Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Guided Inquiry-Based Microbiology Modules Based on the Identification of Contaminant Molds in Tomato Fruit to Improve Students' Science Process Skills Naufal Wima Al Fahri; Utami Sri Hastuti; Safwatun Nida
BIOEDUKASI: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 23 No. 3 (2025): Vol. 23, No. 3, October 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v23i3.53749

Abstract

Students often experience difficulties in identifying microbiological specimens due to limitations in preparing and interpreting microscopic slides. This problem is evident in the context of tomato fruits (Solanum lycopersicum), which are widely consumed agricultural commodities but are highly perishable and susceptible to microbial contamination, especially by molds. To address this challenge, this study aims to develop a guided inquiry-based microbiology learning module using tomato mold identification as a case study, with the goal of improving students’ Science Process Skills (SPS). The research was conducted in two stages: (1) laboratory experiments to identify contaminant molds in tomatoes and (2) development of a learning module using the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The sample consisted of 62 microbiology students from the Biology Education Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. A non-randomized control-group pretest–posttest design was employed, the increase in posttest results compared to the pretest was calculated using the N-gain score. Results showed that students’ SPS was still relatively low, particularly in the observing indicators (30.43%) and hypothesizing indicators (43.48%). The developed module integrates real laboratory findings into structured inquiry-based activities, emphasizing hands-on practice, critical thinking, and contextual relevance to agricultural microbiology. Its distinctive features include the use of authentic microbial identification data, scaffolding through guided inquiry steps, and alignment with SPS indicators. This module is expected to provide an effective solution for enhancing students’ SPS in microbiology learning
Duration Effects of Shrimp Paste Storage on ALT of Mold Colonies: Variations by Brand and Pre-Standard Treatment Syafitri, Nur Laila; Hastuti, Utami Sri; Prabaningtyas, Sitoresmi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i3.4690

Abstract

Shrimp paste is a commonly employed condiment or flavoring in culinary preparations. As a result of the nutrients present in shrimp paste, fungi and other microbial contaminants are able to proliferate and develop on the paste. This study aims as follows: 1) to determine ALT measurements of mold colonies to assess the quality of two brands of pre-treated shrimp paste; and 2) to identify contaminating mold species present in steamed and unsteamed shrimp paste prior to storage. Descriptive quantitative and qualitative research methods were employed within the Biology Department of FMIPA UM's Microbiology Laboratory. A series of three samplings were conducted on treated shrimp paste brands A and B, one week apart between each sampling. A volume of 90 ml of 0.1% peptone water was used to dissolve 10 grams of shrimp paste, resulting in a dilution of 10-1; this process was repeated until the dilution reached 10-5. 0. The surface of PDA (Potato Dextrose Agar) medium was inoculated with 1 ml of suspension from each dilution. The medium was subsequently incubated at a temperature of 25oC for 7x24 hours. The findings of this study indicate the following: 1) At the 28th day of storage, both brands of shrimp paste that underwent treatment with steamed and unsteamed shrimp paste remained of acceptable quality for human consumption. 2) In steamed and unsteamed shrimp paste, thirteen species of mold contaminants were identified: Chrysosporium corda, Cladosporium sphaerospermum, Penicillium frequentans, Penicillium chrysogenum, Rhizoctonia sp1., Aspergillus candidus, Fusarium equeseti, Colletotrichum ti, Moniliella acetobutens, and Rhizoctonia sp3
Pemanfaatan limbah klobot salak monik sebagai nata-mocca untuk peningkatan ekonomi desa Utomo, Muhammad Andry Prio; Rakhmawati, Yunita; Daniarsih, Ajeng; Hastuti, Utami Sri; Lestari, Sri Rahayu; Izzalqurny, Tomy Rizky
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i3.22746

