Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI PENISILIN OLEH Penicillium chrysogenum L112 DENGAN VARIASI KECEPATAN AGITASI PADA FERMENTOR 1 L Saadah D Rachman; Agus Safari; Fazli Fazl; Dian S Kamara; Abubakar Sidik; Linar Z Udin; Safri Ishmayana
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v4i2.59

Abstract

ABSTRAKPenisilin merupakan golongan antibiotika β-laktam yang memiliki nilai komersial tinggi karenadigunakan secara luas untuk memproduksi antibiotik semisintetik lain (amoksilin, ampisilin) sertamempunyai kemampuan mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Proses produksi penisilinpada skala industri dilakukan dalam skala besar memerlukan kondisi agitasi optimum. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui pengaruh agitasi terhadap pembentukan penisilin dari Penicilliumchrysogenum L112, yang mempunyai aktivitas antibiotika tertinggi terhadap beberapa bakteri uji. P.chrysogenum L112 yang telah diregenerasi pada suhu 30°C selama 7 hari disuspensikan dengan airsuling steril. Suspensi ini diinokulasikan ke dalam media vegetasi sebanyak 2% (v/v). Selanjutnyadiaktivasi pada 120 rpm dan 28°C selama 60 jam. Hasil aktivasi diinokulasi ke dalam mediafermentasi sebanyak 10% (v/v), fermentasi menggunakan fermentor skala 1 L dengan kondisi pH 7,aerasi 1 vvm, suhu 28°C selama 240 jam. Kecepatan agitasi divariasikan pada 100, 150 dan 200 rpm.Setiap 24 jam dilakukan pengambilan contoh untuk keperluan analisa yang meliputi pengukuran pH,berat kering sel, uji aktivitas antibiotika dan konsentrasi glukosa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa agitasi dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap kemampuan Penicillium chrysogenum L112dalam menghasilkan penisilin. Setiap bakteri uji memberikan respon yang berbeda terhadap aktivitasantibiotika penisilin yang dihasilkan. Aktivitas antibiotika penisilin terbaik ditunjukkan pada agitasi150 rpm pada waktu inkubasi 192 jam dengan aktivitas penghambatan tertinggi terhadap Escherichiacoli dengan zona bening 37 mm.Kata Kunci: penisilin, antibiotika, Penicillium chrysogenum, fermentasiABSTRACTPenicillin refers to a group of β-lactam antibiotics with high commercial value because it is precursorfor semi synthetic antibiotics such as amoxicillin and ampicillin. It also has high antibacterialactivity. Penicillin production in industrial scale uses large fermentation reactor which requireoptimum agitation. The present study was conducted to investigate the effect of agitation speed onpenicillin production using Penicillium chrysogenum L112, which have high antibiotics activityagainst some bacteria. P. chrysogenum L112 which regenerated at 30°C for 7 days was suspendedwith distilled water. The suspension was inoculated to vegetation media to reach 2% (v/v) finalconcentration. It was then followed by activation at 28°C for 60 hours with 120 rpm agitation speed.The activated culture was inoculated to fermentation media to give 10% (v/v) final concentration in a1 L fermenter at pH 7 and 28°C, aeration of 1 vvm, for 240 hours. Agitation speed was varied at 100,150 and 200 rpm. Sample was collected every 24 hours and checked for its pH, dry cell weight, andantibiotics activity. The results of the present study indicate that agitation speed and time ofincubation affected the P. chrysogenum ability to produce penicillin. The crude extract showeddifferent effect when tested against different bacteria, which indicate different amount of penicillinproduced. The best antibiotics activity was found at 150 rpm agitation speed, incubation time of 192hours. The highest inhibition was found for Escherichia coli which showed 37 mm clear zone.Keywords: penicillin, antibiotics, Penicillium chrysogenum, fermentation
Ekstraksi dan Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Agus Safari; Sani Dwiningrum Rahayu Br Ginting; Muhammad Fadhlillah; Saadah D. Rachman; Nenden I. Anggraeni; Safri Ishmayana
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 2 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i2.6039

