Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM PENDAMPINGAN MENINGKATKAN KOMPETENSI WIDYAISWARA MENULIS KARYA TULIS ILMIAH DI BKPSDM KARAWANG Solehudin Solehudin; Dayat Hidayat; Nono Heryana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1626

Abstract

Program pendampingan yang efektif memiliki peran kunci dalam meningkatkan kompetensi widyaiswara dalam menulis karya tulis ilmiah. pentingnya pengembangan program pendampingan yang berfokus pada peningkatan kemampuan menulis ilmiah para widyaiswara di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Program yang sukses memerlukan tahapan penting seperti penetapan tujuan yang jelas. membantu peserta dan pendamping untuk memahami apa yang ingin dicapai melalui program ini. Selain itu, pengembangan materi pelatihan yang relevan dan bermanfaat adalah langkah kunci. Materi pelatihan harus mencakup panduan praktis tentang cara menulis karya tulis ilmiah yang baik termasuk penggunaan referensi yang benar, penyusunan argumen yang kuat, dan penelitian yang efektif. Penjadwalan pelatihan juga harus diperhatikan dengan seksama agar dapat mengakomodasi jadwal peserta. Selain itu, alokasi sumber daya yang memadai, seperti tenaga pengajar yang berkualitas dan fasilitas yang memadai, harus dipastikan untuk mendukung pelaksanaan program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang memungkinkan peserta untuk mendalam dalam analisis dan penelitian ilmiah. Hasil evaluasi program pendampingan imenjadi penilaian kritis terhadap efektivitas. Program ini memberikan kontribusi yang signifikan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dan menjadi acuan bagi daerah-daerah lain yang ingin mengembangkan kompetensi widyaiswara melalui program pendampingan yang serupa. Dengan demikian, program ini memiliki dampak jangka panjang yang positif dalam pengembangan sumber daya manusia.
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET B DI PKBM SULTAN HASANUDIN KABUPATEN BEKASI Montero Simbolon; Dayat Hidayat; Tika Santika
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 6 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v6i3.14481

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar warga belajar paket B di PKBM Sultan Hasanudin Kabupaten Bekasi. Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga belajar paket B di PKBM Sultan Hasanuddin Kabupaten Bekasi sebanyak 42 warga belajar. Penelitian ini dilakukan di PKBM Sinar Kabupaten Bekasi. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui skala likert, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data yang di hasilkan, untuk variabel X semua komponen pertanyaan dari X1-X14 dinyatakan valid karena dari nilai perhitungan nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel (0,361). Sedangkan untuk variabel Y semua komponen pertanyaan dari Y1-Y10 dinyatakan valid karena dari nilai perhitungan nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel(0,361). Selanjutnya dilakukan uji reabilitas. Didapatkan hasil output realibility variabel X diperoleh nilai alpha Cronbach sebesar 0,735 satu satuan dengan jumlah. sekitarnya. Namun demikian, pada kenyataan masih ada orang tua yang kurang tepat dalam menentukan bentuk dan cara pembinaan kepribadian kepada peserta didik atau warga belajar. Seharusnya orang tua membentuk kepribadian anak dengan baik, apabila orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap penerapan kepribadian anak dengan baik apabila orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap penarapan kepribadian anak dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab maka akan memiliki kepribadian yang baik juga. Narasumber juga mengatakan setiap warga belajar masih kurang dalam hal pemahaman tentang lingkungan belajar yang mendukung terjadinya perubahan yang baik dari dalam pribadinya, masih rendahnya tingkat kemauan dan kesadaran warga belajar untuk memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi dan dukungan lingkungan sehari-hari dalam proses pembelajaran di kelas, di lingkungan keluarga dan bermasyarakat bermasyarakat. Lingkungan belajar yang kurang baik akan mempengaruhi hasil belajar pada peserta didik/warga belajar dalam mencapai hasil yang optimal. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti telah mengkaji masalah tersebut dengan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Lingkungan Belajar dengan Hasil Belajar Warga Belajar Paket B di PKBM Sultan Hasanudin Kabupaten Bekasi.
Junior High School Students’ Mathematical Modelling Ability in Solving Geometry and Measurements Problems on Asesmen Kompetensi Minimum Maulani, Silvia Fajar; Hidayat, Dayat; Fardah, Dini Kinati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22851

