Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY OF SEROJA FUNCTIONAL DRINK (LEMONGRASS-ROSELLA-GINGER) ON THE ADDITION OF VARIOUS TYPES OF SWEETENERS Emelda, Plaviana; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Volume 7 Nomor 2
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v7i2.2132

Abstract

Minuman fungsional Seroja merupakan minuman herbal yang telah diformulasikan dengan rasio serai:rosella:jahe 1:2:1. Akan tetapi, untuk lebih dapat diminati diperlukan penambahan pemanis terutama yang berpotensi meningkatkan efek fungsionalnya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh jenis pemanis terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori minuman fungsional berbasis serai (Cymbopogon citratus), rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.), dan jahe (Zingiber officinale Rosc.) atau Seroja. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun atas 5 taraf perlakuan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penambahan pemanis: sukrosa, madu kelulut, stevia dan madu komersial, serta kontrol tanpa pemanis dengan 5 replikasi. Parameter penelitian meliputi warna, pH, TPT, antioksidan, fenol dan anti α-amilase. Parameter sensori akan dilakukan dengan menggunakan uji deskriptif skoring (Skoring Test) dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis pemanis pada minuman fungsional Seroja mempengaruhi karakteristik fisikokimia (pH, TPT, warna L*, a*, b*, antioksidan, fenol, anti α-amilase) dan karakteristik sensori (warna, rasa, kesukaan keseluruhan), namun berpengaruh tidak nyata terhadap sensori tekstur dan aroma. Aplikasi penambahan jenis pemanis madu kelulut pada minuman fungsional Seroja memiliki efek fungsional terbaik, yaitu aktivitas antioksidan 81,16% dan aktivitas anti α-Amilase 29,70%.
KARAKTERISTIK SENSORI JIPANG BERAS MERAH-BIJI LABU DENGAN PEMANIS SUKROSA:MADU KELULUT:STEVIA Billhaq, Sabila Meirizqina; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.90334

Abstract

Jipang merupakan makanan ringan berbentuk granula bar yang bahan dasarnya terbuat dari beras putih atau beras ketan dengan cita rasa manis dan renyah. Madu, sukrosa, stevia, biji labu, dan beras merah digunakan dalam pembuatan produk ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai indeks glikemik dan beban glikemik jipang beras merah dengan biji labu kuning (sukrosa:madu kelulut:stevia) formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan perlakuan pemanis sukrosa:madu kelulut:stevia (28:0:0), (14:14:0), (14:11,5:0,04), (14:7:0,07), (14:3,5:0,12), dan (14:0:0,14) dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan jipang beras merah-biji labu kuning dengan formulasi pemanis madu kelulut meningkatkan rasa asam dan menurunkan rasa manis, sedangkan kebalikannya untuk adanya stevia.
SELAI LEMBARAN NANAS (Ananas comosus) DENGAN FORMULASI PEMANIS SUKROSA, MADU DAN STEVIA Rudin, Iswandi Sapta; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96461

Abstract

Selai lembaran nanas merupakan inovasi produk selai berbentuk lembaran yang lebih praktis dibandingkan selai konvensional. Penggunaan sukrosa sebagai bahan pemanis umum pada selai lembaran memiliki dampak kurang baik bagi kesehatan, sehingga inovasi penambahan pemanis seperti madu TJ dan stevia dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik pemanis sukrosa, madu komersial (TJ), dan stevia berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori selai lembaran nanas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu formulasi pemanis (sukrosa:madu:stevia) pada 6 perlakuan: (100%:0%:0%), (50%:50%:0%), (50%:37,5%:12,5%), (50%:25%:25%), (50%:12,5%:37,5%), dan (50%:0%:50%), masing-masing diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil menunjukkan bahwa formulasi pemanis berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori. Formulasi terbaik adalah sukrosa 50%:madu 12,5%:stevia 37,5%, dengan karakteristik sensori: kenampakan mengkilap, warna kuning/gold, aroma buah, rasa manis, dan tekstur kenyal.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SELAI LEMBARAN NANAS DENGAN FORMULASI PEMANIS SUKROSA, MADU KELULUT DAN STEVIA Aurelia, Michelle Putri; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96136

Abstract

Selai lembaran menjadi salah satu inovasi selai oles yang memenuhi permintaan masyarakat dalam penyajian yang praktis karena memiliki tekstur kompak dan plastis, rasa enak dan aroma netral. Penggunaan sukrosa secara berlebihan membuat selai lembaran mengalami kristalisasi saat penyimpanan sehingga perlu ditambahkan bahan pemanis lain seperti stevia dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sukrosa, madu kelulut, dan stevia yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori selai lembaran nanas terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik di dapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Madu Kelulut 37,5%: Stevia 12,5%. Karakteristik kimia dan sensori selai lembaran nanas dengan penambahan sukrosa, madu kelulut dan stevia pada pelakuan terbaik memiliki rata-rata yang menghasilkan kadar air 9,02%, gula reduksi 31,56%, total padatan terlarut 32,4 ºBrix, warna L* 16,21, warna a* 0,3, warna b* 3,15. Kenampakan selai lembaran nanas mengkilap, berwarna kuning/gold, memiliki rasa manis, ada aroma buah, dan bertekstur kenyal.
KARAKTERISTIK SENSORI TEH HITAM DENGAN BAHAN PENAMBAH CITA RASA Zukhruf, Syaqinah Az; Lestari, Oke Anandika; Maherawati, Maherawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95352

