Claim Missing Document
Check
Articles

A spatial and SWOT approach to earthquake mitigation strategy Hadizar, M. Roja Nabil; Fista, Aksela Dian; Amelia, Virna; Prayoga, M. Fahry; Haerudin, Nandi; Mulyasari, Rahmi; Catur, Rahmat; Karyanto
Journal of Environment and Geography Education Vol. 2 No. 2: (August) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jegeo.v2i2.2025.2026

Abstract

Background: Bandar Lampung is situated in a seismically active region influenced by the subduction of the Indo-Australian and Eurasian plates, which increases its susceptibility to earthquake hazards. This study aims to evaluate the level of earthquake vulnerability and formulate appropriate mitigation strategies using a spatial and SWOT-based approach. Methods: The methods applied include historical earthquake data analysis, hazard zone mapping, spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS), and a review of existing disaster mitigation policies. Findings: The results indicate that during March 2024, 146 earthquake events were recorded, of which 135 were shallow (<60 km) and mainly concentrated in the subduction zone southwest of Lampung. Vulnerability and population density mapping further identified Kedaton, Rajabasa, and Tanjung Karang Pusat as high-risk districts. Conclusion: Based on these findings, recommended mitigation strategies include the enforcement of earthquake-resistant building codes, integration of risk-based considerations into spatial planning, the development of public education and awareness programs, and the strengthening of early warning systems. The study highlights that a spatially informed and policy-oriented approach can effectively reduce the potential impacts of earthquakes and enhance community resilience in Bandar Lampung City. Novelty/Originality of this article: The novelty lies in combining spatial analysis, vulnerability mapping, and a SWOT-based policy framework to produce integrated and location-specific earthquake mitigation strategies for Bandar Lampung City.
Interpretasi Lapisan Bawah Permukaan Dengan Metode Reduksi ke Kutub dan Pseudogravitasi Berdasarkan Data Geomagnetik Pada Daerah Sesar Lampung-Panjang (Gunung Sulah dan Gunung Banten) Syamsurijal Rasimeng; Muhammad Saipuddin; Annisa Vidia Agustin; Rahmi Mulyasari; Ida Bagus Suananda Yogi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.460

