Claim Missing Document
Check
Articles

Guided inquiry with Moodle to improve students’ science process skills and conceptual understanding Saidil Mursali; Utami Sri Hastuti; Siti Zubaidah; Fatchur Rohman
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 3: June 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i3.27617

Abstract

This study aims to improve and describe science process skills (SPS) and conceptual understanding (CU) college students through guided inquiry learning with Moodle (GI-Moodle). This quasi-experimental study used a pretest-posttest non-equivalent control group design. College students taking general biology courses at Faculty of Applied Science and Engineering (FSTT), Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) participated in this study. They were divided into three classes: the experiment, control 1, and control 2. Their SPS was measured using an essay test instrument containing 18 items, while the CU was examined using 50 items multiple choice test and 5 items essay test. The obtained data were analyzed using the analysis of covariance (ANCOVA) test. The analysis results identified different average students’ SPS and CU before and after they attended the learning processes using GI-Moodle, guided inquiry with WhatsApp group (GI-WAG), and structured inquiry with WhatsApp group (SI-WAG). The experiment class attended learning using GI-Moodle presented a more significant increase of SPS and CU than the students attending the other two learning with GI-WAG and SI-WAG. Therefore, the GI with Moodle learning can be used to improve students’ SPS and CU during post COVID-19 pandemic. Besides, further studies are suggested to use a more number and broader participants and identify the influence of GI-Moodle on other variables.
Uji Daya Antibakteri Ekstrak Biji Pala Myristica fragans Houtt Varietas Tidore 1 Terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli Secara In Vitro Serta Analisis Kandungan Beberapa Senyawa Aktif Antibakteri Nursyahbani Saraha; Utami Sri Hastuti; Betty Lukiati
Jurnal Ilmu Hayat Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v3i12019p13-21

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit saluran pencernaan makanan yang sering menimbulkan masalah yang terjadi di masyarakat Tidore. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Bacillus subtilis dan Escherchia coli. Biji pala dapat digunakan untuk mengobati penyakit diare. Senyawa antibakteri yang terkandung dalam biji pala adalah: flavonoid, tanin, alkaloid, fenolat, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak biji pala Tidore 1 dalam beberapa macam konsentrasi terhadap penghambatan pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherchia coli, menentukan konsentrasi ekstrak biji pala yang paling efektif terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Escherchia coli, serta Menganalisis kandungan beberapa senyawa antibakteri dalam biji pala Tidore 1. dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu: 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% dengan pelarut aquades steril. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi ekstrak biji pala 7% merupakan konsentrasi yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan konsentrasi ekstrak biji pala 5% merupakan konsentrasi yang paling efektif menghambat bakteri Escherchia coli  
Kajian Kualitas Mikrobiologi Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Beku yang Dijual di Supermarket Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Bakteri La Arlan; Utami Sri Hastuti
Jurnal Ilmu Hayat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v7i12023p27-42