Abstract

The connection between mathematics and the application of mathematical concepts affects all aspects of daily life. Because of the connection between mathematics and the real world through mathematical models, mathematical modelling may help students in understanding this relationship. In the context-based Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) problems, students are asked to solve mathematical problems related to the real world. This study aims to determine the mathematical modelling ability of grade VIII junior high school students in solving AKM problems. The place of research was carried out at SMP Negeri 22 Surabaya. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. Data analysis was carried out by drawing conclusions and describing the percentage of students who achieved certain mathematical modeling indicators. The subjects of this study were twenty-six junior high school students in grade VIII. Students were given a test sheet containing AKM problems in the numeracy section that had been adapted to the geometry and measurements content domain. The results showed that in the geometry and measurements content domain, 77% of students are still in the stage of working mathematically. Students are able to make mathematical modelling used to calculate volume using the formula and calculate water volume using debit and time. However, students still have difficulty in interpreting answers and referring the results of answers that have been obtained with mathematical models to the context of everyday life problem situations given in AKM problems in the geometry and measurement content domain. Teachers have an important role in training students to get used to writing answers systematically, so that they are able to provide appropriate solutions when answering the problems given. Hubungan antara matematika dan penerapan konsep matematika mempengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari. Karena adanya hubungan antara matematika dan dunia nyata melalui model matematika, pemodelan matematika dapat membantu siswa dalam memahami hubungan ini. Dalam soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berbasis konteks, siswa diminta untuk menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemodelan matematis siswa kelas VIII SMP dalam menyelesaikan soal AKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan penarikan kesimpulan dan mendeskripsikan persentase banyaknya peserta didik yang mencapai indikator pemodelan matematika tertentu. Subjek penelitian ini adalah dua puluh enam siswa SMP kelas VIII. Siswa diberikan lembar tes yang berisi soal AKM pada bagian berhitung yang telah disesuaikan dengan domain konten geometri dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada domain konten geometri dan pengukuran, 77% siswa masih dalam tahap bekerja secara matematis. Siswa mampu membuat pemodelan matematika yang digunakan untuk menghitung volume dengan menggunakan rumus dan menghitung volume air dengan menggunakan debit dan waktu. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan jawaban dan menghubungkan hasil jawaban yang telah diperoleh dengan model matematika dengan konteks situasi masalah kehidupan sehari-hari yang diberikan dalam soal AKM pada domain konten geometri dan pengukuran. Guru memiliki peran penting dalam melatih peserta didik agar terbiasa menuliskan jawaban secara sistematis, sehingga mereka mampu memberikan solusi yang tepat saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
PELATIHAN PROGRAM KECAKAPAN HIDUP BUDIDAYA IKAN LELE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PKBM LINGGIH SINAU BANYUSARI Ali, Faisal; Hidayat, Dayat; Hoerniasih, Nia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i1.19247

