuniawati Ida Maesaroh Ikhsan, Maulida Nur Jalifah Latip Joko Kristianto Khusnul Khotimah Kosworo Kosworo Laila Dzafira Lia Dewi Juliawaty Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Listyana Dewi Prastiwi Lusia, Eka Mariska Sri Harlianti Marlupi Dwi Lestari Marsilia Rosa Sinensis HI maryatun maryatun Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Priyadi Muhtadi Muhtadi Munti Sarida Niati Ambarsari Nugroho Adi Suseno Nursalinda Kusumawati Nuryanti, Yulia Dwi Nur’aini, Ahwanti Rukdiatma Peni Indrayudha Pratiwi Widowati Putri Agustina Putri, Annisa Nur Lathifah Amanda Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Rizki Ainun Fitriani Rosnah, Rosnah RR. Ella Evrita Hestiandari Rusdin Rauf Saputri, Luki Rahmadani Tulus Sayyidah Nurul Muslihah Sekarsari, Devina Sendy Pradila Putri Siyama, Anis Sjamsul Arifin Achmad Suranto Suranto Suranto, Choirun Nisa Tanti Azizah Sujono Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Tri Aprilianingtyas Utomo, Chandra Wahyu Vitania Marsya Widowati, Pratiwi Wildan Firdaus, Muhammad Yana Maolana Syah Yulia Dwi Nuryanti Yuliana Dwi Jayanti Yurnanda Ambar Mustika