This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Al-'Adalah DERIVATIF Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Jurnal SOLMA Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Jurnal Al-Amwal Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam MALIA: Journal of Islamic Banking and Finance Jurnal Abdimas Bina Bangsa Bulletin of Community Engagement El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Golden Ratio of Auditing Research Al Fiddhoh: Journal of Banking, Insurance, and Finance Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Neo Journal of economy and social humanities Journal of Islamic Economics Lariba KENDALI: Economics and Social Humanities Entrepreneurship and Small Business Research Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Jurnal Signaling Jurnal Abdimas Mahakam KASBANA: Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah
Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Perkembangan Halal Tourism Provinsi Lampung: Analisis Implementasi Green Economy Asyrofi, Imam; Hilal, Syamsul; Madnasir
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 20 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v20i2.1782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi green economy pada wisata halal yakni wisata berkuda di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan kualitatif, khususnya menggunakan teknik deskriptif analitis. Penelitian dilakukan pada wisata halal dengan konsep wisata berkuda di Provinsi Lampung yakni pada siger horse dan sultan stable Lampung. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data sekunder digunakan untuk melihat perkembangan wisata halal di Provinsi Lampung. Data primer sebagai sumber data utama terdiri dari informan yakni pengelola Siger Horse dan Sultan Stable Lampung serta pengunjung wisata. Pendekatan pengumpulan data meliputi beberapa langkah yakni studi kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menjelaskan bagaimana kredibilitas, ketergantungan, transferabilitas, dan verifikasi data menentukan validitasnya dan menggunakan tringulasi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa penerapan green economy pada Wisata Halal di Wisata Berkuda Siger Horse dan Sultan Stable Lampung berhasil menghasilkan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini terlihat melalui dedikasi terhadap keberlanjutan ekologi, serta penerapan konsep ekonomi hijau yang mengutamakan keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal.
Strategi Peningkatan Pertumbuhan Bisnis UMKM Provinsi Lampung Dengan Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Fasa, Muhammad Iqbal; Hilal, Syamsul; Normasyhuri, Khavid
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13122

Abstract

Background: Perkembangan sektor industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memerlukan kolaborasi beberapa pemangku kepentingan. Oleh karena itu integrasi berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sangat diperlukan dalam penerapan kemajuan sistem pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan pendampingan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM di Provinsi Lampung sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan bisnis. Metode: Pendekatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan Participatory Action Research (PAR). Karakteristik pengabdian yang dilakukan adalah Contextual Action Research (CAR). Partisipan kegiatan ini adalah 100 UMKM kuliner di Provinsi Lampung. Hasil: Meningkatnya kepercayaan konsumen, peningkatan efisiensi transaksi, dukungan terhadap pertumbuhan bisnis, dan pengembangan ekosistem bisnis. Kesimpulan: Dengan implementasi adopsi QRIS, UMKM di Provinsi Lampung dapat membangun reputasi bisnis yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang pasar baru baik di tingkat lokal maupun nasional.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH PRODUCTIVE WAQF IN LAMPUNG PROVINCE: THE ROLE OF BWI, NAZHIR, AND LOCAL WISDOM Erwinto, Erwinto; Hs, Achlami; Jauhari, Tantowi; Hilal, Syamsul
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9227

Abstract

Objective: This study analyzes the contribution of productive waqf to community economic empowerment in Lampung Province, highlighting the role of Indonesian Waqf Board (BWI) representatives, nazhir, and the influence of local social norms and cultural values. Method: The research approach used a qualitative descriptive-analytical method through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies in Central Lampung and Pesawaran Regencies. Results: The results show that productive waqf management is developing through the utilization of waqf land assets, cash waqf collection, and collaboration with LKS-PWU and community business models such as collective farming and social retail. The main challenges include low waqf literacy, limited managerial capacity of nazhir, and less than optimal regulatory support and institutional networks. The integration of local values ​​such as fi’il pesenggiri and the sabilillah tradition strengthens social legitimacy and community participation. Conclusion: These findings confirm that productive waqf has the potential to become a sustainable community-based empowerment instrument if managed professionally, transparently, and adaptively to local wisdom. Implications: The implications of this study can be a reference for the development of productive waqf policies and practices in other regions, both in Indonesia and countries with similar social characteristics.
Kaidah Sadd Al-Dzari’ah dan Fathu Al-Dzari’ah sebagai Dasar Larangan Penjaminan Modal dalam Akad Mudhârabah Wiraputra, Jhody; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i2.1728

