Claim Missing Document
Check
Articles

Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan pada Jenang yang Dijual di Trenggalek Rahmawati, Indriana; Hastuti, Utami Sri; Sundari, Syifa; Mastika, Laily Maghfiro Kamil
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.089 KB)

Abstract

Jenang merupakan makanan yang terbuat dari kombinasi beberapa bahan diantaranya tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan tepung beras. Jenang memungkinkan dapat terkontaminasi oleh kapang. Nutrisi yang terkandung dalam bahan pembuatan jenang dapat digunakan oleh kapang untuk tumbuh dan berkembang. Jenang yang terkontaminasi oleh kapang menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies-spesies kapang kontaminan pada jenang yang dijual di Trenggalek yang disimpan selama 7x24jam. Sampel jenang sebanyak 10 gram dihaluskan kemudian dilarutkan dalam 90 mL larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh larutan sampel pada tingkat pengenceran 10-1. Setelah itu dilakukan pengenceran secara bertingkat sehingga diperoleh pengenceran pada tingkat 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Sampel pada masing-masing tingkat pengenceran tersebut diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada medium Potato Dextrosa Agar(PDA), kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 7x24 jam. Masing-masing koloni yang berbeda diisolasi dan diidentifikasi. Pembuatan preparat kapang dilakukan dengan menggunakan metode slide culture. Hasil pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis dideskripsikan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 spesies kapang kontaminan pada jenang yang dijual di Trenggalek, yaitu Aspergillus nidulans (Eidam) Vuill, Penicillium digitatum Sacc.,Cladosporium cladosporioides, Penicillium chrysogenum Thom., dan Mycelia sterilla.
Analisis Pemanfaatan Kulit Buah Naga untuk Pembuatan Yoghurt dari Kulit Buah Naga sebagai Usaha Penganekaragaman Pangan bagi Masyarakat Hanzen, W.F Edi; Hastuti, Utami Sri; Lukiati, Betty
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.317 KB)

Abstract

Buah naga merupakan buah yang sangat diminati oleh masyarakat karena kandungan gizinya yang cukup tinggi dan berkhasiat obat. Bagian buah naga yang dikonsumsi adalah daging buah, sedangkan kulit buah terbuang sebagai limbah. Kulit buah naga memiliki kandungan gizi berupa protein, lemak, karbohidrat (glukosa, maltosa dan fruktosa). Walaupun memiliki Kandungan gizi yang cukup tinggi namun pemanfaatannya masih terbatas. Kulit buah naga sering kali hanya dibuang menjadi limbah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kulit buah naga berpotensi untuk diolah menjadi bahan produk olahan pangan, salah satu diantaranya adalahdiolah menjadi dari yoghurt dari kulit buah naga. Pembuatan yoghurt dari kulit buah naga merupakan salah satu bentuk upaya diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman masyarakatat desa wandanpuro terhadap pemanfaatan kulit buah naga untuk pembuatan yoghurt dari kulit buah naga, khususnya pada petani buah-buahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi yang diambil ialah seluruh masyarakat desa Wandanpuro kota Malang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat yang berprofesi sebagai petani buahbuahandidesa Wandanpuro Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket. Hasil angket dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis angket, didapatkan 93% petani buah-buahan menginginkan produk olahan kulit buah naga dalam bentuk yoghurt dan bersedia mengikuti pelatihan membuat yoghurt dari kulit buah naga, oleh karena itu maka perlu informasi bagi para petani buah-buahan dalam bentuk booklet.
Kajian Penerapan Problem Based Learning Dipadu Numbered Head Together Berbasis Lesson Study Kuniasari, Intan Rezki; Susilo, Herawati; Hastuti, Utami Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.071 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII-D di SMP Negeri 1 Wagir tahun ajaran 2015-2016 pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat konvensional. Selain itu juga pernah diterapkan metode diskusi namun kurang berjalan secara efektif artinya pola diskusi yang belum terarah menyebabkan siswa kurang fokus ketika diskusi kelompok, sehingga di dalam kegiatan diskusi siswa ada yang melamun dan bermain dengan temannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan pembelajaran Problem Based Learning dipadu Numbered Heads Together berbasis Lesson Study. Model pembelajaran PBL dipadu NHT merupakan integrasi kedua model pembelajaran tersebut, dimana disetiap pertemuan diterapkan tahap LS (plan, do, see). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses pembelajaran Biologi untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas VIII-D di SMP Negeri 1 Wagir. Studi ini merupakan sebagian dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson study. Hasil dari see pada open class pertama sudah menunjukkan pola interaksi diskusi yang positif, hal itu ditunjukkan saat siswa sudah terlihat aktif dalam kegiatan diskusi bersama di dalam kelompok dan juga kegiatan presentasi. Namun masih ada beberapa siswa yang terlihat masih bingung dengan pola diskusi yaitu PBL dipadu NHT sehingga ada 2 kelompok yang proses diskusinya belum efektif hal tersebut mempengaruhi saat kegiatan diskusi. Kekurangan dari open class pertama diperbaiki pada open class kedua, yaitu dengan guru menerangkan tahapan langkah pembelajaran PBL dipadu NHT diawal pembelajaran dan melakukan pendampingan kepada siswa saat kegiatan diskusi. Hasil tahap see kedua menunjukkan bahwa siswa telah terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan sehingga siswa telah belajar secara aktif baik dalam kegiatan diskusi dan presentasi. Kesimpulan dari studi pembelajaran ini adalah proses pembelajaran Biologi yang dilakukan menggunakan model PBL dipadu NHT berbasis lesson study dapat mengaktifkan semua siswa dalam kegiatan diskusi dan presentasi.
Isolasi dan Identifikasi Kapang Kontaminan pada Jamu Serbuk yang Dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri Asna, Putri Moortiyani Al; Mastika, Laily Maghfiro Kamil; Hastuti, Utami Sri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.115 KB)