Abstract

Antosianin merupakan pigmen pewarna alami yang berwarna dan dapat berperan sebagai antioksidan. Senyawa ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan tambahan makanan sebagai pewarna. Selain peranannya sebagai zat warna, antosianin juga dapat berperan sebagai senyawa antioksidan, sehingga ketika ditambahkan pada makanan akan menghasilkan suatu pangan fungsional. Salah satu bahan yang kaya akan antosianin adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstraski antosianin dari ubi jalar ungu. Metode yang dilakukan meliputi preparasi antosianin melalui maserasi dengan etanol, pemekatan dengan teknik evaporasi vakum ekstrak ubi ungu, karakterisasi spektrum sinar tampak serta penentuan residu etanol pada ekstrak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 500 g ubi jalar ungu segar yang diekstraksi dengan 1 L etanol diperoleh 8 g pasta ekstrak ubi jalar ungu. Karakterisasi dengan spektrofotometri pada pajang gelombang sinar tampak menghasilkan spektrum yang sama dengan spektrum yang telah dipublikasikan sebelumnya. Ekstrak yang diperoleh memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi dengan nilai konsentrasi inhibisi 50 (IC50) sebesar 41,1±7,3 ppm. Karena tujuan ekstraksi ini adalah untuk aplikasi pada bidang pangan, residu etanol yang terdapat pada ekstrak ditentukan dengan metode enzimatik menggunakan alkohol dehidrogenase dan diperoleh residu etanol sebanyak 0,122 ±0,033% v/v.
INISIASI PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA PERTANIAN DI DESA PAJAGAN (SUMEDANG, JAWA BARAT) Dono, Danar; Hidayat, Yusup; Ishmayana, Safri; Widayani, Neneng Sri
Dharmakarya Vol 12, No 3 (2023): September, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i3.43160

Abstract

Desa Pajagan merupakan desa dengan potensi pertanian yang tinggi. Wilayah perbukitan di Desa tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah Desa Wisata Pertanian karena memiliki suhu yang sejuk serta memiliki pemandangan yang bagus. Melihat potensi tersebut maka pada Pengabdian yang dilakukan di Desa Pajagan memfokuskan untuk pengembangan Desa menjadi wilayah wisata. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan kegiatan. Langkah awal yang dilakukan adalah menganalisis kondisi tanah untuk melihat kesuburan tanah, kemudian melakukan pelatihan untuk pembuatan kompos sebagai pupuk potensial, dan memberikan bibit pohon buah sebagai inisiasi untuk menunjang pengembangan Desa Pajagan menjadi Desa Wisata pertanian. Untuk pemeliharaan tanaman buah-buahan dan mempermudah penyiraman dilakukan pemasangan instalasi irigasi tetes sehingga ketersediaan air untuk tanaman tetap terjaga terutama pada musim kemarau. Pengembangan potensi Desa Pajagan menjadi Desa Wisata Pertanian, khususnya tanaman buah, mendapatkan respons yang baik dari petani di Desa Pajagan.Kata kunci: buah-buahan, desa wisata, pelatihan, pertanian.
OPTIMASI KANDUNGAN LEMAK TOTAL KRIM KEJU DENGAN PENAMBAHAN SUSU FULL CREAM DAN KULIT ARI PSYLLIUM DENGAN PENDEKATAN RSM-CCD Safari, Agus; Isnanisafitri, Frida Febriani; Horasio, Debora Tamaris; Fadhlillah, Muhammad; Nurrusyda, Fajrina Shafira; Ishmayana, Safri
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v9i1.140

Abstract

Krim keju adalah sejenis keju yang memiliki tekstur lunak, kaya akan gizi, berwarna putih dengan rasa creamy, dan mempunyai rasa asam. Kandungan lemak krim keju dapat mempengaruhi citarasa dan dipengaruhi oleh bahan yang digunakan pada proses pembuatan krim keju, diantaranya susu full cream dan penstabil berupa kulit ari psyllium (Plantago ovata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh susu full cream dan kulit ari psyllium terhadap kandungan lemak krim keju serta menentukan kondisi optimum untuk mendapatkan krim keju dengan kadar maksimum sehingga mendapatkan produk dengan cita rasa lebih creamy. Metode yang dilakukan secara eksperimen yaitu fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan penambahan variasi konsentrasi kulit ari psyllium (0,1-0,5%) dan susu full cream (8-16%) berdasarkan rancangan RSM-CCD dan dilakukan analisis karakteristik fisikokimia dan organoleptik. Hasil analisis data RSM menunjukkan bahwa kulit ari psyllium memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0,002) terhadap kadar lemak krim keju, sedangkan susu full cream tidak berpengaruh signifikan (p = 0,672) terhadap kadar lemak krim keju. Optimasi untuk mendapatkan kadar lemak paling tinggi didapatkan pada kondisi susu full cream 17,66%b/v dan psyllium 0,017%b/v dengan nilai teoritis kadar lemak sebesar 37,04% sedangkan hasil validasi diperoleh kadar lemak sebesar 38,40±1,35%. Hasil ini menunjukkan kesesuaian model yang diperoleh dengan hasil eksperimen.
Analisis Interaksi ?-Amilase Bacillus licheniformis (BLA) dan Mutannya (MTBLA) dengan Maltoheptaosa pada Suhu Tinggi menggunakan Metode In Silico: Interaction Analysis of ?-Amylase Bacillus licheniformis (BLA) and its Mutant (MTBLA) with Maltoheptaose at High Temperature using In Silico Method Annisyaban Fatiha Azzahra; Regaputra Satria Janitra; Wahyu Widayat; Farhan Azhwin Maulana; Safri Ishmayana; Muhammad Yusuf
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i6.2013