Abstract

This study critically and comparatively analyzes the justification for the prohibition and exception of capital guarantees in the Mudhârabah contract—an essential profit-sharing instrument in Islamic economics that functions as a contract of trust (akad amanah). Fundamentally, Mudhârabah requires the capital owner (shahibul māl) to bear the full risk of business loss. The absolute prohibition of capital guarantees by the manager (mudhārib) is strictly emphasized through the legal maxim Sadd al-Dzarī‘ah, as an implicit guarantee clause alters the essence of the profit-sharing partnership into an interest-bearing loan, which constitutes riba. However, in the context of contemporary Islamic finance, the need for asset protection as part of Maqāṣid al-Sharī‘ah allows for limited exceptions based on the principle of Fath al-Dzari‘ah, which permits liability for compensation only in cases of gross negligence or misconduct. The findings reveal that the principles of Sadd and Fath al-Dzari‘ah operate harmoniously as complementary mechanisms—the former preserving the integrity of the contract from usurious practices, and the latter ensuring institutional efficiency and sustainability by mitigating ethical risks—thereby enabling Mudhârabah to function fairly and securely in the modern market. Keywords: Fath al-Dzari‘ah, Mudharabah, Sadd al-Dzari‘ah
Tinjauan Ushul Fiqh tentang Status Kepemilikan Aset Digital Non-Fungible (NFT) dalam Perspektif Al-milkiyyah Ipando, Ogi Marsenal; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i2.1737

Abstract

This paper examines the concept of al-milkiyyah (ownership) in relation to digital assets, specifically Non-Fungible Tokens (NFTs), from the perspective of Uṣūl al-Fiqh. The study aims to determine the legal status of ownership and the validity of NFT transactions within the framework of contemporary Islamic jurisprudence. Employing a normative legal research method with conceptual, normative, and sectoral approaches, this study draws upon classical fiqh literature, contemporary fatwas, and analyses of blockchain technology. Secondary data are qualitatively and comparatively analyzed to assess the compatibility of NFTs with the Islamic legal notion of property (māl) as defined in fiqh al-muʿāmalah (Islamic commercial law). The findings suggest that NFTs may be classified as legitimate property according to several contemporary scholars, as they possess economic value, market-recognized benefits, and exclusivity of ownership despite their non-physical form. Nevertheless, the validity of NFT transactions remains conditional: they are lawful only if the represented object is ḥalāl, free from gharar (excessive uncertainty) and maysir (gambling), and uses a Sharia-compliant payment medium. The use of non-compliant cryptocurrencies may invalidate the transaction. This paper argues that NFTs can be recognized as a modern form of Islamic ownership, provided that their use aligns with the principles of prudence, wealth protection (ḥifẓ al-māl), and harm prevention (mafsadah).  Keywords: Al-milkiyyah; Ownership; NFT; Uṣūl al-Fiqh; Fiqh al-Muʿāmalah; Digital Assets
KONTRIBUSI USHUL FIQH TERHADAP TANTANGAN KEUANGAN SYARIAH Andriani, Yulia; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Ushul Fiqh terhadap tantangan yang dihadapi oleh keuangan syariah kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (literature review) dan analisis konten (content analysis) dari berbagai sumber terpercaya seperti buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Ushul Fiqh memiliki peran fundamental dan tak tergantikan sebagai landasan metodologis dan teoritis dalam pengembangan ekonomi syariah modern. Ushul Fiqh memungkinkan para cendekiawan dan praktisi untuk merumuskan hukum syar’i atas isu-isu baru yang belum ada pada masa klasik, sehingga berfungsi sebagai kompas moral dan intelektual di era globalisasi dan digitalisasi. Kontribusi utamanya diwujudkan melalui legalisasi dan inovasi produk keuangan yang kompleks, seperti Structured Repackaged Ijarah Asset (SRIA), dengan memastikan kepatuhan terhadap larangan riba, gharar, dan maysir. Selain itu, Ushul Fiqh memfasilitasi regulasi proaktif terhadap teknologi keuangan (FinTech) syariah melalui kaidah Maslahah Mursalah. Kaidah-kaidah Ushuliyyah, seperti "Al-Ashlu fil Asyya' al-Ibahah" (asal segala sesuatu itu boleh) dan kaidah Maslahah, memberikan dasar hukum untuk menilai kehalalan instrumen keuangan baru, memastikan sistem keuangan syariah tetap efisien dan kompetitif tanpa mengorbankan integritas syariah. Dengan demikian, Ushul Fiqh memberikan kerangka yurisprudensi yang kokoh untuk memastikan pasar modal syariah tidak hanya efisien tetapi juga etis dan adil.
IMPLEMENTASI INVESTASI DALAM ISLAM MENURUT PANDANGAN DAN ATURAN DSN-MUI NOMOR 40/DSN-MUI/X/2003 Maulida, Reska; Hilal, Syamsul; Bahrudin, Moh.
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi investasi dalam Islam menurut pandangan dan aturan yang tertuang dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber primer berupa fatwa DSN-MUI, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian terkait investasi dan pasar modal syariah, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 memiliki landasan syariah yang kuat dan komprehensif, bersumber dari dalil-dalil Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 275, QS. An-Nisa: 29, QS. Al-Hasyr: 18), hadits (hadits tentang mudharabah dan larangan gharar), ijma' ulama dari berbagai mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali), dan kaidah ushul fiqh. Implementasi fatwa dalam praktik pasar modal syariah Indonesia dilakukan melalui mekanisme screening bertahap yang terdiri dari business screening untuk mengeliminasi sektor usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah, dan financial screening dengan parameter total utang berbasis bunga maksimal 45% dari total aset dan total pendapatan tidak halal maksimal 10% dari total pendapatan. Investasi syariah memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari investasi konvensional, yaitu kebebasan dari unsur riba, gharar, dan maysir, serta dibangun atas prinsip fundamental keadilan (al-'adl), transparansi (ash-shiddiq), kemaslahatan, dan kehati-hatian. Landasan hukum positif Indonesia melalui UUD 1945 Pasal 29, UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, dan POJK Nomor 15/POJK.04/2015 memberikan dukungan regulasi yang kuat dengan menjadikan fatwa DSN-MUI sebagai rujukan wajib dalam penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi antara otoritas fatwa (DSN-MUI) dan regulator (OJK) menjadi faktor kunci kesuksesan pengembangan pasar modal syariah di Indonesia, meskipun masih terdapat tantangan terkait threshold financial screening, dinamika status syariah saham, dan gap literasi yang memerlukan perbaikan berkelanjutan.
PERAN USHUL FIQH DALAM INOVASI PRODUK KEUANGAN SYARIAH KONTEMPORER habibullah, shalahudin; Bahrudin, Mohamad; Hilal, syamsul
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 8 No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v8i2.5469