Abstract

Abstract. Faults are areas where earthquakes and potential mass movement disasters are prone to occur. Mount Sulah and Mount Banten are located in the Lampung-Panjang fault area, which has the potential for mass movement due to this fault. This study aims to determine the subsurface rock arrangement using the magnetic method. Data processing begins with making corrections to obtain the total magnetic anomaly. The total magnetic anomaly is then subjected to upward continuation filtering, separation of residual anomalies, reduce-to-pole transformation, pseudogravity transformation, and 2D modeling. The pseudogravity filter results show similarities with the results of pole reduction. The use of RTP (reduce to pole) method correlated with pseudogravity transformation in processing magnetic anomaly data can interpret the subsurface of a research area. Pseudogravity transformation can be utilized as a supportive factor in making cross-sections on the RTP contour map in the 2D modeling process. The research results indicate that the study area of Mount Sulah and Mount Banten has low magnetic anomaly values, by observing the regional geological map of the research area, including the QTl formation, which has low magnetic susceptibility values and the presence of faults impacting mineral distribution and rock composition, ultimately affecting the magnetic susceptibility value in that area. Based on the 2D modeling, there are three subsurface layers. The first layer consists of clay rock with a susceptibility value of 0.025 SI, estimated to be part of the QTl formation. The second layer is composed of schist rock with a susceptibility value of 0.05 SI, estimated to be part of the Pzg formation. Finally, the last layer is the basement layer of basalt lava with a susceptibility value of 0.43 SI, estimated to be part of the Qhvp formation. Keywords: Pseudogravity, magnetic, fault, RTP. Abstrak. Sesar merupakan daerah dimana rawan akan terjadi bencana kegempaan maupun potensi gerakan massa. Gunung Sulah dan Gunung Banten terletak pada daerah sesar Lampung-Panjang yang berpotensi terjadi gerakan massa akibat sesar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan batuan bawah permukaan dengan metode magnetik. Pengolahan data diawali dengan melakukan koreksi-koreksi untuk mendapatkan anomali magnetik total. Anomali magnetik total tersebut selanjutnya dilakukan filter upward continuation, pemisahan anomali residual, reduce to pole, transformasi pseudogravitasi, dan pemodelan 2D. Hasil filter pseudogravitasi memiliki kesamaan dengan hasil dari reduksi ke kutub, penggunaan metode RTP yang dikorelasikan dengan transformasi pseudogravitasi pada pengolahan data anomali magnetik dapat menginterpretasikan bawah permukaan suatu daerah penelitian. Transformasi pseudogravitasi dapat dimanfaatkan sebagai faktor pendukung dalam melakukan sayatan pada peta kontur RTP dalam proses pemodelan 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian Gunung Sulah dan Gunung Banten memiliki nilai anomali magnetik yang rendah, dengan mengamati peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam formasi QTl yang mana memiliki nilai suseptibilitas magnetik yang rendah serta adanya sesar berdampak pada distribusi mineral dan komposisi batuan, yang akhirnya mampu mempengaruhi nilai suseptibilitas magnetik di area tersebut. Berdasarkan pemodelan 2D terdapat 3 lapisan bawah permukaan, pada lapisan pertama merupakan batu lempung dengan nilai suseptibilitas 0,025 SI yang diperkirakan bagian dari formasi QTl, lapisan kedua merupakan batu sekis dengan nilai suseptibilitas 0,05 SI yang diperkirakan bagian dari formasi Pzg. Kemudian lapisan terakhir yaitu lapisan basement lava basalt dengan nilai suseptibilitas 0,43 SI yang diperkirakan bagian dari formasi Qhvp. Kata kunci: pseudogravitasi, magnetik, sesar, RTP.
PEMODELAN SEJARAH PEMENDAMAN 1D SUMUR AIRE PADA AREA SUB-CEKUNGAN JAMBI BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA BATUAN INDUK Hanif, Irfan; Mulyasari, Rahmi; Kurniawan, Andri; Destawan, Ridho
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.53851