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam pembuatan nata menggunakan klobot salak Monik serta branding dan pemasarannya via online. Metode pelaksanaan pelatihan ini adalah learning service dengan pendekatan demonstrasi. Rangkaian acara pelatihan meliputi visitasi dan koordinasi dengan industri keripik salak, simulasi pembuatan nata salak Monik oleh tim, pelatihan kepada peserta, pengisian pre-test dan post-test, dan evaluasi pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan anggota PKK desa Tirtoyudo yang sebagian besar bekerja sebagai karyawati di pabrik industri keripik salak. Pelatihan menghasilkan 20 toples Nata-Mocca yang merupakan nata yang media fermentasinya menggunakan ekstrak limbah salak Monik. Produk Nata-Mocca tersebut telah dikemas secara menarik daa dipasarkan secara online melalui e-commerce Shopee. Berdasarkan hasil pengisian pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan T-test (p>0,05) menunjukkan hasil yang berbeda signifikan sehingga pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan nata. Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan semua indikator dinilai sangat baik oleh 80% peserta. Melalui pelatihan ini diharapkan produk Nata-Mocca olahan limbah klobot dapat dijadikan alternatif untuk peningkatan ekonomi warga desa Tirtoyudo.
Antagonism and mycoparasitism mechanism of T. harzianum against pathogenic fungus species of F. oxysporum and Capnodium sp. Mustofa, Ali; Hastuti, Utami Sri
Inornatus: Biology Education Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Inornatus: Biology Education Journal
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/inornatus.v4i1.581

Abstract

The purpose of this study was to test the ability of T. harzianum to inhibit the growth of pathogenic mold species and to determine the effectiveness of T. harzianum mold species in inhibiting the growth of pathogenic molds, as well as investigate how T. harzianum and pathogenic molds interact with each other. The Microbiology Laboratory of the Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang, is where this research was conducted. The dual culture method was used for this test by using Czapek Agar (CA) medium. The isolated molds were then incubated for 4x24 hours at 25O–27OC. After that, the antagonism power was calculated. The results of macroscopic and microscopic observations were used to assess the mechanism of T. harzianum mold antagonism against pathogenic molds. The results showed that Trichoderma mold species were more resistant to the pathogenic mold Fusarium oxysporum than the pathogenic mold Capnodium. The antagonistic power of T. harzianum was 80%, with the antagonistic power of Capnodium sp. at 66.7%. The mechanism of mycoparasitism occurs when the hyphae of T. harzianum attach or entangle the hyphae of pathogenic molds, causing damage to the hyphal structure and inhibiting the growth of pathogenic molds.
Pengaruh Variasi Macam Gula dalam Beberapa Konsentrasi Terhadap Kualitas Nata De Nira Siwalan (Borassus Flabelliver L.) Pamekasan Madura Kirana, Chandra; Hastuti, Utami Sri; Suarsini, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.099 KB)

Abstract

Siwalan (Borassus flabellifer L.) tersebar luas di Kabupaten Pamekasan salah satunya di desa Kertagenah Laok Kecamatan Kadur.Potensi siwalan yang melimpah dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi salah satunya adalah dalam pembuatan nata de nira siwalan. Kualitas nata dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah macam gula dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variasi macam dan konsentrasi gula terhadap kualitas nata ditinjau dari kadar serat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Nira siwalan diperoleh dari penghasil nira di desa Kertagenah Laok Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Madura. Pembuatan nata dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang sedangkan pengujian kadar serat dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Prosedur penelitian meliputi: (1) perbanyakan starter; (2) pembuatan nata de nira siwalan; (3) penentuan kadar serat nata de nira siwalan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varians (ANAVA) ganda yang dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) jenis gula berpengaruh signifikan terhadap kadar serat nata de nira siwalan; (2) konsentrasi gula berpengaruh signifikan terhadap kadar serat nata de nira siwalan; serta (3) ada pengaruh interaksi jenis dan konsentrasi gula terhadap kadar serat nata de nira siwalan.
Daya Antibakteri Metabolit Kapang Endofit dari Tanaman Obat Ginseng Jawa (Talinum Paniculatum (Jaq.) Gaertn) Terhadap E.Coli dan B.Subtilis Hastuti, Utami Sri; Rahmawati, Indriana; Mastika, Laily Maghfiro Kamil; Asna, Putri Moortiyani Al; Sundari, Syifa
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.376 KB)

