Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DISERTAI KUIS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII MTsN MODEL PADANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Zawardi, Andra; Haryono, Yulia; Lovia, Lita
Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe background of this research is the students don’t do participation in discussion and still low comprehend mathematic concept.The purpose of this research is to find out students comprehension by using Numbered Head Together in learning cooperative with quiz is better than conventional learning at grade eighth at MTsN Model Padang. This is an experimental research.Technigue of random sampling eighthfour grade class was selected as the experimental and control classes of eighthfive grade.The instrument that is used Quiz and essay form. The hypothesis test is U Mann-whitney test is obtained Zhitung = -2,6616 is less than Ztabel = -1,65. The hypothesis is accepted. In conclusion, students comprehension by using Numbered Head Together in cooperative learning with Quiz is better than conventional learning at grade eighth at MTsN Model Padang.
PENYELESAIAN MASALAH MODEL TRANSPORTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS TRANSPORTASI Haryono, Yulia
JURNAL LEMMA Vol 1, No 2 (2015): LEMMA : Letters of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.7 KB) | DOI: 10.22202/jl.2015.v1i2.540

Abstract

Penyelesaian masalah model transportasi pada pendistribusian suatu barang dari suatu sumber (supply) ke tujuan (demand) dengan menggunakan beberapa tahap yaitu inisialisasi, pengoptimalan, dan iterasi. Pada tahap inisialisasi digunakan metode pendekatan Vogel untuk menentukan solusi basis awal, sedanglan pada tahap pengoptimalan digunakan metode Mutiplier untuk menentukan solusi optimal. Jika pada tahap pengoptimalan solusi optimal belum diperoleh, maka dilanjutkan tahap ietrasi digunakan metode Multiplier dan metode Stepping Stone untuk mendapatkan solusi tersebut
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Problem Based Leaning (PBL) pada Materi Turunan Fungsi untuk Siswa Kelas XI SMA PGRI 3 Padang ramadhan, febrina; Haryono, Yulia; hamdunah, hamdunah
Jurnal Pelangi : Research of Education and Development Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jp.2017.v10i1.2296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar yang ada di SMA PGRI 3 Padang belum dapat membantu siswa untuk memahami masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis, dan efekif. Prosedur pengembangan yang digunakan mengikuti model pengembangan Ploom yang terdiri atas 3 fase yaitu preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase (Plomp,2013: 19). Bahan ajar yang diharapkan siswa yaitu bahan ajar yang mampu membimbing siswa untuk belajar mandiri, mudah dipahami siswa, bahasa yang komunikatif dengan siswa dan mampu menigkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan berada pada kriteria sangat valid dengan rata-rata 872,7%. Hasil analisis angket praktikalitas sebesar 77,1% dengan kategori praktis.Persentase ketuntasan belajar siswa kelas XI IPA adalah 80%. Kesimpulan penelitian ini menghasilkan LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis, dan efektif pada materi turunan fungsi untuk siswa kelas XI SMA PGRI 3 Padang. 
ANALISIS KESULITAN DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK BERDASARKAN LANGKAH POLYA Yulia Haryono; Ratulani Juwita; Shinta Vioni
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.653 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3510

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar dalam memecahkan masalah yang ditinjau dari minat dan apa saja faktor penyebab peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah tersebut ditinjau dari minat belajar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dipilih secara purposive sampling yaitu membuka 6 orang, 2 orang minat belajar tinggi, 2 orang minat belajar sedang dan 2 orang minat belajar. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar, soal tes pemecahan masalah dan wawancara.Angket minat belajar dianalisis berdasarkan pengelompokan minat belajar, tes pemecahan masalah berdasarkan indikator kesulitan dalam memecahkan masalah dan analisis secara kualitatif menurut Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan minat belajar, peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, peserta didik dengan minat belajar sedang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan rencana, serta peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun rencana, menyelesaikan rencana, dan menyelesaikan menyelesaikan kembali.
Kreatifitas Guru Matematika dalam Mengembangkan Program Pembelajaran Secara Daring Yulia Haryono; Rahmi Rahmi; Radhya Yusri
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v2i2.1681

Abstract

The development of learning during the current Covid-19 pandemic demands there is a change in learning for teachers and students to adapt existing situation. Of course, with this, it is undeniable, that very play a very important role, namely technology, and information for learning activities at school. One of them is learning media that can be used as a teacher’s teaching aid to make it easier for student to understand the material being taught and clarify the presentation of massages and information from the teacher to the teacher students so that the teaching and learning process runs smoothly. Through training this teacher is more motivated, creative, and innovative in developing online learning so that students better understand the material at home independently and interested in what is presented by the teacher online.
Hubungan Pemahaman Konsep Matematis dengan Kemandirian Belajar Siswa pada Kelas VIII SMP Vanda Putri Yani; Yulia Haryono; Lita Lovia
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i3.2174