Abstract

Ikan tongkol merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kualitas mikrobiologi ikan tongkol beku perlu mendapat perhatian agar tidak merugikan konsumen. Penelitian  ini  bertujuan  untukmenentukan  ALT  koloni  bakteri  ikan  tongkol  beku  yang  dijual  di  tiga supermarket yang berbeda di Kota Malang, menentukan kelayakan konsumsi ikan tongkol beku yang dijual di tiga supermarket yang berbeda di kota Malang berdasarkan ketentuan dari BPOM nomor 13 tahun 2019, serta mendeskripsikanfaktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas mikrobiologi ikan tongkol beku yang  diteliti  berdasarkan  hasil  observasi.Penelitian  ini meliputi  pembuatan  media  PCA,  pengenceran sampel, inokulasi sampel, dan penghitungan ALT koloni bakteri menggunakan metode cawan sebar. Hasil penghitungan nilai ALT koloni bakteri ikan tongkol beku yang dijual oleh supermarket A yaitu9,9 x 106cfu/g, supermarket B yaitu9,0 x 107cfu/gdan Supermarket C yaitu4,3 x 104cfu/g. Ikan tongkol beku yang dijual oleh supermarket A dan supermarket B tidaklayak dikonsumsi, karena melebihi batas maksimum cemaran bakteri berdasarkan ketentuan BPOM. Adapun ikan tongkol beku yang dijual oleh supermarket C masih layak dikonsumsi berdasarkan ketetapan BPOM nomor 13 tahun 2019, yaitu tidak melampaui 1,0 x 106 cfu/g sampel. Hasil wawancara dan observasi oleh peneliti menunjukkan bahwa faktor sanitasi dan higiene berpengaruh terhadapkualitas mikrobiologi sampel ikan tongkol beku, jika ditinjau dari nilai ALT koloni bakteri.
Pengaruh Ragi Tempe dengan Variasi Substrat Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) dan Kacang Kedelai (Glycine max (L) Merill. ) serta Dosis Ragi Tempe terhadap Kualitas Tempe Kedelai Yheni Sapitri; Utami Sri Hastuti; Agung Witjoro
Jurnal Ilmu Hayat Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v2i12018p1-8

Abstract

Tempe adalah makanan alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, terutama kebutuhan protein bagi tubuh. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe adalah kacang-kacangan, terutama kedelai yang dicampur dengan ragi tempe. Ragi tempe pada umumnya dibuat dengan bahan dasar biji kedelai.  Pembuatan ragi tempe dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan lain sebagai alternatif, selain kacang kedelai. Kacang tunggak merupakan salah satu kacang-kacangan Indonesia yang memiliki potensi untuk dijadikan ragi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan ragi dengan perbedaan substrat ragi dari kacang tunggak dan kacang kedelai terhadap kualitas tempe kedelai yang dibuat dengan menggunakan ragi tersebut. Kacang tunggak dan kacang kedelai dibuat dengan proses yang sama dalam membuat ragi yaitu, pencucian, perebusan I, perendaman, perebusan II, pengeringan/penirisan, peragian, pemeraman selama 24 jam, dan pengeringan dibawah sinar matahari. Ragi yang telah dibuat kemudian diaplikasikan untuk membuat tempe kedelai dengan beberapa macam konsentrasi (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat bahan), dan kemudian tempe di uji kualitas organoleptik (tekstur, warna, aroma, rasa) dan kadar protein. Hasil analisis menunjukkan  bahwa tempe yang dibuat dengan ragi substrat kacang tunggak menghasilkan kualitas tempe (organoleptik dan kadar protein) sama baiknya dengan tempe yang dibuat dengan ragi substrat kacang kedelai. Konsentrasi yang baik untuk membuat tempe sehingga menghasilkan kualitas tempe yang baik adalah konsentrasi  0,5%, 1%, dan 1,5%.
Kajian Kualitas Mikrobiologi Permen Labu Kuning berdasarkan Lama Penyimpanan dan Macam Pembungkus Ditinjau dari Angka Lempeng Total Koloni Kapang Linda Hapsari; Utami Sri Hastuti; Sitoresmi Prabaningtyas
Jurnal Ilmu Hayat Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v2i22018p61-73