Abstract

The phenomenon occurring in the field is that there are several village communities surrounding the Linggih Sinau Banyusari Community Learning Activity Center (PKBM) that have limited resources and lack skills in entrepreneurship, particularly catfish farming. Therefore, an effective life skills training program is necessary to enhance human resources and promote community economic empowerment. This study aims to achieve the following objectives: (1) Understand the process of life skills training at PKBM Linggih Sinau Banyusari, and (2) Determine the outcomes of catfish farming life skills training as a means of empowering the community at PKBM Linggih Sinau Banyusari. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method and was conducted at the Center for Community Learning Activities. The research participants included six respondents, consisting of one mentor, one PKBM Chairman, and four training participants at PKBM Linggih Sinau Banyusari. Research data were collected through observation, interviews, and documentation techniques. The findings reveal that (1) participants were able to enhance their skills in entrepreneurship and cultivation by attending the life skills training program, which met their expectations and aspirations for success. The training process offered interesting activities for self-development in a conducive environment. However, participants still required encouragement and support throughout the training. (2) The outcomes of the community life skills training enabled participants to apply their newfound knowledge and bring about positive changes, particularly in their social and economic statuses.
RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) DALAM MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI KELURAHAN BENDUNGAN HILIR (Studi Kasus RPTRA Taman Raning) Pratiwi, Arofa Anggun; Hidayat, Dayat; Sutarjo, Sutarjo
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i1.19251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang mengetahui peran RPTRA sebagai lingkungan belajar dalam meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini dan mengetahui tumbuh kembang anak di RPTRA Taman Raning. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilakukan di RPTRA Taman Raning Jakarta Pusat. Subjek penelitian terdiridari koordinator RPTRA, pengelola RPTRA, dan orang tua. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukan bahwa peran RPTRA sebagai lingkungan belajardalam meningkatkan tumbuh kembang anak seperti fasilitas-fasilitas dalam RPTRA tidak hanya ramah anak, namun juga ramah penyandang disabilitas. Fasilitas yang ada di RPTRA ini terdiri dari fasilitas bermain, fasilitas olahraga, fasilitas bersantai, dan berbagai fasilitas penunjang. Anak-anak yang banyak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di luar rumah biasanya memiliki lebih sedikit masalah sosial, emosional dan perilaku daripada mereka yang memiliki lebih sedikit kesempatan untuk bersosialisasi, RPTRA didesain dan di program untuk melaksanakan ruang publik yang ramah bagi anak, untuk itulah kehadirannya mampu membawa fungsi sosialisasi bagi anak yang merupakan bagian dari stimulasi tumbuh dan kembang anak.
PELATIHAN KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN UNIT BISNIS DAN MANAJEMEN DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KARAWANG Mita Dwi Alviani; Hidayat, Dayat; Musa, Saifuri
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pelatihan kompetensi keahlian administrasi perkantoran Unit Bisnis dan Manajemen di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah ketua BLK, instruktur pelatihan, dan dua orang peserta pelatihan. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancaram dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian menggunakan pra lapangan, tahap perkerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Hasil penelitian pada penyelenggaraan pelatihan kompetensi keahlian administrasi perkantoran terdiri dari 4 tahap. Tahap perencanaan dimulai dari analisis kebutuhan belajar, mempersiapkan kurikulum dan materi, mempersiapkan rencana pembelajaran, mempersiapkan sarana dan prasarana, dan menyiapkan perangkat evaluasi dan alat penilaian. Tahap pelaksanaan dilakukan pembelajaran pelatihan dengan beberapa komponen yaitu guru, materi pembelajaran, metode pembelajaran, peserta, dan media pembelajaran. Tahap penilaian dilaksanakan di akhir pelaksanaan pelatihan dengan jenis evaluasi formatif dan sumatif. Adapun hasil Hasil dari pelatihan kompetensi keahlian administrasi perkantoran Unit Bisnis dna Manajemen di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang meliputi kompetensi pengelolaan administrasi, komunikasi, pelayanan pelanggan, teknologi informasi, pengelolaan keuang, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Cerita di Kelompok Bermain (KB) Lestari Cibitung Nurhafizh, Imam; Hidayat, Dayat; Sutarjo
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.1.54-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode cerita di Kelompok Bermain (KB) Lestari Cibitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri kepala lembaga, dua orang guru, dan dua orang tua peserta didik. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa peranan guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa yang meliputi menentukan topik yang menarik dan relevan dengan minat serta kebutuhan peserta didik, guru menyusun kerangka cerita dengan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber, seperti buku dan pengalaman pribadi, kerangka yang kemudian dikembangkan dengan ide-ide kreatif, menyusun teks cerita yang mudah dipahami peserta didik, penyampaian cerita dilakukan secara ekspresif serta menggunakan karakteristik dan gaya yang menarik, serta melibatkan berbagai media seperti musik, lagu, dan ilustrasi untuk menarik perhatian peserta didik sejak awal, serta penilaian terhadap perkembangan dan pencapaian anak dilakukan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya. Selain itu, faktor pendukung diantaranya muatan pendidikan, motivasi dan dukungan, serta penerapan metode pembelajaran yang tepat sedangkan faktor penghambat diantaranya pengaruh lingkungan eksternal dan penggunakan gadget, keterbatasan dalam perkembangan bahasa, serta kurangnya sarana dan prasarana. Dengan demikian, bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode cerita di KB Lestari Cibitung sangat penting dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Melalui Keterampilan Menjahit Bagi Warga Belajar Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Di SKB Karawang Maulana, Syahrul; Hidayat, Dayat; Muis, Abdul
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 17 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v17i2.14785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran pendidikan kecakapan hidup melalui keterampilan menjahit bagi warga belajar program pendidikan kesetaraan paket b di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karawang. Yang meliputi (1) Perencanaan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran. (3) Evaluasi pembelajaran. (4) Hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari satu orang pengelola dan tutor serta dua orang warga belajar paket b di SKB Karawang. Penentuan objek ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta tahapan penelitian yaitu orientasi, eksplorasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan cukup baik meliputi, latar belakang, identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, dan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui komponen-komponen pembelajaran yang meliputi pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, materi pembelajaran, dan media pembelajaran (3) Evaluasi yang digunakan oleh tutor pada pembelajaran keterampilan menajhit di SKB Karawang yaitu evaluasi formatif dan sumatif dengan teknik tes dan non tes. (4) Hasil belajar yang diperoleh warga belajar dalam mengikuti proses pembelajaran yaitu peningkatan tiga domain yaitu, domain kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Alat Permainan Edukatif pada Paud Ar-Rayyan Kota Bogor Asyipa, Gita; Hidayat, Dayat; Sutarjo
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 18 No. 1 (2024): MEI
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v18i1.14841