Abstract

?-Amylase is an enzyme that hydrolyzes starch into oligosaccharides used in the food and health industry sector. Hydrolysis products such as maltopentose can be a high-nutrition source for patients with kidney failure and calorie deficit. Therefore, increasing the thermostability of enzymes needs to be done to meet industrial criteria. In this study, we studied the effect of the Bacillus licheniformis ?-amylase (BLA) mutation on its activity at 298 and 373 K in silico through enzyme-substrate interaction analysis. Maltoheptaose was used as a model substrate. At 373 K, the Asn190Phe mutation plays a direct role in forming interactions with the substrate while the Gln264Ser mutation does not play a direct role. At 298 K the Asn265Tyr mutation plays a direct role in the enzyme-substrate interaction. In this study, we found a relationship between enzyme-substrate interaction and activity, the most determining factor being the interaction with the catalytic residue. At 298 K, the total interaction of the mutant BLA (MTBLA)-maltoheptaose was slightly stronger than that of BLA-maltoheptaose. However, the interaction of maltoheptaose with catalytic residues in BLA is stronger than in MTBLA. This is in agreement with the previous experiment at 298 K. A similar pattern is found at 373 K. Thereby, MTBLA activity at 373 K is also not more improved than BLA. Keywords:          ?-Amylase, activity, thermostability, Bacillus licheniformis, In silico   Abstrak ?-Amilase merupakan enzim yang menghidrolisis pati menjadi oligosakarida yang digunakan di sektor industri makanan dan kesehatan. Produk hidrolisis seperti maltopentosa dapat menjadi sumber makanan tinggi nutrisi untuk pasien gagal ginjal dan defisit kalori. Oleh sebab itu, peningkatan termostabilitas enzim perlu dilakukan untuk memenuhi kriteria industri. Pada penelitian ini kami mempelajari pengaruh mutasi ?-amilase Bacillus licheniformis (BLA) terhadap aktivitasnya pada suhu 298 dan 373 K secara in silico melalui analisis interaksi enzim-substrat. Maltoheptaosa digunakan sebagai model substrat. Pada suhu 373 K, mutasi Asn190Phe berperan langsung membentuk interaksi dengan substrat sedangkan mutasi Gln264Ser tidak berperan langsung. Pada suhu 298 K mutasi Asn265Tyr berperan langsung terhadap interaksi enzim-substrat. Pada penelitian ini, kami menemukan hubungan antara interaksi enzim-substrat terhadap aktivitas, faktor yang paling menentukan adalah interaksinya dengan residu katalitik. Pada suhu 298 K, total interaksi mutan BLA (MTBLA)-maltoheptaosa sedikit lebih kuat dibandingkan BLA-maltoheptaosa. Namun, interaksi maltoheptaosa dengan residu katalitik pada BLA lebih kuat daripada MTBLA. Hal ini bersesuaian dengan eksperimen sebelumnya pada suhu 298 K. Pola yang mirip terlihat pada 373 K, sehingga aktivitas MTBLA pada suhu 373 K juga tidak lebih baik daripada BLA. Kata Kunci:         ?-Amilase, aktivitas, termostabilitas, Bacillus licheniformis, In silico
Dysobinol Extracted from Chisocheton Macrophyllus Triggers Proliferation Inhibition, Potential Apoptosis, and Cell Cycle Arrest of He La Cancer Cell Lines Gaffar, Shabarni; Hafiz, Ersanda; Wiraswati, Hesti Lina; Ishmayana, Safri; Nurlelasari, Nurlelasari
Majalah Kedokteran Bandung Vol 56, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v56.3249

