Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MARKETING TRAINING USING INSTAGRAM SOCIAL MEDIA FOR BUFFALO FARMERS Indah, Andi Sukma; Yuniati, Dewi; Ermanda, Adli Putra; Darhyati, Andi Tenri; Arif A, Lajuk; Triadi, Muhammad Yunus; Ramli, Ikram Fajrul; Juita, Rani
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v7i1.6786

Abstract

Tandung village has the largest buffalo population in the Tinambung sub-district and in the entire Polewali Mandar district. The 39% increase in buffalo population over the past ten years to 320 buffalo has made the Tinambung sub-district the sub-district with the largest buffalo population in the Polewali Mandar district. The problems farmers face is related to the uncertainty of selling their livestock. When farmers need money, they will first bring some of their livestock to the animal market in North Tana Toraja Regency, which is 94 km from Tandung Village. The farmer will return the sheep to Tandung Village if the livestock is not sold. Farmers also must rent a pick-up truck to transport buffalo cattle or use a car if they are carrying a larger number. Therefore, community service activities were carried out to enable partners to maximise the use of Instagram as a digital marketing medium to help buffalo farmers in Tandung Village market with their livestock. The service activity consists of 4 stages: assessment, training, monitoring and evaluation, and publication. This service activity was carried out on 7 September 2024 in Tandung Village, Tinambung District, Polewali Mandar Regency. This service activity was attended by 32 participants, consisting of service partners, namely members of the Simemangan Livestock Farmer Group, and Field Agricultural Extension Officers (PPL) and village officials. The method used in the training stage is the participatory extension approach, accompanied by demonstrations and practices related to digital marketing. Community service activities at the Simemangan Livestock Farmer Group, Tandung Village, Tinambung District, and Polewali Mandar Regency increased general knowledge about digital marketing, especially using Instagram as a promotional medium. Based on the pre-test and post-test evaluation, it can improve understanding from 44% to 77%.
Inovasi Permen Pakan Ternak Berbasis Limbah Perikanan sebagai Bahan Pakan Lokal dan Berkelanjutan Ermanda, Adli; Indah, Andi Sukma; Nurfadillah, Nurfadillah; Riskayanti, Riskayanti; Juita, Rani; Miranda, Miranda; A, Lajuk Arif.; Triady, Muhammad Yunus
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5627

Abstract

Ketersediaan pakan merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan peternakan rakyat, khususnya di wilayah pesisir yang rawan kekurangan pakan pada musim tertentu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak kambing melalui pemanfaatan limbah perikanan dan pertanian sebagai bahan baku pakan alternatif dalam bentuk permen ternak. Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME) di Kelurahan Lalampanua, Kabupaten Majene, dengan melibatkan 15 orang anggota kelompok. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, wawancara mitra, penyuluhan, serta praktik pembuatan permen ternak berbasis bahan lokal, khususnya limbah hasil perikanan dan rumput laut. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 49 pada pre-test menjadi 75 pada post-test. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek pemanfaatan hasil laut (22 menjadi 80), pengetahuan tentang permen ternak (22 menjadi 67), dan cara pembuatan permen ternak (11 menjadi 53). Sementara itu, indikator yang sejak awal sudah tinggi, seperti pengetahuan bahan pakan lokal dan pemanfaatan limbah perikanan, menunjukkan stabilitas pemahaman peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pakan alternatif. Inovasi permen ternak berbasis limbah perikanan tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Inovasi Permen Pakan Ternak Berbasis Limbah Perikanan sebagai Bahan Pakan Lokal dan Berkelanjutan Adli Ermanda; Andi Sukma Indah; Nurfadillah Nurfadillah; Riskayanti Riskayanti; Rani Juita; Miranda Miranda; Lajuk Arif. A; Muhammad Yunus Triady
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5627

Abstract

Ketersediaan pakan merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan peternakan kambing rakyat di wilayah pesisir, yang memicu penurunan populasi ternak secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas 15 anggota Kelompok Tani Ternak Milenial (KATEME) di Kelurahan Lalampanua, Kabupaten Majene, melalui pemanfaatan limbah perikanan sebagai pakan alternatif berwujud permen ternak. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan survei lapangan, wawancara, penyuluhan inovasi pakan, serta praktik langsung pembuatan permen ternak. Pemahaman peserta diukur secara kuantitatif melalui instrumen kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta, dari 49 pada pre-test menjadi 75 pada post-test. Peningkatan paling drastis terlihat pada pemahaman tentang pemanfaatan hasil laut (dari 22 menjadi 80), pengetahuan tentang permen ternak (dari 22 menjadi 67), dan keterampilan teknis cara pembuatannya (dari 11 menjadi 53). Inovasi permen ternak berbasis limbah perikanan ini terbukti efektif sebagai solusi penyediaan pakan tambahan yang bernutrisi dan praktis, sehingga mendukung prinsip keberlanjutan peternakan.
Shifting Consumer Behavior Towards Modern Meat Outlets in Majene West Sulawesi Adli Putra Ermanda; Nita Adillah Pratiwi
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 26 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/bpsosek.v26i2.1549