Abstract

Jamu adalah obat tradisional hasil ramuan dan warisan secara turun - temurun dari nenek moyang asli masyarakat Indonesia. Jamu adalah obat yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, sari atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan dalam upaya pengobatan berdasarkan pengalaman masyarakat. Jamu serbuk pegal linu dan galian singset merupakan jamu yang paling diminati di Kota Pare Kabupaten Kediri. Seperti halnya produk makanan, jamu serbuk umumnya mengandung bahan nabati yang sensitif terhadap bahaya mikrobiologis berupa kapang kontaminan. Tujuan dari penelitian ini yaitu, (1) Identifikasi spesies kapang kontaminan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri, (2) Penentuan spesies kapang kontaminan dominan pada jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri. Masing masing sampel jamu serbuk masing masing diambil 5 gram sehingga diperoleh 25 gram sampel, kemudian dilarutkan dalam 225 mL larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh larutan sampel pada tingkat pengenceran 10-1. Setelah itu dilakukan pengenceran secara bertingkat sehingga diperoleh pengenceran pada tingkat 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, dan 10-6. Sampel pada masing-masing tingkat pengenceran tersebut diinokulasikan sebanyak 0,1 mL pada medium lempeng Potato Dextrosa Agar (PDA), kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 5x24 jam. Masing-masing koloni yang berbeda diisolasi dan diidentifikasi kemudian ditentukan spesies kapang yang paling dominan. Pembuatan preparat kapang dilakukan dengan menggunakan metode slide culture. Hasil pengamatan morfologi koloni dan mikroskopis dideskripsikan untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masingmasing jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dijual di Kota Pare Kabupaten Kediri terdapat 8 spesies kapang kontaminan, yaitu Aspergillus ochraceous Wilhelm, Aspergillus niger van Tieghem, Aspergillus parasiticus Speare, Aspergillus tamarii Kita, Aspergillus terreus Thorn, Cladosporium herbarum (Pers.) Link ex Gray, Eurotium chevalieri Mangin, dan Penicillium paraherquei Abe ex. G. Smith. Kapang kontaminan paling dominan pada jamu serbuk yaitu Aspergillus niger van Tieghem.
Empowering Students' Ethnomedicine Literacy through Augmented Reality-Assisted Project-Based Ethnobotany Learning Gani, Abdul Rasyid Fakhrun; Hastuti, Utami Sri; Sulisetijono, Sulisetijono; Setiowati, Frida Kunti
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/23cy0m52