Abstract

Kapang endofit hidup di dalam tanaman inang, tetapi tidak bersifat patogen. Beberapa spesies diantaranya mampu menghasilkan metabolit sekunder yang bersifat antibiotik, sehingga mempunyai potensi dimanfaatkan sebagai bahan antibiotik alami. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menguji daya antibakteri metabolit kapang Aspergillus candidus, Fusarium semitectum, dan Fusarium lateritium terhadap E. coli ; 2) menguji daya antibakteri metabolit kapang A. candidus, F. semitectum, dan F. lateritium terhadap B. subtilis ; 3)menguji daya antibakteri metabolit campuran ketiga spesies kapang terhadap E. coli dan B. subtilis. Isolat-isolat kapang A. candidus, F. semitectum, dan F. lateritium diinokulasikan ke dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB) dan dikocok dengan shaker dengan Kecepatan 120 rpm selama 7x24 jam, kemudian disentifugasi dengan kecepatan 3000 rpm. Supernatan dari masing-masing spesies kapang dan campuran ketiga spesies kapang diuji daya antibakterinya terhadap E. coli dan B. subtilis dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian membuktikan bahwa ; 1) Metabolit masing-masing spesies kapang mempunyai daya antibakteri terhadap E. coli dan B. subtilis ; 2) Metabolit A. candidus mempunyai daya antibakteri yang tertinggi baik terhadap E. coli maupun B. subtilis ; 3) Metabolit campuran ketiga spesies kapang mempunyai daya antibakteri terhadapa E. coli dan B. subtilis.
Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan pada Jenang yang Dijual di Trenggalek Rahmawati, Indriana; Hastuti, Utami Sri; Sundari, Syifa; Mastika, Laily Maghfiro Kamil
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.089 KB)

Abstract

Jenang merupakan makanan yang terbuat dari kombinasi beberapa bahan diantaranya tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan tepung beras. Jenang memungkinkan dapat terkontaminasi oleh kapang. Nutrisi yang terkandung dalam bahan pembuatan jenang dapat digunakan oleh kapang untuk tumbuh dan berkembang. Jenang yang terkontaminasi oleh kapang menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies-spesies kapang kontaminan pada jenang yang dijual di Trenggalek yang disimpan selama 7x24jam. Sampel jenang sebanyak 10 gram dihaluskan kemudian dilarutkan dalam 90 mL larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh larutan sampel pada tingkat pengenceran 10-1. Setelah itu dilakukan pengenceran secara bertingkat sehingga diperoleh pengenceran pada tingkat 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Sampel pada masing-masing tingkat pengenceran tersebut diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada medium Potato Dextrosa Agar(PDA), kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 7x24 jam. Masing-masing koloni yang berbeda diisolasi dan diidentifikasi. Pembuatan preparat kapang dilakukan dengan menggunakan metode slide culture. Hasil pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis dideskripsikan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 spesies kapang kontaminan pada jenang yang dijual di Trenggalek, yaitu Aspergillus nidulans (Eidam) Vuill, Penicillium digitatum Sacc.,Cladosporium cladosporioides, Penicillium chrysogenum Thom., dan Mycelia sterilla.
Analisis Pemanfaatan Kulit Buah Naga untuk Pembuatan Yoghurt dari Kulit Buah Naga sebagai Usaha Penganekaragaman Pangan bagi Masyarakat Hanzen, W.F Edi; Hastuti, Utami Sri; Lukiati, Betty
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.317 KB)