Abstract

Permen labu kuning adalah produk olahan buah labu kuning yang merupakan makanan khas dari Sumbawa Besar. Dalam permen labu kuning terkandung senyawa-senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh kapang kontaminan untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas permen sehingga mempengaruhi daya tahan simpannya. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mengungkap pengaruh lama waktu penyimpanan, macam pembungkus, dan interaksi lama waktu penyimpanan dan macam pembungkus terhadap kualitas mikrobiologi permen labu berdasarkan ALT koloni kapang. 2) Menentukan batas waktu simpan maksimal permen labu ditinjau berdasarkan ALT koloni kapang yang masih memenuhi syarat batas maksimal dari DIRJEN POM. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama waktu penyimpanan dan macam pembungkus. Sampel permen labu kuning sebanyak 25 gram dihaluskan, kemudian dilarutkan dalam 225 ml larutan air pepton 0,1%, kemudian diencerkan sampai tingkat pengenceran10-6. Inokulasi pada medium lempeng Czapek Agar (CA) masing-masing 0,1 ml dari setiap tingkat pengenceran. Selanjutnya dilakukan penghitungan ALT koloni kapang baik pada sampel yang dibungkus kertas minyak maupun plastik yang telah disimpan selama 0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari , dan 8 hari,  kemudian dirujukkan pada ketetapan dari DIRJEN POM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap ALT koloni kapang, 2) Macam pembungkus dan interaksi antara lama penyimpanan dan macam pembungkus tidak berpengaruh terhadap ALT koloni kapang, 3)Batas waktu simpan pada permen labu kuning yang dibungkus kertas minyak maksimal adalah 4 hari sedangkan yang dibungkus plastik maksimal adalah 6 hari.
The Result of Second Field Test of Cellulose Degrading Bacteria from Mangrove Soil Microbiology Handout Nugraheni, Febriani Sarwendah Asri; Hastuti, Utami Sri; Rohman, Fatchur
Journal of Biological Science and Education Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jbse.v2i1.1227

Abstract

Learning media is one of the most important component in a learning process, both inside or outside a classroom. In order to provide proper learning for students based on the researcher’s prior research, at least, three different field tests are needed. This research is a quasi-experiment, which is provide result of the second field test of cellulose degrading bacteria from mangrove soil microbiology handout both in cognitive and psychomotor ability. The research aims are to describe effect of this microbiology handout on student’s cognitive achievement and gain data about inappropriate laboratory written instruction in this handout. Data gained by conducting learning activities using developed handout which were 2 times in class theory and three times of practical activity using instuctions written in the handout. In the end of class theory activity, students did a posttest to confirm their improvement of cognitive ability while their practical ability was observed using observation sheet along with their activities. Results showed that handout which being tested could improve student cognitive at average level (n gain 0,419). In contrast, several parts of laboratory written instruction need to be fixed to make better microbiology handout. 
Pengemasan dan pemasaran kopi biji salak (Salacca zalaca) melalui e-commerce untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa Utomo, Muhammad Andry Prio; Rakhmawati, Yunita; Daniarsih, Ajeng; Hastuti, Utami Sri; Rozana, Kennis; Zahida, Nadila Sekar; Izzalqurny, Tomy Rizky
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i2.20872

Abstract

Tingginya produksi keripik salak Monik (Salacca zalacca) di desa Tirtoyudo juga diimbangi dengan meningkatnya jumlah limbah biji salak yang dihasilkan. Biji salak umumnya dibuang karena keras dan sulit untuk didegradasi sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang pengemasan produk kopi biji salak Monik dengan easy drip dan pemasarannya melalui e-commerce kepada ibu-ibu PKK Desa Tirtoyudo, Malang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu service learning, sehingga peserta dapat mencoba praktik mengemas produk kopi biji salak dan mengelola tokodi e-commerce setelah materi. Jumlah peserta pada kegiatan pelatihan ini adalah 40 orang. Hasil pelatihan ini adalah produk box kopi biji salak kemasan easy drip dalam box yang menarik dan toko online di Shopee dengan nama Zacco Official Store. Shopee dipilih sebagai e-commerce untuk memasarkan produk karena 50% peserta pelatihan pernah melakukan transaksi di Shopee. Selain itu pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang e-commerce, perkembangan e-commerce di Indonesia dan manfaat e-commerce menjadi 100%. Hasil survey pada akhir pelatihan menunjukkan peserta menilai puas hingga sangat puas untuk pelaksanaan pelatihan ini. Tindak lanjut yang diharapkan dari pengabdian ini adalah produk kopi biji salak Monik dapat teregistrasi di BPOM dan Halal MUI sehingga kualitas produk terjamin.
Potential And Mechanism Antagonistic of Trichoderma sp. Againts Colletotrichum gloeosporioides and C. aotearoa on Avocado Plant (Persea americana Mill) Mafluhah, Luluk Rofiatul; Hastuti, Utami Sri; Prabaningtyas, Sitoresmi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i3.4689