Abstract

This research trains the students’ ethnomedicine literacy by using project-based learning and augmented reality assistance and evaluating the learning effectiveness. The research method used was a non-randomized control group pretest-posttest design, and a problem-based learning model was used as a control class. This research evaluates students' ethnomedicine literacy using descriptive statistical data analysis, n-gain scores, and ANCOVA tests. The research results showed differences in ethnomedicine literacy with an ANCOVA significance value of 0.08 between the experimental and control classes. Both classes showed increased ethnomedicine literacy, but the n-gain score for the experimental class was greater than that of the control class. Students' ethnomedicine literacy is higher in the experimental class because there are learning activities that empower ethnomedicine literacy, such as students are trained to be broad-minded, have positive attitudes and behavior related to ethnomedicine studies, working on simple manufacturing projects based on student research to get closer to the environment and society, and using AR as a simulation for testing the antibacterial power of medicinal plants. This research concludes that AR-assisted project-based ethnobotany learning is proven to be able to increase students' ethnomedicine literacy. This research can be helpful as a learning design reference to empower ethnomedicine or other literacy in biology.
Workshop Riset, Penulisan Karya Ilmiah, dan Analisis Statistika Untuk Guru SMPN 1 Sukorejo Sueb Sueb; Utami Sri Hastuti; Siti Zubaidah; Muhammad Syamsussabri
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop telah menjadi keperluan bagi guru untuk melakukan riset, analisis data dengan statistika dan penulisan karya ilmiah. Melalui workshop diharapkan dapat dihasilkan karya ilmiah berupa artikel riset. Tujuan workshop ialah untuk menguji perbedaan hasil sebelum dan sesudah pemberian workshop riset terhadap penulisan karya ilmiah dan analisis statistika sehingga dapat membantu guru dalam menuliskan karya ilmiah. Metode yang digunakan ialah quasi experiment dengan pretest-posttest desain. Guru diberikan pretest sebelum diberikan materi dan di akhir kegiatan diberikan postest. Populasi penelitian iaah seluruh guru di SMPN1 Sukorejo, sampel terdiri dari 29 orang guru. Analisis data dengan paired-t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan workshop dan postest setelah diadakan workshop. Disarankan diadakan workshop serupa di sekolah-sekolah lainnya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengadakan riset, analisis data, dan kemampuan menulis artikel ilmiah.
The Development of a Moodle-Assisted Guided Inquiry Model for General Biology E-Learning to Enhance the Student' Critical Thinking Dispositions Saidil Mursali; Utami Sri Hastuti; Siti Zubaidah; Fatchur Rohman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6282

Abstract

Critical thinking disposition is a component of higher-order thinking skills required to meet 21st-century challenges. This research aimed to develop a Moodle-assisted Guided Inquiry model (GI-Moodle) for General Biology e-learning and to enhance university students' critical thinking disposition. Fenrich's instructional model was used in this development research. Meanwhile, a quasi-experimental study was conducted at the implementation stage. This study was carried out at the Faculty of Applied Science and Engineering, Undikma. The data were collected using validation sheets and the California Critical Thinking Disposition Inventory. Descriptive quantitative analysis and ANCOVA were done. The results revealed that: the general biology e-learning developed was reliable and valid; students' critical thinking disposition increased from the pretest to the posttest, where the GI-Moodle students achieved better than the WhatApp Group-assisted Guided Inquiry students (GI-WAG) and WhatApp Group-assisted Structured Inquiry students (SI-WAG); the implementation of GI-Moodle and GI-WAG E-learning did not have a significant effect, but it was significantly different compared to the SI-WAG class. In conclusion, GI-Moodle is a viable option for enhancing college students critical thinking disposition through General Biology e-learning. It can be a reference for development in other learning
Kualitas Nata de Apple dengan Perbedaan Varietas Apel (Malus sylvestris Mill) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat dan Kadar Serat Fitriyah, Rofiqoh Lailatul; Hastuti, Utami Sri; Witjoro, Agung
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2019): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.734 KB) | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v12i1.27408