Abstract

Dysobinol is a new limonoid from C. macrophyllus seeds reported to have an anticancer activity. This study aimed to determine the cytotoxic activity of Dysobinol against HeLa cancer cell lines and evaluate its mechanism of action by determining the expression level of several carcinogenesis genes related to apoptosis and cell cycle. In this experimental study, the cytotoxic activity was determined using the MTS assay and gene expression by real-time reverse transcriptase PCR. The result shows that Dysobinol has an anticancer activity in a dose and time-dependent manner against HeLa cells and was categorized as toxic with IC50 values of 52.92, 52.70, and 14.96 μg/ml for 24, 48, and 72 hours, respectively. Dysobinol significantly increased the expression of Bax, Cas-8, and Cas-3 and decreased the expression of Cyc D1 at both doses (IC50 and 2x IC50) but only high doses (2x IC50) could affect Cas9 and NF-κB expressions, indicating that Dysobinol can induce apoptosis via the extrinsic pathway and inhibits the cell cycle through the Cyc D1 regulator. Dysobinol has the potential to be developed as a chemotherapy drug or an adjuvant agent for cervical cancer treatment.
New Custom Primers for the Detection of SARS-CoV-2 using the Singleplex rRT‒PCR SYBR Green-Based Method with the NSP10 and N genes as Targets Gaffar, Shabarni; Shabrinna, Hanif; Putri, Rafika; Wiraswati, Hesti Lina; Hartati, Yeni Wahyuni; Ishmayana, Safri; Faridah, Lia; Ekawardhani, Savira
Chimica et Natura Acta Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v13.n1.53493