Abstract

Buah naga merupakan buah yang sangat diminati oleh masyarakat karena kandungan gizinya yang cukup tinggi dan berkhasiat obat. Bagian buah naga yang dikonsumsi adalah daging buah, sedangkan kulit buah terbuang sebagai limbah. Kulit buah naga memiliki kandungan gizi berupa protein, lemak, karbohidrat (glukosa, maltosa dan fruktosa). Walaupun memiliki Kandungan gizi yang cukup tinggi namun pemanfaatannya masih terbatas. Kulit buah naga sering kali hanya dibuang menjadi limbah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kulit buah naga berpotensi untuk diolah menjadi bahan produk olahan pangan, salah satu diantaranya adalahdiolah menjadi dari yoghurt dari kulit buah naga. Pembuatan yoghurt dari kulit buah naga merupakan salah satu bentuk upaya diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakatat desa wandanpuro terhadap pemanfaatan kulit buah naga untuk pembuatan yoghurt dari kulit buah naga, khususnya pada petani buah-buahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi yang diambil ialah seluruh masyarakat desa Wandanpuro kota Malang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petani buahbuahandidesa Wandanpuro Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Hasil angket dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis angket, didapatkan 93% petani buah-buahan menginginkan produk olahan kulit buah naga dalam bentuk yoghurt dan bersedia mengikuti pelatihan membuat yoghurt dari kulit buah naga, oleh karena itu maka perlu informasi bagi para petani buah-buahan dalam bentuk booklet.
Kajian Penerapan Problem Based Learning Dipadu Numbered Head Together Berbasis Lesson Study Kuniasari, Intan Rezki; Susilo, Herawati; Hastuti, Utami Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.071 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII-D di SMP Negeri 1 Wagir tahun ajaran 2015-2016 pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat konvensional. Selain itu juga pernah diterapkan metode diskusi namun kurang berjalan secara efektif artinya pola diskusi yang belum terarah menyebabkan siswa kurang fokus ketika diskusi kelompok, sehingga di dalam kegiatan diskusi siswa ada yang melamun dan bermain dengan temannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan pembelajaran Problem Based Learning dipadu Numbered Heads Together berbasis Lesson Study. Model pembelajaran PBL dipadu NHT merupakan integrasi kedua model pembelajaran tersebut, dimana disetiap pertemuan diterapkan tahap LS (plan, do, see). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses pembelajaran Biologi untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas VIII-D di SMP Negeri 1 Wagir. Studi ini merupakan sebagian dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson study. Hasil dari see pada open class pertama sudah menunjukkan pola interaksi diskusi yang positif, hal itu ditunjukkan saat siswa sudah terlihat aktif dalam kegiatan diskusi bersama di dalam kelompok dan juga kegiatan presentasi. Namun masih ada beberapa siswa yang terlihat masih bingung dengan pola diskusi yaitu PBL dipadu NHT sehingga ada 2 kelompok yang proses diskusinya belum efektif hal tersebut mempengaruhi saat kegiatan diskusi. Kekurangan dari open class pertama diperbaiki pada open class kedua, yaitu dengan guru menerangkan tahapan langkah pembelajaran PBL dipadu NHT diawal pembelajaran dan melakukan pendampingan kepada siswa saat kegiatan diskusi. Hasil tahap see kedua menunjukkan bahwa siswa telah terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan sehingga siswa telah belajar secara aktif baik dalam kegiatan diskusi dan presentasi. Kesimpulan dari studi pembelajaran ini adalah proses pembelajaran Biologi yang dilakukan menggunakan model PBL dipadu NHT berbasis lesson study dapat mengaktifkan semua siswa dalam kegiatan diskusi dan presentasi.
Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan pada Jamu Serbuk yang Dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri Asna, Putri Moortiyani Al; Mastika, Laily Maghfiro Kamil; Hastuti, Utami Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.115 KB)