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat disukai oleh masyarakat hampir seluruh di Indonesia. Terdapat berbagai jenis teh, salah satu jenisnya yaitu teh hitam. Pada penelitian ini, menggunakan teh hitam komersial yaitu merk "Poci". Penyajian teh tidak hanya menggunakan penambahan sukrosa saja, akan tetapi dapat dilakukan penambahan dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sensori teh hitam dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu perbedaan bahan penambah cita rasa yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 24 percobaan. Dilakukan uji organoleptik deskriptif kepada 30 panelis dengan parameter warna, rasa manis, rasa asam, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (α=5%) kemudian dilanjutkan dengan BNJ (α=5%). Data hasil uji oranoleptik dianlisis menggunakan metode Kruskal-Wallis (Analysis of variance on ranks) dan dilakukan uji menggunakan metode SPSS atau "Statistical Package for the Social Sciences". Apabila berpengaruh nyata, akan dilanjutkan dengan uji Bonferroni dengan taraf 5% (α = 0,05) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa setiap perlakuan ada yang berpengaruh nyata dan ada yang tidak berpengaruh nyata terhadap setiap parameter.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI - KACANG TUNGGAK Warong, Sepiana Debora; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98070

Abstract

Keripik tempe merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk tempe yang digemari masyarakat karena teksturnya yang renyah dan masa simpannya yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio kacang kedelai dan kacang tunggak terhadap karakteristik fisikokimia keripik tempe yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, yaitu rasio kacang kedelai dan kacang tunggak (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%) dan lima kali ulangan. Parameter fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu tidak larut asam, kadar protein, dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio kacang kedelai dan kacang tunggak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu tidak larut asam dan kadar lemak. Perlakuan terbaik terdapat pada rasio 75% kedelai dan 25% kacang tunggak, dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air 2,23%, kadar abu tidak larut asam 0,09%, kadar protein 15,06%, dan kadar lemak 31,84%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi kacang tunggak hingga 25% masih dapat menghasilkan keripik tempe dengan mutu fisikokimia yang baik sesuai SNI 2602-2018.
Kajian Formulasi Jenis Pemanis Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Permen Jelly Air Serbat Syafitri, Dhea; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati kusuma
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3844

Abstract

Serbat merupakan minuman tradisional menyerupai jamu dengan rasa yang manis dan agak pedas yang khas dari Suku Melayu di Kalimantan Barat. Dikalangan anak - anak air serbat kurang diminati, maka dari itu dibuat inovasi serbat menjadi permen jelly. Permen jelly adalah kembang gula bertekstur lunak, yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan formulasi jenis pemanis  terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu formulasi jenis pemanis  sukrosa, madu kelulut, dan stevia. Formulasi terdiri dari 6 formulasi dengan 4 kali ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun formulasi tersebut terdiri dari, f1 (100%:0%:0%) f2 (50%:37,5%:12,5%), f3 (50%:25%:25%), f4 (50%:12,5%:37,5%), f5 (50%:0%:50%), f6 (50:50:0). Perlakuan terbaik pada penelitian terdapat pada formulasi pemanis f2 yaitu 50%:37,5%:12,5% (Sukrosa : Madu : Stevia). Karakteristik fisikokimia permen jelly serbat dengan perlakuan terbaik memiliki kadar air sebesar 8,35%, gula reduksi 21,51%, flavonoid 1,81%, warna *L sebesar 19,80, warna *a sebesar 3,95, warna *b sebesar 4,78. Karakteristik sensori secara deskritif menunjukkan penampakan sangat mengkilap, warna sangat orange, ada aroma khas serbat, rasa manis, tekstur sangat kenyal, dan kesukaan secara keseluruhan adalah suka.
DESKRIPSI SENSORI MINUMAN LIDAH BUAYA-NANAS DENGAN PENAMBAHAN MADU Dhitasari, Rochmah Mira; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98021

Abstract

Minuman yang digemari saat ini adalah minuman fungsional, yaitu minuman yang menyehatkan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Lidah buaya dan nanas berpotensi sebagai bahan minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Minuman fungsional umumnya perlu bahan tambahan seperti pemanis. Alternatif pemanis alami yang memiliki efek kesehatan sebagai pengganti sukrosa/gula pasir adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi madu terbaik terhadap karakteristik sensori minuman fungsional lidah buaya-nanas. Perlakuan konsentrasi madu yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan atribut penilaian meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan/mouth feel, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi madu berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori. Tingkat kesukaan terbaik berada pada kategori suka, yaitu pada konsentrasi madu 10%, 12,5%, dan 15%. Konsentrasi madu 10% dapat dijadikan rekomendasi dalam mengkonsumsi minuman lidah buaya-nanas. Perlakuan tersebut secara deskriptif memiliki karakteristik warna agak kuning, agak beraroma madu, rasa lebih manis, dan kekentalan agak kental.
KARAKTERISTIK SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI-KACANG MERAH Erawati, Erawati; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96174