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan kemampunan dasar yang harus dikuasai siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional yang bertujuan untuk melihat hubungan pemahaman konsep matematis dengan kemandirian belajar siswa pada kelas VIII di salah satu SMP di Lubuk Basung. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep matematis dan angket kemandirian belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kemandirian belajar siswa dengan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan arah hubungan positif sebesar 0,845, artinya semakin baik kemandirian belajar maka akan baik juga kemampuan pemahaman konsep matematis. The ability to understand mathematical concepts is a basic ability that must be mastered by students. This study uses a correlational approach that aims to see the relationship between understanding mathematical concepts and student learning independence in class VIII one of the SMP in Lubuk Basung. The sampling technique uses simple random sampling. The instruments used were tests of understanding mathematical concepts and questionnaires for student learning independence. The data analysis technique used is simple linear regression analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between student learning independence and the ability to understand mathematical concepts with a positive relationship direction of 0.845, meaning that the better the independent learning, the better the ability to understand mathematical concepts.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM pada Materi Statistika Anna Refcha Afrilina; Yulia Haryono; Lucky Heriyanti Jufri
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol 8, No 1 (2022): JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jkpm.v8i1.14843

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana level literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal AKM pada materi statistika kelas X.E2 di SMAN 3 Padang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.E2 dengan total 35 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes AKM dan wawancara. Tes digunakan untuk melihat indikator dari kemampuan literasi matematis dari siswa dan wawancara untuk mengetahui lebih lanjut indikator dari kemampuan literasi yang tidak tampak pada hasil tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa telah mencapai level 4 sebanyak 8,57% untuk literasi matematis. Tetapi, mayoritas siswa masih berada pada level 2 dan 3. Dimana persentase untuk level 2 dan 3 yaitu 40% dan 37,17%. Dan masih ada beberapa siswa yang berada pada level terendah yaitu level 1 dengan persentase 14,28%. Literasi matematis siswa masih dikatakan berskala rendah dan menengah, karena lebih dominan siswa berada pada level 2 dan 3.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DENGAN APLIKASI SIGIL SOFTWARE PADA MATERI STATISTIKA Zulfitri Aima; Yulia Haryono
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2022.v4i2.6519

Abstract

Statistika adalah materi yang diajarkan pada mata pelajaran matematika.guru merasa kesulitan dalam mengajarkan materi tersebut. Hal ini terjadi di SMP N 18 Padang. Berdasarkan observasi yang dilakukan guru merasa kesulitan dalam proses pembelajaran. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalag sigil software.Sigil software ini merupakan salah satu software editor epub (electronic publication) yang bersifat open source.Penggunaannya terbilang cukup mudah.Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada guru SMP N 18 Padang bahwa banyak guru yang belum mengetahui penggunaan sigil software untuk membuat bahan ajar.Metode pelaksanaan aplikasi sigil software.Setelah melakukan pengabdian, guru-guru SMP N 18 Padang mampu menggunakan dan mengaplikasikan sigil software ini untuk membuat bahan ajar.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA KELAS XII DI SMA CENDEKIA PASAMAN BARAT Refi Desmi; Yulia Haryono; Melisa Melisa
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v6i1.14053

Abstract

The aim of the research is to analyze and describe the ability to understand mathematical concepts in terms of students' learning interests. The subjects of this study were class XII students at SMA Cendekia Pasaman Barat. This research method is descriptive quantitative. The instruments used were interest in learning questionnaires, test questions, and interview guidelines. The results of the interest in learning questionnaire were analyzed by grouping them into high, medium and low, the test results were analyzed based on indicators of conceptual understanding and interview results. The data analysis technique used in this study was descriptive statistical analysis. The results showed that students with high learning interest had high ability to understand mathematical concepts, then students with moderate and low learning interest had medium and low ability to understand mathematical concepts. Students who have high ability to understand mathematical concepts are able to achieve all indicators of understanding concepts with few errors, then students with moderate and low ability to understand mathematical concepts are unable to meet the indicators of restating a concept and applying concepts or solving algorithms.
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Watson Ditinjau dari Perbedaan Gender Melia Rusdiati; Yulia Haryono; Mulia Suryani
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.168 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v6i4.7333

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kesalahan yang dilakukan peserta didik laki-laki dalam menyimpulkan hasil dari penyelesaian soal dan banyaknya kesalahan peserta didik perempuan dalam menyelesaikan soal bentuk cerita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah kesalahan peserta didik dalam mengerjakan soal cerita matematika berdasarkan kriteria kesalahan Watson di tinjau dari perbedaan gender, pada peserta didik kelas VIII di salah satu MTsN di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel yang dianalisis sebanyak 46 orang peserta didik sesuai dengan jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik serta ditinjau berdasarkan gender. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Hasil tes dianalisis jenis kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal cerita matematika, setelah itu dianalisis berdasarkan gender peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan peserta didik laki-laki dan perempuan yaitu pada kesalahan Data Hilang, Kesimpulan Hilang, Manipulasi Tidak Langsung, Masalah Hirarki Keterampilan, dan Selain Ketujuh Kesalahan. Perbedaan kesalahan antara peserta didik laki-laki dan peserta didik perempuan yaitu pada kesalahan Konflik Level Respons.