Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK SENSORI TEH HITAM DENGAN BAHAN PENAMBAH CITA RASA Zukhruf, Syaqinah Az; Lestari, Oke Anandika; Maherawati, Maherawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95352

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat disukai oleh masyarakat hampir seluruh di Indonesia. Terdapat berbagai jenis teh, salah satu jenisnya yaitu teh hitam. Pada penelitian ini, menggunakan teh hitam komersial yaitu merk "Poci". Penyajian teh tidak hanya menggunakan penambahan sukrosa saja, akan tetapi dapat dilakukan penambahan dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sensori teh hitam dengan bahan penambah cita rasa berupa madu dan susu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu perbedaan bahan penambah cita rasa yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 24 percobaan. Dilakukan uji organoleptik deskriptif kepada 30 panelis dengan parameter warna, rasa manis, rasa asam, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA (α=5%) kemudian dilanjutkan dengan BNJ (α=5%). Data hasil uji oranoleptik dianlisis menggunakan metode Kruskal-Wallis (Analysis of variance on ranks) dan dilakukan uji menggunakan metode SPSS atau "Statistical Package for the Social Sciences". Apabila berpengaruh nyata, akan dilanjutkan dengan uji Bonferroni dengan taraf 5% (α = 0,05) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa setiap perlakuan ada yang berpengaruh nyata dan ada yang tidak berpengaruh nyata terhadap setiap parameter.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI - KACANG TUNGGAK Warong, Sepiana Debora; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98070

Abstract

Keripik tempe merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk tempe yang digemari masyarakat karena teksturnya yang renyah dan masa simpannya yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio kacang kedelai dan kacang tunggak terhadap karakteristik fisikokimia keripik tempe yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, yaitu rasio kacang kedelai dan kacang tunggak (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%) dan lima kali ulangan. Parameter fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu tidak larut asam, kadar protein, dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio kacang kedelai dan kacang tunggak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu tidak larut asam dan kadar lemak. Perlakuan terbaik terdapat pada rasio 75% kedelai dan 25% kacang tunggak, dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air 2,23%, kadar abu tidak larut asam 0,09%, kadar protein 15,06%, dan kadar lemak 31,84%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi kacang tunggak hingga 25% masih dapat menghasilkan keripik tempe dengan mutu fisikokimia yang baik sesuai SNI 2602-2018.
Kajian Formulasi Jenis Pemanis Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Permen Jelly Air Serbat Syafitri, Dhea; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati kusuma
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3844

Abstract

Serbat merupakan minuman tradisional menyerupai jamu dengan rasa yang manis dan agak pedas yang khas dari Suku Melayu di Kalimantan Barat. Dikalangan anak - anak air serbat kurang diminati, maka dari itu dibuat inovasi serbat menjadi permen jelly. Permen jelly adalah kembang gula bertekstur lunak, yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan formulasi jenis pemanis  terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu formulasi jenis pemanis  sukrosa, madu kelulut, dan stevia. Formulasi terdiri dari 6 formulasi dengan 4 kali ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun formulasi tersebut terdiri dari, f1 (100%:0%:0%) f2 (50%:37,5%:12,5%), f3 (50%:25%:25%), f4 (50%:12,5%:37,5%), f5 (50%:0%:50%), f6 (50:50:0). Perlakuan terbaik pada penelitian terdapat pada formulasi pemanis f2 yaitu 50%:37,5%:12,5% (Sukrosa : Madu : Stevia). Karakteristik fisikokimia permen jelly serbat dengan perlakuan terbaik memiliki kadar air sebesar 8,35%, gula reduksi 21,51%, flavonoid 1,81%, warna *L sebesar 19,80, warna *a sebesar 3,95, warna *b sebesar 4,78. Karakteristik sensori secara deskritif menunjukkan penampakan sangat mengkilap, warna sangat orange, ada aroma khas serbat, rasa manis, tekstur sangat kenyal, dan kesukaan secara keseluruhan adalah suka.
DESKRIPSI SENSORI MINUMAN LIDAH BUAYA-NANAS DENGAN PENAMBAHAN MADU Dhitasari, Rochmah Mira; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98021

Abstract

Minuman yang digemari saat ini adalah minuman fungsional, yaitu minuman yang menyehatkan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Lidah buaya dan nanas berpotensi sebagai bahan minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Minuman fungsional umumnya perlu bahan tambahan seperti pemanis. Alternatif pemanis alami yang memiliki efek kesehatan sebagai pengganti sukrosa/gula pasir adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi madu terbaik terhadap karakteristik sensori minuman fungsional lidah buaya-nanas. Perlakuan konsentrasi madu yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan atribut penilaian meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan/mouth feel, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi madu berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori. Tingkat kesukaan terbaik berada pada kategori suka, yaitu pada konsentrasi madu 10%, 12,5%, dan 15%. Konsentrasi madu 10% dapat dijadikan rekomendasi dalam mengkonsumsi minuman lidah buaya-nanas. Perlakuan tersebut secara deskriptif memiliki karakteristik warna agak kuning, agak beraroma madu, rasa lebih manis, dan kekentalan agak kental.
KARAKTERISTIK SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI-KACANG MERAH Erawati, Erawati; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96174