Abstract

Although COVID-19 is no longer a global health emergency, rapid, sensitive, and specific detection tests are still needed. In this study, we developed a cost-effective test, the SYBR Green-based rRT‒PCR kit, using new custom primers targeting the N and NSP10 genes of the SARS-CoV-2 virus. The specificity of the designed primers was determined through agarose gel electrophoresis. A standard curve generated from a ten-fold dilution of SARS-CoV-2 RNA was used to determine the efficiency and sensitivity of the kit. Validation of this protocol was carried out on ten clinical specimens. As expected, the results showed that the N and NSP10 gene primers produced 134 and 161 bp products, respectively. The limits of detection and limit of quantification with N gene primers were 7.74 and 23.46 copies/μL, respectively, and those with the NSP10 gene primers were 4.69 and 14.21 copies/μL, with a PCR efficiency of 102.5% and 110.6%, respectively. The validation results with clinical specimens revealed that seven samples were true-positive for COVID-19 (Ct range 15.09–21.33), and three were confirmed to be true-negative. Costs associated with COVID-19 patient testing can be anticipated to decrease with the use of custom primers for the detection of SARS-CoV-2 via the use of the singleplex rRT‒PCR mix SYBR Green.
Pengaruh Perlakuan Awal, Variasi Suhu Pemanasan Serta Inokulasi Terhadap Viskositas Yoghurt Sumeru, Husain Akbar; Latifah, Rina Gaida; Nurrusyda, Fajriana Shafira; Ishmayana, Safri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt merupakan produk fermentasi susu yang banyak digemari karena cita rasa, tekstur, manfaat kesehatannya serta dapat dikonsumsi oleh individu yang intoleransi laktosa. Mutu yoghurt dinilai berdasarkan beberapa parameter penting yang berkaitan dengan stabilitas dan daya terima produk di masyarakat, salah satunya yaitu viskositas. Viskositas dipengaruhi faktor-faktor seperti proses perlakuan awal pada susu, suhu pemanasan, dan suhu inokulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ketiga faktor tersebut terhadap viskositas yoghurt. Parameter penelitian yang digunakan adalah perlakuan awal susu (UHT, pasteurisasi, dan susu murni), suhu pemanasan (60℃, 70℃ dan 80℃), serta suhu inokulasi (30℃, 35℃, dan 40℃). Hasil fermentasi diukur dengan menggunakan viskometer Ostwald, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil menunjukkan bahwa suhu pemanasan 80℃ dan suhu inokulasi 40℃ menghasilkan viskositas tertinggi, dengan nilai tertinggi diperoleh pada susu murni sebesar 301,93 cP. Susu pasteurisasi dan UHT menunjukkan nilai viskositas yang lebih rendah, masing-masing 111,79 cP dan 88,82 cP. Penurunan viskositas juga diamati seiring dengan menurunnya suhu pemanasan dan inokulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan awal susu dan perlakuan termal yang optimal berperan penting dalam membentuk emulsi yang menentukan kekentalan yoghurt.
Pengaruh Penambahan Psyllium dan Susu Full Cream terhadap Kadar Air dan Abu Produk Yoghurt Safari, Agus; Devi, Puspitasari Rosiana; Horasio, Debora Tamaris; Nurrusyda, Fajriana Shafira; Anggraeni, Nenden Indrayati; Fadhlillah, Muhammad; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.; Ishmayana, Safri; Hafiz, Ersanda
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt termasuk pangan fungsional, yaitu salah satu pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tetapi memiliki fungsi untuk kesehatan tubuh. Yogurt dapat diperoleh dari fermentasi susu oleh bakteri asam laktat yang akan menghasilkan aroma khas, tekstur semi padat dan halus, kompak serta rasa asam yang segar. Kandungan gizi pada yogurt lebih tinggi dibandingkan susu murni karena adanya penambahan zat-zat gizi hasil sintesa mikroba dan kandungan gizi dari mikroba itu sendiri seperti protein, vitamin, asam folat, riboflavin, kalsium serta fosfor. Salah satu karakteristik kualitas yogurt yang paling penting adalah tekstur dan tampak keseluruhan yang sesuai dengan tingkat sineresis yang rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara untuk memperbaiki keadaan fisik, tekstur, dan reologi dari yogurt adalah dengan menambahkan berbagai bahan penstabil ke dalam susu. Selain penstabil, komponen susu yang berpengaruh pada tekstur yoghurt adalah jumlah lemak yang terkandung didalamnya. Psyllium digunakan bahan penstabil dikarenakan polisakarida pada psyllium ini dapat meningkatkan konsistensi dan stabilitas sistem melalui pembentukan gel yang kuat. Kemudian untuk menambah lemak digunakan susu full cream. Kombinasi kedua variable ini dioptimasi menggunakan Response Surface Method-Central Composite Design (RSM-CCD), kemudian dianalisa kadar lemak dan kadar abunya untuk mengetahui pengaruh psyllium dan susu full cream terhadap sineresis. Melalui penelitian didapatkan hasil kadar air sebesar 70,87% dan kadar abu sebesar 3,96%.