Abstract

Alat permainan edukatif memiliki peran yang penting untuk anak usia dini. Hal ini karena alat permainan edukatif dapat membantu anak-anak dalam berbagai hal, seperti mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, sosial, dan emosional. Alat permainan edukatif yang tepat dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Hal ini dapat mengidentifikasi pengembangan aspek motorik halus anak usia dini melalui alat permainan edukatif. Penelitian yang dilakukan pada Paud Ar-Rayyan Kota bogor bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan motorik halus anak usia dini melalui alat permainana edukatif, hasil dari pengembangan motorik halus anak usia dini, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan penelitian pada Paud Ar-Rayyan Kota Bogor merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, karena data yang dikumpulkan berupa dokumentasi gambar, kata-kata dan bukan bentuk angka-angka hal itu karena disebabkan penerapan metode kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan APE merupakan salah satu cara pembelajaran yang efektif untuk melatih motorik halus anak. Ada banyak sekali APE yang dapat digunakan seperti alat meronce, plastisin, puzzle, balok bersusun, dan lainnya. Perkembangan motorik halus yaitu anak mampu menggerakkan otot-otot kecilnya, yaitu jari-jari tangannya, anak dapat mengkoordinasikan antara mata dan tangannya, anak dapat mengendalikan emosinya. Dengan demikian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan APE mampu menstimulus perkembangan anak dalam proses perkembangannya dengan sangat baik seperti bagaimana koordinasi kedua tangan, jari-jemari, koordinasi mata dengan kedua tangan anak, dan bagaimana anak mengendalikan emosinya. Sehingga media sangat mempengaruhi perkembangan anak dalam hal ini adalah perkembangan motorik halus anak. Dalam pemanfaatan APE perlu diperhatikan beberapa hal seperti perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Pemanfaatan APE di Paud Ar-Rayyan sangat baik dalam menstimulus perkembangan anak. Sehingga Apabila APE dimanfaatkan dengan baik maka perkembangan motorik anak dapat berkembang dengan baik.
The Realitionship between Management and Learning Outcomes of Equality Education Package C Study at the Community Learning Activity Center (PKBM) Sungkono, Sumiati; Hidayat, Dayat; Danugiri, Dadang
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 6, No 3 (2022): Vol. 6 No. 3 Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v6i3p113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan dan hasil belajar pendidikan kesetaraan Paket C studi di pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) se Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini tergolong ke penelitian kuantitatif dengan metode survey. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini sebanyak 90 peserta didik yang diambil secara proportionate stratified random sampling dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh variabel pengelolaan (X) memiliki nilai t hitung sebesar 4,344 sedangkan signifikan 0,000. Nilai t tabel diperoleh dari (n-k-1) pada tabel distribusi t yaitu 1,98729. Maka sesuai dengan pengambilan keputusan pada uji t yaitu t hitung>t tabel atau signifikan <0,05 dengan nilai 4,344>1,98729 atau nilai signifikan 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pengelolaan (X) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Hasil Belajar (Y) di Program kesetaraan Paket C studi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se Musi Banyuasin. Maka, Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Dengan demikian semakin tinggi tingkat atau nilai Pengelolaan maka hasil belajar juga akan semakin tinggi atau meningkat.
Co-Authors Abdul Muis Afifah, Maulina Nur Ahmad Syahid Ahmad Syahid Al Habsyi, Jihan Fahira Ali, Faisal Anas Muthtar Anas Muthtar Anindita, Dimiyati Dyas Anisa Permata Zaeni Anjani, Putry Anugrah, Despiantini Ari Putra Asyipa, Gita Dadang Danugiri Danugiri, Dadang Danugiri, Dadang Darmawan, Muhammad Reihan Dennopa, Natalia Dewi, Ratna Sari Dini Kinati Fardah Dwi Ismawati Dwita Sulistiani Cahya Sulistiani Elwan Stiadi Evi Nuryanih Faturrahman Gita Putri Kurniawati Harahap, Farelsada Athaya Hardi, Mukhyar Hersagita Anissa Hayati Heryana, Nono Hida, Aisyah Nur Hidayat, Abdilah Faturahman Hoerniasih, Nia Iin Khurotul’aen Imam, Azis Maulana Imamil, Denis Intan Permatasari Isrod, Aulia Kohar, A.W. Labora, Elizabeth Lala Puji Rahayu, lalapujirahayu Lesi Oktiwanti Lubis, Tarisa Putri Amini Maulana, Syahrul Maulani, Silvia Fajar Meilya, Ika Rizqi Mita Dwi Alviani Mitsuru, Takahashi Montero Simbolon Muchtarom, Keysha Husna Muis, Abdul Musa, Safuri Musa, Safuri Musa, Safuri Musa, Saifuri Musa, Syafiri Mutaqin, Aip Zaenal Nina Prihartiwi Nining Yuningsih Novia Amaliyah Nurhafizh, Imam Nurhasanah, Lina Nurhayati Nurhayati Nurhidayah, Febriya Nurmala Ayu Agistia Nurpauzi, Ahmad Oktiwanti, Lesi Pahlevi, Muhammad Reza Palupi, Evangelista L W Pratiwi, Arofa Anggun Rafli Anshori Farhan Rini Setianingsih Robby, Hasbi Maulana S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sa'adah, Neneng Ulfah Safuri Musa Sahlan Mujtaba Salim, Robbi Dwi Saputra Salmah, Jinan Ummu Salmiah, Angel Intan Sancoko, Candra Santika, Tika Saputra, Dean Sasikirana, Raissa Ageng Solehudin Sri Mila Sari Suminar, Uum Sungkono, Sumiati Susanah Susanah Sutarjo Sutarjo Sutarjo Syifa Retno Gumilang Tias, Ika Nur Wahyuning Tika Istigfarin Tika Santika Ulan Sari Wienike Dinar Pratiwi Yanti Shantini, Yanti Yogi Setia Samsi Yousef ad Bani Ahmad Yulia Kusumawati