Abstract

Pembuatan keripik tempe umumnya menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku, namun sebagian besar kebutuhan kedelai didalam negeri masih impor. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dan diversifikasi bahan baku salah satunya yaitu menggunakan kacang merah yang berpotensi untuk diolah menjadi olahan produk tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi sensori keripik tempe kacang kedelai dan kacang merah pada berbagai rasio kacang kedelai dan kacang merah. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan 5 formulasi rasio kacang kedelai dan kacang merah (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%). Data sensori dianalisis menggunakan statistik non parametrik (Kruskal Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kacang kedelai dan kacang merah berpengaruh nyata terhadap warna dan juga rasa. Hasil diperoleh nilai rata-rata atribut warna 1,8-3,6 (putih lebih kuning hingga kuning kecoklatan), rasa 2,43-3,40 (agak berasa khas tempe-rasa khas tempe), aroma 2,70-3,23 (aroma khas tempe), tekstur 2,80-3,27 (renyah), dan kesukaan keseluruhan 3,13-3,57 (suka-lebih suka).
STUDI JENIS PEMANIS TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI PADA TEH HERBAL DAUN KEJI BELING-KUMIS KUCING Sakapani, Patricia Dayu; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.94813

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu bentuk minuman fungsional yang banyak dikembangkan dari berbagai tanaman berkhasiat, seperti daun keji beling (Strobilanthes crispus) dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai jenis pemanis terhadap karakteristik sensori teh herbal dari kombinasi kedua daun tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan pemanis, yaitu tanpa pemanis, gula pasir, gula kelapa, madu Tj, madu kelulut, dan stevia. Uji sensori dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan dengan skala skoring 1-5. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa jenis pemanis memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna, rasa, dan kesukaan keseluruhan (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur. Perlakuan dengan penambahan gula pasir memberikan nilai tertinggi pada rasa (2,77) dan kesukaan keseluruhan (3,10), sedangkan madu kelulut memberikan nilai tertinggi pada warna (3,80). Berdasarkan hasil tersebut, pemanis gula pasir memberikan karakteristik sensori terbaik dan paling disukai oleh panelis dalam formulasi teh herbal daun keji beling dan kumis kucing.
Halal Certification Education with Halal Business Actor Statements (Self Declare) at Kelompok UMK Sahabat in Rasau Jaya West Kalimantan Lestari, Oke Anandika; Komariyati, Komariyati
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i1.9479

Abstract

This community service aims to increase the knowledge of MSE in Rasau Jaya, who are members of the “Kelompok UMK Sahabat (KUS)” regarding obtaining halal certification using a halal statement by business actors or Self Declare. The method stages carried out in this activity were identifying KUS profiles, consumer analysis, education, and evaluation. Evaluation was carried out using a questionnaire. The descriptive data obtained was presented in percentage form. The results of this activity showed that 92% of the products produced by KUS were snacks, 78% of KUS consumers stated that halal certification was a determinant in purchasing food products, educational media using brochures was considered to help understand the material provided, and this activity increases knowledge up to 71.43 %. Continuity of activities through assistance in submitting halal certification through the Self Declare was very necessary.
Marmalade’s formulation of Madu Susu Orange (Citrus reticulata) on multiple concentrations of sucrose [Formulasi marmalade jeruk madu susu (Citrus reticulata) pada berbagai konsentrasi sukrosa] Agustina, Mulya; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 30 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v30i1.12-22

Abstract

Generally, the type of orange used in marmalade production is Sunkist oranges.  In this study, Madu Susu Oranges (Citrus reticulata), a local orange variety typically consumed fresh and rarely processed into products, were used as the raw material for making marmalade. Additionally, sucrose is a key ingredient that can influence the balance between pectin and water in marmalade, affecting its characteristics and making it a valuable topic for further research. The main objective of this research was to determine the best sucrose concentration in the Madu Susu Orange marmalade formulation based on its physicochemical and organoleptic characteristics. The research design used was a Randomized Block Design, one factor of the sucrose concentration level (75%, 80%, 85%, 90%, and 95%) in 5 repetitions. The data were analyzed using ANOVA and further tested with the HSD test at a 5% significance level. The determination of the best treatment was conducted using the effectiveness index method. The results showed that the best treatment was at a 95% sucrose concentration with a 0.77 treatment value (TTV). The physicochemical and sensory characteristics of the Madu Susu Orange marmalade at 95% sucrose concentration were: total acidity of 0.52%, pH 5.82, total soluble solids of 68.00%, moisture content of 20.87%, and color values L* 29.94, a* 9.87, b* 49.90. Sensory test results for the best treatment were color 3.80 (liked), texture 3.67 (liked), and taste 4.17 (very liked).
Antihyperglycemic and antioxidant activity of Bajakah herbal tea made from Bajakah rod-Tikung honey-Amblycarpa lime (jeruk Sambal) [Aktivitas antihiperglikemia dan antioksidan minuman teh herbal Bajakah yang dibuat dari madu Tikung-batang Bajakah-jeruk Sambal] Marina, Aristawipana; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 30 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v30i1.23-34

Abstract

Hyperglycemia is characterized by elevated blood glucose levels, defined as instant blood glucose exceeding 200 mg/dL or fasting blood glucose surpassing 126 mg/dL. This condition has the potential to increase free radicals in the body. Using herbal ingredients or herbal drinks can also be a way to control blood glucose and free radicals. The Uncaria genus has functional anti-diabetic properties because it contains alkaloids and flavonoid compounds with antihyperglycemic and antioxidant effects. This study aimed to measure the antioxidant and antihyperglycemic potential of bajakah herbal tea with its raw materials (bajakah wood extract, honey, and Amblycarpa lime (jeruk Sambal)). The formulation of Bajakah herbal tea consists of 19.32 g Amblycarpa lime (jeruk Sambal), 46.38 g Bajakah rod extract, and 57.97 g honey. Antioxidant activity was achieved using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl or DPPH method, and antihyperglycemic methods were used, such as the Oral Glucose Tolerance Test (OGTT). Physical characteristics are also tested for pH, color, and total dissolved solids. Data was analyzed using one-way ANOVA. The results showed that the combination of Bajakah-based herbal drinks, Bajakah herbal tea (123.67 g or equivalent to a carbohydrate content of 50 g), and the single preparation did not have antihyperglycemic activity. However, bajakah herbal tea has the highest antioxidant activity compared to its raw materials.
KARAKTERISTIK PERMEN JELLY BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA BERBAGAI FORMULASI PEMANIS (SUKROSA, MADU KELULUT DAN STEVIA) Anggraeni, Wanda Putri; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99090

Abstract

Permen jelly merupakan kembang gula bertekstur lunak, yang di proses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, madu kelulut dan stevia yang memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori permen jelly terbaik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, gula reduksi, aktivitas antioksidan, warna (L*, a*, b*), serta uji deskriptif sensori. Formulasi terbaik terdapat pada perlakuan 50% sukrosa: 37,5% madu kelulut: 12,5% stevia dengan karakteristik fisikokimia kadar air 15,47%, abu 0,35%, gula reduksi 33,63%, antioksidan 11,07%, warna L* 15,37, a* 0,70, b* -0,29, dan deskripsi sensori menunjukkan penampakan lebih mengkilap, warna lebih ungu, ada aroma bayam merah, rasa manis, tekstur lebih kenyal dan kesukaan keseluruhan lebih suka.
Co-Authors Agus Setiyono Agustina, Mulya Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Aklisa, Seskia Amalia Nur Anggraeni, Wanda Putri Aprillia, Nelvy Regina Dwi Arif Hidayatullah Aurelia, Michelle Putri Billhaq, Sabila Meirizqina Boangmanalu, Tania Roitona Brigita Ratna Harsanti brigitta ersa pancarwani Candra Wasis Agun CHANDRA, DEFRI ORCHIO Dewi, Yohana Kusuma Dhitasari, Rochmah Mira Didik Wahyudi Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Gusmalawati Dwi Raharjo Dzul Fadly Emelda, Plaviana Erawati, Erawati Eva Mayasari Fabiola, Vonny Faiza, Arnida Nur Farahiyati, Lana Febrianti, Auliadini Feri Kusnandar Fitriani, Wini Dwi Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti Hanief Dharmawan Dharmawan Hasbullah Hasbullah Ifwarisan Defri Komariyati Komariyati Komariyati Komariyati Kurniawan, Mikhael Ricky Leondro, Henny Lestari, Yessi Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maherawati Maherawati, Maherawati Maria Ulfa Marina, Aristawipana Marito, Yohanes Mastira, Susi Musa Alfius Nabila, Syarifah Nabilah, Uray Ulfah Nancy Dewi Yuliana Nopita Sari Nurmainah Nurmainah Oktaviani, Sulha Rahmi Palupi, Nurheni Sri Prihandini, Peni Wahyu purwayanti, sulvi Putri, Audy Fadzilla PUTRI, MARDIANA Rudin, Iswandi Sapta Sahid, Emif Rezqia Sakapani, Patricia Dayu Salsabhilla, Keisya Aura Sandytia Permata Sari Saputri, Gian Melinda Saputri, Nur Endah Sari, Diah Puspita Satrijo Saloko SKD, Yohana SRI DEVI APRIANI Sri Widowati Stephanie, Akuilla Suko Priyono Surya Abi Alfariz Syafitri, Dhea Taneasy, Ian Tanjung, Safrina Arsi Sekar Th. Candra Wasis Agung Sutignya Tri Rahayuni Utami, Dwi Warong, Sepiana Debora Widadi Padmarsari Soetignya Widoyo, Nurman Alif Yohana Kusuma Dewi Yohana S. Kusuma Dewi Yohana S.K. Dewi Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yuli Arif Tribudi Zukhruf, Syaqinah Az