Abstract

Apple has the most fruit productio at Batu City. There are two apple  varieties; Manalagi cherry and Anna, but some apple varieties have low quality (grade D). The reason is because of low price and the consumers is not interesting to buy, so grade D apple decreased. An alternative to apply the grade D apple is by using for nata production with addition three sugar sort, that is cane sugar, palm sugar and siwalan sugar as a food diversification. This study aims to (1) examine the effect of varieties of apples on the quality of nata based on the weight, thickness and fiber content, (2) to examine the effect of three kinds of sugar on the quality of nata based on the weight, thickness and fiber content , (3) to analyze the difference effect of apples varieties and sugars sort that produce the highest quality nata. The results showed that (1) the apples varieties has significant effect on the nata quality based on the nata fiber content, but there is no significant effect of apples varieties on the nata quality based on the thickness and weight of nata. varieties Manalagi cherry variety produces the best nata quality based on the fiber content, (2) The sugar sorts significantly affect to the nata quality based on thickness, weight and nata fiber content. The use of palm sugar produces the best nata quality based on the thickness, weight and fiber content, (3) The interaction of apple varieties and sugars sorts significantly affect to the nata quality based on the thickness, weight and nata fiber content. Manalagi cherry variety with the addition of palm sugar gives the best nata quality based on the thickness, weight and fiber content
Co-Authors *Ali Mustofa Abdini, Aulia Abdul Fattah Noor Abdul Ghofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Agung Witjoro Ahmad Najib Ajeng Daniarsih Ana Syarifatun Nisa Anggia Oktantia Anindya Nirmala Permata Arif Rahman Arini Zahrotun Nasichah Ary Maf’ula Asna, Putri Moortiyani Al Aswal Salewangeng Aziz Tanama Balqis Balqis Betty Lukiati Chandra Kirana Chandra Kirana Chandra Kirana Choirunnisa, Hesti Nur Chomisatut Thoyibah Dina Istia’nah Dwi Listyorini Dwi Rahmawati Dwi Rahmawati Dwi Rakhmawati Dwi Rakhmawati Endang Suarsini Erna Wijayanti Faiza Nur Imawati Ningsih Fatchur Rohman Fatchur Rohman Fatchur Rohman Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Fitri, Rizka Diah Fitria Maulita Fitria Maulita Fitriyah, Rofiqoh Lailatul Frida Kunti Setiowati Galina Istiqhfarini Gani, Abdul Rasyid Fakhrun Hadi Suwono Hamidah, Rodiah Amin Hanzen, W.F Edi Hendra Susanto Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Herawati Susilo Herdina Rahma Zalita Hesti Nur Choirunnisa Ibrohim Imam Mudakir Indah Sari Dewi Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Intan Rezki Kurniasari Istamar Syamsuri Izzalqurny, Tomy Rizky Izzatinnisa’ Izzatinnisa’ Khusnul Khotimah Kuniasari, Intan Rezki La Arlan Labibah, Sylvana Bilqis Lely Hermawati Linda Hapsari Linda Hapsari M. Ainur Yaqin M. Amin M. Nidhamul Maulana Mafluhah, Luluk Rofiatul Mahesti, Tika Maknuna, Durrotul Mareta Arisswara Edy Mariyanti Mariyanti Mashuri Saputra Mastika, Laily Maghfiro Kamil Maya Firdausi Prayudhani Muhammad Andry Prio Utomo Muhammad Syamsussabri Murni Sapta Sari Natalia Rosa Keliat Naufal Wima Al Fahri Ningsih, Husdiani Nugraheni, Febriani Sarwendah Asri Nursyahbani Saraha Nurul Yanuarsih Nuzalifa, Yossie Ulfa Otavia Dewi Permata Ika Hidayati Pratama, Ade Wahyu Pratama, Aris Yudha Puspitasari, Dela Reni Putri M. Al Asna Putri Moortiyani Al Asna Qorry Aulya Rohmana Rahel Natalia Saragih Munthe Rahmadyah Kusuma Putri Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Rina Kristina Maria Rizky, Mirza Yanuar Rofiqoh Lailatul Fitriyah Rozana, Kennis Safrudin M. Abidin Saidil Mursali Saidil Mursali Sari, Ria Yustika Siti Aisaroh Siti Annisaa'ul Kariimah Siti Hartina Pratiwi Siti Zubaidah Siti Zubaidah Sitoresmi Prabaningtyas Sri Rahayu Lestari Sueb Sugeng Handiyanto Sugi Hartono Suhadi Suhadi Sulisetijono Sulisetijono Sundari, Syifa Syafitri, Nur Laila Umi Lestari Umu Fatonatul Hidayah W. F. Edi Hanzen W.F Edi Hanzen Wa Ode Nurhawa Yahmi Ira Setyaningrum Yessi Hermawati Yesy Maulina Nadhifah Yheni Sapitri Yulia Venicreata Dipu Yulia Venicreata Dipu Yunita Putri Irsadul Ummah Yunita Rakhmawati Zahida, Nadila Sekar