Abstract

The objective of this study is to ascertain the pathogenic and antagonistic fungi that induce disease in avocado plants (Persea Americana Mill), identify the antagonistic fungi with the greatest antagonism potential among a variety of antagonistic fungi, and elucidate the mechanism by which antagonistic fungi inhibit the growth of pathogenic fungi. From January to May 2023, this study was conducted in vitro at the Microbiology Laboratory, State University of Malang, employing a completely randomized design (CRD) comprising six replications and four interventions. The identification of mold was accomplished through macroscopically and microscopically descriptive analysis, followed by a comparison with the mold identification key book. The antagonism process was executed utilizing the dual culture method on PDA medium, and the electron microscope (SEM) was employed to witness the antagonism mechanism. The research findings revealed that T. harzianum spp. and T. viride were identified as antagonist fungi, whereas C. aotearoa and C. gloeospoiroides were identified as pathogenic fungi. The antagonistic fungus T. viride exhibited the greatest degree of antagonism, impeding the growth of C. gloeospoioroides by 77.8%. Observed antagonism occurs when the hyphae of the antagonistic mold ensnare, entangle, and pierce those of the pathogenic mold, causing harm to the region surrounding the pathogenic mold's hyphae and subsequently impeding its growth
Development of Microbiology Module “Antibacterial Effect of Ginger Rhizome Extract to Inhibit the Growth of Propionibacterium acnes Bacteria” as a Teaching Material to Improve Students’ Problem Solving Skill Mahesti, Tika; Hastuti, Utami Sri; Sari, Murni Sapta
BIOEDUKASI Vol 22 No. 3 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v22i3.47971

Abstract

This research is a research and development of module on the topic "Antibacterial Effect of Ginger Rhizome Extract to Inhibit the Growth of P. acnes Bacteria" as a teaching material in the learning process to improve students' problem solving skills. The aim of developing the module is to produce a valid, practical and effective teaching materials. The development of module used ADDIE model. Validation of the Microbiology Module was conducted by Microbiology material expert, learning media and teaching material experts, and Microbiology learning practitioner expert. The effectiveness of Microbiology Module in improving problem solving skills can be known through pretest and posttest scores analyzed through One Way Ancova test. The research and development results show that validation scores by learning media and teaching materials experts were 99.72%, Microbiology material experts were 87.56%, biology education practitioner experts were 99.33%, student practical response results were 87.05%. The efficiency results were 0.00 < 0.05 so it proved that the use of module is effective in the learning process, it can be concluded that the Microbiology Module category as very valid, very practical and effective as teaching material, so it can be used by students in Microbiology courses especially in improving problem solving skills.
A Microbiology Module Development on Antagonism Between Fungi and Bacteria Based on Problem-Based Learning to Improve Student’s Critical Thinking Skills Maknuna, Durrotul; Hastuti, Utami Sri; Prabaningtyas, Sitoresmi
BIOEDUKASI Vol 22 No. 3 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v22i3.50920