Abstract

Jamu adalah obat tradisional hasil ramuan dan warisan secara turun - temurun dari nenek moyang asli masyarakat Indonesia. Jamu adalah obat yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, sari atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan dalam upaya pengobatan berdasarkan pengalaman masyarakat. Jamu serbuk pegal linu dan galian singset merupakan jamu yang paling diminati di Kota Pare Kabupaten Kediri. Seperti halnya produk makanan, jamu serbuk umumnya mengandung bahan nabati yang sensitif terhadap bahaya mikrobiologis berupa kapang kontaminan. Tujuan dari penelitian ini yaitu, (1) Identifikasi spesies kapang kontaminan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri, (2) Penentuan spesies kapang kontaminan dominan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri. Masing masing sampel jamu serbuk masing masing diambil 5 gram sehingga diperoleh 25 gram sampel, kemudian dilarutkan dalam 225 mL larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh larutan sampel pada tingkat pengenceran 10-1. Setelah itu dilakukan pengenceran secara bertingkat sehingga diperoleh pengenceran pada tingkat 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Sampel pada masing-masing tingkat pengenceran tersebut diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada medium lempeng Potato Dextrosa Agar (PDA), kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 5x24 jam. Masing-masing koloni yang berbeda diisolasi dan diidentifikasi kemudian ditentukan spesies kapang yang paling dominan. Pembuatan preparat kapang dilakukan dengan menggunakan metode slide culture. Hasil pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis dideskripsikan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masingmasing jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri terdapat 8 spesies kapang kontaminan, yaitu Aspergillus ochraceous Wilhelm, Aspergillus niger van Tieghem, Aspergillus parasiticus Speare, Aspergillus tamarii Kita, Aspergillus terreus Thorn, Cladosporium herbarum (Pers.) Link ex Gray, Eurotium chevalieri Mangin, dan Penicillium paraherquei Abe ex. G. Smith. Kapang kontaminan paling dominan pada jamu serbuk yaitu Aspergillus niger van Tieghem.
Co-Authors Abdini, Aulia Abdul Fattah Noor Abdul Ghofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Agung Witjoro Ahmad Najib Ajeng Daniarsih Ali Mustofa Ana Syarifatun Nisa Anggia Oktantia Anindya Nirmala Permata Arif Rahman Arini Zahrotun Nasichah Ary Maf’ula Asna, Putri Moortiyani Al Aswal Salewangeng Aziz Tanama Balqis Balqis Betty Lukiati Chandra Kirana Chandra Kirana Chandra Kirana Choirunnisa, Hesti Nur Chomisatut Thoyibah Dina Istia’nah Dwi Listyorini Dwi Rahmawati Dwi Rahmawati Dwi Rakhmawati Dwi Rakhmawati Endang Suarsini Erna Wijayanti Faiza Nur Imawati Ningsih Fatchur Rohman Fatchur Rohman Fatchur Rohman Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Fitri, Rizka Diah Fitria Maulita Fitria Maulita Frida Kunti Setiowati Galina Istiqhfarini Gani, Abdul Rasyid Fakhrun Hadi Suwono Hamidah, Rodiah Amin Hanzen, W.F Edi Hendra Susanto Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Herawati Susilo Herdina Rahma Zalita Hesti Nur Choirunnisa Ibrohim Imam Mudakir Indah Sari Dewi Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Intan Rezki Kurniasari Istamar Syamsuri Izzalqurny, Tomy Rizky Izzatinnisa’ Izzatinnisa’ Khusnul Khotimah Kuniasari, Intan Rezki La Arlan Labibah, Sylvana Bilqis Lely Hermawati Linda Hapsari Linda Hapsari M. Ainur Yaqin M. Amin M. Nidhamul Maulana Mafluhah, Luluk Rofiatul Mahesti, Tika Maknuna, Durrotul Mareta Arisswara Edy Mariyanti Mariyanti Mashuri Saputra Mastika, Laily Maghfiro Kamil Maya Firdausi Prayudhani Muhammad Andry Prio Utomo Muhammad Syamsussabri Murni Sapta Sari Natalia Rosa Keliat Naufal Wima Al Fahri Ningsih, Husdiani Nugraheni, Febriani Sarwendah Asri Nursyahbani Saraha Nurul Yanuarsih Nuzalifa, Yossie Ulfa Otavia Dewi Permata Ika Hidayati Pratama, Ade Wahyu Pratama, Aris Yudha Puspitasari, Dela Reni Putri M. Al Asna Putri Moortiyani Al Asna Qorry Aulya Rohmana Rahel Natalia Saragih Munthe Rahmadyah Kusuma Putri Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Rina Kristina Maria Rizky, Mirza Yanuar Rofiqoh Lailatul Fitriyah Rozana, Kennis Safrudin M. Abidin Saidil Mursali Saidil Mursali Sari, Ria Yustika Siti Aisaroh Siti Annisaa'ul Kariimah Siti Hartina Pratiwi Siti Zubaidah Siti Zubaidah Sitoresmi Prabaningtyas Sri Rahayu Lestari Sueb Sugeng Handiyanto Sugi Hartono Suhadi Suhadi Sulisetijono Sulisetijono Sundari, Syifa Syafitri, Nur Laila Umi Lestari Umu Fatonatul Hidayah W. F. Edi Hanzen W.F Edi Hanzen Wa Ode Nurhawa Yahmi Ira Setyaningrum Yessi Hermawati Yesy Maulina Nadhifah Yheni Sapitri Yulia Venicreata Dipu Yulia Venicreata Dipu Yunita Putri Irsadul Ummah Yunita Rakhmawati Zahida, Nadila Sekar