Abstract

This study investigates the shift in consumer purchasing patterns from traditional markets to modern meat outlets in Majene Regency, a region located in a province with a low Human Development Index (HDI) but designated as an educational center in West Sulawesi, Indonesia. In recent years, Majene has seen an influx of expatriatess with higher education, knowledge, and income, likely influencing local purchasing behaviors. This research examines the factors contributing to the observed shift in meat purchasing patterns, focusing on cultural, social, personal, and psychological factors that affect purchasing decisions. Data were collected from 100 respondents, all homemakers, over one month from June to July 2024. Homemakers were chosen due to their primary role in household purchasing and decision-making regarding market selection and meat processing. Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM PLS) analysis was conducted using WarpPLS 7.0 software to determine the influence of cultural (X1), social (X2), personal (X3), and psychological (X4) factors on purchasing decisions (Y). The results indicate that psychological factors exert the highest level of significance on purchasing decisions, with a coefficient of 0.557, followed by cultural factors (0.165), social factors (0.050), and personal factors (-0.082). The prominence of psychological factors may be attributed to the profile of respondents, many of whom are lecturers and private sector employees from outside Majene. This demographic shift and perceptions of higher quality and safety at modern outlets have encouraged transitioning from traditional markets to modern meat outlets. These findings contribute to understanding consumer behavior changes in small-city contexts and offer insights into the role of psychological and demographic factors in shaping retail preferences in developing regions.
Sosialisasi Pentingnya Konsumsi Protein Hewani Sejak Usia Dini Dalam Rangka Memperingati Hari Telur Sedunia Di TK Negeri Pembina Majene, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene, Prov. Sulawesi Barat. Ruth Dameria Haloho; Fauzul Azhimah; Irmayanti Irmayanti; Andi Sukma Indah; Khatifah Khatifah; Weny Dwi Ningtyas; Besse We Tenri Mahbuba Gading; Jisril Palayukani; Siti Nuraliah; Nita Adillah; Irma Susanti; Herikson Tampubolon; Agni Ayudha Mahanani; Adli Putra Ermanda; Masdi Masdi
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.38958

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman tentang pentingnya konsumsi protein hewani sejak usia dini, yang berdampak pada masalah gizi seperti stunting serta rendahnya daya tahan tubuh dan kemampuan kognitif anak. Kondisi ini ditemukan pada peserta didik di TK Negeri Pembina Majene, dimana masih terdapat anak yang sering sakit dan kurang optimal dalam menerima pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa serta pihak sekolah mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, khususnya telur, sebagai sumber gizi utama. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif melalui penyampaian materi menggunakan media power point, video animasi, banner, serta diskusi interaktif dan tanya jawab. Kegiatan juga dilengkapi dengan pembagian telur sebagai bentuk edukasi langsung kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme peserta terhadap pentingnya konsumsi protein hewani untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi . Selain itu, telur dikenalkan sebagai sumber protein yang mudah diperoleh, bernilai gizi tinggi, dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi gizi seimbang sejak dini sebagai upaya pencegahan masalah gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Pengolahan Limbah Ganggang Coklat (Phaophycae) Untuk Pakan Itik Di Kelompok Ternak Desa Kebun Sari Kecamatan Wonomulyo Agni Ayudha Mahanani; Lilis Ambarwati; Adli Putra Ermanda; Irmayanti Irmayanti; Andi Sukma Indah; Andi Nurul Muhlisah; Ruth Damaria Haloho
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): November-Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v1i3.2002

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki produktivitas produksi itik peterlur di daerah Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali. Dengam memanfaatkan bahan baku pakan lokal yang potensial. Pemafaatan bahan baku lokal atau limbah industri telah banyak di lakukan salah satu bahan pakan asal limbah industri yang mudah dan banyak ditemukan adalah limbah ganggang laut coklat yang merupakan alga yang telah banyak di manfaatkan untuk pangan dan obat. Limbah ganggang lau coklat banyak di temukan di wilayah Sulawesi Barat hal ini di karenakan sebagian dari wilayahnya adalah pesisir pantai dan  salah satu pendapatan utama daerah ini berasal dari industri perairan. Limbah ganggang laut coklat memiliki banyak manfaat dimana mengandung beta karotein yang baik untuk meningkatkan produksi dan penampilan kuning telur, juga kandungan polifenol yang baik untuk menjaga kesehatan ternak karena bertindak sebagai anti oksidan dan anti bakteri. Kandungan nutrisinya juga tidak kalah baik dimana gangang laut coklat memiliki nilai protein kasar sebesar 9-13% namun memiliki kandungan energi yang rendah yakni 109 kkal juga serat yang cukup tinggi 8%. Berdasarkan hal ini maka perlu adanya pengolahan bahan baku pakan untuk limbah ganggang laut coklat agar dapat meningkatkan kualitasnya, salah satu upaya yang dapat di laukan adalah dengan pengolahan fermentasi yang mana fermentasi sendiri dapat merombak serat kasar dan meingkatkan kadar energi juga protein suatu bahan pakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan, pengolahan pakan fermentasi dan pembuatan pakan. Kesimpulan yang di peroleh adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak itik dalah pembuatan pakan berbasis limbah ganggang laut coklat fermentasi, yang nantinya dapat menunjang keberlangsungan usaha budidaya itik petelur di Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali.