Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : AGRISE

THE ROLES OF RURAL INSTITUTIONS ON FOOD SECURITY POLICY IN EAST JAVA PROVINCE INDONESIA Nuhfil Hanani; Rosihan Asmara; Fahriyah Fahriyah; Sujarwo Sujarwo
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 16, No 3 (2016)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.58 KB)

Abstract

This study has two main objectives, which are to identify rural institutions and their roles for supporting the implementation of food security policy in East Java Province and to formulate the model of rural institutions to enhance food security in the village level. This study was conducted on February 2012 in six regencies, which represented different food insecurity level in each locations. Primary data were collected by participatory rural appraisal method involving administrators of rural institutions. Descriptive analysis is used to describe rural institutions and their roles on food security implementation. Gap analysis is used to formulate the model to increase the roles of institutions on food security policy. It can be concluded that there are six potential rural institutions supporting food security in village level, which are women farmers’ group, farmers’ group, farmers’ group association, family welfare institution (PKK), rural cooperative, and food barn institution. Farmers’ group, farmers’ group association, and food barn institution potentially support food availability. Meanwhile, on accessibility aspect, farmers’ group, farmers’ group association, rural cooperative, and food barn institutions provide sufficient strength on this role. The last aspect on food security is food utilization. This aspect will be well supported by family welfare institution (PKK) and women farmers’ group. Finally, the institutional form in the village level fostering all aspect of food security is rural food team or TPD (Tim Pangan Desa).
Tipologi Kecamatan Berdasarkan Ketersediaan Pangan Di Kabupaten Trenggalek Nuhfil Hanani; Rosihan Asmara; Anfendita Azmi Rachmatika
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.147 KB)

Abstract

Untuk memudahkan pengambil kebijakan di daerah setempat guna pemerataan pemenuhan konsumsi pangan masyarakat diperlukan adanya suatu pengklasifikasian daerah berdasarkan pada ketersediaan pangan. Dengan adanya pengklasifikasian tersebut, daerah yang ketersediaan pangannya tergolong kurang atau lebih terhadap spesifik zat gizi tertentu akan dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok tersendiri. Dari hasil analisis, dideskripsikan keadaan ketersediaan pangan di masing-masing kecamatan. Keadaan wilayah yang berbeda-beda pada tiap kecamatan menyebabkan ketersediaan bahan makanan memiliki variasi tersendiri. Jika dilihat secara garis besar, ketersediaan bahan makanan paling tinggi pada tiap kecamatan terdapat pada kelompok padi-padian serta makanan berpati. Dari hasil analisis klaster, akhirnya dapat dibagi lima buah pengelompokkan, diantaranya adalah: klaster 1 (sentra serealia dan peternakan) yang beranggotakan Kecamatan Panggul, Munjungan, Watulimo, Kampak, Dongko, Gandusari dan Pogalan; klaster 2 (sentra sayuran, susu sapi, dan tanaman pangan) yang hanya beranggotakan Kecamatan Pule; klaster 3 (sentra telur dan tanaman pangan) yang beranggotakan Kecamatan Karangan, Durenan, dan Trenggalek; klaster 4 (sentra serealia, hortikultura, dan peternakan kompleks) yang beranggotakan Kecamatan Suruh dan Bendungan; serta klaster 5 (sentra tanaman pangan) yang hanya beranggotakan Kecamatan Tugu.   Kata kunci: ketersediaan pangan, Kabupaten Trenggalek, analisis klaster
Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Tebu Dalam Keanggotaan Suatu Koperasi Rosihan Asmara; Rhomsia Nurholifah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.149 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin di capai penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petani tebu pada dua koperasi yang berbeda yaitu Saribumi dan Koperasi Jaya Usaha dan untuk menganalisis Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan petani tebu dalam keanggotaan suatu koperasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendapatan petani antar koperasi dalam suatu daerah (Desa Gading) tidak jauh berbeda antara keduanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani adalah variabel bibit, variabel pupuk ponska serta variabel produksi. Saran yang dapat diberikan adalah petani perlu berpartisispasi aktif sebagai anggota koperasi sehingga mengetahui segala kebutuhan usahataninya karena selama ini petani kurang aktif dalam keanggotaannya di koperasi dan hanya menyerahkan kepada ketua kelompok sehingga kebijakan koperasi kurang diketahui. Kedua, Petani perlu terus meningkatkan produksi tebu dan tingkat rendemen guna meningkatkan pendapatan karena tingginya permintaan akan gula yang mengakibatkan meningkatnya harga gula sehingga memiliki peluang ekonomi yang menguntungkan. Ketiga, Koperasi sebagai salah satu lembaga ekonomi yang memiliki tujuan mensejahterakan anggotanya perlu melakukan kebijakan yang tidak memberatkan anggotanya baik berupa penarikan iuran maupun simpanan pokok dan wajib bagi anggota   Kata kunci : anggota koperasi, gula
Indonesian Frozen and Processed Crab Export Performance and Competitiveness Analysis Uswatun Khasanah; Wen-Chi Huang; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 19, No 3 (2019): AUGUST
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2019.019.3.5

Abstract

This paper aimed to analyze the performance and competitiveness of Indonesian crabs in the international market by comparing it with other major crab export countries (China, Philippines, Vietnam and Korea). Two crab products were included in the study, namely processed crabs in cans (HS 160510) and frozen crabs (HS 030614). The Trade Balance Index (TBI), Normalized Revealed Comparative Advantage (NRCA), and the Comparative Export Index (CEP) were used by analyzing data from the Central Statistics Agency (BPS), Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) in Indonesia as well as from UN COMTRADE, and Trade Map. The results based on TBI that the processed crabs were at the maturity stage, while the frozen crabs were at the growth stage. Only processed crab products had CEP values above 1, which means Indonesia is specialized and more competitive in processed crab products.
Analisis Ketahanan Pangan Di Kota Batu Rosihan Asmara; Nuhfil Hanani; Rini Mutisari
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.395 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi dimana manusia bisa mencukupi kebutuhan pangannya. Berdasarkan hasil SUSENAS bahwa IMR di Kota Batu tergolong tinggi yaitu sebesar 31.91 per 1000 kelahiran hidup. Selain itu 29% penduduk di Kota Batu masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Batu masih menghadapi ancaman kerawanan pangan berdasarkan aspek penyerapan pangan dan akses pangan. Oleh sebab itu, sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut, diperlukan upaya identifikasi kondisi ketahanan pangan di Kota Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui indikator-indikator apa saja yang berpengaruh terhadap kondisi ketahanan pangan di Kota Batu; dan 2) mengetahui kondisi ketahanan pangan di Kota Batu berdasarkan indikator ketahanan pangan yang terbentuk. Dari hasil analisis faktor dengan pendekatan Principal Component Analysis diketahui bahwa aspek-aspek yang berpengaruh terhadap kondisi ketahanan pangan di Kota Batu adalah aspek kemiskinan, aspek kesehatan dan mata pencaharian serta aspek kerentanan pangan. Berdasarkan analisis ketahanan pangan dengan menggunakan indikator komposit dapat diketahui bahwa Kota Batu mempunyai 3 desa (12.5%) yang masuk dalam kategori tahan pangan, 10 desa (41.67%) yang masuk dalam kategori cukup tahan pangan, 8 desa (33.33%) yang masuk dalam kategori agak rawan pangan, 2 desa (8.33%) yang masuk dalam kategori rawan pangan dan 1desa (4.17%) yang masuk dalam kategori sangat rawan pangan   Kata kunci: pangan, ketahanan pangan, kerawanan pangan, indikator, analisis faktor dan indikator komposit.
Analisis Pemahaman Gizi Ibu Rumahtangga Dalam Diversifikasi Pangan Rosihan Asmara; Bita Noor Rahmah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.71 KB)

Abstract

Pengetahuan gizi yang dimiliki ibu rumahtangga merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam proses pengambilan keputusan (Mangkunegara, 2002). Pengetahuan gizi yang berbeda dapat menimbulkan perbedaan pemahaman gizi yang berdampak pada keputusan yang diambil oleh ibu rumahtangga khususnya dalam melakukan konsumsi makanan beragam. Tujuan penelitian adalah  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga di daerah tahan pangan dan daerah agak rawan pangan serta menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga dengan tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga secara signifikan adalah umur dan pendidikan ibu rumahtangga, sumber informasi serta klasifikasi daerah responden. Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein tidak memiliki hubungan dengan tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga   Kata kunci : gizi , ibu rumah tangga, ketahanan pangan
THE DECISION OF SALT FARMERS BEHAVIOR TO THE USE GEOMEMBRANE TECHNOLOGY USING FUZZY AHP (Case in Lembung Village, Galis District, Pamekasan Regency) Fitrotin Nazizah; Rosihan Asmara; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 20, No 4 (2020): OCTOBER
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2020.20.4.4

Abstract

Pamekasan regency is an area in Madura Island that has the potential to increase the quality and quantity of salt by recommending the use of geomembrane technology. This research will give recommendation of factor is the highest priority of salt farmer’s behavior decisions on the use of geomembrane technology. The method developed in this research are combination of AHP and Fuzzy AHP method. AHP is used to determine the consistency of judgments made by each respondent and Fuzzy AHP is used to determine the criteria weight and subcriteria to determine the highest priority criteria and subcriteria decisions. Priority results using FAHP obtained that highest priority factor the behavior decisions of salt farmers  towards the use of geomembrane technology at the level of farmers and agencies to technical aspects  is production result subcriteria, to economic aspects is profit of salt farmers subcriteria, to socio cultural aspect is geomembrane technology is corresponding government advice and to environment aspects is quality of salt
FORECASTING THE BASIC CONDITIONS OF INDONESIA'S RICE ECONOMY 2019-2045 Arifin Zainul; Nuhfil Hanani; Djoko Kustiono; S Syafrial; Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 21 No. 2 (2021): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2021.021.2.4