Abstract

Sejarah pemendaman merupakan parameter penting dalam analisis pemodelan cekungan untuk memahami evolusi termal dan kematangan batuan induk hidrokarbon yang berperan dalam sistem petroleum. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah pemendaman dan kematangan batuan induk pada Sumur AIRE di Sub-Cekungan Jambi, yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan sebagai salah satu cekungan penghasil hidrokarbon utama di Indonesia. Metode penelitian meliputi analisis geokimia batuan induk, analisis biomarker untuk menentukan lingkungan pengendapan dan korelasi minyak-batuan induk, serta integrasi data log sumur dan biostratigrafi dalam pemodelan sejarah pemendaman 1D. Hasil analisis menunjukkan bahwa Formasi Talangakar merupakan batuan induk yang potensial dengan tingkat kematangan termal dari awal hingga puncak matang. Analisis biomarker mengindikasikan bahwa material organik Formasi Talangakar diendapkan pada lingkungan laut terbuka dengan kontribusi material organik darat dan laut. Hasil pemodelan sejarah pemendaman menunjukkan bahwa Formasi Talangakar mulai memasuki jendela kematangan awal sekitar 13,6 Ma pada kedalaman ±1400 m dan mencapai puncak kematangan sekitar 12,5 Ma pada kedalaman ±1500 m. Temuan ini menegaskan peran Formasi Talangakar sebagai batuan induk utama dalam sistem petroleum di area penelitian.  
Co-Authors adelia, Elsa Adelyra, Sabrina Agus Kuswanto Agustin, Erisa Akbari, Irgi Akroma Hidayatika Akroma Hidayatika Akroma Hidayatika Amelia, Virna Andien, Andien Andini Salsabila ANDRI KURNIAWAN Annisa Vidia Agustin Arianto, Khalila Wardah Arif P Prabowo Az Zahra Putri Sugiarto Bagus Sapto Mulyatno Berliana, Calista Rizky Budi Brahmantyo Catur, Rahmat Chairunisa, Aina Wijdan Dani, Ilham Darmawan, I Gede Boy Dersan Surya Effendi Destawan, Ridho Dewi, Helen Selvia Dewi, Syeikha Puspita Djana, Miftahul Dwi Ratih Purwaningsih Dwiguna, Rezky Ariya Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Erfani, Sandri Ermana, Rinda Fadila, Tiara Andika Fadillah, Muhammad Fatuha, Akmal Alfian Fista, Aksela Dian Ghiffary, Aviv Irfan Wildan Gracia, Christas Hadizar, M. Roja Nabil Hanif, Irfan Hantoro, Andriansyah Surya Hari Wiki Utama Harsyah, Ryan Putra Haryan, Nabilah Bintang Herlian, Faiza Attallah Hesti Hesti Hesti Hesti Hesti Hidayat, Dimas Setiawan Hidayatika, Akroma Husni, Yayan Mi’rojul I Gede Boy Darmawan I Gede Boy Darmawan I Gede Boy Darmawan Ida Bagus Suananda Yogi Ida Bagus Suananda Yogi Idabagus S Yogi Ikhsan Hidayat Imam Setiadi Juliarka, Bella Restu Karyanto Karyanto, Karyanto Karyanto, Karyanto Kelvin Sihotang, Jeremia Kevin Bahy Taufiquds Kumalasari, Isti Nur Kuncoro, Kirana Helga Aimee Lestari, Dwi Apriyanti M. Aditya Makki M. Farhan Al Rasyid Mahli, Razki Alfatah Khairu Manullang, Paulina Beny Claudia Matondang, Pebriadi Halomoan Mauliza, Nadia Muh Sarkowi Muhammad Aditya Makki Muhammad Nurul Muhammad Reza Fahlefi Muhammad Saipuddin Nabila, Salsa Nabilla, Meisha Naimullah, Muhammad Najwa Aulia Izzati Nanda Hanyfa Maulida Nandi Haerudin Nissa, Selvi Hoirun Nofita Fatmawati Noviari, Salsabila Nurlaili, Jesica Octa Della Puspita Ordas Dewanto Pohan, Muhammad Arif Rizki Pramudana, Dhimas Radithya Gading Pranahayu Sekar Winahyu Prayoga, M. Fahry Putri, Priska Adelia Putri, Sefti Amelia Qalbu, Wan Fahayykal Azimah Rafi Rilo Pambudi Rambe, Sibgha Alfirdausi Rasimeng, Karyanto Rasimeng, Syamsurijal Raudhah, Amna Fithri Restu Ningsih Restu Wildanu Ahadi Rezky Ariya Dwiguna Rian Amukti Riduan Riduan, Riduan Rifqi Muhammad Riftyani, Nur Rahma Riki Chandra Wijaya Riki Chandra Wijaya Rinda Ermana Rindiyani, Frans Siska Riza Rahardiawan Rizkiani, Deli Rizkiano, Aldika Said, Yulia Morsa Saippudin, Muhammad Salfira, Ginanda Saputri, Ulva Saputro, Sugeng Purwo Serli Marlina Setyawan, Andika Septa Shella, Karina Pramay Siagian, Keisha Justina Siahaan, Sri Astuti Chrisma Sianturi, Rizky J. Simanjuntak, Anggun Cahyanti Sinambela, Rudy Zefrianto Solihin, Hafiz Ibnu Sopan, Langnanda Ekakurnia Putri Soraya Tiana Dewi Sugeng Purwo Saputro Sugeng Purwo Saputro Sugeng Purwo Saputro Suharno Suharno Suharno Sultan Al Ghifari Supartoyo Supartoyo Syahrani, Hanna Aulia Syamsurijal Rasimeng Tiara Tabitha Titin Yulianti Trada, Arkaan Faruq Trisya Septiana Unila, Hesti_9201 Voanda, Dinda Fitri Wibowo, Rahmat Catur Widiatama, Angga Jati Wijaya, Riki Chandra Winona Putri Prihadita Yadnya, Erlangga Rahardian Yogi, Ida Bagus Suananda Yuniza, Nani Zahiya, Asda Arwa