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran fundamental Ushul Fiqh sebagai kerangka metodologis dalam mendorong inovasi produk keuangan syariah kontemporer. Seiring dengan perkembangan pesat sektor keuangan global dan munculnya teknologi finansial (fintech), tuntutan untuk menciptakan produk yang kompetitif namun tetap sejalan dengan prinsip syariah menjadi semakin krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis bagaimana kaidah-kaidah ushuliyah—seperti qiyas, istihsan, dan maslahah mursalah—diaplikasikan dalam pengembangan produk dari yang konvensional seperti sukuk dan pembiayaan murabahah, hingga yang modern berbasis teknologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ushul Fiqh tidak hanya memberikan legitimasi syariah, tetapi juga menawarkan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan realitas ekonomi modern. Konsep akad, sebagai pilar transaksi, dianalisis secara mendalam untuk memastikan setiap inovasi terhindar dari unsur riba, gharar, dan maysir. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan signifikan yang muncul dari era digital, terutama terkait keabsahan akad digital, mitigasi risiko teknologi, dan kesenjangan regulasi. Studi ini menyimpulkan bahwa Ushul Fiqh adalah syarat mutlak bagi integritas dan keberlanjutan industri keuangan syariah di tengah disrupsi teknologi.
Pengaruh Eco Literacy Terhadap Green Economy Amin Setiyadi; Nasrudin Nasrudin; Syamsul Hilal
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 1 (2023): JIEI : Vol.9, No.1, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i1.8513

Abstract

This research is motivated by excessive exploitation of nature which results in climate change and reduces the productivity of agricultural products. The purpose of this study was to analyze the effect of eco literacy on the green economy with SDGs as a moderating variable for farmers in Sumber Baru Village. The method in this research is quantitative research. The data used is primary data obtained from Sumber Baru Village farmers in 2022 through observation, interviews and questionnaires. Using a purposive sampling technique so that the research sample is 90 research samples. The collected data were analyzed using multiple linear regression. The test equipment used was IBM SPSS 22. This study shows that simultaneously eco literacy has a significant influence on the green economy with the SDGs as a moderating variable with a significance of 0.000. The results of the partial test show that eco literacy has a significant effect on the green economy with the SDGs as a moderating variable with a significance value of 0.000. The adjusted R2 coefficient of determination is 0.771 or 77%. This means that the ability of eco literacy with the SDGs as a moderating variable has a strong influence on the green economy and 23% is influenced by other variables outside the model which are not the focus of research in this thesis. The conclusion in this study shows that eco literacy has an effect on the green economy with the SDGs as a moderating variable. In line with this research, it is suggested to the agricultural office to be more active in conducting outreach and counseling to farmers regarding the importance of increasing eco literacy, understanding SDGs so as to realize a green economy. It is suggested to farmers as the vanguard in agriculture to strengthen eco literacy and practice SDGs to create a green economy.
KONTRIBUSI USHUL FIQH TERHADAP PEMBENTUKAN KEBIJAKAN EKONOMI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Tina, Tina; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Ushul Fiqh terhadap pembentukan kebijakan ekonomi dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif (doctrinal approach), yaitu mengkaji sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer yang relevan dengan perumusan kebijakan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ushul Fiqh memiliki peran fundamental dalam tiga aspek utama, yaitu epistemologis, normatif, dan praktis. Secara epistemologis, Ushul Fiqh menyediakan dasar metodologis dalam menggali prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam. Secara normatif, ia berfungsi menjaga agar setiap kebijakan ekonomi tetap sejalan dengan maqashid al-syariah, seperti keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan umat. Sedangkan secara praktis, Ushul Fiqh memberikan panduan bagi para pembuat kebijakan dalam merumuskan sistem ekonomi Islam yang adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Dengan demikian, Ushul Fiqh tidak hanya berperan sebagai landasan hukum, tetapi juga sebagai paradigma etis dan konseptual dalam pembangunan ekonomi Islam kontemporer.