Abstract

The purpose of the research is to develop Microbiology Module on the topic "The Antagonism of P. chrysogenum against Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Bacillus subtilis" that have criteria valid, practice, and effective for improve the student’s critical thinking skills. This research type is a quasi-experiment research using a non-randomized pretest-posttest control group design. The learning model uses the ADDIE approach which is implemented with the Problem Based Learning (PBL) model. Data collection uses response questionnaires, pretest and post-test, and validation sheets. The effectiveness of the Microbiology Module in improving students' critical thinking skills can be known through the pretest and post-test scores analyzed through the One Way Ancova test. The research and development result proved that the validation score gives by media and teaching materials experts was 99%, material experts were 98%, and Biology education practitioners were 100% from the student responses were 93%. The p-level results showed 0.00<0.05, so the modules were effective to use in the learning process. The research results proved that a significant difference between the experimental class learned using the Microbiology Module compared to the control class PowerPoint without the Microbiology Module. The modules is valid, practical, and effective to use in improve the student’s critical thinking skills.
Co-Authors *Ali Mustofa Abdini, Aulia Abdul Fattah Noor Abdul Ghofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Agung Witjoro Ahmad Najib Ajeng Daniarsih Ana Syarifatun Nisa Anggia Oktantia Anindya Nirmala Permata Arif Rahman Arini Zahrotun Nasichah Ary Maf’ula Asna, Putri Moortiyani Al Aswal Salewangeng Aziz Tanama Balqis Balqis Betty Lukiati Chandra Kirana Chandra Kirana Chandra Kirana Choirunnisa, Hesti Nur Chomisatut Thoyibah Dina Istia’nah Dwi Listyorini Dwi Rahmawati Dwi Rahmawati Dwi Rakhmawati Dwi Rakhmawati Endang Suarsini Erna Wijayanti Faiza Nur Imawati Ningsih Fatchur Rohman Fatchur Rohman Fatchur Rohman Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Febriani Sarwendah Asri Nugraheni Fitri, Rizka Diah Fitria Maulita Fitria Maulita Fitriyah, Rofiqoh Lailatul Frida Kunti Setiowati Galina Istiqhfarini Gani, Abdul Rasyid Fakhrun Hadi Suwono Hamidah, Rodiah Amin Hanzen, W.F Edi Hendra Susanto Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Henny Nurul Khasanah Herawati Susilo Herdina Rahma Zalita Hesti Nur Choirunnisa Ibrohim Imam Mudakir Indah Sari Dewi Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Indriana Rahmawati Intan Rezki Kurniasari Istamar Syamsuri Izzalqurny, Tomy Rizky Izzatinnisa’ Izzatinnisa’ Khusnul Khotimah Kuniasari, Intan Rezki La Arlan Labibah, Sylvana Bilqis Lely Hermawati Linda Hapsari Linda Hapsari M. Ainur Yaqin M. Amin M. Nidhamul Maulana Mafluhah, Luluk Rofiatul Mahesti, Tika Maknuna, Durrotul Mareta Arisswara Edy Mariyanti Mariyanti Mashuri Saputra Mastika, Laily Maghfiro Kamil Maya Firdausi Prayudhani Muhammad Andry Prio Utomo Muhammad Syamsussabri Murni Sapta Sari Natalia Rosa Keliat Naufal Wima Al Fahri Ningsih, Husdiani Nugraheni, Febriani Sarwendah Asri Nursyahbani Saraha Nurul Yanuarsih Nuzalifa, Yossie Ulfa Otavia Dewi Permata Ika Hidayati Pratama, Ade Wahyu Pratama, Aris Yudha Puspitasari, Dela Reni Putri M. Al Asna Putri Moortiyani Al Asna Qorry Aulya Rohmana Rahel Natalia Saragih Munthe Rahmadyah Kusuma Putri Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Ria Yustika Sari Rina Kristina Maria Rizky, Mirza Yanuar Rofiqoh Lailatul Fitriyah Rozana, Kennis Safrudin M. Abidin Saidil Mursali Saidil Mursali Sari, Ria Yustika Siti Aisaroh Siti Annisaa&#039;ul Kariimah Siti Hartina Pratiwi Siti Zubaidah Siti Zubaidah Sitoresmi Prabaningtyas Sri Rahayu Lestari Sueb Sugeng Handiyanto Sugi Hartono Suhadi Suhadi Sulisetijono Sulisetijono Sundari, Syifa Syafitri, Nur Laila Umi Lestari Umu Fatonatul Hidayah W. F. Edi Hanzen W.F Edi Hanzen Wa Ode Nurhawa Yahmi Ira Setyaningrum Yessi Hermawati Yesy Maulina Nadhifah Yheni Sapitri Yulia Venicreata Dipu Yulia Venicreata Dipu Yunita Putri Irsadul Ummah Yunita Rakhmawati Zahida, Nadila Sekar