Evaluasi Kandungan Polifenol dan Profil Nutrien Yogurt dengan Penambahan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Fadhlillah, Muhammad; Fahruddin, Muhammad Fahmi; Anggraeni, Nenden Indrayati; Ginting, Sani D. R. Br; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.; Ishmayana, Safri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt, sebagai susu fermentasi, kaya akan probiotik yang berkontribusi pada kesehatan pencernaan dan metabolisme lipid. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus, KBNM) sebagai limbah yang belum termanfaatkan, mengandung pigmen dan senyawa polifenol alami yang berpotensi meningkatkan nilai fungsional yogurt. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek penambahan ekstrak KBNM terhadap kandungan total polifenol (metode Folin–Ciocalteu dengan standar asam askorbat), komposisi nutrien (laktosa, protein, lemak, air, abu), serta kadar asam laktat (titrasi) pada yogurt kontrol dan yogurt yang ditambah ekstrak KBNM. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara yogurt kontrol dan yogurt+KBNM untuk kadar polifenol (18,40 vs 18,26 mM), protein (~1,08 %), lemak (~2,80 vs 2,51 % b/v), air (~12 %), dan abu (~12 %). Namun, kadar laktosa dan asam laktat menunjukkan perbedaan yang signifikan, di mana yogurt+KBNM memiliki kadar laktosa lebih tinggi (1,36 vs 0,45 mg/mL) yang berkorelasi dengan kadar asam laktat yang lebih rendah (12,08 vs 18,27 % b/v), menandakan konsumsi laktosa oleh mikroba fermentasi yang lebih sedikit dan produksi asam laktat yang lebih rendah. Hubungan ini konsisten dengan mekanisme metabolisme lactate-producing bacteria yang memfermentasi laktosa menjadi asam laktat dalam yogurt. Fortifikasi dengan ekstrak KBNM pada konsentrasi rendah tidak meningkatkan kadar polifenol maupun nutrien secara signifikan, namun secara signifikan memengaruhi pola metabolisme karbohidrat dan produk asam laktat dalam yogurt.
Co-Authors ', O. Suprijana Abubakar Sidik Abubakar Sidik Ace Tatang Hidayat Agus Safari Agus Safari Agus Safari Agus Safari Agus Safari Agus Safari Agus Safari Agus Safari Ahsanul Chaliqin Gayo Anastasya Firdausi Anggraeni, Nenden I. Anggraeni, Nenden Indrayati Anne Carolina Annisyaban Fatiha Azzahra Ari Hardianto Asep Juanda Budiman, Mulydayana Reanifah Carolina, Anne Ceppy Nasahi Danar Dono Dani Permana Desi Harneti Putri Huspa Devi, Puspitasari Rosiana Dian S Kamara Dian S. Kamara Dian S. Kamara Djajasoepena, Sadiah Djajasoepena, Sadiah DJOKO PRIJONO Ekawardani, Savira Endah Wulandari Fadhlillah, Muhammad Fadhlillah, Muhammad Fahruddin, Muhammad Fahmi Farhan Azhwin Maulana Fazl, Fazli Fazli Fazl Fitri Widiantini Frida F. Isnanisafitri Frida F. Isnanisafitri Frida F. Isnanisafitri Ghina, Sarah Fahma Ginting, Sani D. R. Br Gobel, Khaeriska Rahayu Hafiz, Ersanda Harahap, Winni Suryani Hari R. Haryadi Hasriani, Shela Amelia Herlian E. Putra Herlina Marta Hesti Lina Wiraswati Horasio, Debora Tamaris Husain Akbar Sumeru Ida Indrawati Idar Idar Idar Idar Idar Idar Idar Idar Idar, Idar Ika Wiani Iman Permana Maksum Isnanisafitri, Frida Febriani Juanda, Asep Kamara, Dian S Kamara, Dian S. Kamara, Dian S. Kindi Farabi Latifah, Rina G. Latifah, Rina Gaida Lia Faridah Linar Z Udin Linar Z Udin Linar Z. Udin M. Yusuf Awaluddin Mawalia, Khiftul Muhammad Fadhlillah Muhammad Fadhlillah Muhammad Fadhlillah Muhammad Fadhlillah Muhammad Fadhlillah Muhammad Yusuf Nabila, Najwa Nadia Maulida Nenden I. Anggraeni Nenden I. Anggraeni Neneng S Widayani Neneng Sri Widayani Nurisa Fadillah Isnaeni Nurlelasari Nurlelasari Nurrusyda, Fajriana S Nurrusyda, Fajriana Shafira Nurrusyda, Fajrina Shafira O. Suprijana O. Suprijana PUTRI, RAFIKA Putri, Rafika Nanda Putri, Tysza Ainnunnisa Maulidya R. Arif Malik Ramadhan R. Ukun M.S. Soedjanaatmadja Rachman, Saadah D Rachman, Saadah D. Rachman, Saadah D. Rachman, Saadah Diana Rani Maharani Regaputra Satria Janitra Ridya Widya Pasisca Roni Sutrisna Rudi Hartono Rusky I. Pratama Saadah D Rachman Saadah D. Rachman Saadah D. Rachman Saadah D. Rachman Saadah D. Rachman Saadah D. Rachman Saadah Diana Rachman Saadah Diana Rachman Saadah Diana Rachman Sadiah Djajasoepana Sadiah Djajasoepena Safari, Agus Sani Dwiningrum Rahayu Br Ginting Sani Dwiningrum Rahayu Br Ginting Savira Ekawardhani Septiana, Reysha A. Q. A. Shabarni Gaffar Shabrinna, Hanif Shahab, Ali Ridho Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro Sofyan Multazam N Aji Sumeru, Husain A. Sumeru, Husain Akbar Suprijana, O. Supriyadi, Isma Yustifania Sutrisna, Roni Sylvi Qurrotul Aini Tambunan, Clara Junita Toto Subroto Tri Mayanti Trianing Tyas Kusuma Anggaeni Udin, Linar Z Unang Supratman Wahyu Widayat Westy Juniaty Widayani, Neneng Sri Wiliandini, Fadilla Yeni W Hartati Yeni Wahyuni Hartati Yogas Dwi Pratiwi Yusuf Hidayat Yusuf Hidayat Yusup Hidayat Yusup Hidayat Yusup Hidayat Zamzahra, Salma