Abstract

Pembuatan keripik tempe umumnya menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku, namun sebagian besar kebutuhan kedelai didalam negeri masih impor. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dan diversifikasi bahan baku salah satunya yaitu menggunakan kacang merah yang berpotensi untuk diolah menjadi olahan produk tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi sensori keripik tempe kacang kedelai dan kacang merah pada berbagai rasio kacang kedelai dan kacang merah. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan 5 formulasi rasio kacang kedelai dan kacang merah (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%). Data sensori dianalisis menggunakan statistik non parametrik (Kruskal Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kacang kedelai dan kacang merah berpengaruh nyata terhadap warna dan juga rasa. Hasil diperoleh nilai rata-rata atribut warna 1,8-3,6 (putih lebih kuning hingga kuning kecoklatan), rasa 2,43-3,40 (agak berasa khas tempe-rasa khas tempe), aroma 2,70-3,23 (aroma khas tempe), tekstur 2,80-3,27 (renyah), dan kesukaan keseluruhan 3,13-3,57 (suka-lebih suka).
STUDI JENIS PEMANIS TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI PADA TEH HERBAL DAUN KEJI BELING-KUMIS KUCING Sakapani, Patricia Dayu; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.94813

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu bentuk minuman fungsional yang banyak dikembangkan dari berbagai tanaman berkhasiat, seperti daun keji beling (Strobilanthes crispus) dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai jenis pemanis terhadap karakteristik sensori teh herbal dari kombinasi kedua daun tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan pemanis, yaitu tanpa pemanis, gula pasir, gula kelapa, madu Tj, madu kelulut, dan stevia. Uji sensori dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan dengan skala skoring 1-5. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa jenis pemanis memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna, rasa, dan kesukaan keseluruhan (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur. Perlakuan dengan penambahan gula pasir memberikan nilai tertinggi pada rasa (2,77) dan kesukaan keseluruhan (3,10), sedangkan madu kelulut memberikan nilai tertinggi pada warna (3,80). Berdasarkan hasil tersebut, pemanis gula pasir memberikan karakteristik sensori terbaik dan paling disukai oleh panelis dalam formulasi teh herbal daun keji beling dan kumis kucing.
Co-Authors Agus Setiyono Agustina, Mulya Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Aklisa, Seskia Amalia Nur Aktavia, Risti Ananda, Dzikri Maizan Anggraeni, Wanda Putri Apriani, Sri Devi Aprillia, Nelvy Regina Dwi Arif Hidayatullah Aruntari Junimdiyan Aurelia, Michelle Putri Billhaq, Sabila Meirizqina Boangmanalu, Tania Roitona Brigita Ratna Harsanti brigitta ersa pancarwani Candra Wasis Agun CHANDRA, DEFRI ORCHIO Dewi, Yohana Kusuma Dharmawan, Hanief Dharmawan Dhitasari, Rochmah Mira Didik Wahyudi Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Gusmalawati Dwi Raharjo Dzul Fadly Emelda, Plaviana Erawati, Erawati Eva Mayasari Fabiola, Vonny Faiza, Arnida Nur Farahiyati, Lana Febrianti, Auliadini Feri Kusnandar Fitriani, Wini Dwi Gian Melinda Saputri Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti Hasbullah Hasbullah Hasbullah Ifwarisan Defri Komariyati Komariyati Komariyati Komariyati Kurniawan, Mikhael Ricky Leondro, Henny Lestari, Yessi Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maherawati Maherawati, Maherawati Mardiana Putri Maria Ulfa Marina, Aristawipana Marito, Yohanes Mastira, Susi Musa Alfius Nabilah, Uray Ulfah Nancy Dewi Yuliana Neli Muflihah Nopita Sari Nopita Sari Nur Endah Saputri Nurhasanah Nurhasanah Nurmainah Nurmainah Oktaviani, Sulha Rahmi Palupi, Nurheni Sri Peruwany, Gabriela Plaviana Emelda Prihandini, Peni Wahyu purwayanti, sulvi Putri, Audy Fadzilla PUTRI, MARDIANA Rudin, Iswandi Sapta Sahid, Emif Rezqia Sakapani, Patricia Dayu Salsabhilla, Keisya Aura Saputri, Gian Melinda Saputri, Nur Endah Sari, Diah Puspita Sari, Sandytia Permata Satrijo Saloko Situmorang, Ruth Karen Vania SKD, Yohana Sri Widowati Stephanie, Akuilla Suko Priyono Suko Priyono Surya Abi Alfariz Syafitri, Dhea Syarifah Nabila Taneasy, Ian Tanjung, Safrina Arsi Sekar Th. Candra Wasis Agung Sutignya Tri Rahayuni Utami, Dwi Vonny Fabiola Warong, Sepiana Debora Widadi Padmarsari Soetignya Widoyo, Nurman Alif Yohana S. Kusuma Dewi Yohana S.K. Dewi Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yohanes Marito Yuli Arif Tribudi Zukhruf, Syaqinah Az