Abstract

By 2045, Indonesia's population is expected to reach 321.4 million, the fifth largest in the world after China, India, Nigeria, and the United States. It is an excellent challenge for Indonesia to provide food in the future as it keeps pace with the rapid population growth. This study aims to analyze forecasting the basic conditions of Indonesia’s rice economy 2019-2045. The research data use time-series data from 1961-2018, including data from the Central Bureau of Statistics (BPS), Ministry of Agriculture/Pusdatin, Food and Agriculture Organization (FAO), International Rice Research (IRR), Department of Commerce, United States Department of Agriculture (USDA), and ASEAN Food Safety Information System (AFSIS). Data analysis using the simultaneous equations model approach. The results show that in 2019-2045 the projection of rice productivity in 2025 is 64,465 quintals per hectare; in 2035, it is 68,797 quintals per hectare, and in 2045 it is 77,462 quintals per hectare. In 2045, the projected land area is 27.64 million hectares. Although Indonesia is forecast to experience a rice surplus of 37.80 million tonnes in 2045, the projected rice production and domestic rice consumption level indicate the potential for rice imports of 15 million tonnes.
Co-Authors Abdul Aziz Abid Eka Pradana Ach Ainur Rohman Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas Alia Fibrianingtyas Aliviyanti, Dian Andi Sri Bintang Anfendita Azmi Rachmatika Anindita, Ratya Annisa Annisa Ardiany Sulistyaningrum Arifin Zainul Berti Genia Dwi Saputri Bita Noor Rahmah Budi Hartono Budi Setiawan Budiyanto, Ari Sugeng Candra Adi Intyas, Candra Adi Carani, Ni Made Metili Citra Saragih Condro Puspo Nugroho Condro Puspo Nugroho Djoko Kustiono Dwi Candra Pratiwi Dwi Retno Andriani Dwi Retno Andriani Elita Dewi, Heptari Elva Rahmat W Ernita Dian Puspasari FAHRIYAH Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Fahriyah Febryna Ramadhani Feni Iranawati firmanda, syauqi agung Fitria Dina Riana Fitrotin Nazizah Gomgom Haggai Manik Gunawan Prabowo, Gunawan Hafiidha, Laila Nur Halimatus Sakdiyah Hamdayyuwaafi, M. Wildan Hana' Salsabila Hari Prabowo Hastutik, Puji Hendrick Aristar Manurung Herman Felani Herman Felani Herman Felani, Herman Hidayat, Abdul Haris Ika Ayu Purwaningsih Imanullah, Muhammad Diffa Jihad, Baroroh Nur Kliwon Hidayat Kurniawati, Esti Kustiawati Ningsih Lailatus Sa'adah, Siti Mikchaell Alfanov Pardamean Panjaitan Moch. Muslich Mustadjab Moh. Shofiyur Rohman Mohammad Bisri Mohammad Shoimus Sholeh Muhammad Faishal Farras Muhammad Miftahul Huda Mujaddid, Muhammad Ashri Nesia Artdiyasa Nidamulyawaty Maarthen Nidamulyawaty Maarthen Niken Irawati Nira Praditya Sari Noor, Arif Yustian Maulana Novia, Dian Ayu Nuhfil Hanani Nuhfil Hanani Nuhfil Hanani Prihantini, Campina Illa Priyono Priyono Pujiyanti Rahayu1 Purba, Pebli Adenesli Putritamara, Jaisy Aghniarahim Putu Laksmi Pramita Rahman, M Shadiqur Rahman, Moh Shadiqur Rarasrum Dyah Kasitowati Ratya Anindita Ratya Anindita Ratya Anindita Ratya Anindita Rhomsia Nurholifah Rini Dwiastuti Rini Dwiastuti Rini Dwiastuti Rini Mutisari Risma Suryaningtyas Rohman, Moh. Shofiyur Rohmatul Khasanah, Ulfa Ruri Ardhiani S Syafrial Sa'adah, Siti Lailatus Setyono Yudo Tyasmoro Shaleh, Mohammad Ilyas Silvana Maulidah Sugiyanto - Suhartini Suhartini Suhartini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sulastri Arsad SULISTIOWATI, Susanti Evie Suprapedi Susanti Evie Sulistiowati Susanti Evie SULISTIOWATI Syafrial Syafrial Syafrial Tita Pradiptia Ula, Mahfudlotul Uswatun Khasanah Virdaus, Ruly Wen-Chi Huang Wen-Chi Huang Wenny Mamilianti Winni Nurlita Putri Wiwit Widyawati Yundari, Yundari Yustisianto Nugroho